Eiza Frania, Nabila
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Tari dalam Ritual Asyeik Ke Tari Asyeik di Dusun Empih Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi Eiza Frania, Nabila; Asriati, Afifah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis Transformasi Tari dalam Ritual Asyeik ke Tari Asyeik di Dusun Empih, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Instrumen penelian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan alat tulis, kamera dan flashdisk. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ritual Asyeik telah bertransformasi ke bentuk tarian dan dalam bentuk penyajiannya dilihat dari segi gerak, jumlah penari, tata rias dan busana, tempat pertunjukan dan properti. Ritual Asyeik memiliki 12 ragam gerak, sedangkan tari Asyeik memiliki 11 ragam gerak. Penari pada ritual Asyeik terdiri dari 4 orang penari perempuan, yang pandu oleh seorang guriu (guru) yang sekaligus sebagai penari ritual, sedangkan penari pada tari Asyeik terdiri dari 5 orang penari, yang terdiri dari 4 orang penari perempuan dan 1 orang penari laki-laki. Pada ritual Asyeik tidak menggunakan tata rias, sedangkan pada tari Asyeik menggunakan rias sederhana. Penari perempuan pada ritual Asyeik menggunakan baju kurung, rok batik dan penutup kepala. Sedangkan penari perempuan pada ritual Asyeik menggunakan baju kurung, rok batik dan penutup kepala. Pada tari Asyeik busana laki-laki menggunakan baju teluk belango dan peci, sedangkan penari perempuan menggunakan baju kurung, kain panjang dan penutup kepala. Tempat ritual Asyeik dilaksanakan di dalam ruangan tertutup, bersih, dan tenang. Sedangkan pada tari Asyeik dilaksanakan di tempat terbuka yaitu Lapangan Merdeka. Properti ritual Asyeik menggunakan kain panjang, sorban, are pinua, karamaloa, manik basebeuh, sirih gantung, tanggo itai, keris, al-qur'an, tongkat, Amua, na meteh, aye tulong, bungo tareseh putoah, lapek sambiyang, lemang tegiak, lempe, limo guriu, nambheh khang, pisang panantek sajing nduah, tungku kemenyan, ulku gule, ulu nasi. Sedangkan properti pada tari Asyeik hanya menggunakan Manggoa Dudeuk.