Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Prioritas Kesiapan Adopsi Integrasi Artificial Intelligence dan Blockchain dalam Rantai Pasok Kelapa Indonesia Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Sarfat, Muhammad Syukur; Arkeman, Yandra; Fauzi, Anas Miftah; Setyaningsih, Dwi; Haris, Zaky Abdul; Prasetya, Devara Adhi; de Boer, Jorrit
Jurnal SINTA: Sistem Informasi dan Teknologi Komputasi Vol. 3 No. 2 (2026): SINTA: APRIL
Publisher : Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/sinta.v3i2.220

Abstract

Indonesia sebagai produsen kelapa terbesar kedua di dunia menghadapi tantangan serius dalam inefisiensi rantai pasok yang mencakup ketidaktransparanan harga, lemahnya keterlacakan produk, serta kesenjangan kapasitas digital di antara aktor-aktornya. Integrasi teknologi artificial intelligence (AI) dan blockchain dipandang sebagai solusi transformatif, namun tingkat kesiapan adopsi pada berbagai segmen stakeholder belum teridentifikasi secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan kriteria kesiapan adopsi integrasi AI dan blockchain dalam ekosistem rantai pasok kelapa Indonesia. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menganalisis dan menyintesis perspektif dari 18 responden yang merepresentasikan enam kelompok stakeholder, yaitu pemerintah daerah, industri pengolah kelapa, pengepul, pemasok kopra, petani, dan asosiasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kriteria Manfaat & Nilai Tambah (C5) memperoleh bobot tertinggi sebesar 50,12%, diikuti Kesiapan SDM (C1) sebesar 19,88%, Kesiapan Finansial (C4) sebesar 14,58%, Infrastruktur Teknologi (C2) sebesar 9,63%, dan Dukungan Regulasi & Kebijakan (C3) sebesar 5,79%. Nilai Consistency Ratio (CR) sebesar 0,0183 mengonfirmasi validitas dan konsistensi penilaian. Temuan ini mengimplikasikan bahwa strategi adopsi teknologi harus diprioritaskan melalui demonstrasi manfaat konkret dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di seluruh lapisan rantai pasok kelapa Indonesia.