Studi ini berfokus pada bagaimana kinerja keuangan berfungsi sebagai dasar untuk menilai seberapa baik suatu perusahaan mengelola sumber dayanya. Bisnis dan investor dapat memperoleh data yang relevan untuk pengambilan keputusan dan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang situasi keuangan dengan menggunakan analisis rasio keuangan. Tujuan studi ini untuk nemampilkan kinerja keuangan industri makanan serta minuman yang sudah terdaftar di dalam Bursa Efek Indonesia pada periode tahun mulai dari 2020 sampai 2023 dipengaruhi oleh pertumbuhan penjualan, likuiditas, profitabilitas, dan struktur modal. Sepuluh dari 99 perusahaan yang terdaftar di industri makanan dan minuman pada periode yang sama dimasukkan dalam sampel target perusahaan yang memenuhi syarat yang digunakan dalam metode kuantitatif. IBM SPSS Statistics 25 digunakan untuk memproses data, yang berasal dari laporan keuangan tahunan. Dengan nilai t-count 0,352 < 2,030 dan signifikansi 0,727, temuan penelitian menunjukkan bahwa “Pertumbuhan Penjualan tidak secara signifikan mempengaruhi kinerja keuangan. Dengan nilai t-count 2,471 dan signifikansi 0,018, variabel Likuiditas (CR) memiliki dampak yang signifikan. Dengan nilai t-count 7,057 dan signifikansi 0,000, profitabilitas (NPM) juga memiliki dampak yang substansial. Dengan signifikansi 0,000 dan nilai t-count 7,606, Struktur Modal (DER) juga memiliki dampak yang substansial. Dengan nilai F-count 40,583 > 2,641 dan signifikansi 0,000, keempat faktor tersebut secara simultan memiliki dampak yang substansial terhadap kinerja keuangan. Ringkasan Model Kemampuan model untuk menerangkan variabel dependen ditunjukkan oleh nilai R Square sebesar 0,823 dan Adjusted R Square sebesar 0,802.