cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2026)" : 7 Documents clear
Machine Learning Optimization on Social Media Sentiment Data for Data Balance Using N-GRAM Milenio, Rizka Milandga; Pardede, Jasman; Kurniasih, Dea
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v10i1.67-80

Abstract

ABSTRAKKetidakseimbangan kelas merupakan tantangan dalam klasifikasi sentimen pada data media sosial, yang menyebabkan model klasifikasi menjadi bias terhadap kelas mayoritas dan berkinerja buruk pada kelas minoritas. Penelitian ini mengusulkan pendekatan penyeimbangan data berbasis N-Gram untuk mengatasi masalah tersebut dan meningkatkan performa klasifikasi. Tiga model machine learning, yaitu XGBoost, Random Forest, dan Support Vector Machine (SVM), dievaluasi pada dataset yang tidak seimbang maupun seimbang menggunakan akurasi, presisi, recall, dan F1-score sebagai metrik evaluasi. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penyeimbangan data meningkatkan performa semua model tanpa menurunkan kemampuan generalisasi. SVM mencapai performa terbaik pada dataset seimbang dengan akurasi 0,86, presisi 0,87, recall 0,86, dan F1-score 0,86. XGBoost dan Random Forest juga menunjukkan peningkatan performa yang signifikan setelah penyeimbangan, menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mendeteksi kelas minoritas. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa pendekatan penyeimbangan data berbasis N-Gram yang diusulkan efektif dalam mengurangi ketidakseimbangan kelas dan meningkatkan ketahanan serta keandalan model klasifikasi sentimen.Kata kunci: klasifikasi sentimen, ketidakseimbangan kelas, n-gram, media sosialABSTRACTClass imbalance is a challenge in sentiment classification of social media data, often causing classification models to be biased toward majority classes and perform poorly on minority classes. This study proposes an N-Gram-based data balancing approach to address this issue and improve classification performance. Three machine learning models, namely XGBoost, Random Forest, and Support Vector Machine (SVM), were evaluated on both imbalanced and balanced datasets using accuracy, precision, recall, and F1-score as evaluation metrics. The experimental results demonstrate that data balancing consistently enhances performance across all models without degrading generalization capability. Among the evaluated methods, SVM achieves the best performance on the balanced dataset, reaching an accuracy of 0.86, precision of 0.87, recall of 0.86, and F1-score of 0.86. XGBoost and Random Forest also show substantial performance improvements after balancing, indicating improved detection of minority sentiment classes. Overall, the findings confirm that the proposed N-Gram-based data balancing approach effectively mitigates class imbalance and improves the robustness and reliability of sentiment classification models.Keywords: Sentiment Classification, Class Imbalance, N-Gram, Social Media
Kinetic Modeling of Ni and Co Adsorption: A Comparative Study on Activated Zeolite Sawali, Fikrah Dian Indrawati; Afandy, Moh. Azhar
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v10i1.1-11

Abstract

AbstractThe existence of heavy metals such as nickel (Ni) and cobalt (Co) can lead to environmental problems that have an immediate impact on human life, therefore it is crucial to carry out proper preventative strategies in wastewater treatment, one of the these utilizes the process of adsorption.  In the current investigation, thermally activated zeolite (ZT) by a carbonization process at a temperature of 550°C was utilized as a medium in the adsorption phase of Ni and Co from simulated wastewater with variation in a mass ratio of ZT.  Several kinetic models have been used for evaluating the kinetic parameters and mechanisms that control the adsorption process.  The outcomes received shown the adsorption process of Ni and Co by ZT followed the PSO kinetic model (R² > 0.99) with qe = 9.4877 mg.g⁻¹ and k₂ = 329.6075 g.mg⁻¹.min⁻¹ for Ni and qe = 7.3206 mg.g⁻¹ .min⁻¹ and k₂ = 127.9652 g.mg⁻¹.min⁻¹ for Co.  Based on the PSO kinetic model, it can be assumed that the adsorption process of Ni and Co by ZT is controlled by chemical interactions through ion exchange and the creation of coordination covalent bonds with active sites on the surface of the adsorbent.Keywords: Adsorption, Nickel, Cobalt, Zeolite
Erosion Rate Analysis Using the SWAT Application and Land Conservation Directions in the Babon Watershed Ardiningrum, Nadia Fidela; Andawayanti, Ussy; Asmaranto, Runi
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v10i1.81-95

