cover
Contact Name
Khairuddin
Contact Email
khairuddin@staff.uma.ac.id
Phone
+6281377116720
Journal Mail Official
jurnalp3@gmail.com
Editorial Address
Jalan H.M. Yamin SH No 225 Medan, Sumatera Utara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K)
ISSN : 27215393     EISSN : 27215385     DOI : -
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan manuskrip penelitian di bidang pendidikan, psikologi dan kesehatan. Fokus dan ruang lingkup jurnal adalah untuk: 1) Menyediakan jurnal yang melaporkan penelitian tentang topik-topik yang memiliki signifikansi lokal, nasional dan internasional di seluruh konteks pendidikan 2) Menyediakan jurnal yang melaporkan penelitian tentang topik-topik yang memiliki signifikansi lokal, nasional dan internasional dalam bidang psikologi 3) Menyediakan jurnal yang melaporkan penelitian tentang topik-topik yang memiliki signifikansi lokal, nasional dan internasional dalam bidang kesehatan. Mengutamakan hasil-hasil penelitian lintas disiplin ilmu dan temuan-temuan terbaru dalam bidang ilmu pengetahuan. J-P3K terbit tiga kali dalam setahun yaitu April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "vol 4, no 2 (2023): j-p3k agustus" : 11 Documents clear
Kecanduan Game Online Ditinjau dari Big Five Personality Ni Made Sintya Noviana Utami; Febby Safira Putri Wibowo; Putu Cintya Dewi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 2 (2023): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i2.218

Abstract

Game online merupakan suatu media hiburan yang banyak dimainkan oleh para remaja. Salah satu dampak negatif yang dapat ditimbulkan adalah kecanduan. Kecanduan game online dapat dipengaruhi berbagai faktor internal ataupun eksternal. Penelitian ini ingin meninjau kecanduan game online dari faktor internal individu yaitu variabel big five personality. Partisipan penelitian ini merupakan siswa SMA di Denpasar yang berjumlah 503 orang. Pengumpulan data menggunakan dua buah kuesioner yaitu kuesioner kecanduan game online dan big five personality. Teknik Analisis data yang digunakan yaitu regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh big five personality terhadap kecanduan game online remaja dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Pengaruh yang diberikan tergolong lemah dengan nilai R sebesar 0,254 dan R square sebesar 0,065. Dari lima dimensi big five personality, satu dimensi yang berhubungan signifikan dengan kecanduan game online yaitu conscientiousness. Hubungan tersebut bersifat negatif dalam artian semakin tinggi nilai dimensi conscientiousness remaja, maka semakin kecil kecenderungannya mengalami kecanduan game online. Empat dimensi lainnya yaitu extraversion, agrreableness, neuroticism, dan openness to experience menunjukkan hubungan yang tidak signifikan  dengan  kecanduan  game online.  Nilai  signifikasi  dan  nilai  koefisien regresi masing-masing dimensi tersebut adalah sebagai berikut: extraversion (sig. 0,961; nilai koefisien sebesar -0,003), agreeableness (sig. 0,064; nilai koefisien sebesar -0,103), neuroticism (sig. 0,290; nilai koefisien sebesar -0,48), dan openness to experience (sig. 0,141; nilai koefisien sebesar -0,72).
Hubungan Antara Komitmen Organisasi Dengan Quality of Work Life di PT. Majuperkasa Indonesia Lisa Sanora Siregar; Ceria Hermina
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 2 (2023): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i2.204

Abstract

Komitmen dalam organisasi bisa diartikan sebagai sikap atau perilaku yang ditampilkan seseorang terhadap organisasi dengan membuktikan loyalitas untuk mencapai visi, misi, nilai, dan tujuan organisasi. Komitmen organisasi karyawan dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah Quality of Work Life. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara komitmen organisasi dan quality of work life pada karyawan PT. Majuperkasa Indonesia. Pengambilan data menggunakan dua skala, yaitu Skala Komitmen Organisasi 33 aitem (α= 0,929) dan Skala Quality of Work Life 51 aitem (α= 0,935). Subjek adalah karyawan PT. Majuperkasa Indonesia dengan jumlah subjek 160 orang dengan penentuan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan cara random sampling. Berdasarkan analisis data pada penelitian ini melalui pengujian statistik, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan dengan arah yang positif dan signifikan antara komitmen organisasi dan quality of work life pada karyawan. Hal ini terlihat dari hasil yang ditunjukkan pada uji korelasi Pearson (r) = 0,569 dengan p = 0,000 ( 0,05) yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara komitmen organisasi dengan quality of work life pada karyawan di PT. Majuperkasa Indonesia.
Kepercayaan Diri Ditinjau Dari Intensitas Penggunaan Media Sosial Di Era Digital 4.0 Ni Made Irene Novianti Astaningtias; Luh Putu Ratih Andhini
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 2 (2023): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i2.219

