Filter By Year

1945 2024


Found 293 documents
Search Perkembangan Bahasa Anak Usia 3 Tahun

HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GAWAI DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TKIT AL-BUKHORI CIBITUNG BEKASI TAHUN 2020 Aldika Rohmatunnisa
Kadera Bahasa Vol 13, No 1 (2021): KABA Vol 13 No. 1
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47541/kaba.v13i1.154

Abstract

Penggunaan gawai pada anak usia prasekolah tengah meningkat di Indonesia. Penggunaan gawai yang meningkat akan berdampak terhadap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gawai dengan perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah di TKIT Al-Bukhori Cibitung Bekasi. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penulis mengambil jumlah sampel tiga responden dan dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian ditemukan ada hubungan yang signifikan antara penggunaan gawai dengan keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah. Bagi orang tua, lebih memperhatikan dan mendampingi anak saat menggunakan gawai. Perlu ketegasan dari orang tua dalam memberikan batasan intensitas penggunaan gawai oleh anak, agar anak tidak hanya terfokus kepada gawai dan dapat membagi waktunya untuk berkomunikasi dengan orang sekitarnya.
PENGARUH PENGGUNAAN GAWAI TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-6 TAHUN Puspita Melati; Esya Anesty Mashudi
Al-Abyadh Vol 4 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI STAI DINIYAH PEKANBARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-abyadh.v4i2.361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gawai terhadap perkembangan bahasa anak usia dini. Metode penelitian ini menggunakan kuesioner dan bersifat kualitatif. Subjek penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia 4-6 tahun. Dengan melihat bahwa tujuan utama pendidikan anak usia dini yaitu untuk memberikan perkembangan pada seluruh aspek dalam anak usia dini dengan memberikan stimulus-stimulus berupa kegiatan bermain yang menyenangkan dan mampu mengintegrasikan kemampuan anak usia dini secara optimal. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sebagain besar setuju bahwa dengan menggunakan gawai mampu membrikan perkembangan yang positif terhadap anak dalam memenuhi perkembangan bahasanya. Selain itu, dampak negative dari penggunaan gadget pun mampu menghambat sebagian anak dalam berbahasa. Hal serupa setuju bahwa gawai memberikan pengaruh yang baik dalam menemukan istilah baru dan melatih anak usia dini untuk berbicara secara langsung. Namun, adapun dampak negatifnya yang disetujui oleh sebagian besar responden yaitu anak mudah terdistraksi dalam lingkungan sosial karena penggunakan gawai.
Pengasuhan Oleh Ibu Menurunkan Resiko Gangguan Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia 1 Tahun Erni Dwi Widyana; Tarsikah Tarsikah
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol 1 No 1 (2019): MAJORY
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/majory.v1i1.1521

Abstract

The first years of life are a golden period for brain growth and development of children, especially language. Speech and language disorders are one of the most common causes of developmental disorders in children. The aim of this study was to determine the factors that most influence language development in children aged 1 year. The design used analytic survey with cross sectional approach, with a population of 80 respondents aged 1 year, with a sample of 67 respondents who met the inclusion criteria. The research instrument used a questionnaire and a Denver II sheet. Data were analyzed by logistic regression test with the results of the gender variable obtained ? value 0.013 and the care variable obtained ? value 0.044, then gender and parenting affect the language development in children aged 1 year. In an effort to reduce the prevalence of language delays in children aged 1 year, midwives should conduct early detection or monitoring language development that can be done by using Denver II to optimize children's language development. Keywords: Language Development, Parenting, One Year Old Children
Perkembangan Bahasa Anak Usia 3 Tahun Maghfiroh, Shofia; Eliza, Delfi
Journal of Education Research Vol. 2 No. 3 (2021)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v2i3.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan bahasa anak pada usia tiga tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi dan dokumentasi selama empat hari. Hasil mini riset ini menunjukkan bahwa anak tersebut mengalami perkembangan bahasa sesuai dengan tingkat pencapaian pada usianya. Yang mana anak sudah mampu menggunakan dua sampai tiga kata dalam pengucapan, kosakata yang dimiliki sudah lebih dari lima puluh kata.
PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-5 TAHUN DITINJAU DARI ASPEK FONETIK DAN ASPEK SEMANTIK Anisa Wiwin Handayani Anisawwn; Anita Chandra; Joko Sulianto
Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2022): Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ge:jpiaud.2022.vol5(1).7482

