Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pedagogik

Upaya Guru Bimbingan Konseling Untuk Mengatasi Perilaku Kenakalan Pada Siswa Menggunakan Pendekatan Al- Hikmah Pendidikan Islam di SMK Muhammadiyah 13 Sibolga Sari Aritonang, Padilah; Hasibuan, Ali Daud; Suryani, Ira
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v3i2.1579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan mengetahui permasalahan kenakalan remaja / siswa dan bagaimana penanganan yang dilakukanoleh Guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan tersebut, sertamengungkap faktor-faktor apa saja yang menghambat ataupun mendorong usaha guru Bimbingan Konseling. Hasil penelitian ini diharapkan akan dapatdipergunakan untuk menyempurnakan penanganan terhadap permasalahan yangsama yaitu kenakalan siswa.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil latarbelakang SMK Muhammadiyah 13 Sibolga. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara langsung (observasi), wawancara mendalam, dokumentasi, observasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Terdapat adanya bentuk kenakalan yangbervariasi oleh beberapa siswa diantaranya, siswa suka tidak memperhatikan guru ketika guru sedang mengajar , tidak bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, suka membolos, sering terlambat masuk sekolah, merokok dan sebagainya yang diakibatkan oleh beberapa faktor baik faktor internal atau eksternal. (2) Ada beberapa bentuk usaha yang dilakukan oleh guru Bimbingan Konseling dalam mengatasi kenakalan siswa, yaitudengan tiga fase, pertama tindakan preventif, kedua represif dan ketiga kuratif.(3) Ada beberapa faktor yang mendukung usaha Guru Bimbingan Konseling tersebut diantaranya ialah adanya kerjasama yang baik yang terjalin antara orang tua siswa dengan paraguru ( pihak sekolah ). Peran orang tua sangat besar bagi tercapainya usaha yang dilakukan oleh Guru Bimbingan Konseling. Sedangkan faktor yang menghambat bagi kelancaranusaha Guru Bimbingan Konseling dalam mengatasi kenakalan siswa diantaranya kurangnya kesadaran siswa utnuk mematuhi peraturan sekolah dan kurangnya pengawasan dari orang tua terhadap pergaulan siswa.
Efektivitas Konseling Individual dengan Teknik ABCDE untuk Meningkatkan Self-Control Pada Mahasiswa dengan Gaya Hidup Hedonisme Syafa Aini, Nazwa; Rusman, Abdul Aziz; Hasibuan, Ali Daud
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v3i3.1721

Abstract

Mahasiswa dengan gaya hidup hedonisme cenderung mengalami kesulitan dalam mengendalikan diri, ditandai dengan perilaku impulsif, kecenderungan konsumtif, serta pengabaian tanggung jawab akademik dan finansial. Rendahnya self-control menyebabkan mahasiswa mudah terpengaruh oleh kesenangan instan sehingga menimbulkan hambatan dalam proses belajar maupun kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling individual dengan teknik ABCDE dalam meningkatkan self-control pada mahasiswa dengan gaya hidup hedonisme. Metode penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test group design. Sampel penelitian berjumlah 5 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam UINSU yang memenuhi kriteria: (1) Memiliki gaya hidup hedonisme, dan (2) Memiliki tingkat self-control rendah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada self-control mahasiswa setelah mengikuti layanan konseling individual dengan teknik ABCDE (Sig. = 0,042 < 0,05). Dengan demikian, konseling individual dengan teknik ABCDE terbukti efektif untuk meningkatkan self-control mahasiswa dengan gaya hidup hedonisme. Berdasarkan temuan penelitian ini, layanan konseling individual dengan teknik ABCDE direkomendasikan untuk diterapkan oleh konselor atau guru BK dalam membantu mahasiswa mengurangi perilaku hedonistik dan meningkatkan pengendalian diri.