Filter By Year

1945 2024


Found 293 documents
Search Perkembangan Bahasa Anak Usia 3 Tahun

PERKEMBANGAN FUNGSI PENGGUNAAN BAHASA PADA ANAK USIA 5 TAHUN (Studi Kasus pada Azza Aqila Jihan Syuasabitha) Ali Kusno
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 12, No 1 (2017): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.409 KB) | DOI: 10.26499/loa.v12i1.1572

Abstract

5 years old kid is the golden age of sensitive periods. One that developed was the pragmatic function of the language used. The development of these functions is in line with their physical, mental, intellectual, and social development. This research is related to the development of children's language function, with case examples to Azza Aqila Jihan Syuasabitha (Jihan). Data collection in this study is used observation techniques. The subject of this study is the author's own child. This study aims to describe the development of Jihan's speech as a child that is 5 year old based on the grouping of language functions according to M.A.K Halliday. The results showed that the child was able to apply the overall function of language used that is instrumental, regulatory/dogmatic, interactional, personal, heuristic, imaginative, and representational. The function of language use that is the most rapidly growing is function imaginative. The achievement is influenced by biological factors (parents who have good language skills) and social environment (at home, school and others).
ANALISIS PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA 9-12 TAHUN DALAM MENULIS KARANGAN Monica Theresia
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.84 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i1.1433

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan berbahasa anak usia 9-12 tahun yang duduk di bangku sekolah dasar di Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Kota Padangsidimpuan. Objek penelitiannya anak usia 9-12 tahun yang duduk di bangku sekolah dasar di Kota Padangsidimpua. Sumber data penelitian ini adalah hasil karangan anak usia 9-12 tahun di Kota Padangsidimpuan. Metode pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara kepada anak. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan berbahasa anak usia 9-12 tahun yang dididik orang tua di Kota Padangsidimpuan dalam menulis karangan terdapat 78 kalimat yang memiliki ketepatan struktur dan 52 kalimat yang memiliki ketepatan kosakata. Keterampilan berbahasa anak usia 9-12 tahun yang dididik saudara di Kota Padangsidimpuan dalam menulis karangan terdapat 68 kalimat yang memiliki ketepatan struktur dan 46 kalimat yang memiliki ketepatan kosakata. Keterampilan berbahasa anak usia 9-12 tahun yang yang dididik oleh orang tua lebih tinggi daripada anak usia 9-12 tahun yang dididik oleh saudara di Kota Padangsidimpuan. Struktur kalimat anak yang dididik orang tua lebih sering menggunakan kalimat luas sedangkan anak yang dididik saudara lebih sering menggunakan kalimat sederhana. Kalimat yang ditulis anak yang dididik orang tua lebih tepat kosakatanya daripada kalimat yang ditulis anak yang dididik saudara dengan perbandingan 52:46.
Penggunaan Media Sketsa dalam Meningkatkan Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun Sukenti, Desi; Silvia, Silvia
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 13 No. 1 (2016): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.655 KB) | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2016.vol13(1).1513

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendah nya kemampuan berbahasa anak Taman Kanak-Kanak Islam Bina Insan Kamil Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru, hal ini dapat diketahui dari hasil pengamatan pada data awal kemampuan bahasa anak adalah belum berkembang yaitu sebanyak 59,8% dengan arti kata kemampuan bahasa anak masih rendah. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan media sketsa dapat meningkatkan perkembangan bahasa anak Usia 5–6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Islam Bina Insan Kamil Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media sketsa dapat meningkatkan perkembangan bahasa anak Usia 5–6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Islam Bina Insan Kamil Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan jumlah sampel anak sebanyak 23 orang anak. Teknik pengumpulan data pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik persentase. Hasil penelitian yang dilakukan, Perkembangan bahasa Anak Usia 5 – 6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Islam Bina Insan Kamil Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru dapat ditingkatkan dengan media sketsa Perkembangan bahasa Anak Usia 5 – 6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Islam Bina Insan Kamil Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru pada data awal diperoleh skor 278 dengan persentase 37.8%, pada siklus I memperoleh skor 475 (64,5%) dengan kiteria mulai berkembang. Terjadi peningkatan Perkembangan bahasa pada anak usia 5-6 tahun pada siklus II dengan skor 556 (75,5%) dengan kiteria berkembang sangat baik.
ANALISIS PERKEMBANGAN BAHASA BATAK MANDAILING PADA ANAK USIA 3 TAHUN 6 BULAN DITINJAU DARI SEGI SINTAKSIS Ummi Aisyah Siregar
Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya Vol 4, No 1 (2017): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kultura.v1i1.11705