Abstract

ABSTRAKDaerah aliran sungai (DAS) Babon merupakan salah satu DAS sistem Dolok-Penggaron yang sering mengalami banjir, salah satunya disebabkan oleh meningkatnya debit akibat perubahan tata guna lahan yang tidak sesuai dengan fungsi kawasan yang menjadi pemicu terjadinya peningkatan erosi dan sedimentasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis nilai laju erosi, sedimentasi, serta sebaran Indeks Bahaya Erosi (IBE) di DAS Babon sebagai dasar penentuan skenario konservasi lahan yang optimal. Metode yang digunakan dalam studi ini yaitu Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) sebagai dasar perhitungan nilai sedimentasi secara langsung dan nilai laju erosi yang aktual dalam model SWAT. Metode ini mengoptimalkan ketersediaan data historis volume aliran permukaan serta citra satelit yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) di DAS Babon sebagai dasar dalam penyusunan arahan konservasi. Hasil analisis menunjukkan penurunan laju erosi 31,222 ton/ha/tahun pada tahun 2019 menjadi 23,305 ton/ha/tahun pada tahun 2022, namun masih terdapat sebaran IBE dari kategori sedang hingga tinggi. Dengan penerapan kombinasi konservasi vegetatif dan mekanik mampu menurunkan wilayah IBE “Tinggi” (100%) dari eksisting dan mereduksi laju erosi sebesar 21,29 % menjadi 18,465 ton/ha/tahun. hasil ini membuktikan bahwa penanganan dengan konservasi lahan efektif dalam menekan laju erosi dan menjaga stabilitas dan fungsi hidrologis DAS Babon secara berkelanjutan.Kata kunci: Erosi, Indeks Bahaya Erosi, Konservasi Lahan, Check Dam, Sedimentasi ABSTRACTThe Babon watershed is one of the watersheds in the Dolok-Penggaron system that frequently experiences flooding, which is partly caused by increased discharge resulting from land-use changes that do not align with regional functions, triggering an increase in erosion and sedimentation. This study aims to analyze the erosion rate, sedimentation, and the distribution of the Erosion Hazard Index (EHI) in the Babon watershed as a basis for determining optimal land conservation scenarios. The method used in this study is the Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) as the basis for direct calculation of sedimentation values and actual erosion rate values in the SWAT model. This method optimizes the availability of historical surface runoff volume data and satellite imagery integrated with Geographic Information Systems (GIS) in the Babon watershed as a basis for formulating conservation directives. The analysis results show a decrease in the erosion rate from 31.222 tons/ha/year in 2019 to 23.305 tons/ha/year in 2022, although there is still a distribution of EHI ranging from moderate to high categories. The application of a combination of vegetative and mechanical conservation is capable of reducing "High" EHI areas (100%) from existing conditions and reducing the erosion rate by 21.29% to 18.465 tons/ha/year. These results prove that land conservation management is effective in suppressing erosion rates and maintaining the stability and hydrological functions of the Babon watershed sustainably.Keywords: Erosion, Erosion Hazard Index, Land Conservation, Check dam, Sedimentation.
Utilization of Sentinel-2 Imagery in Analyzing the Effect of Land Conversion on Water Turbidity in Situ Cileunca Asyari, Ahmad Syuhada Islami; Muhammad, Garda Asa; Amaanah, Annisa; Anandita, Azra Putri; Husna, Calsya Aulia Nursyabia; Sugandi, Andita Nadia; Hidayat, Maitsa Aulia; Fitra, Syahrul Jud; Irawan, Gerald Bian; Anggraini, Tania Septi; Fadhilah, Achmad; Setiawan, Iwan; Astari, Annisa Joviani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAlih fungsi lahan menjadi salah satu penyebab peningkatan kekeruhan air di kawasan Situ Cileunca, DAS Cisangkuy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dinamika penggunaan lahan dan tingkat kekeruhan air menggunakan citra Sentinel-2 serta komparasi pada data interpolasi TDS. Kekeruhan air diestimasi melalui TSS hasil pengolahan citra dan interpolasi TDS. Pemetaan penggunaan lahan dilakukan melalui metode klasifikasi visual yang diuji indeks kappa, dengan akurasi 91.44%. Hasil pengolahan penggunaan lahan dan TSS diuji korelasi pearson untuk mengetahui pengaruhnya. Uji Korelasi Pearson menunjukkan bahwa ladang (R = -0,87) dan hutan (R = -0,66) berkontribusi dalam penurunan TSS, sementara permukiman (R = 0,53) berkorelasi positif terhadap peningkatan kekeruhan. Penelitian ini memberikan keterbaruan dalam menggambarkan distribusi zat padat terlarut melalui TS di Situ Cileunca. Temuan ini menjadi landasan peningkatan permukiman menyebabkan penurunan kualitas air, sehingga dapat dijadikan sebagai rekomendasi dalam mengambil keputusan dalam pengelolaan tata ruang, dan menanggulangi masalah lingkungan di Situ Cileunca.Kata kunci: Sentinel, TSS,, Alih fungsi lahan, TDSABSTRACTLand use conversion is one of the causes of increased water turbidity in the Situ Cileunca area within the Cisangkuy Watershed. This study aims to analyze the relationship between land use dynamics and water turbidity using Sentinel-2 imagery and comparison with interpolated TDS data. Water turbidity is estimated through TSS derived from image processing and TDS interpolation. Land use mapping is conducted using a visual classification method tested with the kappa index, achieving an accuracy of 91.44%. The processed land use and TSS data are analyzed using Pearson correlation to determine their influence. The Pearson correlation test shows that cropland (R = -0.87) and forest (R = -0.66) contribute to decreasing TSS, while settlements (R = 0.53) are positively correlated with increased turbidity. This study provides novelty in depicting the distribution of dissolved solids through TS in Situ Cileunca. These findings indicate that increasing settlements reduce water quality and can support decision-making in spatial planning and environmental management.Keywords: Sentinel, TSS,, Land use change, TDS
OTP Code Comparison Using RSA and Elgamal Algorithms to Enhance Authentication Security Nurjaman, Asep Rizal; Wibowo, Mahardhitya Pratama
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v10i1.96-106

