Filter By Year

1945 2024


Found 293 documents
Search Perkembangan Bahasa Anak Usia 3 Tahun

PENGARUH AUDITORY VISUAL THERAPY (AVT) TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK GANGGUAN PENDENGARAN USIA SEKOLAH (6-12 TAHUN) DI SLB DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ketut Mendri; Atik Badi'ah
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.26 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i1.96

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Gangguan pendengaran yang terjadi pada anak perlu untuk dilakukan deteksi seawal mungkin mengingat peranan pendengaran dalam proses perkembangan bicara sangatlah penting. Fungsi pendengaran dan juga perkembangan bicara sudah termasuk ke dalam program evaluasi perkembangan anak secara umum yang biasa dilakukan mulai dari tingkatan Posyandu oleh profesi di bidang kesehatan khususnya profesi perawat. Perkembangan bahasa anak tunarungu pada awalnya tidak berbeda dengan perkembangan bahasa anak normal karena bahasa sangat dipengaruhi oleh pendengarannya sehingga perkembangannya terhambat.Pada awalnya perkembangan bahasa anak tuna rungu tidak berbeda dengan anak normal, pada usia awal bayi akan menangis jika lapar, haus, buang air besar, buang air kecil, atau sakit. Tujuan : Diketahuinya pengaruh Auditory Visual Therapy (AVT) terhadap perkembangan bahasa anak gangguan pendengaran usia sekolah (6-12 Tahun) di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Metode : Jenis penelitianQuasi eksperiment dengan rancangan“Pre test Post test with Control Group Design“. Rancangan ini ada kelompok pembanding (kontrol), observasi dilakukan dua kali. Observasi pertama untuk mengetahui perkembangan bahasa anak gangguan pendengaran usia sekolah (6-12 tahun) sebelum diberikan Auditory Visual Therapy (AVT) dan observasi kedua sesudah diberikan Auditory Visual Therapy (AVT). Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria anak gangguan pendengaran usia sekolah (6-12 tahun) di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Data hasil pemeriksaan dianalisis secara diskriptif  dan secara analitik dengan bantuan program SPSS for windows versi 16.0 menggunakan uji pair t-test, wilcoxon, mann whitney dan uji beda delta dengan taraf signifikan 0,05.  Hasil : Perkembangan bahasa anak dengan gangguan pendengaran pada kelompok eksperimen kategori kurang dan pada kelompok kontrol kategori kurang. Nilaipre test dan post test dengan p (sig) 0,000 < 0,05 berarti ada perbedaan antara pre test dan post test pada kelompok eksperimen. Nilaipre test dan post test dengan p (sig) 0,001 < 0,05 berarti ada perbedaan antara kelompok eksperimen pre test dan post test. Hasil uji beda delta pada kelompok eksperimen dan kontrol p (sig), 0,05. Kesimpulan : Ada peningkatan pengaruh pemberian Auditory Visual Therapy (AVT) Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Gangguan Pendengaran Usia Sekolah (6-12 Tahun) di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan nilai p (sig)< 0,05 berarti Ha diterima dan Ho ditolak.Kata Kunci : Auditory Visual Therapy (AVT), perkembangan bahasa, anak gangguan pendengaran, usia sekolahABSTRACTBackground : Hearing loss that occurs in children needs to be done as early as possible in view of the role of detection of hearing the speech development process is very important. Hearing and speech development is already included in the evaluation program of child development in general is usually done from IHC levels by profession in the field of health, especially in the nursing profession. Language development of deaf children at first no different from normal children's language development because the language is strongly influenced by his hearing so that its development is hampered. At first the language development of deaf children are no different from normal children, at an early age the baby will cry when hungry, thirsty, defecation, urination or pain. Objective : Knowing the influence of Auditory Visual Therapy ( AVT ) on the development of hearing impaired children's language school age ( 6-12 years ) in SLB Special Region of Yogyakarta (DIY). Method: Quasi experiment with the draft "Pre test Post test with Control Group Design". This design is no comparison group (control), observations made twice. The first observation to determine the child's language development of hearing impaired school age (6-12 years) before being given Auditory Visual Therapy (AVT) and a second observation post given Auditory Visual Therapy (AVT). Sampling was done by purposive sampling with criteria for hearing impaired children of school age (6-12 years) in SLB Special Region of Yogyakarta (DIY). Data examination results were analyzed descriptively and analytically with SPSS for Windows version 16.0 using test pair t -test, Wilcoxon, Mann Whitney and different test deltawith significance level of 0,05.Results : The development of children's language with a hearing loss in the experimental group category is less and less in the control group category. Value pre-test and post- test with p (sig) 0,000 < 0.05 means there is a difference between pre-test and post-test in the experimental group. Value pre-test and post- test with p (sig) 0,001 < 0,05 means that there is a difference between the experimental group pre-test and post test. Different test results delta in the experimental group and control p ( sig)  0,05. Conclusion :There is an increasing influence of Auditory Visual Therapy (AVT) On Language Development Hearing Impaired School-Age Children (6-12 Years) in SLB Special Region of Yogyakarta (DIY), with p (sig) <0,05 means that Ha accepted and Ho rejected.Keywords :Auditory Visual Therapy (AVT), language development, hearing impaired children, school age
Pengaruh Faktor Lingkungan Keluarga untuk Perkembangan Pemerolehan Bahasa Pertama Anak Usia 2 Tahun 5 Bulan Yenda Puspita; Farida Hanum; Arif Rohman; Fitriana Fitriana; Yundri Akhyar
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2500