Abstract

Language Development Children aged 4-5 years are basically able to pronounce conversations correctly and are able to say what they want. However, in the daily life of children aged 4-5 years, there are those who have delays in language development or are less clear in the pronunciation of letters. The purpose of this study is that researchers want to examine the language development of children who experience delays with the method of phonetic and semantic stages. The method used by the researcher is classroom action with a variety of role-playing and sound playing. The results of the study indicate that the language of RR has significant increase, namely, RR is willing to communicate with his peers and pronounces the letter S clearly.
Pengaruh Games Online terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 9-10 Tahun di Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Iswan -; Ati Kusmawati
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.471 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v5i2.6578

Abstract

Game Online merupakan sebuah permainan yang sangat menarik saat ini baik kalangan dewasa sampai anak-anak. Bagi anak-anak terutama ini menjadi daya magnet yang luar biasa. Keluarbiasaan inilah yang membuat anak-anak lupa akan dirinya bahkan sampai pergaulan, bahasa dan kata-kata yang mereka komunikasikan sangat tidak layak untuk didengar. Ini mempengaruhi perkembangan mereka. Game Online, biasanya terdapat di warnet dan tersedia banyak macamnya. Tentunya ini menjadi satu hal yang menarik untuk dikaji dan diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Game Online di warnet terhadap perkembangan  bahasa anak usia 9-12 tahun di Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, yang dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2014 dengan desain penelitian kuantitatif dan kuatitatif. Teknik pengumpulan data melalui angket dan Focus Group Discusion (FGD) dan wawancara secara mendalam kepada anak. Anak yang bermain Game Online di warnet dengan waktu yang sering dengan usia 9-12 tahun diberikan angket. Jumlah responden yang diberikan angket sejumlah 100 anak yang disebar ke sepuluh warnet. Wawancara dilakukan dengan 5 anak secara mendalam. Selain itu dilakukan juga wawancara terhadap keluarga responden dan petugas warnet sebagai penguat yang dapat memberikan informasi secara lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Game Online (X) terhadap perkembangan bahasa anak (Y) usia 9-12 tahun adalah signifikan dengan nilai Fhitung = 179,64, sedangkan Ftabel = 4,41 dan berpola linier karena Fh=0,401 kurang dari Ft=3,23. Selain itu, faktor eksternal yang sangat mempengaruhi adalah fasilitas di rumah yang kurang, perhatian dan bimbingan dari keluarga sangat lemah sehingga mereka lebih senang bermain di warnet dan bermain Game Online daripada dirumah. Termasuk motivasi untuk belajar karena kebanyakan dari responden malas belajar bahkan diabaikan. Semua ini tentunya menjadi perhatian bagi pendidik, orangtua, lingkungan, dan masyarakat terhadap anak-anak yang sudah keranjingan bermain Game Online yang dapat merusak perilaku berbahasa.
ANALISIS KAJIAN FONOLOGI PADA PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 1-3 TAHUN Mardiana Sari; Darwin Effendi
PERNIK Vol. 5 No. 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Pernik : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/pernik.v5i2.8043

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang perkembangan bahasa pada anak usia 1-3 tahun dalam kajian teoritik fonologi. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis lapangan model Miles dan Huberman. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode, atau teori. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pemerolehan bahasa anak umur 0-3 tahun, khususnya Zidan sering menggunakan penyebutan fonem yang sama untuk makna yang berbeda, baik dalam penghilangan 1 fonem di depan, penyebutan fonem hanya bagian tengah dan belakangnya saja, kadang dipanjangkan atau dipendekkan.
Gangguan Perkembangan Bicara dan Bahasa Pada Anak Usia 36 – 48 Bulan di Puskesmas Oebobo Kota Kupang Tahun 2019 Loriana L Manalor; Matje M. Huru; Ummi K.S. Saleh; Melinda R. Wariyaka
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.04 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i5.7086

