Putra, Pangkrasio Raul Dharma
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Komparatif: Gotong Royong dalam Pepatah Mamasa dan Tana Ai untuk Kohesi Sosial Kristian, Kristian; Putra, Pangkrasio Raul Dharma; Kresensia, Reski
Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology Vol 4, No 1 (2026): Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/snf.v4i1.13730

Abstract

Gotong royong (mutual cooperation), which serves as a vital pillar of social cohesion in Indonesian society, is deeply embedded in community life and articulated through various local proverbs. Modernization and the influence of individualistic lifestyles are causing the values of gotong royong to fade and become increasingly difficult to practice in daily life. This study aims to examine two proverbs from different ethnic groups: "Rakka Batu Tuo Na Olai Kada Mesa" from the Mamasa community (West Sulawesi) and "Ganu Ipun Tama Nanga, Ganu Teban Lema Likon" from the Tana Ai community (Sikka, East Flores). The research employed a literature review and interviews with community leaders, which were then analyzed using a qualitative-descriptive and comparative approach. The findings indicate that the Mamasa proverb emphasizes the power of collective will and unity in facing major challenges, metaphorically represented by a hard stone that can be broken by one voice. In contrast, the Tana Ai proverb underscores the importance of communal life, solidarity, and compassion, using the symbol of fish swimming in schools as a metaphor for human togetherness. The comparative analysis confirms that both proverbs similarly teach the values of unity and gotong royong, albeit with different symbols and points of emphasis. Their relevance in the modern context is highly significant, as they serve as a crucial reminder of the importance of social cohesion amidst the currents of globalization, urbanization, and the culture of individualism. Thus, this study affirms that traditional proverbs are not merely cultural heritage but rather reflective and dynamic instruments that can strengthen identity, solidarity, and social justice in Indonesian society.AbstrakGotong royong yang menjadi pilar penting kohesi sosial masyarakat Indonesia dihayati oleh masyarakat dan terartikulasi dalam berbagai petuah lokal. Modernisasi dan pengaruh gaya hidup individualis menyebabkan nilai-nilai gotong royong semakin luntur dan sulit dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini tujuan untuk  mengkaji dua pepatah dari etnis berbeda, yakni “Rakka Batu Tuo Na Olai Kada Mesa” dari masyarakat Mamasa (Sulawesi Barat) dan “Ganu Ipun Tama Nanga, Ganu Teban Lema Likon” dari masyarakat Tana Ai (Sikka, Flores Timur). Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan wawancara dengan tokoh masyarakat, kemudian dianalisis melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pepatah Mamasa menekankan kekuatan tekad kolektif dan persatuan dalam menghadapi tantangan besar, yang dimetaforakan melalui batu keras yang dapat dipecahkan oleh satu suara. Sementara itu, pepatah Tana Ai menekankan pentingnya kehidupan komunal, solidaritas, dan belarasa, dengan simbol ikan yang hidup bergerombol sebagai metafora kebersamaan manusia. Analisis komparatif menegaskan bahwa keduanya sama-sama mengajarkan nilai persatuan dan gotong royong, meski dengan simbol dan titik tekan yang berbeda. Relevansinya dalam konteks modern sangat signifikan, karena mampu menjadi pengingat akan pentingnya kohesi sosial di tengah arus globalisasi, urbanisasi, dan budaya individualisme. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pepatah tradisional bukan sekadar warisan budaya, melainkan instrumen reflektif dan dinamis yang dapat memperkuat identitas, solidaritas, dan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia.