Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) secara signifikan berdampak pada morbiditas dan kualitas hidup. Sementara spirometri menilai obstruksi jalan napas, spirometri tidak sepenuhnya mencerminkan kesejahteraan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji korelasi antara tingkat obstruksi paru dan kualitas hidup menggunakan PPOK Assessment Test (CAT) Studi analitik cross-sectional dilakukan di RSUD Singasana yang melibatkan 30 pasien PPOK stabil berusia ?40 tahun. Tingkat obstruksi dikategorikan menggunakan FEV1% pasca-bronkodilator yang diprediksi berdasarkan kriteria GOLD. Kualitas hidup dinilai menggunakan kuesioner CAT yang divalidasi. Data dianalisis menggunakan tes korelasi Spearman Di antara 30 peserta, 50% memiliki obstruksi berat (FEV1 30-50%), 26,7% sedang, dan 23,3% obstruksi sangat berat. Mengenai skor CAT, 50% melaporkan dampak sedang (skor 10–20), 36,7% dampak tinggi (skor 21–30), dan 13,3% dampak rendah (<10). Sebagian besar pasien dengan obstruksi yang sangat parah (71,4%) mengalami dampak CAT yang tinggi. Tingkat obstruksi paru dan skor CAT menunjukkan korelasi terbalik sedang yang signifikan secara statistik (r = -0,513; p = 0,004) Obstruksi jalan napas yang lebih besar berkorelasi dengan kualitas hidup yang lebih buruk. Skor CAT menawarkan ukuran yang sederhana dan andal untuk mengevaluasi kesehatan pasien, terutama di mana spirometri tidak tersedia atau terbatas. Ada korelasi terbalik yang signifikan antara tingkat obstruksi paru dan kualitas hidup pada pasien PPOK. Skor CAT dapat menjadi pelengkap praktis untuk spirometri dalam penilaian klinis dan pemantauan jangka panjang.