Abstract

ABSTRAKJumlah aplikasi yang membutuhkan proses autentikasi yang aman meningkat sebagai akibat dari pertumbuhan pesat teknologi digital. One Time Password (OTP), yang hanya berlaku sekali dan memiliki batas waktu tertentu, adalah salah satu metode autentikasi yang paling umum digunakan. Menjaga kerahasiaan data dan identitas pengguna masih menjadi tantangan karena kerentanan OTP untuk penyadapan atau akses tidak sah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja algoritma kriptografi asimetris, khususnya algoritma RSA dan ElGamal, dalam mengamankan kode OTP. Metode penelitian meliputi studi literatur, perancangan algoritma, implementasi algoritma menggunakan bahasa python, dan pengujian performa enkripsi dan dekripsi berdasarkan waktu pada 1 kunci publik dan kunci privat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma ElGamal lebih cocok untuk sistem OTP yang membutuhkan kecepatan dan stabilitas tinggi dalam proses autentikasi. Dengan waktu enkripsi rata-rata 0,003078 ms dan dekripsi rata-rata 0,095154 ms, algoritma ElGamal lebih stabil daripada RSA.Kata kunci: RSA, ELGAMAL, Kriptografi, Kode OTP, Keamanan AutentikasiABSTRACTThe number of applications requiring secure authentication processes is increasing as a result of the rapid growth of digital technology. One-Time Password (OTP), which is valid only once and has a specific time limit, is one of the most commonly used authentication methods. Maintaining the confidentiality of user data and identity remains a challenge due to the vulnerability of OTPs to interception or unauthorized access. This research aims to analyze and compare the performance of asymmetric cryptography algorithms, specifically RSA and ElGamal, in securing OTP codes. The research methods include literature study, algorithm design, algorithm implementation using Python, and performance testing of encryption and decryption based on time for both public and private keys. The test results show that the ElGamal algorithm is more suitable for OTP systems that require high speed and stability in the authentication process. With an average encryption time of 0.003078 milliseconds and an average decryption time of 0.095154 milliseconds, the ElGamal algorithm is more stable than RSA.Keywords: RSA, Elgamal, Cryptography, OTP Code, Authentication
Flood Inundation Potential Analysis in Denpasar City Using Topographic Wetness Index from Digital Elevation Model Putra, Akbar Cahyadhi Pratama; Wardoyo, Theresia Puan Bertiana; Tilija, Ni Putu Nanda Surya Dewi; Wirastuti, Putu Venita; Widhaningtyas, Tantri Utami
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v10i1.37-50

