Pendidikan formal memiliki peran penting dan strategis dalam membentuk kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis peserta didik sebagai fondasi keterampilan abad ke-21. Dalam konteks pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, guru dituntut tidak hanya mengajarkan prosedur, tetapi juga menumbuhkan pemahaman mendalam terhadap fakta, konsep, prinsip, dan prosedur secara terpadu. Implementasi Tes Kompetensi Akademik (TKA) berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) semakin menegaskan pentingnya penguatan kemampuan analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah siswa. Namun, hasil observasi awal di Kabupaten Mamuju menunjukkan bahwa pembelajaran matematika masih cenderung berorientasi prosedural dan belum optimal mengintegrasikan pendekatan pemecahan masalah serta strategi metakognitif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik guru di Kabupaten Mamuju dalam memahami karakteristik TKA serta menyusun perangkat pembelajaran dan instrumen evaluasi berbasis HOTS. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, workshop, praktik penyusunan soal, simulasi pembelajaran, dan pendampingan. Peserta kegiatan berjumlah (50) guru se-Kabupaten Mamuju. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% peserta mampu mengidentifikasi karakteristik soal TKA, dan 80% peserta mampu menyusun soal HOTS sesuai indikator TKA. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan dalam perancangan pembelajaran berbasis literasi numerasi. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan.