Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : abisatya journal of community engagement

Sosialisasi Petanque Pada Pondok Pesantren Lontar Nurhasan, Nurhasan; Dewi, Hapsari Shinta Citra Puspita; Putra, Nur Salsabila Rhesa Pandhadha; Nugraha, Anggara Cahya; Fadilah, Ela Nur
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.29571

Abstract

Pada era milenial, olahraga sudah menjadi gaya hidup dan trend untuk masyarakat sebagai pengerat pergaulan. Pembinaan dan pengembangan olahraga diharapkan mampu meningkatkan kualitas individu yang mengarah pada kesegaran jasmani, untuk membentuk karakter, sikap, dan mental. Untuk mencapai misi peningkatan prestasi olahraga maka perlu diadakan sosialisasi olahraga dengan tujuan memberikan pengetahuan dan pengalaman untuk para pelaku olahraga. Di Indonesia terutama di Pondok Pesantren Lontar Surabaya, olahraga ini adalah olahraga baru yang perlu di kembangkan. Metode pelaksanaan dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini meliputi 4 tahapan, yakni (1) Persiapan/Perencanaan, (2) Survei Kebutuhan, (3) Pelaksanaan, (4) Evaluasi. Proses kegiatan pengenalan olahraga pentanque dibuat dan dikemas semenarik mungkin melalui sosialisasi olahraga pentanque kepada santri Pondok Pesantren Lontar Surabaya.
Sosialisasi Tetap Bugar saat Berpuasa dengan Olahraga Petanque Nurhasan, Nurhasan; Ardha, Muchamad Arif Al; Dewi, Hapsari Shinta Citra Puspita; Nugraha, Anggara Cahya; Fadilah, Ela Nur
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.29572

Abstract

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat muslim di seluruh dunia. Saat menjalankan ibadah puasa terjadi perubahan rutinitas sehari-hari meliputi bangun lebih pagi untuk sahur, menjalankan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, dan beribadah pada malam hari. Dengan adanya rutinitas ini tentunya kita diharapkan tetap memiliki tubuh yang bugar, agar dapat menjalani ibadah dengan lancar. Namun, puasa Ramadhan juga memiliki tantangan tersendiri, terutama bagi mereka yang aktif melakukan aktivitas fisik dan olahraga. Ada banyak cara untuk menjaga tubuh tetap bugar kala berpuasa. Salah satunya dengan berolahraga. Petanque merupakan salah satu olahraga yang cocok untuk dilakukan selama puasa Ramadhan. Petanque adalah olahraga yang berasal dari Prancis dan dimainkan dengan melempar bola kecil ke lapangan dan berusaha mendekatkan bola besar ke bola kecil tersebut. Petanque adalah olahraga ringan yang tidak membutuhkan terlalu banyak energi dan stamina. Meskipun masih melibatkan gerakan fisik, tetapi gerakan tersebut tidak akan terlalu melelahkan tubuh. Wilayah Menganti dan Club New Kampret Petanque dipilih sebagai mitra kegiatan pengabdian masyarakat untuk dilakukan pelatihan pétanque. Untuk lokasi kegiatan akan dilakukan di lapangan New Kampret Gresik. Kegiatan pelatihan olahraga pétanque ini dirasa dianggap penting dan dibutuhkan untuk dilakukan karena banyak kedepannya akan memberikan banyak dampak positif bagi semua pihak khususnya masyarakat di wilayah Menganti Gresik. Metode pelaksanaannya ini meliputi 5 tahapan, yakni (1) analisis kebutuhan pelatihan, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi. Pada tahap analisis dilakukan Tim PKM melakukan dan mengadakan studi awal di wilayah Menganti Gresik dengan melakukan wawancara dengan para masyrakat. Tahap desain dan pengembangan dilakukan hal berikut, yakni mengidentifikaksi peserta pelatihan, merancang dan mengembangkan tujuan pelatihan, merancang dan mengembangkan metode pelatihan, merancang dan menetapkan nara sumber pelatihan, merancang dan mengembangkan instrumen pelatihan, dan merancang dan mengembangkan jadwal pelatihan. Tahap implementasi pelatihan dilakukan secara tatap muka. Tahap evaluasi dilakukan dengan mengevaluasi hasil pelatihan kepada peserta yakni membuat pertandingan dengan membagi tim. Dalam rangka sosialisasi tetap bugar saat berpuasa dengan olahraga pentanque, tahap pelatihan petanque telah dilaksanakan dengan fokus mendalam pada teknik permainan. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengasah keterampilan dasar dalam bermain petanque kepada para peserta. Luaran yang ditargetkan adalah artikel yang dipublikasikan pada Jurnal ABISATYA dan publikasi pada media online.
Sosialisasi Pentingnya Manajemen Resiko Pada Kegiatan Event Olahraga Erta, Erta; Dewi, Hapsari Shinta Citra Puspita; Pembayun, Nur Shanti Retno
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.38327

