cover
Contact Name
Maria Frani Ayu Andari Dias
Contact Email
mariafrani10@gmail.com
Phone
+6281230038196
Journal Mail Official
lppmstikessuakainsan@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Suaka Insan Banjarmasin Jln. H. Zafri Zam-zam no. 08 Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Suaka Insan
ISSN : 25275798     EISSN : 25807633     DOI : https://doi.org/10.51143/jksi
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) is a scientific publication journal that is published every six months (June and December) using peer review method for article selection. It is intended for practitioners, academics, professionals, students or the general public who are involved and interested in the development of Health Sciences and Nursing Sciences include training, education and practice. JKSI received relevant articles in the health and nursing fields, which included research articles, literature reviews and case studies.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)" : 7 Documents clear
Pengaruh Pengaruh Pemberian Cairan Hangat Peroral Sebelum Latihan Batuk Efektif Dalam Upaya Pengeluaran Sputum Pasien COPD Marwansyah Marwansyah Marwansyah
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i2.175

Abstract

Latar Belakang : Beberapa pasien sering mengalami kesulitan dalam mengeluarkan sputum walaupun sudah dilakukan latihan batuk efektif karena sputum yang berada pada jalan napas lengket dan kental sehingga menyebabkan pasien terstimulasi untuk terus batuk. Tujuan penelitian ingin mengetahui pengaruh pemberian cairan hangat peroral sebelum latihan batuk efektif dalam upaya kemampuan pengeluaran sputum pasien COPD di rumah sakit. Metode penelitian : Jenis penelitian Quasi eksperimen, rancangan One Group Pra-Post Test Design. Menggunakan teknik Accidental sampling. Data dianalisis dengan uji Paire t-test. Hasil : Rata-rata volume sputum yang dikeluarkan sebelum pemberian cairan hangat peroral pada pasien COPD adalah 1,81 ml, rata-rata volume sputum yang dikeluarkan sesudah pemberian cairan hangat peroral pada pasien COPD adalah 2,32 ml, hasil uji statistik Pair t test menunjukkan nilai signifikan 0,009 (p<0,05), terdapat perbedaan volume sputum yang bermakna antara sebelum pemberian cairan hangat peroral dengan sesudah pemberian cairan hangat peroral pasien COPD. Kesimpulan: Pemberian cairan hangat peroral sebelum latihan batuk efektif dapat membantu meningkatkan sekresi sputum sehingga penelitian ini dapat menjadi bahan acuan untuk sumber informasi, alternatif terapi nonfarmakologis yang mudah dan ekonomis untuk kelancaran jalan nafas serta mencegah akumulasi sekret berlebih pada pasien COPD.
THE EFFECTIVENESS OF EXERCISE KEGEL ON THE HEALING PROCESS OF EFFICIOTOMIC INFLAMATION AND PROLIFERATION PHASE ON POSTPARTUM MOTHER Yuliani Budiyarti
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i2.177

Abstract

Background: One of the actions that can be taken to accelerate labor and widen the birth canal is episiotomy. If the post episiotomy wound does not receive treatment measures such as exercice, it can cause negative effects such as the length of time the wound heals is at high risk of infection. The purpose of this study is to prove the effectiveness of Kegel Exercise on the healing process of episiotomy wounds in the inflammatory and proliferation phases of post partum mothers. Method: This type of quantitative research with a quasi experimental design of posttest only non-equivalent control group. The research sample of post partum mothers with episiotomy as many as 40 people were divided into two groups: 20 mothers of the intervention group and 20 mothers of the control group, using purposive sampling techniques and Mann Whitney analysis test. Results: p value 0,000 ≤ value α = 0.05 so that Kegel Exercise is effective in the healing process of episiotomy wounds in the inflammatory and proliferative phases in post partum mothers. Conclusion: Kegel exercise can be used as an alternative action that is easy and safe to accelerate the healing process of episiotomy wounds in post partum mothers.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG NARKOBA DI SMPN 5 BANJARBARU Iis Pusparina; Insana Maria; Danti Tia Anggraini
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i2.180

Abstract

Narkoba seringkali kita dengar dalam kehidupan era digital sekarang tak terkecuali di dunia pendidikan. Kelompok usia remaja cenderung memiliki sifat penasaran yang tinggi sehingga banyak remaja yang ingin coba-coba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Narkoba di SMP Negeri 5 Banjarbaru Tahun 2019. Desain Penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksprerimental dengan instrument kuesioner. Populasi seluruh siswa SMPN 5 Banjarbaru sebanyak 305 siswa menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah sampel 76 responden, data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Diperoleh hasil pengetahuan pretest dan posttest pada responden terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan media leaflet dengan p-value sig-0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh media leaflet terhadap pengetahuan remaja tentang narkoba di SMPN 5 Banjarbaru. Mengoptimalkan pengetahuan responden tentang bahaya narkoba agar dimasa akan datang responden bisa mengantisipasi diri dan mencegah agar terhidar dari narkoba yang sangat berbahaya.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN PENATALAKSANAAN PENCEGAHAN KEKAMBUHAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARTAPURA II, KALIMANTAN SELATAN Annalia Wardhani; Insana Maria; Anna Noor Murdiany
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i2.181

