Pendahuluan: Defek septum ventrikel merupakan salah satu penyakit jantung bawaan tersering yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan akibat peningkatan beban kerja jantung dan kebutuhan metabolik. Teknik penutupan defek septum ventrikel secara transkateter dengan perangkat KONAR-Multi Functional Occluder menawarkan pendekatan minimal invasif yang dinilai lebih aman serta berpotensi memperbaiki status gizi lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penutupan defek septum ventrikel menggunakan KONAR-Multi Functional Occluder terhadap status gizi anak berdasarkan indeks berat badan terhadap tinggi badan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest tanpa kelompok kontrol yang melibatkan anak usia 0-59 bulan dengan defek septum ventrikel yang menjalani penutupan defek menggunakan KONAR-Multi Functional Occluder di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Pengukuran berat badan terhadap tinggi badan dilakukan sebelum prosedur dan enam bulan setelah tindakan. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank untuk menilai perbedaan status gizi sebelum dan sesudah prosedur. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai z-score berat badan terhadap tinggi badan enam bulan setelah penutupan defek septum ventrikel. Sebagian besar subjek mengalami perbaikan kategori gizi menuju rentang normal, mencerminkan peningkatan status gizi yang bermakna secara statistik. Perubahan ini mengindikasikan adanya pemulihan status metabolik dan penurunan beban kerja jantung setelah koreksi defek. Kesimpulan: Penutupan defek septum ventrikel secara transkateter menggunakan KONAR-Multi Functional Occluder terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan status gizi anak berdasarkan indeks berat badan terhadap tinggi badan enam bulan pascatindakan.