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa pada anak, yaitu; orang tua, lingkungan, teman sebaya, dan aktivitas komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil analisa terhadap pemerolehan bahasa anak usia 2 tahun 5 bulan dalam aspek sintaksis dan pembentukan bentuk-bentuk kalimat. Menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara dengan teknik analisis data penelitian ini menggunakan metode padan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerolehan bahasa anak 2 tahun 5 bulan dari lingkungan keluarga berupa kalimat deklaratif yang digunakan untuk menyampaikan berita faktual. Jenis kalimat yang diungkapkan berupa penjelasan pada lawan bicara. Ada banyak variasi pola kalimat dan ada pula bahasa fungsional yang diekspresikan tanpa pola yang jelas. Ini artinya bahwa perkembangan bahasa anak usia dini sangat dipengaruhi oleh lingkungan, terutama lingkungan keluarga dan kerabat terdekat, yaitu orang tua dan saudara-saudara serta dukungan terhadap bahasa.
Pemberian Terapi Bermain Magic Box untuk Menstimulasi Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun Velga Yazia; Ulfa Suryani; Nurleny Nurleny; Hidayatul Hasni
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i2.1066

Abstract

Pada dasarnya orangtua berkewajiban dan bertanggung jawab dalam tugas mendidik anak dengan memberikan berbagai hal menyangkut kepentingan anak-anaknya, seperti mengembangkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dan menjaga Kesehatan anak. Hal ini dikarenakan aktifitas yang dilakukan oleh anak ketika dirumah lebih kepada penekanan kemampuan berbicara dan bercerita kegiatan yang dilakukan dengan metode tanya jawab. Sedangkan anak usia dini lebih mudah mengerti dan memahami jika pembelajaran diterapkan dengan langsung praktek/menggunakan media, anak akan gampang mengingatnya karena langsung terlibat dalam kegiatan belajar tersebut. Permainan magic box dapat menstimulasi perkembangan bahasa anak tertutama dalam berbicara, bercerita dan penambahan kosakata untuk anak. Karena tujuan permainan ini adalah menambah kosakata anak saat anak menjelaskan apa saja yang telah mereka sentuh. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah kosakata anak melalui pemberian terapi bermain magic box sehingga saat mereka dapat menjelaskan apa saja yang telah mereka sentuh. Anak-anak menggunakan indra peraba untuk mencari tahu dan mengevaluasi pengalamannya tersebut. Kegiatan ini berfokus pada kemampuan anak untuk merasakan, mengamati, dan menjelaskan pengamatan mereka. Peserta dari kegiatan ini merupakan anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 13 orang. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah, terapi bermain dan diskusi. Hasil dari kegiatan ini adalah mampu menambah kosakata anak saat anak menjelaskan apa saja yang telah mereka sentuh.
ASESMEN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-6 TAHUN DI BUSTANUL ATHFAL ‘AISYIYAH GESIKAN Nadia Aisya; Nurul Amelia
BUHUTS AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v2i1.5354

