Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Kontribusi Sektor Bawang Merah Terhadap Pendapatan Daerah di Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk Cahyani, Inaya Regita; Intansari, Keysia Jessika; Fanida, Eva Hany; Fitrie, Revienda Anita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8485

Abstract

Pembangunan ekonomi wilayah tidak dapat dilepaskan dari kontribusi sektor primer, terutama pada daerah yang memiliki keunggulan komparatif dalam komoditas tertentu. Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai strategis yang menjadi tumpuan perekonomian di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini dirancang untuk menelaah dinamika perkembangan produksi bawang merah sekaligus mengukur seberapa besar kontribusinya terhadap penerimaan ekonomi daerah. Pendekatan yang diterapkan bersifat kualitatif dengan desain deskriptif-analitis, di mana seluruh data bersumber dari dokumen resmi institusional, mencakup publikasi Badan Pusat Statistik serta laporan dari instansi pemerintah terkait. Proses analisis dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi faktual, analisis kontribusi untuk mengukur proporsi ekonomi, serta analisis kebijakan untuk mengevaluasi respons regulasi yang berlaku. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa selama periode 2022–2025, volume produksi bawang merah di wilayah kajian menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten, yang dipicu oleh ekspansi areal tanam dan peningkatan efisiensi budidaya. Proporsi kontribusi komoditas ini terhadap PDRB subsektor pertanian berkisar antara 32 hingga 35 persen per tahun, menegaskan posisinya sebagai penggerak utama perekonomian lokal. Lebih jauh, aktivitas agribisnis bawang merah turut memicu efek berganda pada sektor-sektor pendukung, seperti perdagangan hasil pertanian, jaringan distribusi, dan industri berbasis olahan. Di sisi lain, kerentanan terhadap fluktuasi harga pasar dan ketergantungan monokultur menjadi persoalan struktural yang memerlukan perhatian serius. Guna menjamin keberlanjutan ekonomi jangka panjang, kebijakan yang berorientasi pada diversifikasi usaha, mekanisme stabilisasi harga, dan penguatan rantai nilai melalui pengembangan industri hilir perlu diprioritaskan secara terencana.