ABSTRACT Housing health conditions contribute to the improvement of health status. Unhealthy housing conditions can increase the risk of various health problems. Sociodemographic characteristics are among the factors influencing this. Identifying the relationship between sociodemographic characteristics and housing health condition is the primary purpose of this research. The study employs a quantitative strategy using a cross-sectional correlational design for analysis. The study population and sample consisted of households residing in rural areas, totaling 207 households. The Chi-Square statistical test and Spearman’s rank correlation were used for data analysis. The study found a significant relationship between sociodemographic characteristics and housing health conditions, specifically age (p= 0,001), education level (p= 0,000), occupation (p= 0,000), and income (p= 0,044). No significant association was observed with gender (p= 0,115). This could result from the majority of respondents being in the early adulthood age group, who typically have limited experience in maintaining housing health conditions. While the majority employed as agricultural or factory laborers may contribute to household economic limitations in maintaining housing health conditions. In addition, relatively low levels of education tend to hinder understanding and access to information related to housing health conditions. Most respondents also have low income, which may limit the availability of resources to achieve adequate housing health conditions. Meanwhile, the predominance of female respondents indicates greater concern for maintaining housing health conditions. The overall housing health conditions are generally good. Sociodemographic characteristics that show a significant relationship are age, education level, occupation, and income. However, continuous improvement efforts are still needed to support the improvement of public health. Keywords: Housing health, Rural areas, Sociodemographic. ABSTRAK Kondisi kesehatan rumah berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan. Kondisi kesehatan rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan dapat meningkatkan resiko gangguan kesehatan. Faktor yang mempengaruhinya adalah karakteristik sosiodemografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara karakteristik sosiodemografi dengan kondisi kesehatan rumah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik kuantitatif korelasional cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian ini adalah rumah tangga yang tinggal di rumah tersebut di wilayah pedesaan, berjumlah 207 rumah tangga. Data dianalisis melalui Uji Chi Square dan Rank-Spearman. Dari hasil penelitian, terdapat hubungan antara karakteristik sosiodemografi dengan kondisi kesehatan rumah, yaitu usia (p= 0,001), tingkat pendidikan (p= 0,000), pekerjaan (p= 0,000), dan pendapatan (p= 0,044). Akan tetapi, tidak ada hubungan dengan jenis kelamin (p= 0,115). Hal ini dimungkinkan karena mayoritas berada pada kelompok usia dewasa awal, yang umumnya memiliki pengalaman terbatas dalam menjaga kondisi kesehatan rumah, tingkat pendidikan yang rendah cenderung kurang mendukung pemahaman dan akses informasi terkait kondisi kesehatan rumah. Sebagian besar responden bekerja sebagai buruh tani/buruh pabrik yang dapat berkontribusi pada keterbatasan ekonomi rumah tangga dalam memenuhi kondisi kesehatan rumah. Mayoritas responden juga memiliki pendapatan rendah sehingga dapat membatasi sumber daya dalam mewujudkan kondisi kesehatan rumah. Sementara itu, jenis kelamin yang didominasi oleh perempuan menunjukkan lebih peduli dalam menjaga kondisi kesehatan rumah. Kondisi kesehatan rumah secara umum tergolong baik. Karakteristik sosiodemografi yang menunjukkan hubungan signifikan dengan kondisi kesehatan rumah adalah usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Meskipun demikian, upaya perbaikan berkelanjutan tetap diperlukan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Kesehatan Rumah, Pedesaan, Sosiodemografi.