cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol 17, no 1 (2020): inovasi kurikulum, february 2020" : 6 Documents clear
Tinjauan Terhadap Kurikulum Pendidikan Profesi Psikolog di Indonesia Delila Saskia Puspitarona
Inovasi Kurikulum Vol 17, No 1 (2020): Inovasi Kurikulum, February 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1575.954 KB) | DOI: 10.17509/jik.v17i1.36836

Abstract

Pendidikan profesi psikolog menjadi pendidikan yang cukup diminati di Indonesia di samping pendidikan profesi kedokteran dan pendidikan profesi guru. Tentu untuk menjaga kualitas lulusan, pendidikan profesi psikolog telah melakukan berbagai kajian dan komparasi baik dalam aspek kurikulum dan tenaga pendidiknya. Sampai saat ini perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesi psikolog masih terbatas di Indonesia. Hal ini merupakan salah satu wujud dari para pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas program profesi psikolog agar para lulusan yang akan terjun ke lapangan benar-benar dihasilkan dari program studi yang memenuhi standar. Seperti apakah pendidikan profesi psikolog di Indonesia? Artikel ini akan mengkaji mengenai riwayat dan situasi saat ini dari program pendidikan psikologi di Indonesia.Kata Kunci: Pendidikan Profesi; Pendidikan Profesi Psikolog; Profesi; Psikolog; Psikologi; Pendidikan Profesi Psikolog Indonesia AbstractProfessional psychology education is an education that is in demand in Indonesia in addition to medical professional education and teacher professional education. Of course, to maintain the quality of graduates, psychologist professional education has conducted various studies and comparisons both in terms of curriculum and teaching staff. Until now, universities that provide psychology professional education are still limited in Indonesia. This is a manifestation of the stakeholders in maintaining the quality of the psychologist professional program so that the graduates who will enter the field are actually produced from study programs that meet the standards. What is the psychologist's professional education like in Indonesia? This article will examine the history and situation of psychology education programs in Indonesia.
Peningkatan Profesional Guru Melalui Pelatihan Pendekatan Kemitraan R. Rayendra
Inovasi Kurikulum Vol 17, No 1 (2020): Inovasi Kurikulum, February 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1682.091 KB) | DOI: 10.17509/jik.v17i1.36892

Abstract

Pengembangan SDM guru dan tenaga kependidikan bertujuan memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap individu sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan di sekolah. Pembinaan kemitraan melibatkan pelatihan satu lawan satu dari seorang guru oleh pelatih dengan tujuan untuk memperbaiki pengajaran dan pembelajaran siswa. Penerapan program pembinaan instruksional secara efektif adalah fokus pada pendekatan kemitraan. Pelatih instruksional memberikan kontribusi yang sangat penting untuk perbaikan sekolah dengan bermitra dengan guru untuk membantu mereka menemukan cara yang lebih baik untuk menjangkau lebih banyak siswaKata Kunci: Profesional Guru; Pelatihan; Pendekatan Kemitraan AbstractThe development of human resources for teachers and education personnel aims to provide opportunities for teachers and education personnel to develop and express themselves according to the needs, talents, and interests of each individual in accordance with the conditions needed in schools. Partnership building involves one-on-one training of a teacher by a trainer with the aim of improving student teaching and learning. The implementation of an effective instructional coaching program is a focus on a partnership approach. Instructional trainers make a critical contribution to school improvement by partnering with teachers to help them find better ways to reach more students.
Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pariwisata Woro Priatini
Inovasi Kurikulum Vol 17, No 1 (2020): Inovasi Kurikulum, February 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2192.123 KB) | DOI: 10.17509/jik.v17i1.36770

Abstract

Sektor pariwisata menghasilkan devisa bagi negara. Dalam perkembangannya, terdapat sejumlah tantangan dan hambatan. Demikian pula, sektor pendidikan mempunyai kondisi yang sama. Untuk itu, perlu dilakukan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kepariwisataan memiliki kompetensi meliputi Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan Keprofesian Guru. Kegiatan akademik semester pertama lokakarya pengembangan perangkat pembelajaran, presentasi hasil pengembangan perangkat pembelajaran, dan peer-teaching, serta pendalaman atau penguatan materi bidang studi/keahlian. Kegiatan akademik semester kedua berupa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dan bagi PPG kejuruan ada kegiatan praktik di industri. Dengan program tersebut, diharapkan PPG Pariwisata memberikan penguasaan pedagogik, dan program keahlian khusus kepariwisataan.Kata Kunci: Guru Pariwisata; Pariwisat;, Pendidikan Profesi Guru (PPG) AbstractThe tourism sector generates foreign exchange for the country. In its development, there are a number of challenges and obstacles. Likewise, the education sector has the same conditions. For this reason, it is necessary to carry out a Tourism Professional Teacher Education (PPG) program that has competencies covering attitudes, knowledge and professional skills of teachers. The academic activities of the first semester are workshops on developing learning tools, presentations of the results of developing learning tools, and peer teaching, as well as deepening or strengthening material in the field of study/skills. The second semester academic activities are in the form of Field Experience Practice (PPL), Classroom Action Research (PTK), and for vocational PPG, there are practical activities in industry. With this program, it is hoped that PPG Tourism will provide pedagogic mastery and special tourism expertise programs.
Pendidikan Profesi Pengembang Kurikulum Anita Yosepha
Inovasi Kurikulum Vol 17, No 1 (2020): Inovasi Kurikulum, February 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1780.76 KB) | DOI: 10.17509/jik.v17i1.36906