Abstract

Latar belakang Anak merupakan sumber daya manusia yang penting sebagai penerus bangsa. Anak usia 0-5 tahun yang disebut balita merupakan masa pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Masa kritis terjadi pada anak usia 1-3 tahun dimana diperlukan stimulasi yang berguna agar potensi berkembang sehingga perlu mendapat perhatian. Kecerdasan anak sangat dipengaruhi oleh stimulasi yang diterimanya dalam tahun-tahun awal kehidupannya, terutama dua tahun pertama yang sering kita sebut dengan the golden years. Stimulasi yang tepat, baik jenis maupun frekuensinya, akan melatih panca indera anak dan akan mempengaruhi kecerdasannya. Melalui stimulasi ini juga dapat menjalin komunikasi efektif. Tugas orangtua dan pendidik untuk mempertahankan sifat-sifat yang menjadi dasar kecerdasan anak agar bertahan sampai tumbuh dewasa, dengan memberikan faktor lingkungan dan stimulasi yang baik untuk merangsang dan mengoptimalkan fungsi otak dan kecerdasan anak. Metode penelitian penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dengan menggunakan metode wawancara mendalam (in depth Interview) & dokumentasi di Puskesmas Oebobo Kota Kupang pada Bulan Mei - Agustus 2019. Hasil penelitian Perkembangan bahasa dan bicara khususnya pada anak dengan gangguan keterlambatan bicara (speech delay), deteksi dini sangat dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan yang terjadi pada awal masa tumbuh kembang seorang anak, karena bahasa menjadi faktor utama dalam tumbuh kembang anak yang dapat mempengaruhi banyak aspek tumbuh kembang lainnya, seperti, aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Dengan bahasa seorang anak mampu untuk berkomunikasi, menyampaikan isi pikiran, perasaan, ekspresi dan interaksi dengan orang-orang dan lingkungan yang ada disekitarnya. Dengan deteksi sedini mungkin, akan dapat mengetahui lebih awal dalam pemberian stimulasi yang sesuai dengan masalah yang dialami seorang anak. Stimulasi merupakan salah satu bentuk program intervensi yang di berikan kepada anak, khususnya anak dengan masalah keterlambatan bahasa dan bicara (speech delay) dengan dibantu oleh ahli seperti dokter, terapis dan intervensi yang di berikan oleh orang tua, sebagai contoh pola asuh yang sangat mempengaruhi perkembangan tumbuh kembang seorang anak. Perkembangan bicara yang terlambat biasanya disertai dengan perkembangan sensorik motorik, perseptual motoric yang terlambat pula. Karena bicara dan berbahasa berhubungan erat dengan system motoric, yang diatur oleh system syaraf pusat. Pada usia dini anak yang mengalami gangguan keterlambatan bicara harus dengan cepat diberikan intervensi berupa kegiatan terapi sebagai usaha preventif dalam masa tumbuh kembangnya. Diagnosis keterlambatan bicara dan berbahasa tidak mudah ditegakkan, karena berhubungan dengan fungsi otak, kegiatan motoric mulut, lidah, kerongkongan, pernafasan, pita suara dan tonus otot. (Etty Indriati, 2011).
PENGARUH METODE BERMAIN PERAN TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK IT AL-IRSYAD KOTO BARU KABUPATEN DHARMASRAYA yunani yunani; Agus Saputra; Ana Novitasari
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2022): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.232 KB) | DOI: 10.36841/consilium.v2i1.1618

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perkembangan bahasa anak hal ini disebabkan kurangnya stimulus anak untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak. Penelitian ini bertujuan untuk itu melihat pengaruh penggunaan metode bermain peran untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun semester II di TK IT Al-Irsyad Koto Baru Kabupaten Dharmasraya tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan desain True Experimental Design jenis post-test-only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak kelas Ibnu Sina dan kelas Ibnu Rusyd dengan jumlah 40 orang anak. Teknik pengambilan sampel dengan sampel jenuh. Teknik pengumpulan data dengan lembar pengamatan dan observasi. Teknik analisis data menggunakan uji statistik independent sample t-test SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan metode bermain peran terhadap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun di TK IT Al-Irsyad Koto Baru Kabupaten Dharmasraya dengan taraf signifikan 0,000 < 00,5 artinya Ho ditolak Ha diterima.
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN TK MAWAR KAMPAR Wahyu Nur Atikah; Dewi Parmawati
Jurnal Talenta : Journal of Early Childhood Education Vol. 4 No. 1 (2013): JURNAL TALENTA VOL. IV NO. 1 JUNI 2013
Publisher : P3M STKIP ÁISYIYAH RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada atau tidaknya pengaruh lingkungan keluarga terhadap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun TK Mawar Desa Cinta Damai Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar. Dalam penelitian ini rumusan masalahnya adalah “Apakah terdapat pengaruh lingkungan keluarga terhadap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun TK Mawar Desa Cinta Damai Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar ?”. Jenis penelitian yang digunakan ini ialah penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis statistik korelasi Product-Moment. Penelitian ini dilakukan di TK Mawar Desa Cinta Damai Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar dengan menggunakan sampel penuh yang berjumlah 40 orang anak. Berdasarkan hasil penelitian, pengaruh lingkungan keluarga terhadap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun memiliki besar koefisien korelasi 0,729, ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan keluarga dengan perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun.

Page 11 of 30 | Total Record : 293