Kegagalan operasi control valve pada sistem turbin uap dapat menyebabkan steam turbine trip yang berdampak pada penurunan produksi dan keandalan sistem pembangkit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mode kegagalan control valve, mengetahui faktor penyebab utama, serta memberikan rekomendasi mitigasi untuk mencegah terulangnya kegagalan di PLTP XYZ Wonosobo. Metode yang digunakan adalah Root Cause Analysis (RCA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara teknis, dokumentasi histori operasi, dan data hydraulic pressure control valve periode Oktober 2025. RCA digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab kegagalan melalui fishbone diagram dan 5-Why Analysis, sedangkan FTA digunakan untuk memodelkan hubungan sebab–akibat hingga terjadinya steam turbine trip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan utama meliputi filter actuator clogging, stem valve macet, kerusakan mechanical thrust ring, serta tersumbatnya injection grease pada stem dan shaft valve. Faktor dominan penyebab kegagalan berasal dari faktor metode dan mesin, terutama belum diterapkannya predictive maintenance serta meningkatnya gesekan dan tekanan hidrolik hingga 47–48 bar. Selain itu, tidak adanya monitoring trend performa sistem secara real-time menyebabkan indikasi awal penurunan performa control valve tidak terdeteksi dengan cepat. Hasil Fault Tree Analysis menunjukkan bahwa control failure menjadi faktor dominan yang berkontribusi terhadap steam turbine trip akibat ketidakstabilan sistem kontrol dan keterlambatan respon valve terhadap perubahan beban operasi turbin. Rekomendasi mitigasi meliputi penerapan predictive maintenance, monitoring hydraulic pressure secara berkala, inspeksi rutin actuator dan stem valve, penggantian spare part secara preventif, serta penerapan sistem early warning untuk meningkatkan keandalan operasi control valve dan mencegah steam turbine trip.