p-Index From 2021 - 2026
4.495
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : AGRIKA

EFEKTIVITAS PUPUK ANORGANIK BERBASIS FOSFAT DALAM MENINGKATKAN SERAPAN HARA DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays) Ishaq, Rizki Maulana; Hilmi, Muhammad; Kurniawan, Syahrul; Hidayat, Muhammad Taufiq; Katili, Wardiman W; Utami, Tri
Agrika Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i1.5703

Abstract

Produksi jagung yang menurun pada tahun 2023 dibanding tahun 2022 mengakibatkan impor jagung meningkat tajam. Upaya meningkatkan produksi jagung dapat dilaksanakan dengan aplikasi pupuk majemuk berimbang. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Jatikerto, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas: 1) P0=kontrol (tanpa pemupukan), 2) P1=100% pupuk dasar, 3) P2=urea 400 kg/ha+rock phosphate 150 kg/ha+KCl 75 kg/ha, 4) P3=urea 400 kg/ha+pupuk fosfat uji 150 kg/ha+KCl 75 kg/ha, 5) P4=urea 400 kg/ha+pupuk fosfat uji 200 kg/ha+KCl 75 kg/ha, 6) P5=urea 400 kg/ha+pupuk fosfat uji 250 kg/ha+KCl 75 kg/ha, 7) P6=urea 400 kg/ha+pupuk fosfat uji 300 kg/ha+KCl 75 kg/ha. Data dianalisa anova dan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Selanjutnya dilakukan analisa korelasi dan regresi untuk melihat hubungan dan pengaruh antar parameter. Hasil penelitian menunjukkan Aplikasi pupuk anorganik berbasis fosfat secara signifikan mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang), produksi jagung (panjang dan diameter tongkol, berat kering pipilan), dan serapan unsur hara tanaman. Dosis aplikasi pupuk fosfat Uji (~300 kg/ha) mampu meningkatkan serapan hara tanaman dan produksi jagung, sedangkan dosis aplikasi (200-250 kg/ha) pupuk fosfat uji merupakan dosis pupuk optimal dalam meningkatkan kandungan P total dan P tersedia tanah. Hubungan antara serapan P dengan produksi tanaman jagung memiliki hubungan yang positif dengan tingkat keeratan yang kuat yang berarti dengan serapan hara P yang tinggi dapat meningkatkan produksi tanaman jagung.ABSTRACTCorn production decreased in 2023 compared to 2022, resulting in corn imports increasing sharply. Efforts to increase corn production can be carried out by applying balanced compound fertilizer. The research was conducted at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Brawijaya University in Jatikerto, Kepanjen District, Malang Regency. The research design used a randomized block design (RAK) consisting of 7 treatments with 3 replications. Treatments consisted of: 1) P0=control (without fertilization), 2) P1=100% basic fertilizer, 3) P2=urea 400 kg/ha+rock phosphate 150 kg/ha+KCl 75 kg/ha, 4) P3= urea 400 kg/ha+phosphate fertilizer test 150 kg/ha+KCl 75 kg/ha, 5) P4=urea 400 kg/ha+phosphate fertilizer test 200 kg/ha+KCl 75 kg/ha, 6) P5=urea 400 kg/ha+test phosphate fertilizer 250 kg/ha+KCl 75 kg/ha, 7) P6=urea 400 kg/ha+test phosphate fertilizer 300 kg/ha+KCl 75 kg/ha. The data was analyzed by ANOVA and continued with the DMRT test at 5% level. Next, correlation and regression analysis was carried out to see the relationship and influence between parameters. The research results show that the application of phosphate-based inorganic fertilizer can significantly increase plant growth (plant height, number of leaves, stem diameter), corn production (length and diameter of cobs, dry weight of shells), and plant nutrient uptake. The application dose of test phosphate fertilizer (~300 kg/ha) was able to increase plant nutrient uptake and corn production, while the application dose (200-250 kg/ha) of test phosphate fertilizer was the optimal fertilizer dose in increasing total P content and soil available P. The relationship between P uptake and corn production has a positive relationship with a strong level of closeness, which means that high P nutrient uptake can increase corn production.  
Co-Authors Achmad Maqsudi, Achmad Achyar Zein, Achyar Amelia, Neneng Musyrifatul Andini, Ary Anugrah Nur Warthadi Aulady, M. Ferdaus Noor Azrul Rizki Busro, B. Destriana, Rachmat Eko Hari Rachmawanto Emansa Hasri Putra Ersalina Nidianti Fahmi, Muhammad Fuadhil Fakurazi, Sharida Ferdiansyah, Mudi Fiyadila, Rizka Gilang Nugraha Herman Yuliansyah, Herman Husnel Anwar Matondang, Husnel Anwar Junaidi, Teuku karman karman Katili, Wardiman W Khurin, Nazilatul Kurniawan, Ardhian Tomy Lavenia, Mirana Maharani Pertiwi Koentjoro Mahiruna, Adiyah Maisyaroh, Siti Maki Zamzam Makruf, Mukhamat Rif’an Maula, Ahmad Inzul Miftahul Jannah Mochammad Imron Awalludin Muhammad Afwan Romdloni Muhammad Arifin Muhammad Hilmi Muhammad Ziyad Ulhaq Murdaningtias, Silma Mustofa, Alifudin Navis, Khiliah NGATIMIN, NGATIMIN Nila Sari Novera Herdiani, Novera Nurhasan, Muhammad Nuriana Nurmalasari, Dini Prayekti, Endah Putri Lestari, Ajeng Anindhita Putri, Anisa Qonita Putri, Ngiluhtara Aditiya Qulub, Latifatul Rahayu Fuji Astuti Rastafael, Yoel Retno Susanti Rini, Puspita Rizki Maulana Ishaq Rohman, Abd. Salimi, Syafrina Maulidyatus Sandi, Tri Sari, Yuni Nur Malita Setyo Nugroho Shobihatus Syifak Sugeng Wanto Suheriyanto Suksmanatyo Sumiati Sumiati Sunaryo, Merry Syafiul Muzid Syah, Seggaf Achmad Syahrial Fuadi Syahrul Kurniawan Tri Utami Usman Valian Yoga Pudya Ardhana Vera Septi Sistiasih Wahyudi, Brian Fitri Wardatul Jannah, Wardatul Widya Novita Sari Yulianto Yulianto, Fernando Candra Zain, Salfa Salsabilah Zakaria, Zainal Arifin