Penelitian ini menganalisis pengaruh dimensi pembentuk indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten, yang meliputi 8 kabupaten/kota. Variabel yang diteliti mencakup rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, umur harapan hidup, serta pengeluaran per kapita yang disesuaikan. Metode kuantitatif diterapkan dengan pendekatan regresi linier berganda menggunakan data panel tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, mengindikasikan bahwa peningkatan durasi pendidikan secara nyata mendorong pertumbuhan. Sebaliknya, harapan lama sekolah menunjukkan dampak negatif yang signifikan, mencerminkan ketidakselarasan antara ekspektasi pendidikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Sementara itu, usia harapan hidup dan pengeluaran per kapita tidak berpengaruh signifikan secara statistik, meskipun harapan hidup cenderung memiliki hubungan positif. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan riil sebagai strategi utama penggerak ekonomi daerah. Di sisi lain, perumusan kebijakan perlu memprioritaskan penyesuaian sistem pendidikan dengan dinamika pasar kerja, serta memperkuat faktor pendukung seperti investasi dan infrastruktur untuk mencapai pembangunan ekonomi berkelanjutan.