Abstract

Masa era digital 4.0 menunjukkan perkembangan yang signifikan. Perkembangan ini juga berpengaruh pada media sosial. Media sosial menambahkan semakin banyak fitur-fitur aplikasi yang beragam dan dapat dipergunakan oleh siapapun. Semakin banyaknya bermunculan aplikasi-aplikasi terbaru dengan beragam fitur yang dimiliki tentunya pun menarik perhatian kalangan masyarakat terutama bagi remaja awal untuk ikut menggunakannya. Remaja mulai menghabiskan lebih banyak waktu luang dengan media sosial, tak luput juga menjadikan media sosial sebagai lahan bekerja, berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Tentunya, hal ini memenrikan berbagai macam dampak kepada para remaja awal secara positif ataupun negatif. Penelitian ini dilakukan sebagai langkah lanjutan dalam mengatasi dampak yang diakibatkan oleh dampak dari penggunaan media sosial, khususnya pada dampak negative yang terjadi dari media sosial yang dapat mempengaruhi segi psikologis remaja. Salah satunya adalah kurangnya kepercayaan diri remaja akibat pendapat dari orang lain. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Variabel bebas dari penelitian ini yaitu intensitas menggunakan media sosial dan variabel tergantungnya adalah kepercayaan diri. Subjek penelitian adalah remaja awal di Denpasar dan dipilih secara random.
Analisis Wacana Kritis Fairclough dalam Wacana Pilpres 2024 (Studi Kasus Berita di Instagram @Pinterpolitik) Siti Fatimah Nur Azmah; Siti Ansoriyah; Ilza Mayumi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 2 (2023): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i2.200

Abstract

Tulisan ini menganalisis teks poilitik pada akun instagram @pinterpolitik dalam wacana kampanye pilpres 2024. Tulisan ini menggunakan analisis wacana kritis atau biasa disebut dengan critical discourse analysis dari Norman Fairclough. Fairclough menjelaskan bahwa sebuah teks tidak terlepas dari praktik diskursus dan keadaan sosiokultural. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan penjelasan deskripsi. Data yang peneliti ambil adalah konten berita mengenai wacana kampanye pilpres pada akun instagram @Pinterpolitik yang dapat dikembangkan dan dibuktikan dengan ilmu pengetahuan bahasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa wacana kampanye pilpres 2024 pada media sosial tidak dapat dilepaskan dari bagaimana teks diproduksi, serta sikap-sikap netizen yang menerima berita ataupun tidak. Kemudian, keadaan sosiokultural yang mempengaruhi teks berlangsung di antaranya; hadirnya fenomena perbedaan struktur antara ketua dan anggota, atau senior dan junior sebagai dimensi situsasional serta fenomena di Indonesia pada saat kampanye setiap partai politik pasti berkoalisi dan membentuk kelompok sendiri untuk mendukung calon presiden mendatang. Teks yang memperlihatkan tokoh Ganjar dan Anies ini merupakan strategi pada calon untuk dapat menjadi orang nomor satu di Indonesia.
Pelatihan Empati Pada Remaja Yang Melakukan Bullying Di Lembaga X Putu Diana Wulandari; Ratih Saraswaty; Aritya Widianti; Ni Luh Kade Nadia Rastafary
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 2 (2023): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i2.213