Abstract

Pendidikan profesi merupakan sebuah bagian dari jenis pendidikan di Indonesia. Ada banyak profesi yang berkembang di masyarakat. Tujuan dari pendidikan profesi adalah menyiapkan tenaga-tenaga profesional sesuai dengan bidangnya. Pendidikan profesi diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Salah satu program studi yang diselenggarakan perguruan tinggi adalah Program Studi Pengembangan Kurikulum. Pada masa ini, Pengembangan Kurikulum belum menjadi sebuah profesi resmi yang diakui pemerintah. Melalui studi pustaka dalam artikel ini, ditemukan bahwa sebenarnya Program Pengembangan Kurikulum dapat dijadikan dan disahkan sebagai sebuah profesi.Kata Kunci: Kurikulum, Pendidikan Profesi, Program Pengembangan Kurikulum AbstractProfessional education is a part of the type of education in Indonesia. Many professions develop in society. The purpose of professional education is to prepare professional personnel for their fields. Professional education is organized by universities. One of the study programs organized by the university is the Curriculum Development Study Program. At this time, Curriculum Development has not become an official profession recognized by the government. Through the literature study in this article, it was found that the Curriculum Development Program can be made and ratified as a profession.
Model Pendidikan Profesi Guru (PPG) Vokasi Mustika Nuramalia Handayani; As’ari Djohar
Inovasi Kurikulum Vol 17, No 1 (2020): Inovasi Kurikulum, February 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2980.522 KB) | DOI: 10.17509/jik.v17i1.36805

Abstract

Guru di setiap jenjang pendidikan harus memiliki sertifikat profesi pendidik yang diperoleh melalui pendidikan profesi begitu pun dengan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penyediaan guru SMK profesional merupakan salah satu tugas khusus dalam revitalisasi SMK. Pendidikan Profesi Guru Vokasi (PPGV) diharapkan dapat menghasilkan guru-guru profesional untuk mendidik generasi unggul dan kompetitif. Model PPGV di Indonesia saat ini menggunakan model konkuren dan konsekutif. PPGV Dalam Jabatan menggunakan model konkuren di mana dalam kurikulumnya memuat keilmuan bidang studi dan pendidikan. PPGV Pra Jabatan menggunakan model konsekutif di mana dalam kurikulumnya memuat keilmuan pendidikan, sedangkan keilmuan bidang studi telah dipelajari sebelumnya pada pendidikan sarjana oleh mayoritas peserta PPG Pra Jabatan yang didominasi oleh sarjana non pendidikanKata Kunci: Model Pendidikan Profesi Guru; Konkuren; Konsekutif AbstractTeachers at every level of education must have a professional educator certificate obtained through professional education as well as vocational high school (SMK) teachers. The provision of professional vocational teachers is one of the special tasks in the revitalization of vocational schools. Vocational Teacher Professional Education (PPGV) is expected to produce professional teachers to educate a superior and competitive generation. The PPGV model in Indonesia currently uses concurrent and consecutive models. PPGV In Position uses a concurrent model where the curriculum contains scientific fields of study and education. Pre-Service PPGV uses a consecutive model in which the curriculum contains educational science, while the field of study has been previously studied in undergraduate education by the majority of Pre-Service PPG participants who are dominated by non-educational scholars.
Menaklukan Dunia Kerja melalui Pendidikan Profesi Guru Bahasa Inggris Fegy Lestari; M. Mukhidin
Inovasi Kurikulum Vol 17, No 1 (2020): Inovasi Kurikulum, February 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2039.266 KB) | DOI: 10.17509/jik.v17i1.36806

Abstract

Tuntutan dunia kerja yang semakin membuat msyarakat memutar otak, agar dapat mewujudkan mimpinya. Perkembangan globalisasi yang menghadirkan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ditengah-tengah masyarakat yang menyebabkan persaingan bebas disegala sektor dan tidak luput di sektor pendidikan. Indonesia merupakan negara ASEAN, yang berarti harus mempersiapkan masyarakat dengan kemampuan dan keterampilan dalam bersaing di dunia kerja. Selain itu, juga harus mempersiapkan pendidik (guru) lokal memiliki profesionalisme yang tinggi yang dapat bersaing dengan tenaga asing. Salah satu upaya pemerintah adalah menciptakan program pendidikan profesi guru (PPG) di sektor pendidikan. Memiliki guru yang berkualitas adalah harapan setiap masyarakat agar dapat menciptakan lulusan-lulusan yang berkualitas yang mampu bersaing baik secara nasional maupun internasional. Salah satu PPG yang dapat menjembatani dengan dunia internasional adalah PPG bahasa Inggris, dimana lulusan-lulusan yangberkualitas dapat mengaplikasikan kemampuan berbahasa Inggris dapat lahir dari seorang guru yang memiliki kompetensi berbahasa Inggris dengan baik dan benar.Kata Kunci: Tuntutan dunia kerja; MEA; PPG; Guru dan Lulusan yang berkualitas AbstractThe demands of the world of work are increasingly making people rack their brains, in order to realize their dreams. The development of globalization that presents the Asean Economic Community (MEA) in the midst of society that causes free competition in all sectors and does not escape the education sector. Indonesia is an ASEAN country, which means it must prepare people with the ability and skills to compete in the world of work. In addition, it must also prepare local educators (teachers) to have high professionalism who can compete with foreign workers. One of the government's efforts is to create a teacher professional education (PPG) program in the education sector. Having quality teachers is the hope of every society in order to create quality graduates who are able to compete both nationally and internationally. One of the PPGs that can bridge the international community is the English PPG, where quality graduates who can apply English language skills can be born from a teacher who has good and correct English competence.

Page 1 of 1 | Total Record : 6