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan bahasa batak mandailing anak, memberikan pengetahuan tentang perkembangan bahasa  batak mandailing pada anak usia 3 tahun 6 bulan dan tentunya untuk menambah pengetahuan tentang perkembangan bahasa batak mandailing pada anak usia prasekolah. Untuk mendapatkan data bahasa batak mandailing usia anak 3 tahun 6 bulan ini digunakan metode simak (Sudaryanto, 1993), yakni pengumpulan data yang dilakukan dengan menyimak  dan merekam penggunaan bahasa anak. Setiap  hari saat siang hari sampai sore hari saan anak tersebut sedang sibuk bermain dilakukan pengamatan, perekaman, dan pencatatan atas bentuk-bentuk bahasa Indonesia usia anak 3 tahun 6 bulan tersebut. Aspek linguistik yang dianalisis dalam kajian ini ialah sintaksis. Analisis akan dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Kaedah kuantitatif melibatkan analisis distribusi dan perkiraan MLU sebagai satu kaedah menentukan perkembangan bahasa anak. Simpulan yang dapat dibuat berdasarkan dapatan analisis terhadap Raziq Ananda Rabbani yang berusia 3 tahun 6 bulan adalah analisis tuturan menunjukkan Raziq mempunyai MLU 2,51 berada pada tahap rendah. Pada usia Tama  tersebut seharunya MLU-nya berada pada tahan VIII yang MLU-nya antara 3,5—3,45. Jenis kata yang telah diperoleh dan dituturkan oleh Raziq antara lain nomina, verba, adjektiva, dan adverbia. Raziq telah mampu bertutur dari kalimat satu kata sampai kalimat lima kata yang berarti Raziq telah mampu bertutur kalimat lengkap. Raziq telah mampu bertutur membentuk pola kalimat dasar, seperti FN+FN, FN+FV, FN+FAdj, FN+FAdv.Kata kunci: analisis, bahasa batak, dan sintaksis
PENGARUH MENONTON ACARA TELEVISI TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA DAN SOSIAL EMOSIONAL PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN Maduratna, Enggal Sari
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 10 No 1 (2019): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language is the result of word-processing has expanded, while social emotionalmaturity is the achievement of children in their social relations . From the preliminary studyof 10 children acquired 6 children (60%) have not been able to perform the duties of languagedevelopment , such as has not been able to repeat the simple story and has not been able tocommunicate well . While 7 children (70%) do not have the confidence and self-sufficiencyas well as interaction with peers are lacking. This study was to analyze the effect of watchingtelevision on the social and emotional development of language in children aged 3 -5 yearsThe design of this study is Analytical Correlation with Cross Sectional approach .Independent variable is Watching television shows and the dependent variable is thedevelopment of language and social emotional. The population is 26 children withProportional Stratified Random Sampling technique obtained a sample of 20 children. Thecollection tool is using questionnaires and KPSP. Univariate and bivariate analysis are usingfrequency distribution and statistical test Spearman Rank.Spearman Rank test results, showing that there is influence of watching television forlanguage development of children aged 3-5 (? value = 0.001), there is influence of watchingtelevision for social emotional development of children aged 4-6 years (? value = 0.001) andalmost half of children aged 3-5 watch television in weight category about of 45% .The results of this study can be used as inputs for parents that television viewingpatterns can affect a child's development. With the result that parental supervision whilewatching television is needed to minimize the negative effects that may occur by limiting thetime children watch television ? 2 hours per day.
MEDIA GAMBAR FLASHCARD DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 3-4 TAHUN Siti Rofi’ah; Anisa Setyowati; Ribkha Itha Idhayanti
Jendela Inovasi Daerah Vol 1 No 2 (2018): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56354/jendelainovasi.v1i2.19

Abstract

Stimulasi dini perlu diberikan kepada anak sebagai generasi penerus bangsa. Keterlambatan perkembangan awal dapat mempengaruhi kehidupan anak di masa depan, sehingga diperlukan alat permainan edukatif berupa flashcard dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas media gambar flashcard dalam perkembangan bahasa anak usia 3-4 tahun. Metode penelitian ini kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan one group pre test post test design. Populasi dalam penelitian ini sejumlah anak usia 3-4 tahun di 8 kelompok bermain Magelang utara. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dan proportionate random sampling. Intervensi dilakukan selama 4 kali pertemuan selama 40 menit. Uji statistik dalam penelitian ini yaitu uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media gambar flashcard efektif menstimulasi sebesar 6 kali lipat. Penggunaan media flashcard dapat membantu penyampaian informasi sehingga mempermudah penerimaan pesan dalam hal berkomunikasi lisan, pemahaman huruf vokal dan angka 1-10. Stimulasi dini sangat penting sehingga diharapkan orang tua dan guru untuk sering melakukan stimulasi setiap saat. Diperlukan pengenalan huruf vokal maupun konsonan, agar perkembangan bahasa lebih optimal.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK KELOMPOK B USIA 5-6 TAHUN DI TK AISYIYAH 2 PALEMBANG Maysela Azzahra, Indah
PERNIK : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2019): Pernik : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/pernik.v2i2.4066