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju masa dewasa. Pada masa remaja muncul sifat egoisentrisme, seperti perilaku bullying dan tindakan kekerasan. Pelaku bullying umumnya memiliki agresivitas yang tinggi dan kurang memiliki empati. Hal ini sejalan dengan tujuan penelitian, yaitu penggunaan pelatihan empati untuk menurunkan bullying pada remaja. Pelatihan yang dilakukan pada remaja menggunakan dua pendekatan yaitu psikoedukasi dan pendekatan perilaku melalui latihan kasus dan role play. Hasil pelatihan diukur menggunakan metode kuantitatif menggunakan dua kuesioner pretest dan posttest. Berdasarkan tabel hasil uji t-test di atas dapat diketahui bahwa hasil nilai Sig. sebesar 0,047 (p0,05), yang berarti bahwa terdapat penurunan perilaku bullying pada remaja setelah diberikan intervensi. Selain itu, pada kuesioner empati diketahui nilai Sig. sebesar 0,016 (p0,05). Hal ini berarti bahwa terdapat peningkatan empati remaja setelah diberikan intervensi. Berdasarkan roleplay yang dilakukan, para remaja dapat menemukan insight dari kasus dan roleplay yang dilakukan oleh teman-temannya.
Analisis Faktor Yang Memengaruhi Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (Apd) Pada Pekerja Arang Putih (White Charcoal) Di Pma Youngkwang Biomass Wahyuni Wahyuni; Asrul Asrul; Milna Chairunnisa Harahap
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 2 (2023): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i2.223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja arang putih (white charcoal) di PMA Youngkwang Biomass. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan statistik uji regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk variabel pengetahuan = 0,361, sikap = 0,018, ketersediaan APD = 0,016 dan pengawasan = 0,002, yang artinya sikap, ketersediaan APD dan pengawasan memiliki pengaruh terhadap kepatuhan penggunaan APD, sedangkan pengetahuan tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan penggunaan APD. Variabel yang paling besar memiliki pengaruh terhadap kepatuhan penggunaan APD yaitu variabel pengawasan, dimana pengawasan yang tidak baik cenderung 25 kali lipat memiliki pengaruh terhadap kepatuhan penggunaan APD pada pekerja di PMA Youngkwang Biomass. Ada pengaruh sikap, ketersediaan APD dan pengawasan terhadap kepatuhan penggunaan APD, sedangkan pengetahuan tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan penggunaan APD. Perlu adanya sosialisasi dan pelatihan mengenai penggunaan APD pada pekerja agar pekerja memiliki kesadaran akan pentingnya penggunaan APD ketika bekerja.
Pengaruh Konformitas Teman Sebaya Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Remaja Azizah Bestari Mulindra; Lita Ariani
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 2 (2023): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i2.201

Abstract

Perilaku konsumtif remaja erat kaitannya dengan pengaruh kelompok, khususnya konformitas. Remaja berusaha untuk diterima oleh lingkungannya karena mereka ingin keberadaannya dilihat dan diakui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konformitas teman sebaya terhadap perilaku konsumtif pada remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Kota Banjarmasin. Pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu, Skala Perilaku Konsumtif 31 item (α=0,955) dan Skala Konformitas Teman Sebaya 22 item (α=0,887). Subjek penelitian adalah remaja di Kota Banjarmasin dengan jumlah subjek 200 orang dengan penentuan sampel menggunakan Non-probability Sampling dengan cara Purposive Sampling.  Menurut analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan uji statistik, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh dengan arah yang positif dan signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku konsumtif pada remaja. Hal ini terlihat dari hasil yang ditunjukkan pada uji regresi linier sederhana diperoleh nilai F yaitu 35,506 dan tingkat signifikasi 0,0000,05 yang artinya konformitas teman sebaya berpengaruh terhadap perilaku konsumtif dan nilai koefisien determinasi / R Square diperoleh sebesar 0,152 yang berarti pengaruh konformitas teman sebaya terhadap perilaku konsumtif adalah sebesar 15,2%. 
Review Literatur: Acceptance and Commitment Therapy (Teori dan Aplikasi) Atika Mentari Nataya Nasution
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 2 (2023): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i2.215

