cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi)
ISSN : 25797239     EISSN : 25800523     DOI : -
Core Subject : Health,
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang bertujuan untuk memajukan dan menyebarluaskan perkembangan terbaru dalam bidang kedokteran gigi. Jurnal ini ditujukan untuk dosen, dokter/dokter gigi, mahasiswa, serta pihak-pihak lain yang menaruh minat dalam perkembangan ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2021): Vol 4, No 1 (2021)" : 6 Documents clear
PENATALAKSANAAN GIGI INCISIVUS FRAKTUR MAHKOTA NEKROSIS PULPA Noor Hafida Widyastuti; yutika difa
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 4, No 1 (2021): Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur gigi disertai dengan pulpa nekrosis membutuhkan perawatan saluran akar untuk menghilangkan iritan berupa bakteri dan membersihkan saluran akar gigi yang terinfeksi dari jaringan nekrotik. Perawatan saluran akar terdiri dari tiga tahap utama yaitu: preparasi biomekanis saluran akar atau pembersihan dan pembentukan, sterilisasi saluran akar dan obturasi saluran akar. Studi kasus ini melaporkan tentang perawatan saluran akar gigi nonvital pada pasien perempuan usia 15 tahun yang mengalami fraktur. Preparasi saluran akar dengan teknik step back dengan bahan medikamen saluran akar kalsium hidroksida digunakan pada kasus ini. Pengisian saluran akar menggunakan gutta percha dengan sealer endomethasone serta teknik kondensasi lateral telah dilakukan. Kontrol dilakukan 1 minggu kemudian dan didapatkan pemeriksaan subjektif pasien tidak merasakan sakit dan tidak ada keluhan lainnya. Pemeriksaan objektif didapatkan tumpatan sementara masih utuh, perkusi (-), dan palpasi (-). Keberhasilan perawatan ini dapat dilihat dari pemeriksaan subjektif pada kunjungan saat kontrol bahwa pasien menyatakan tidak ada keluhan dan pemeriksaan objektif tumpatan sementara masih utuh, perkusi, palpasi (-) dan tidak terdapat mobilitas pada gigi setelah dilakukan perawatan
STATUS GINGIVA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RSUD Ir. SOEKARNO SUKOHARJO (Kajian Pada Bleeding on Probing, Probing Depth dan Gingival Index) Edi Karyadi
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 4, No 1 (2021): Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu jenis penyakit jantung yang disebabkan oleh kelainan pada pembuluh darah jantung yang sering menyebabkan kematian yang tinggi pada negara berkembang. Penyakit periodontal mempunyai peran dalam terjadinya PJK melalui meningkatnya C-reactive protein yang dapat mempercepat pembentukan aterosklerotik yang menyebabkan terjadinya PJK. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui status gingiva penderita jantung koroner di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling dengan memeriksa status gingiva dengan parameter klinis bleeding on probing (BOP), probing depth (PD) dan gingival index (GI) sehingga didapatkan responden 40 orang. Berdasarkan pemeriksaan BOP, sebanyak (15%) dari kelompok usia 46-50 tahun, (15%) dari kelompok usia 56-60 tahun dan (17,5%) dari kelompok usia 61-65 tahun memilik persentase BOP 11-20%. Pada pemeriksaan PD sebagian besar memiliki kedalaman sulkus 3,00-3,99 mm dengan kelompok usia 61-65 sebagai jumlah terbanyak (22,5%) sedangkan pada pemeriksaan GI sebagian besar mengalami gingivitis sedang dengan jumlah terbanyak pada kelompok usia 56-60 tahun (22,5%) dan usia 61-65 tahun (22,5%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa status gingiva pada penderita PJK di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo sebagian besar mengalami inflamasi sedang berdasarkan hasil pemeriksaan BOP dan PD paling banyak dialami oleh kelompok usia 61-65 tahun, sedangkan pemeriksaan GI terdapat pada kelompok usia 56-60 dan 61-65 tahun.Kata kunci: Penyakit jantung koroner (PJK), Bleeding on Probing (BOP), Probing Depth (PD) and Gingival Index (GI)
PENGARUH CARA PENGERINGAN SILANE TERHADAP KEKUATAN FLEKSURAL FIBER REINFORCED COMPOSITE ariyani Faizah
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 4, No 1 (2021): Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiber reinforced composite (FRC) merupakan suatu komposit yang diperkuat oleh fiber yang dilapisi silane coupling agents. Silane merupakan zat kimia berbahan dasar silikon yang berfungsi untuk mengikat dua material  yaitu fiber dan komposit. Ikatan tersebut  terbentuk apabila silane diaktifkan  melalui prosedur silanization   terdiri dari proses hidrolisis dan kondensasi. Hidrolisis adalah  menguraikan bahan anorganik melalui proses pengeringan dan ikatan kimia yang kuat akan terbentuk melalui proses kondensasi. Ikatan antara fiber dan komposit yang baik dapat meningkatkan sifat mekanik dari FRC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh cara pengeringan silane terhadap kekuatan fleksural FRC dan mengetahui pengaruh cara pengeringan silane terhadap kekuatan fleksural FRC. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris murni. Sampel berjumlah 32  dengan dua kelompok perlakuan yaitu kelompok I dengan cara pengeringan silane tanpa alat dan kelompok II dengan cara pengeringan silane menggunakan kipas elektrik. Ukuran sampel 25 mm x 2 mm x 2 mm. Pengujian kekuatan fleksural menggunakan Universal Testing Machine. Penelitian menunjukkan kelompok II  memiliki kekuatan fleksural lebih tinggi yaitu 124,2231 MPa. Perbedaan rata-rata kekuatan fleksural diuji menggunakan Independent Sample T-test  menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok dengan nilai signifikansi p=0,000 (p0,05). Cara pengeringan silane berpengaruh terhadap kekuatan fleksural FRC dan pengeringan silane menggunakan kipas elektrik lebih optimal dibandingkan dengan pengeringan silane tanpa alat. Kata Kunci: cara pengeringan silane , fiber reinforced composite (FRC), kekuatan fleksural