Abstract

ABSTRAKBanjir genangan sering terjadi di wilayah perkotaan, termasuk Kota Denpasar, akibat topografi, karakteristik daerah aliran sungai (DAS), dan perubahan penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi genangan banjir menggunakan algoritma Topographic Wetness Index (TWI) berbasis Digital Elevation Model (DEM) multiresolusi serta mengevaluasi pengaruh resolusi spasial terhadap akurasi hasil pada skala perkotaan. Kebaruan penelitian terletak pada perbandingan kinerja DEM SRTM (30 m) dan ALOS PALSAR (12,5 m) untuk TWI pada DAS kecil perkotaan yang masih terbatas dikaji. Kedua DEM diseragamkan pada datum vertikal EGM 2008 dan dianalisis pada sembilan DAS sekitar Kota Denpasar. Hasil TWI diklasifikasikan menjadi lima kelas potensi genangan dan divalidasi menggunakan 33 titik kejadian banjir periode September–Desember 2025 menggunakan analisis sensitivitas berbasis confusion matrix kejadian. Hasil menunjukkan ALOS PALSAR memiliki tingkat sensivitas kesesuaian lebih tinggi (30,30%) dibanding SRTM (24,24%). Resolusi DEM lebih tinggi terbukti meningkatkan sensitivitas TWI dalam mendeteksi potensi genangan perkotaan dan mendukung perencanaan mitigasi banjir.Kata kunci: ALOS PALSAR, banjir, digital elevation model, SRTM, topographic wetness indexABSTRACTFlood inundation frequently occurs in urban areas, including Denpasar City, due to topography, watershed characteristics, and land-use changes. This study aims to identify flood inundation potential using the Topographic Wetness Index (TWI) derived from multiresolution Digital Elevation Models (DEM) and to evaluate the effect of spatial resolution on model accuracy at the urban scale. The novelty lies in comparing SRTM (30 m) and ALOS PALSAR (12.5 m) DEM performance for TWI modelling in small urban watersheds. Both DEMs were standardized to the EGM 2008 vertical datum and analyzed across nine watersheds surrounding Denpasar. TWI outputs were classified into five inundation-potential classes and validated using 33 flood event points (September–December 2025) through event-based confusion matrix sensitivity analysis. Results indicate that ALOS PALSAR achieved higher sensitivity (30.30%) than SRTM (24.24%). Higher DEM resolution improves TWI sensitivity in detecting urban flood potential and provides more reliable information for flood mitigation planning.Keywords: ALOS PALSAR, digital elevation model, flood, SRTM, topographic wetness index
Monophonic Guitar Notation Estimation Using YIN Pitch Detection Algorithm and Long Short-Term Memory Miftahuddin, Yusup; Azka, Fadhlan Muhammad; Indrawaty N, Youllia
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v10i1.51-66

Abstract

ABSTRAKProses transkripsi audio gitar ke dalam bentuk tablature masih menjadi tantangan bagi pemula karena adanya ambiguitas posisi nada pada fretboard, di mana satu nada yang sama dapat dimainkan pada kombinasi senar dan fret yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem estimasi tablature gitar monofonik yang efisien menggunakan kombinasi algoritma YIN dan model Long Short-Term Memory (LSTM). Algoritma YIN digunakan untuk mengekstraksi frekuensi fundamental (f0) dari sinyal audio WAV, yang kemudian divalidasi melalui serangkaian tahap post-processing untuk memastikan stabilitas nada. Model LSTM kemudian digunakan untuk memetakan urutan nada tersebut ke dalam representasi senar dan fret berdasarkan pola ergonomi jari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model LSTM yang dioptimasi menggunakan Optuna mencapai akurasi tertinggi sebesar 83,22%. Selain itu, penerapan parameter constraint pada model terbukti mampu menghasilkan rekomendasi posisi jari yang lebih ergonomis bagi pemain gitar dibandingkan model baseline. Sistem ini diimplementasikan dalam aplikasi berbasis web yang memungkinkan transkripsi audio ke tablature secara otomatis dengan beban komputasi yang rendah.Kata kunci: Tablature Gitar, Monofonik, Algoritma YIN, LSTM, Transkripsi Musik ABSTRACTTranscribing guitar audio into tablature remains a significant challenge for beginners due to pitch ambiguity on the fretboard, where a single note can be played on multiple string and fret combinations. This research aims to develop an efficient monophonic guitar tablature estimation system using a combination of the YIN algorithm and Long Short-Term Memory (LSTM) models. The YIN algorithm is utilized to extract fundamental frequencies (f0) from WAV audio signals, which are further validated through various post-processing stages to ensure pitch stability. Subsequently, an LSTM model maps these pitch sequences into string and fret representations based on fingering patterns. The results indicate that the LSTM model optimized with Optuna achieved the highest accuracy of 83.22%. Furthermore, the implementation of parameter constraints in the model proved effective in generating more ergonomic fingering recommendations compared to the baseline model. This system is implemented as a web-based application, enabling automated audio-to-tablature transcription with low computational overhead.Keywords: Guitar Tablature, Monophonic, YIN Algorithm, LSTM, Music Transcription.

Page 1 of 1 | Total Record : 7