Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pertumbuhan Macrobrachium spp. dari Sungai Rongkong dengan Pakan Alami yang Berbeda dan Kandungan Nutrisi Dagingnya Jurniati, Jurniati; Siswati, Siswati; Muchlis, Andi Mi'rajusysyakur; Cinnawara, Henny Tribuana; Syarifuddin, Marhayana
Juvenil Vol 7, No 2: Mei (2026)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i2.34224

Abstract

Macrobrachium spp., yang berasal dari Sungai Rongkong, mengalami penurunan tangkapan, sehingga memerlukan upaya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut melibatkan penilaian potensi budidaya sumber daya ini melalui pemeliharaan terkontrol dalam unit percobaan. Hal ini melibatkan pelaksanaan studi percobaan terkontrol menggunakan pakan alami yang bersumber dari habitatnya, seperti plankton dan detritus. Penelitian ini dilakukan di Desa Waelawi, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dari Juli hingga September 2025. Desain percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan harian rata-rata (SGR) dan tingkat kelangsungan hidup (SR). Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA. Kandungan nutrisi daging dianalisis menggunakan analisis proksimat. Hasil penelitian menunjukkan nilai SGR mingguan yang paling menguntungkan pada perlakuan menggunakan kombinasi pakan (plankton dan detritus), dengan nilai SGR rata-rata 3,4%. Nilai SGR untuk pakan plankton dan detritus masing-masing adalah 2,99% dan 2,48%. Nilai SR tertinggi diperoleh untuk kombinasi pakan plankton dan detritus, serta pakan detritus, yaitu 83,3%. Kandungan nutrisi daging yang optimal diperoleh dari kombinasi pakan plankton dan detritus, dengan kandungan protein tertinggi berkisar antara 75,71% hingga 77,96%. Penelitian ini memberikan informasi tambahan bahwa Macrobrachium spp. dari Sungai Rongkong memiliki potensi untuk dibudidayakan sebagai komoditas akuakultur berbasis ekosistem lokal.