POTENSI PATCH MUKOADHESIF KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (PIPER BETLE L.), GAMBIR (UNCARIA GAMBIR), DAN BIJI PINANG (ARECA CATECHU) PADA PENYAKIT PERIODONTAL Mahera Perdana Kusuma; Nilasary Rochmanita Suparno
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 4, No 1 (2021): Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periodontal disease is an inflammatory disease that affects the supporting tissues of the teeth and is caused by the accumulation of bacteria in the subgingival area. Giving drugs such as antibiotics and anti-inflammatory cause resistance because people can consume them freely, so that natural ingredients from a combination of green betel leaf, gambier, and areca nut can be the right alternative because they have synergistic antibacterial compound. The purpose og this literature review is to determine the potential of mucoadhesive patches combined with ethanol extract of green betel leaf, gambier, and areca nut on the case that cause periodontal disease. Green betel leaf, gambier, and areca nut are often used as medicinal ingredients because they contain many antibacterial compounds that are bacteriostatic, making it possible to combine these three natural ingredients in the preparation of mucoadhesive patches to reduce the bacterial population in periodontal disease. The conclusion from this literature review is that the mucoadhesive patch combined with ethanol extract of green betel leaf, gambier, and areca nut has the potential to reduce colonization of bacteria that cause periodontal disease by inhibiting the growth of periodontal bacteria.
IMPLIKASI GIGI TIRUAN SEBAGIAN KERANGKA LOGAM DALAM MEMPERTAHANKAN JARINGAN PERIODONTAL Retno Sari; Dewi Oktarinasari
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 4, No 1 (2021): Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis gigi tiruan adalah gigi tiruan sebagian lepasan yang berfungsi untuk menggantikan beberapa gigi dalam suatu lengkung gigi dan dapat dilepas pasang oleh pasien. Gigi tiruan sebagian lepasan berperan sebagai splint pada kasus dengan sisa jaringan periodontal yang tidak adekuat. Splint bertujuan sebagai terapi penunjang untuk mempertahankan jaringan periodontal yang tersisa dengan cara menstabilkan gigi geligi. Jenis gigi tiruan yang dapat digunakan sebagai splint adalah gigi tiruan sebagian lepasan kerangka logam. Gigi tiruan sebagian lepasan kerangka logam merupakan protesa untuk menggantikan beberapa gigi dalam suatu lengkung dengan basis terbuat dari bahan logam chrome cobalt alloy. Penggunaan bahan logam memberikan keuntungan dan kelebihan yaitu konektor gigi tiruan dapat dibuat tipis, kaku dan sempit, sehingga tidak mudah patah serta bersifat biokompatibel. Desain gigi tiruan pada pasien dengan kelainan periodontal harus dipertimbangkan untuk mencegah kegagalan perawatan berupa peningkatan kegoyahan gigi.
PENGARUH AROMATERAPI JERUK MANIS (Citrus sinensis) TERHADAP PERUBAHAN FREKUENSI PERNAPASAN DAN SATURASI OKSIGEN ANAK USIA 6-9 TAHUN PADA KUNJUNGAN PERTAMA KE DOKTER GIGI Septriyani Kaswindiarti; Dita Noviyanti
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 4, No 1 (2021): Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan dental seringkali terjadi pada anak-anak, terutama pada anak yang pertama kali datang ke dokter gigi. Kecemasan tersebut disebabkan karena anak merasa takut saat melihat alat-alat kedokteran gigi. Kecemasan dapat memicu adanya perubahan pada frekuensi saturasi oksigen. Terapi nonfarmakologis dengan menggunakan aromaterapi Citrus sinensis menggunakan diffuser selama 10 menit dapat memberikan efek menenangkan dan mengurangi kecemasan dengan cara menurunkan frekuensi pernapasan dan meningkatkan saturasi oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi Citrus sinensis terhadap perubahan frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen anak usia 6-9 tahun pada kunjungan pertama ke dokter gigi. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan pre and post-test design. Subjek adalah pasien berusia 6-9 tahun sebanyak 22 subjek dengan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang tidak diberi dan kelompok yang diberi aromaterapi, kedua kelompok ditunjukkan alat-alat kedokteran gigi yang sama lalu dilakukan pengukuran frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen ketika sebelum dan saat ditunjukkan alat kedokteran gigi. Uji hipotesis menggunakan uji Independent T-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan pada rerata frekuensi pernapasan pada kelompok yang diberi aromaterapi Citrus sinensis sebesar 1.14 kali/menit dengan nilai signifikansi p sebesar 0.007 (p0,05) dan peningkatan rerata saturasi oksigen sebesar 2.71 % dengan p sebesar 0.000 (p0,05). Aromaterapi Citrus sinensis berpengaruh terhadap perubahan frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen anak usia 6-9 tahun pada kunjungan pertama ke dokter gigi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6