Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JPGSD

Efektivitas penggunaan aplikasi kamus digital dalam meningkatkan kosakata bahasa inggris siswa SD Rahayu, Rina Sri; Dwi Maryani Rispatiningsih
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas penggunaan aplikasi kamus digital dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris pada siswa Sekolah Dasar (SD) menjadi fokus utama penelitian ini. Kosakata dianggap sebagai aspek fundamental dalam pembelajaran bahasa Inggris. Semakin luas kosakata yang dikuasai, semakin baik kemampuan siswa dalam berbicara, menulis, serta memahami bahasa secara menyeluruh. Mengingat proses pencarian kata pada kamus cetak memakan waktu dan dianggap tidak efektif, pemanfaatan aplikasi kamus digital menjadi relevan seiring kemajuan teknologi, terutama bagi anak-anak pada tahap awal perkembangan bahasa. Aplikasi kamus digital terbukti efektif dalam mendukung pembelajaran, yang sejalan dengan temuan studi yang menunjukkan peningkatan penguasaan kosakata melalui penggunaan media digital. Keunggulan aplikasi ini terletak pada pendekatan multisensori yang menyerupai permainan, fitur audio untuk melatih pelafalan (fonologis), serta kemampuan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa SD yang menyukai kegiatan belajar menarik. Selain itu, aplikasi modern tidak hanya menyajikan arti, tetapi juga contoh penggunaan kata dalam kalimat, memfasilitasi penggabungan strategi pembelajaran implisit dan eksplisit
Peran Guru Dalam Mengintegrasikan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD N 2 Purworejo Rahayu, Rina Sri; Ratna Setyaningsih
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran guru dalam mengintegrasikan pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Dalam konteks pendidikan saat ini, pembentukan karakter peserta didik menjadi prioritas utama untuk membangun generasi muda yang berkarakter kuat dan berintegritas. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran mendalam tentang praktik-praktik yang dilakukan guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dan solusi yang diterapkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan triangulasi data dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan secara aktif sebagai fasilitator, teladan, dan penguatan nilai melalui berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar kelas. Penggunaan metode yang kontekstual dan inovatif terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila oleh peserta didik. Meskipun adanya berbagai tantangan, seperti pengaruh gadget dan keterlibatan orang tua yang terbatas, pelatihan berkelanjutan dan kerjasama seluruh pihak menjadi solusi strategis dalam memperkuat implementasi pendidikan karakter. Secara keseluruhan, peran guru terbukti berpengaruh besar terhadap perkembangan moral dan sosial siswa, dan secara tidak langsung berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang harmonis dan berbudaya
Analisis Peran Guru Dalam Mengatasi Kurangnya Semangat Belajar Siswa Kelas 1 SD N 1 Kalimanggis Rahayu, Rina Sri; Mugiyo; Siti Suryani
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi April
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya semangat belajar menjadi tantangan umum siswa kelas 1 SD pada masa peralihan dari TK. Penelitian ini menganalisis peran guru dalam mengatasi masalah tersebut di SD N 1 Kalimanggis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif dan wawancara selama satu bulan terhadap wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan rendahnya semangat belajar dipicu faktor internal (masa adaptasi) dan eksternal (lingkungan keluarga), dengan ciri-ciri mengantuk, bermain sendiri, dan tidak mendengarkan. Strategi guru yang diterapkan meliputi bimbingan privat usai jam pelajaran, pemberian reward dan hukuman mendidik,  penggunaan media menarik seperti video dan benda konkret, serta kolaborasi intensif dengan orang tua. Guru juga berperan sebagai motivator menciptakan suasana kelas yang aman. Evaluasi dilakukan secara adaptif, seperti menggunakan ulangan lisan untuk siswa yang enggan menulis. Simpulannya, pendekatan personal dan sinergi guru-orang tua efektif meningkatkan motivasi belajar siswa.