Artikel ini bertujuan untuk melihat perusakan-perusakan ekologi relasional manusia dan melihat bagaimana ekologi relasional dapat dijunjung tinggi. Artikel ini menunjukkan bahwa manusia dituntut memperlakukan sesama—liyan—sesuai martabatnya. Ekologi bukanlah individualisme. Ekologi selalu berkaitan dengan relasi; dengan lingkungan hidup, dengan manusia, dengan ciptaan yang lain. Permasalahan ekologi tidak hanya berada dalam ruang teologis, namun ruang kemanusiaan dan etika. Suatu bentuk perusakan martabat manusia adalah kekerasan seksual dan diskriminasi. Metode penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan analisa hermeneuitik dengan pendekatan analisis reflektif-kritis. Sumber utama menggunakan buku Relasionalitas: Filsafat Fondasi Interpretasi: Aku, Teks, Liyan, Fenomen tulisan Armada Riyanto. Buku klasik Totality and Infinity An Essay on Exteriority tulisan Emmanuel Levinas menjadi buku pelengkap untuk memperkuat argumen mengenai martabat manusia. Artikel ini juga menganalisis kasus-kasus perusakan ekologi relasional manusia. Kasus-kasus tersebut akan dianalisis dan direfleksikan dalam kerangka Relasionalitas Armada Riyanto. Pendidikan lingkungan hidup, pendidikan seksual, diskusi etika, dan upaya-upaya untuk penegakkan hukum terhadap pelanggaran moral menjadi cara-cara untuk menjunjung tinggi ekologi relasional manusia.