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya manajemen risiko pada kegiatan event olahraga, khususnya dalam kerjasama dengan PASI Jawa Timur. Dalam konteks penyelenggaraan kejuaraan olahraga yang melibatkan banyak peserta dan stakeholder, risiko yang mungkin terjadi, seperti cedera atlet, masalah logistik, dan cuaca, menjadi perhatian utama. Metode pengabdian yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan penyusunan panduan praktis untuk penyelenggara event. Kegiatan ini dilaksanakan selama delapan bulan, dimulai dari Maret hingga November 2024, dan melibatkan tim yang terdiri dari akademisi dan praktisi di bidang manajemen olahraga. Hasil dari kegiatan ini mencakup publikasi artikel di media massa, pembuatan video kegiatan, dan penyusunan modul panduan manajemen risiko. Melalui sosialisasi ini, diharapkan penyelenggara event olahraga dapat memahami dan mengelola risiko dengan lebih efektif, sehingga dapat menciptakan acara yang lebih aman dan sukses. Pentingnya hasil pengabdian ini terletak pada peningkatan pengetahuan dan kesiapan penyelenggara dalam menghadapi berbagai potensi risiko, yang pada gilirannya dapat meminimalisir kerugian dan meningkatkan kualitas event olahraga yang diselenggarakan.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Kewirausahaan Erta, Erta; Prabayanti, Herma Retno; Dewi, Hapsari Shinta Citra Puspita
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.38328

Abstract

Kemiskinan menjadi salah satu isu penting dalam pembangunan. Saat ini, kurang dari 10 persen penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Salah satu upaya menurunkan tingkat kemiskinan tersebut adalah melalui peningkatan pelayanan dasar karena kemiskinan sering kali disebabkan ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Selain itu, pemerintah berupaya untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, terutama untuk masyarakat kurang mampu. Saat ini, kurang dari 10 persen penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Potensi kaum perempuan dalam kehidupan masyarakat masih belum mendapat porsi yang wajar. Perempuan lebih banyak tertinggal dalam mengakses layanan publik, pendidikan, kesehatan, dan aspek lain, sehingga menjadi kaum yang rentan dan miskin. Metode pelaksanaannya ini meliputi 4 tahapan, yakni (1) kegiatan pemberdayaan yang diobservasi tidak mungkin dipisahkan dari konteksnya, (2) pemahaman terhadap studi ini membutuhkan perangkat kualitatif berupa observasi dan wawancara (3) laporan ini didasarkan pada asumsi dari teori kewirausahaan sosial. Hasil dari pengabdian ini para perempuan menghasilkan produk berkualitas dan dapat mengelola waktu dengan baik karena di samping mengurus rumah tangga, Perempuan juga memiliki target untuk menyelesaikan pekerjaan.
Edukasi Pelestarian Lingkungan Pada Laboratorium Merdeka Belajar Erta, Erta; Putra, Nur Salsabila Rhesa Pandhadha; Dewi, Hapsari Shinta Citra Puspita
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.38398

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan pendidikan konservasi perlu diperkenalkan sejak dini. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian manusia terutama siswa pada usia sekolah dasar terhadap lingkungan melalui pendidikan lingkungan hidup atau pendidikan konservasi serta memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bersifat praktik pada guru sekolah dasar. Adapun subyek dalam kegiatan ini adalah seluruh siswa dan guru di SD Labschool Unesa Lidah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Kegiatan yang dilakukan terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi dengan penyajian materi pada siswa, menggunakan penerapan metode pembelajaran learning by game. Jenis permainan yang diberikan berupa pesan berantai, teka teki silang dan acak kata. Sesi kedua dilakukan diskusi dan wawancara dengan guru-guru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta pendidikan konservasi merespon positif, antusias dan rasa ingin tahu yang tinggi dalam belajar mengenal tumbuhan dan satwa yang harus dilestarikan. Melalui kegiatan ini, guru-guru di SD Labschool Unesa Lidah mampu menangkap dan mengaplikasikan metode learning by game dalam edukasi konservasi lingkungan.