Abstract

Asesmen adalah upaya untuk mendapatkan data atau informasi dari proses dan hasil pembelajaran peserta didik ,Hasil dari asesmen juga menjadi panduan bagi guru menentukan sejauh mana perkembangan yang telah dilalui peserta didik serta mengelola pembelajaran di kelas. Sedangkan perkembangan bahasa merupakan aspek penting bagi anak, sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk berpikir, mengekspresikan perasaan, dan menerima pikiran dan perasaan orang lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif, prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Hasil penelitian menunjukan asesmen perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun di Bustanul Athfal Aisyiyah Gesikan sudah cukup bagus dilihat dari teknik penilaian yang digunakan oleh guru. Penilaian yang dilakukan guru secara bertahap dalam rentang waktu yang telah ditentukan untuk melihat kemajuan perkembangan bahasa anak setelah mengikuti pembelajaran yang diberikan guru
Hubungan Pendidikan, Pola Asuh Orang Tua dan Status Gizi dengan Perkembangan Bahasa Anak Usia Prasekolah di Paud Wilayah Pemulutan Selatan Tahun 2021 Lopiyanah Lopiyanah; Helni Anggraini; Rizki Amalia
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 22, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v22i2.1840

Abstract

Child development develops so rapidly. Early childhood is a child who is experiencing early childhood, namely those aged between 2 to 6 years whose emotional abilities will be grown so that after adulthood they are more likely to have intelligence. This study aims to determine the relationship between Education, Parenting Patterns and Nutritional Status in Children with Language Development of Preschool Age Children in PAUD South Pemulutan Region, Ogan Ilir Regency in 2021. The design of this study was an analytical survey using a cross sectional research design. The population in this study were all parents who had children attending PAud Sungai Lebung Ulu 24 people, Paud Sungai Lebung 49 people and Paud Naikan Bakarg (NTB) 29 people, totaling 102 people and the number of samples was 50 respondents. The sampling technique used is Proportional Random Sampling by lottery. Data analysis used chi square statistical test with a value of 0.05. The results of the chi square test showed that there was a significant relationship between education, p value = 0.035, parenting patterns, p value = 0.002 and nutritional status = 0.004 with the language development of preschool-aged children. Midwives are expected to increase knowledge to parents about the development of preschool age children to further increase stimulation of children, especially to improve their language development.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Loose Part Bahan Plastik terhadap Perkembangan Bahasa dan Fisik Motorik pada Anak Usia 5-6 Tahun Nur Istim; Hendratno Hendratno; Sri Setyowati
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3793

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguji keefektifan penerapan media loose part dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan fisik motorik  anak usia 4-5 tahun. Penelitian dilaksanakan melalui pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Quasi Eksperiment dengan satu macam perlakuan. Populasi dari penelitian ini adalah anak kelompok B usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita Suko Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo. Kelompok eksperimen terdiri dari kelas B-1 (kelompok harimau) sebanyak 16 Anak, dan kelas B2 (kelompok cendrawasih) sebanyak 17 anak. kelompok kontrol terdiri dari B1 (kelompok gajah) 16 anak dan B2 (kelompok merpati) 16 anak. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi, dokumentasi dan instrument penelitian. Data penelitian dianalisis secara statistik parametrik uji homogenitas. Hasil analisis data menujukkan bahwa: 1) media pembelajaran Loosepart berbahan plastik   berpengaruh pada kemampuan bahasa pada anak usia 4-5 tahun; 2) media pembelajaran Loosepart berbahan plastik  berpengaruh pada kemampuan fisik motorik halus pada anak usia 4-5 tahun.
PERAN ORANG TUA DALAM PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA 4 TAHUN Dinda Prisma Meidita
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v4i1.2669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui bentuk bahasa yang diperoleh seorang anak yang berusia 4 tahun selama pandemi Covid-19, (2) untuk mengetahui teknik pemerolehan bahasa seorang anak yang berusia 4 tahun selama pandemi Covid-19, (3) untuk mengetahui pengaruh perkembangan bahasa pada seorang anak berusia 4 tahun selama pandemic Covid-19. Penelitian ini dilakukan pada seorang anak yang bernama A. Adrian (Iyan) anak dari pasangan Moch. Botie dan Miftakhul Khoiriyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Iyan mampu mengucapkan kata-kata yang ada selama pandemi covid-19, (2) peran orang tua sangatlah penting dalam pemerolehan bahasa.
ANALISIS KETERLAMBATAN BICARA ANAK DALAM PERKEMBANGAN BAHASA PADA USIA 5-6 TAHUN Putri Clawson; Winda Saputri
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 6 No 1 (2018): JURNAL TA'LIM VOL.VII NO.1 JUN1 2018
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a qualitative descriptive study. The place of research is in kindergarten TK Negeri Pembina 1 Pekanbaru. The subjects of this study were 1 child who experienced delays in speech and TK Negeri Pembina 1 Pekanbaru Kindergarten teachers. The object of this study is the Delay in Children's Talk in Language Development at the Age of 5-6 Years in TK Negeri Pembina 1 Pekanbaru. Data collection techniques with observation and interview techniques. Based on the results of the study it can be concluded that the Kindergarten 1 Pekanbaru teacher kindergarten class, when learning children experience less listening or not listening when the teacher explains. When asked, it is necessary to repeat several times the new question he answered. When giving an answer the child only answers with a few words. When the child is called by his mother sometimes does not respond, it is necessary to call several times before he responds. When spoken to children sometimes only answer a few words of questions from his mother sometimes he also does not answer just stay quiet. When asked the questions he often does, he answers with answers yes or already. Like doing homework, eating, and taking a shower.
STIMULASI TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN: LITERATURE REVIEW Audina, Mia; Murtilita, Murtilita; Putri, Triyana Harlia
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.48037