Abstract

Latar Belakang: Self Efficacy dibutuhkan bagi para penderita hipertensi untuk meningkatkan derajat kesehatan melalui keyakinan dalam menjalankan perawatan diri. Penderita hipertensi yang memiliki self efficacy baik dapat menghasilkan manfaat dalam penanganan hipertensi contohnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi untuk mencegah kekambuhan hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Self-Efficacy dengan penatalaksanaan pencegahan kekambuhan hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian korelasi dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah populasi 1627 dan sampel 94 orang. Hasil penelitian menyatakan didapatkan tingkat kemaknaan ρ=0,000, a=£ 0,05 (r=0,000<0,05) yang berarti H0 gagal diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara Self Efficacy Dengan Penatalaksanaan Pencegahan Kekambuhan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2 Tahun 2019. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pasien agar lebih menyadari penyakit hipertensi yang diderita dan segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat serta meningkatkan self efficacy dan berperan secara aktif untuk melaksanakan pencegahan kekambuhan hipertensi.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNTUNG PAYUNG Rusdiana Rusdiana; Insana Maria; Hafiz Al Azhar
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i2.182

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang bersifat membunuh secara diam-diam perlu adanya pemahaman penderita dalam menjaga Stabilitas Tekanan darah salah satunya menjaga Kualitas Tidur. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui hubungan kualitas tidur dengan peningkatan tekanan darah pada pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Guntung Payung Tahun 2018. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah penderita hipertensi tahun 2018 di Wilayah Puskesmas Guntung Payung sebanyak 378 orang, sampel dalam penelitian ini sebanyak 79 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sebanyak 20 pertanyaan. Hasil : Penelitian ini menyatakan kualitas tidur responden mayoritas adalah berkategori kualitas tidur baik sebanyak 50,6%, Peningkatan tekanan darah responden mayoritas adalah berkategori ringan sebanyak 53,2%. Kesimpulan : Ada hubungan kualitas tidur dengan peningkatan tekanan darah pada pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Guntung Payung Tahun 2019 dengan nilai p-value=0,000 (α < 0,005). Hasil penelitian ini merekomendasikan agar penderita hipertensi meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan hipertensi dengan cara mengoptimalisasikan kualitas tidur untuk menjaga tekanan darah tetap dalam keadaan normal.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DIET HIPERTENSI DI PUSKESMAS ASTAMBUL Nur Sukmawaty Martini; Insana Maria; Norlatifah Sarifatul Mawaddah
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i2.189

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang berada di atas batas normal atau optimal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik. Tingkat pengetahuan seseorang disinyalir memiliki hubungan yang cukup kuat untuk menginisiasi aksi kepatuhan seseorang untuk menjalankan diet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet hipertensi pada penderita hipertensi di Puskesmas Astambul. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian korelasi dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah populasi 5.823 orang dan jumlah sampel sebanyak 98 orang. Hasil: Penelitian ini menunjukkan hasil uji statistik 0,000 < 0,05 yang berarti H0 gagal diterima, artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet hipertensi di Puskesmas Astambul pada tahun 2019. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet hipertensi pada pasien dengan masalah hipertensi di Puskesmas Astambul, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa petugas kesehatan perlu memberikan intervensi seperti memberikan saran kepada keluarga yang mempunyai anggota keluarga yang menderita penyakit hipertensi untuk memeriksa anggota keluarganya bila sudah ada tanda dan gejala hipertensi.
HUBUNGAN USIA, PARITAS IBU DAN USIA AYAH DENGAN KEJADIAN ANAK SINDROM DOWN DI SLB NEGERI PELAMBUAN BANJARMASIN TAHUN 2019 Esme Anggeriyane
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i2.241

Abstract

Latar Belakang: Sindrom Down merupakan kelainan genetik trisomi yang terdapat tambahan kromosom pada kromosom 21 sehingga menyebabkan kelainan fisik dan gangguan tumbuh kembang anak. Hasil studi memaparkan insiden kelahiran anak Sindrom Down semakin meningkat di seluruh dunia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, paritas ibu dan usia ayah dengan kejadian anak Sindrom Down. Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan Cross Sectional, teknik purposive sampling, jumlah populasi 161 dan sampel dari kekhususnan tunagrahita berjumlah 98 orang. Hasil: Usia ibu pada kategori tidak berisiko (20-35 tahun) berjumlah 53 orang (53,06%), Paritas ibu pada paritas berisiko (1 dan ≥4) berjumlah 61 orang (62,24%), usia ayah pada kategori tidak berisiko (25-40 tahun) berjumlah 77 orang (78,57%) dan kejadian Sindrom Down pada kategori bukan Sindrom Down (kelompok tunagrahita tanpa tanda klinis Sindrom Down) berjumlah 92 orang (93,8%). Hasil uji korelasi Spearman Rank antara usia ibu dengan kejadian anak Sindrom Down dengan p value 0,014, paritas ibu dengan p value 0,267 dan usia ayah dengan p value 0,192. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup lemah antara usia Ibu dengan kejadian Sindrom Down. Selanjutnya, tidak ada hubungan significant antara paritas Ibu dan usia ayah dengan kejadian sindrom down. Penelitian ini menyarankan agar calon orang tua (Suami dan Istri) dapat mempertimbangkan secara lebih hati-hati usia Ibu (Istri) sebelum menikah dan perencanaan kehamilan, disamping usia Ayah, dan Paritas Ibu. Kata kunci : Paritas, Sindrom Down, Usia

Page 1 of 1 | Total Record : 7