Industri konstruksi menghadapi tantangan keberlanjutan akibat tingginya konsumsi sumber daya dan emisi karbon, sehingga diperlukan penerapan prinsip ekonomi sirkular untuk meminimalkan dampak lingkungan. Dalam kondisi ini, bambu sebagai material lokal dengan siklus tumbuh cepat dan kemampuan regenerasi tinggi berpotensi menjadi alternatif berkelanjutan yang mendukung transformasi konstruksi ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pemanfaatan bambu sebagai material substitusi tulangan pada plat beton dengan menekankan aspek keberlanjutan dan menganalisis komparatif biaya dalam pemanfaatan bambu dan tulangan baja. Analisis dimulai dengan melakukan studi literatur terkait penerapan ekonomi sirkular dalam penggunaan bambu, melakukan eksperimen dengan membuat benda uji plat substitusi tulangan bambu dan menguji kuat lenturnya, serta menghitung perbedaan biaya penggunaan bambu dan baja sebagai tulangan pada plat beton. Hasil kajian menunjukkan bahwa bambu memiliki kekuatan tarik yang sebanding dengan baja konvensional, dengan keunggulan tambahan berupa ketersediaan melimpah, biaya relatif rendah, dan jejak karbon yang relatif rendah. Implementasi bambu dalam konstruksi tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga membuka peluang pengembangan rantai pasok material lokal yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, integrasi bambu sebagai substitusi plat beton bertulang dalam perspektif ekonomi sirkular dapat menjadi solusi inovatif menuju pembangunan infrastruktur hijau yang ramah lingkungan dan efisien sumber daya.