Fatimah, Lala Nurul
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Morfometri, Nisbah Kelamin, dan Pemanfaatan Ikan Hiu Lanjaman (Carcharhinus falciformis) (Müller & Henle, 1898) Yang Di Daratkan Di PPS Cilacap, Jawa Tengah Fatimah, Lala Nurul; Hartati, Retno; Widowati, ita
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.50973

Abstract

Hiu lanjaman (Carcharhinus falciformis) merupakan spesies yang melimpah di Indonesia dan umum ditangkap di tujuh Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia. Spesies ini masuk dalam kategori vulnerable pada daftar merah IUCN dan terdaftar pada Appendiks II CITES. Penelitian ini dilakukan di PPS Cilacap pada tanggal 1 Oktober – 1 November 2024, dengan tujuan mengkaji aspek biologi hiu lanjaman meliputi distribusi kelas, pola pertumbuhan, faktor kondisi, nisbah kelamin, tingkat kematangan klasper serta pemanfaatan dan volume produksi tahunan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan 117 ekor sampel, mencakup kondisi utuh, tanpa kepala, tanpa ekor, serta tanpa kepala dan tanpa ekor dengan total individu 44 jantan dan 73 betina. Distribusi panjang tubuh berkisar 61 cmTL - 209 cmTL dan berat antara 1 kg – 44,6 kg. Pola pertumbuhan hiu jantan dan betina menunjukkan pola allometrik negatif dengan nilai b masing-masing 2,8 dan 2,9. Faktor kondisi hiu jantan dan betina memiliki nilai rata-rata yang sama yaitu 1,01. Nisbah kelamin menunjukkan 38% jantan dan 62% betina. Tingkat kematangan klasper hiu jantan adalah 2% FC, 9% NFC, dan 89% NC. Produksi tahunan hiu lanjaman di PPS Cilacap menunjukkan fluktuasi, dengan tahun 2024 menjadi tahun produksi terendah. Pemanfaatan yang cukup tinggi pada lanjaman di wilayah Cilacap menunjukkan pentingnya pengawasan dan pengelolaan yang berkelanjutan agar spesies ini tetap lestari.