Abstract

Latar Belakang : Stimulasi pada anak sangatlah penting terutama pada perkembangan bahasa anak. Panca indra dan sistim reseptor penerima rangsangan serta proses memori harus sudah siap, sehingga anak mampu belajar dengan baik serta keterlambatan perkembangan awal yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari dapat dihindari. Tujuan : Meninjau metode pemberian stimulasi terhadap perkembangan bahasa pada anak usia 1-5 tahun. Metode : Metode penelitian Literature Review, menggunakan framework SPIDER, dengan analisa content analysis. Hasil : Stimulasi perkembangan bahasa anak usia 1-3 tahun dapat dilakukan dengan 1) Parentese dan baby talk, 2) Demonstrasi (meniru dan memperagakan) 3) Label learning. Stimulasi perkembangan bahasa anak usia 3-5 tahun dapat dilakukan dengan 1) Membaca nyaring 2) Melibatkan anak dalam bercerita atau storytelling, 3) Bermain berbasis pembelajaran. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara stimulasi terhadap perkembangan anak dengan menggunakan berbagai metode.
PENGARUH UMUR DAN PENDIDIKAN IBU TERHADAP STIMULASI PERKEMBANGAN ASPEK BICARA-BAHASA DAN SOSIALISASI-KEMANDIRIAN ANAK PRASEKOLAH USIA 4-6 TAHUN DI DESA KARANGTENGAH KECAMATAN BATURRADEN Sumiyati
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 3 No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak yang sehat dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Perkembangan anak sesuai umur diharapkan setiap orang tua, stimulasi dalam keluarga melalui penyediaan alat bermain, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain akan meningkatkan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur dan pendidikan ibu terhadap stimulasi perkembangan aspek bicara-bahasa dan sosialisasi-kemandirian. Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Variabel bebas penelitian ini umur dan pendidikan ibu, variabel terikat: stimulasi perkembangan aspek bicara-bahasa dan sosialisasi-kemandirian anak usia 4-6 tahun. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu dari anak prasekolah usia 4-6 tahun sebanyak 38 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan umur ibu dengan pemberian stimulasi perkembangan aspek bicara-bahasa dan sosialisasi-kemandirian anak prasekolah usia 4-6 tahun p=0,202, tidak ada hubungan pendidikan ibu dengan pemberian stimulasi perkembangan aspek bicara-bahasa dan sosialisasi-kemandirian anak prasekolah usia 4-6 tahun p=0,224. Disarankan ibu tetap meningkatkan stimulasi perkembangan anak terutama aspek bicara-bahasa dan sosialisasi-kemandirian untuk mengetahui tingkat perkembangan anak selanjutnya.

Page 12 of 30 | Total Record : 293