Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L)

Aplikasi Media Tanam Campuran Untuk Budidaya Bayam Brazil Secara Vertikultur Ichsan, Cut Nur; Erida, Gina; Halim, Agus; Jumini, Jumini; Santi, Ira Vika; Juliawati, Juliawati
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i1.6

Abstract

Sayuran merupakan kebutuhan dasar harian yang harus dipenuhi untuk hidup sehat dan produktif. Penanaman sayuran dapat dilakukan secara berulang dengan menggunakan media tanam campuran. Campuran media tanam yang terdiri dari tanah, kompos, biochar, sekam padi dengan perbandingan 3:1:1:1 dapat mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman yang dilakukan secara berulang-ulang. Penggunaan media tanam yang dapat digunakan secara berulang untuk budidaya sayuran memudahkan masyarakat untuk budidaya sayuran dipekarangan rumah. Penggunaan media campuran untuk budidaya bayam brazil dapat terus digunakan tanpa mengganti media untuk musim tanam dan produksi yang tidak terbatas. Hal ini dapat meningkatkan keinginan masyarakat untuk menghasilkan sayuran di rumah sendiri dan dapat meningkatkan kegiatan keluarga untuk bercocok tanam sayuran. Pada pengabdian yang dilakukan telah memotivasi masyarakat untuk budidaya sayuran bersama keluarga.Budidaya sayuran dikeluarga dapat meningkatkan ketahanan keluarga untuk mendapatkan asupan sayuran yang sehat karena diproduksi secara organik. Budidaya sayuran secara organik dapat dilakukan karena limbah rumah tangga dapat diproduksi menjadi kompos dan biochar serta eco enzyme yang dapat digunakan sebagai pestisida alami yang juga berfungsi sebagai pupuk organik. Budidaya vertikulturjuga dapat menunjang produksi sayur yang sehat, karena terjaga dari kontaminasi pathogen yang bisa terjadi pada penanaman di lahan. Budidaya sayuran dengan vertikulturyang menggunakan media campuran juga dapat mempertahankan kesuburan media untuk musim tanam yang tidak terbatas. Penggunaan vertikulturdan media tanam campuran dapat mengatasi masalah terbatasnya lahan perkarangan untuk penanaman sayuran.Kata Kunci: ketahanan pangan; bayam brazil; sayuran sehatPendahuluanKetahanan pangan menjadi prioritas disemua komunitas. Hal ini untuk menjamin masyarakat mendapatkan pangan secara mudah dan terjangkau dimanapun berada (FAO, 2019). Namun ketahanan pangan selamaini hanya terbatas pada penyediaan pangan pokok utamanya beras. Padahal manusia untuk hidup sehat dan produktif memerlukan asupan vitamin dan mineral yang didapat daribuah-buahan dan sayuran yang dapat diproduksi sendiri olehsetiap rumah tangga. Penanaman sayuran oleh masyarakat sebagai pemula sebaiknya menanam tanaman yang mudah tumbuh, dapat tumbuh pada tanah dengan kesuburan rendah dan produksi cepat didapat serta mempunyai manfaat yang beragam. Pemilihan bayam brazil untuk vertikultur telah memenuhi kriteria diatas.Selain itu bayam brazil sangat banyak manfaatnya. Beberapa hasil penelitian dibawah ini menjelaskan manfaat dari bayam brazil.  
Pengolahan Hasil Tangkapan Produk Laut Pesisir Dan Akuakultur Untuk Aneka Toping Pizza Ichsan, Cut Nur; Erida, Gina
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 2,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i2.29

Abstract

Desa Lambung, Kec. Meuraksa, Kota Madya Banda Aceh terletak di pesisir pantai dengan potensi sumber daya pesisir berupa berbagai produk hasil tangkapan dan budidaya aquatic berupa udang, ikan, tiram, kepiting, dan cumi. Produk tangkapan pesisir dapat diolah menjadi aneka toping untuk berbagai keperluan. Pengolahan toping untuk pizza, burger, sandwitch, hot dog, telah berhasil menjadi keterampilan yang mendatangkan pendapatan bagi keluarga masyarakat di desa Lambung. Beberapa dari peserta telah berhasil menjual produknya di restoran di sekitar daerah Lambung yang merupakan pusat jajanan utama Kota Madya Banda Aceh, dan akan terus mengkader perusahaan makanan berkembangan ke daerah-daerah lain. Hal ini dapat dilihat di seputaran Banda Aceh banyak konter jajanan pizza dan lainnya menggunakan toping yang telah disosialisasikan kepada masyarakat.