Pergerakan harga saham tidak hanya dipengaruhi oleh dinamika pasar, tetapi juga oleh kinerja fundamental perusahaan yang tercermin melalui indikator profitabilitas, likuiditas, dan aktivitas. Pada sektor perkebunan, hubungan antara indikator keuangan dan respons pasar masih menunjukkan hasil yang beragam, sehingga memerlukan pengujian empiris yang lebih spesifik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Net Profit Margin, Quick Ratio, dan Total Asset Turnover terhadap harga saham pada perusahaan sub sektor perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, sedangkan analisis data dilakukan melalui regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel keuangan tersebut berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Secara parsial, Quick Ratio terbukti memiliki pengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap harga saham, sementara Net Profit Margin dan Total Asset Turnover tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan lain menunjukkan bahwa kemampuan model dalam menjelaskan variasi harga saham masih relatif terbatas, yang mengindikasikan bahwa pergerakan harga saham juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar indikator fundamental yang diuji. Penelitian ini menegaskan pentingnya analisis likuiditas dalam pengambilan keputusan investasi, khususnya pada perusahaan sektor perkebunan.