Abstract

ACT adalah sebuah terapi psikologis yang merupakan pengembangan generasi ketiga dari terapi perilaku dan kognitif. Tujuan ACT yang dicapai yakni menumbuhkan fleksibilitas psikologis individu. Fleksibilitas psikologis ini diartikan sebagai secara psikologis, individu berada pada masa sekarang yang sepeunuhnya memiliki kesadaran akan situasi, adanya perubahan perilaku ataupun memiliki pertahanan demi mencapai nilai-nilai kehidupan. Tujuan ini dapat diraih dengan (1) meningkatkan penerimaan (acceptance), (2) meningkatkan defuse kognitif, (3) meyakini bahwa tidak diperlukan untuk bergantung kepada opini orang lain, (4) sadar pada masa sekarang serta memiliki kemampuan diri untuk berproses, (5) memiliki nilai-nilai kehidupan sebagai tujuan kehidupan, (6) memiliki strategi untuk bertahan ataupun mengubah perilaku sesuai dengan nilai kehidupan yang dimiliki. Desain penelitian ini penelitian deskriptif dengan metode literature review. Pada penelitian ini, sumber literature review berdasarkan pada jurnal berbasis internasional dan nasional berjumlah 10 jurnal. Penerapan ACT sudah cukup luas untuk menyelesaikan berbagai masalah psikologis dengan rentang perkembangan yang cukup luas pula. Keenam prinsip ACT menjadi pilar utama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan psikologis. ACT membantu individu mencapai fleksibilitas psikologis di dalam dirinya sehingga mendorong individu untuk tetap bertahan dan berjuang dalam menyelesaikan masalah di hidupnya.
Self Efficacy dan Positive Affect: Apakah ada pengaruhnya terhadap Self Regulated Learning Mujidin Mujidin; Husnul Khotimah Rustam; Nurbowo Budi Utomo
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 2 (2023): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i2.205

Abstract

Kegiatan siswa tidak lepas dari tuntutan akademiknya. Namun, mereka sering memiliki masalah dengan pembelajaran mandiri – masalah mendasar yang perlu dipecahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah efikasi diri dan afek positif berpengaruh terhadap self regulated learning. Self-efficacy meningkatkan moral siswa. Pernyataan ini didukung oleh temuan kami dari 167 siswa, yang menyoroti bahwa self-efficacy dan pengaruh positif secara positif mempengaruhi self-regulated learning. Tiga alat ukur yang digunakan: skala pengaturan diri (37 item), skala efikasi diri (36 item), dan skala pengaruh positif (38 item). Temuan kami mengungkapkan bahwa siswa dengan self-efficacy tinggi akan lebih percaya diri dalam menyelesaikan tugas dibandingkan dengan self-efficacy rendah. Dengan demikian, guru dan orang tua dapat meningkatkan efikasi diri siswa dengan membatasi faktor-faktor negatif yang mengganggu peningkatan efikasi diri, seperti kecemasan. Selain itu, dapat mendorong tumbuhnya faktor-faktor positif seperti memfasilitasi perkembangan kondisi fisik siswa yang prima. Selain itu, pengaruh positif meningkatkan pikiran positif, yang dapat membantu siswa menyelesaikan tugas mereka, memperoleh prestasi, dan meningkatkan keterlibatan aktif dan kemandirian mereka. Implikasi dan saran untuk penelitian masa depan akan dibahas lebih lanjut.
Hubungan Pola Asuh Demokratis Dengan Self-Regulated Learning Pada Siswa SMPIT Nurul Ilmi Medan Eva Yulina
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 2 (2023): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i2.216

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh demokratis dengan self-regulated learning. Metode penelitian ini metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini 30 siswa dengan sampel 30 siswa. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik total sampling. Berdasarkan hasil uji korelasi product moment diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi variabel pola asuh demokratis dan self-regulated learning sebesar 0.000 0.05. Hal tersebut menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh demokratis dengan self-regulated learning pada siswa. Nilai pearson correlation yang diperoleh antara pola asuh demokratis dengan self-regulated learning sebesar 0.647. Hal tersebut menjelaskan bahwa variabel pola asuh demokratis dengan self-regulated learning memiliki korelasi yang positif dengan koefisien korelasi yang sangat kuat. Nilai koefisien determinan yang didapat yaitu 0,418 atau sebesar 41,8% pengaruh pola asuh demokratis terhadap self-regulated learning. Berdasarkan nilai koefisien determinan dapat diketahui bahwa pengaruh pola asuh demokratis terhadap self-regulated learning sebesar 41,8% dan 58,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.

Page 1 of 2 | Total Record : 11