Masalah gizi kurang dan gizi buruk pada anak masih menjadi permasalahan kesehatan yang cukup tinggi dan dapat berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan, serta peningkatan risiko infeksi. Salah satu upaya pemenuhan kebutuhan zat gizi pada anak dengan status gizi kurang adalah melalui pemberian formula enteral. Namun, penggunaan formula enteral komersial dalam jangka panjang memerlukan biaya yang relatif tinggi sehingga diperlukan alternatif formula enteral berbahan pangan lokal yang lebih terjangkau. Penelitian ini bertujuan membandingkan formula enteral berbahan tepung kacang hijau dan tepung telur dengan formula enteral komersial berdasarkan aspek harga, kandungan gizi, serta karakteristik fisik dan organoleptik. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan pengujian meliputi viskositas, osmolalitas, daya alir, kadar air, warna, serta uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula enteral berbahan pangan lokal memiliki kandungan gizi yang relatif sebanding dengan formula enteral komersial. Formula enteral yang dikembangkan juga menunjukkan karakteristik fisik yang masih sesuai untuk digunakan sebagai formula enteral serta memiliki tingkat penerimaan organoleptik yang cukup baik, meskipun nilai penerimaan panelis masih lebih rendah dibandingkan produk komersial. Dari aspek ekonomi, biaya pembuatan formula enteral berbahan pangan lokal lebih rendah dibandingkan formula enteral komersial. Dengan demikian, formula enteral berbahan tepung kacang hijau dan tepung telur berpotensi menjadi alternatif formula enteral yang lebih ekonomis dan mudah diakses masyarakat tanpa mengurangi nilai gizinya.