Abstract

Bahasa merupakan sarana dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Perkembangan bahasa akan optimal apabila dibantu dengan stimulasi orangtua. Pola asuh orangtua yang baik akan meningatkan kemampuan berbahasa yang baik pula. Berdasarkan hal tersebut, maka masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara pola asuh orangtua dengan perkembangan bahasa anak kelompok B usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 2 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu dengan anak di TK Aisyiyah 2 Palembang dengan jumlah 65 ibu dengan anak usia 4-6 tahun. Sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu 21 ibu dengan anak kelas B2. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan lembar observasi, kuesioner (angket) dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan rumus korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data dengan taraf signifikan 0,5 didapat adalah r hitung > r tabel (0,84 > 0,43), hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel x (pola asuh orangtua) dengan variabel y (perkembangan bahasa) yang positif kuat dan signifikan. Maka hipotesis Ha diterima Ho di tolak sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orangtua dengan perkembangan bahasa anak kelompok B usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 2 Palembang.
KREATIVITAS DAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 1 TAHUN Saripah
PrimEarly : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar dan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2018): Primearly
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia anak usia dini merupakan dunia kreativitas. Oleh karena itu dalam mendidiknya diperlukan pengetahuan orang tua dan guru untuk kreatif dalam mendidiknya. Dengan potensi kreativitas alami yang dimilikinya, maka anak akan senantiasa membutuhkan aktivitas yang sarat dengan ide-ide kreatif. Secara alami rasa ingin tahu dan keinginan untuk mempelajari sesuatu telah ada dan dikarunikan Tuhan. Maka secara natural anakpun memiliki kemampuan untuk mempelajari sesuatu menurut caranya sendiri. Kreativitas tidak hanya dimiliki oleh orang dewasa saja, namun sejak usia dini anak-anak telah menjadi pribadi yang kreatif. Hanya saja terkadang orang tua atau orang dewasa mengganggap perilaku anak yang menyimpang dianggap sebagai pribadi atau perilaku yang salah (misalnya dengan sebutan anak “nakal”). Padahal perilaku tersebut menunjukkan kreativitas anak itu sendiri. Oleh karena itu pemahaman tentang konsep dasar kreatvitas perlu dipahami oleh semua pihak baik guru maupun orang tua.Selanjutnya dalam makalah ini akan dibahas secara sederhana, tentang pengembanagn kreativitas pada anak usia 1 tahun. Dengan rincian pembahasan lebih jelasnya dituangkan dalam rumusan masalah
HUBUNGAN PENGASUHAN DI TEMPAT PENITIPAN TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOMOTOR, SOSIAL DAN BAHASA PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN DI TPA AL IRSYAD TERNATE 2020 Muhammad Sobri Maulana
JECIES: Journal of Early Childhood Islamic Education Study Vol 1, No 2 (2020): edisi-SEPTEMBER
Publisher : stit-islamic-village

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33853/jecies.v1i2.86

Abstract

A child is a valuable expectation of parents. In order to obtain a healthy and smart children and suitable with their growth, children need should be fulfilled either for physical, psychological, social and spiritual needs. Child birth becomes a problem for a working mother so that there are many day care center for children occurred recently that is expected could replace the role of parents temporarily. The aim of this research was to find out how is the relationship of day care center for children with the development of psychomotor, language and social of 1-5 years old children. This was a correlation research that used cross sectional approach. The population was 1-5 years old children that consisted of 21 children who were entrusted in Al Irsyad day care center and the instrument being used was observation sheet and DDST sheet as well as questioner. Data analysis used technique of Spearman’s Rank for observation and child development (DDST). The analysis result showed that the most dominant care was bad care, suitable with the result of observation (referred to DDST) and the dominant child development was normal, and there was a significant relationship for care in the day care center from the aspect of personal social with the development of child personal social, and yet treatment for soft motoric, language and rough motoric did not have relationship with the development of soft motoric, language and rough motoric of children so that it could be concluded that care in the day care center did not have significant relationship with the child development.
HUBUNGAN STIMULASI DAN PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK BALITA USIA 1-2,5 TAHUN DI PUSKESMAS I DENPASAR SELATAN Ni Wayan Ari Adiputri
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 5 No 2 (2021): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v5i2.1751

Abstract

Children's language skills are the most complex form of child development among other children's abilities, because of this, there are many children who experience language disorders or delays. The design of this study is a correlation study with a cross-sectional approach. This research has been conducted at Puskesmas I South Denpasar. The sample size is 40 people, using purposive sampling technique. Data were collected by direct observation with KPSP monitoring tools. The data analysis technique used is the Chi-Square test because the data are not normally distributed. This study aims to determine the relationship between parenting and language development in children 1-2.5 years. The results of this study found that there was no relationship between stimulation (p = 0.477) and parental knowledge (p = 0.385) with language development in toddlers aged 1-2.5 years. The results of this study are expected to be a reference for monitoring the growth and development of infants and toddlers, especially language development at Puskesmas I, South Denpasar.

Page 8 of 30 | Total Record : 293