Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan vital dalam perekonomian Indonesia, termasuk sektor food and beverage yang berkembang pesat seperti usaha Es Teh Solo. Meskipun memiliki potensi pasar yang besar, banyak UMKM masih menerapkan pencatatan keuangan sederhana yang belum sepenuhnya mencerminkan kondisi usaha secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik pengelolaan keuangan serta menganalisis pengaruh nilai-nilai budaya Kepasundanan terhadap transparansi laporan keuangan pada UMKM Es Teh Solo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha, sementara data sekunder diperoleh melalui studi pustaka berbasis internet yang relevan dengan pengelolaan keuangan UMKM dan kearifan lokal Sunda. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan kondensasi data, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan keuangan pada usaha Es Teh Solo masih dilakukan secara manual melalui buku harian dan belum menyusun laporan laba rugi secara lengkap karena keterbatasan pengetahuan dan waktu. Meskipun demikian, nilai-nilai Kepasundanan seperti silih asah (saling berbagi pengetahuan), silih asih (saling peduli dan jujur), serta silih asuh (saling membimbing dan menghargai) telah terinternalisasi dalam pengelolaan usaha dan berkontribusi terhadap transparansi laporan keuangan secara internal. Nilai-nilai ini mendorong kejujuran, keterbukaan, dan tanggung jawab moral yang memperkuat akuntabilitas meskipun belum terikat standar akuntansi formal. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi budaya lokal seperti Kepasundanan mampu menjadi pendekatan strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan UMKM secara berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi akuntansi berbasis nilai budaya untuk mendorong praktik pelaporan keuangan yang lebih transparan di kalangan UMKM.