This Author published in this journals
All Journal Wicara
Isnaini, An'nisa Putri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KRISIS IDENTITAS TOKOH JUWITA DALAM FILM 200 POUNDS BEAUTY KARYA ODY HARAHAP (KAJIAN PSIKOLOGI CARL ROGERS) Isnaini, An'nisa Putri; Martini, Laura Andri Retno; Widyawati, Marta
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 5, No 1 (2026): April 2026 (In Press)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2026.29553

Abstract

Film 200 Pounds Beauty karya Ody Harahap merupakan film yang menceritakan mengenai kehidupan seorang perempuan bernama Juwita. Film ini menunjukkan bagaimana seseorang mengalami permasalahan dalam pencarian identitas dirinya akibat kondisi sosial sendiri yang membuatnya tidak mampu mencintai dirinya sendiri dengan apa adanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana tokoh Juwita dapat mengatasi krisis identitasnya dan menentukan konsep dirinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sosiologi sastra, karena objek formal yang akan diteliti adalah masalah sosial dalam teks sastra berupa masalah krisis identitas tokoh utama dalam film 200 Ponds Beauty karya Ody Harahap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh Juwita mengalami krisis identitas yang dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Permasalahan krisis identitas ini membuat tokoh Juwita mengalami kesulitan dalam menentukan konsep dirinya yang utuh. Melalui proses penyadaran dan pengalaman yang telah dialami, tokoh Juwita akhirnya mampu membentuk konsep diri yang utuh, baik dalam aspek diri nyata maupun diri ideal sebagaimana yang dikemukakan oleh Carl Rogers. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Juwita berhasil menyelesaikan permasalahan krisis identitas dan mampu membentuk konsep dirinya berupa rasa nyaman dengan tampil cantik dan dihargai, tetapi tidak melupakan identitas aslinya sebagai Juwita.