Penelitian ini mengkaji ungkapan pamali masyarakat Pamekasan Madura sebagai bagian dari tradisi lisan yang tidak hanya berfungsi sebagai larangan normatif, tetapi juga sebagai media transmisi pengetahuan pribumi dan nilai-nilai karakter pendidikan. Kajian sebelumnya cenderung menempatkan pamali pada aspek makna implisit atau fungsi linguistik semata, tanpa mengungkap secara mendalam dimensi pengetahuan lokal dan memungkinkan dalam pembentukan karakter. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pengetahuan asli dalam ungkapan pamali serta mengidentifikasi fungsinya sebagai media pendidikan karakter dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma etnolinguistik yang menempatkan bahasa sebagai praktik sosial dan budaya. Data berupa ungkapan pamali yang diperoleh dari tuturan lisan, observasi, serta wawancara dengan informan kunci, kemudian dianalisis melalui reduksi data, klasifikasi, dan interpretasi kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan pamali merepresentasikan kearifan lokal yang mencakup aspek sosial, ekonomi, keagamaan, protektif, dan kosmologis yang dikodekan dalam bentuk larangan simbolik. Selain itu, pamali berfungsi sebagai media pendidikan karakter yang membentuk disiplin, kehidupan sosial, dan otonomi moral melalui mekanisme pembiasaan dan internalisasi nilai secara implisit. Penelitian ini menyatakan bahwa ungkapan pamali merupakan sistem kognitif-budaya yang tidak hanya merepresentasikan pengetahuan lokal, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk dan mentransmisikan nilai-nilai karakter dalam masyarakat.