Achmad, Rembu Nuryana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kompetensi Pengelola Arsip, Teknologi Informasi, dan Employee Engagement di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan Republik Indonesia Achmad, Rembu Nuryana; Lestari, Setyani Dwi
Mumtaz: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 5 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/mumtaz.v5i2.1659

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena fluktuasi tingkat kepatuhan pelaporan arsip aktif di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan periode 2023–2025, di mana belum ada unit pengolah yang mencapai konsistensi kepatuhan 100% meskipun infrastruktur digital telah mumpuni. Masalah krusial tersebut mengindikasikan adanya celah antara ketersediaan teknologi mutakhir dengan realitas kompetensi SDM serta rendahnya prioritas kerja terhadap kearsipan yang memicu pelemahan employee engagement. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi pengelola arsip, teknologi informasi, dan employee engagement terhadap kinerja organisasi guna mendukung pencapaian status Champion Office level 5 (Optimizing). Menggunakan metode kuantitatif eksplanatori dengan teknik quota sampling terhadap 100 responden, data primer dianalisis melalui regresi linier berganda menggunakan SPSS. Temuan penelitian membuktikan bahwa secara simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan dengan kontribusi sebesar 79,9% terhadap kinerja organisasi ($Adjusted$ $R$ $Square$ = 0,799). Secara parsial, kompetensi pengelola arsip memberikan dampak paling dominan (44,1%), diikuti oleh employee engagement (29,8%), sementara teknologi informasi tidak berpengaruh signifikan secara mandiri (p-value 0,151 > 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa kecanggihan sistem digital hanya akan menjadi alat bantu statis jika tidak dibarengi dengan kapabilitas teknis yang mumpuni dan keterikatan emosional pegawai yang kuat. Rekomendasi nyata dari penelitian ini adalah perlunya redesain pengembangan kapasitas arsiparis yang lebih aplikatif terhadap Jadwal Retensi Arsip (JRA) serta penyempurnaan integrasi arsitektur sistem informasi kearsipan guna meminimalisir beban administratif ganda dan meningkatkan budaya kerja proaktif.