Meningkatnya angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh perilaku merokok menjadi isu kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Sementara prevalensi perokok aktif terus meningkat, tak terkecuali di kalangan pelajar usia remaja. Pemerintah Kota Surakarta sejak tahun 2019 menginisiasi Kampung Bebas Asap Rokok sebagai upaya perlindungan anak dan masyarakat dari paparan asap rokok. Program Layanan Psikologi Profesi Psikolog Umum ini dilakukan pada komunitas KBAR “Bagasing Awak” yang terletak RW IX, Kelurahan P, Kota Surakarta yang telah dideklarasikan sejak tahun 2020. Tujuan program ini adalah mengoptimalkan potensi wilayah dan peran aktif masyarakat setempat dalam pencegahan merokok pada remaja sehingga dapat mengurangi masalah kesehatan yang terus berulang terjadi di masyarakat. Kegiatan yang dilakukan berupa psikoedukasi yang melibatkan 48 perwakilan keluarga dan 14 remaja. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test serta refleksi kualitatif. Hasil intervensi psikoedukasi pada perwakilan keluarga menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai mengenai peran keluarga dan kader dalam pencegahan merokok pada remaja, serta merasakan dampak positif pemasangan stiker rumah bebas asap rokok. Hal serupa juga didapatkan pada peningkatan pengetahuan remaja mengenai bahaya merokok disertai kemampuan pencegahan faktor internal pengelolaan stres dan keterampilan menolak rokok. Kemudian dikuatkan dengan advokasi kebijakan KTR maupun program sosialisasi bahaya rokok di lingkungan sekolah pada kelurahan setempat sehingga serangkaian kegiatan intervensi ini dapat mencapai tujuan jangka panjang dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan merokok pada remaja.