Saputri, Juwanda
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Risiko Kerja Pada Proses Produksi Kaleng Menggunakan Metode HIRADC dan RCA Saputri, Juwanda; Putra, Boy
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 2 No. 4 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v2i4.648

Abstract

Setiap pekerjaan memiliki potensi untuk menimbulkan risiko kecelakaan kerja yang dapat berasal dari proses yang sedang berlangsung, kelalaian pekerja, atau kondisi pabrik. Berdasarkan hasil observasi di area proses produksi kaleng PT. XYZ dan wawancara dengan sejumlah karyawan, terdapat 25 kasus kecelakaan kerja yang terjadi, disertai berbagai risiko kecelakaan kerja dan insiden yang teridentifikasi, baik dalam proses produksi maupun di lingkungan kerja. Hal ini mencerminkan 25% dari target zero accident. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko keselamatan kerja pada proses produksi kaleng di PT. XYZ menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) dan Root Cause Analysis (RCA). Berdasarkan hasil analisis, ditemukan tiga potensi bahaya dengan tingkat risiko tinggi pada tahap produksi printing, yang berpotensi menyebabkan kebakaran, luka bakar, gangguan pernapasan, serta iritasi kulit pada operator. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan analisis lebih lanjut menggunakan fishbone Diagram dan 5 whys analysis guna mengidentifikasi akar penyebab kecelakaan kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama yang berkontribusi terhadap kecelakaan kerja adalah kurangnya kebijakan keselamatan, minimnya pelatihan pekerja, serta ketidakseimbangan antara efisiensi biaya dan keselamatan. Oleh karena itu, diusulkan strategi perbaikan menggunakan metode 5W1H, seperti penerapan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), peningkatan pelatihan rutin, audit keselamatan berkala, serta penerapan teknologi keselamatan seperti thermocontrol. Setelah implementasi tindakan pengendalian, risiko tinggi berhasil diturunkan ke tingkat yang lebih rendah. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi perusahaan dalam meningkatkan standar keselamatan kerja dan mencapai target zero accident.