Kinerja profitabilitas perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan laba, tetapi juga oleh efektivitas pengelolaan struktur modal dan likuiditas perusahaan. Pada industri makanan dan minuman, hubungan antara leverage, solvabilitas, dan likuiditas terhadap profitabilitas masih menunjukkan temuan yang beragam, sehingga memerlukan pengujian empiris yang lebih spesifik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Debt to Asset Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Current Ratio terhadap Return on Assets pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda yang diolah menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel keuangan tersebut berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Secara parsial, Debt to Asset Ratio terbukti memiliki pengaruh negatif terhadap Return on Assets, yang mengindikasikan bahwa peningkatan proporsi aset yang dibiayai oleh utang berpotensi menekan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Current Ratio menunjukkan pengaruh positif terhadap profitabilitas, yang menegaskan pentingnya likuiditas dalam mendukung kinerja operasional perusahaan. Sementara itu, Debt to Equity Ratio tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan struktur aset dan likuiditas memiliki peran strategis dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan pada industri makanan dan minuman.