cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 11 Documents
Search results for , issue "vol 18, no 1 (2021): inovasi kurikulum, february 2021" : 11 Documents clear
Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp sebagai Sirkulasi Sumber Belajar di Perpustakaan Tasyaa Yuliani; Hafsah Nugraha
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2250.209 KB) | DOI: 10.17509/jik.v18i1.36264

Abstract

Perpustakaan tidak hanya terbatas sebagai sebuah gedung tempat menyimpan buku. Perpustakaan dapat digambarkan sebagai lembaga sumber informasi, baik cetak maupun non cetak. Koleksi perpustakaan menjadi salah satu sumber belajar yang diperlukan oleh civitas academica khususnya di lingkungan UPI Kamda Sumedang. Koleksi-koleksi yang ada di Perpustakaan UPI Kamda Sumedang digunakan untuk bahan ajar yang mendukung proses pembelajaran dengan menyediakan berbagai macam sumber rujukan berupa buku, jurnal maupun layanan lain yang dapat menunjang kegiatan perpustakaan di Perguruan Tinggi. Di masa pandemi Covid-19 ini terdapat banyak perubahan yang terjadi. Perpustakaan sebagai bagian dari sektor pendidikan juga ikut terdampak terhadap keadaan ini. Aplikasi WhatsApp adalah salah satu media sosial yang banyak digunakan oleh mayoritas masyarakat di Indonesia. WhatsApp dianggap sebagai aplikasi yang mudah digunakan untuk tetap menjalin komunikasi dengan orang lain. Hal itulah yang diadaptasi oleh Perpustakaan UPI Kamda Sumedang, di mana perpustakaan kemudian memanfaatkan aplikasi WhatsApp sebagai sirkulasi sumber belajar untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Penyediaan sumber belajar bagi civitas academika UPI Kamda Sumedang harus tetap dilakukan karena kegiatan pembelajaran juga tetap berlangsung meskipun di tengah pandemi. Harapannya, aplikasi WhatsApp yang digunakan di perpustakaan dapat lebih ditingkatkan lagi, agar dapat membuat pemanfaatannya menjadi lebih mudah serta dapat membuat pemustaka menjadi lebih nyaman dalam menggunakan aplikasi WhatsApp untuk menghubungi pihak perpustakaan.Kata Kunci: Aplikasi WhatsApp, Perpustakaan; Sirkulasi; Sumber Belajar The library is not only limited as a building to store books. Libraries can be described as sources of information, both printed and non-printed. Library collections are one of the learning resources needed by the academic community, especially in the UPI Kamda Sumedang environment. The collections in the UPI Kamda Sumedang Library are used for learning materials that support the learning process by providing various reference sources in the form of books, journals and other services that can support library activities in universities. During the Covid-19 pandemic, many changes have occurred. Libraries as part of the education sector are also affected by this situation. The WhatsApp application is one of the social media that is widely used by the majority of people in Indonesia. WhatsApp is considered an easy-to-use application to stay in touch with other people. This was adapted by the UPI Kamda Sumedang Library, where the library then used the WhatsApp application as a circulation of learning resources to meet the information needs of users. The provision of learning resources for the academic community of UPI Kamda Sumedang must still be carried out because learning activities also continue even in the midst of a pandemic. It is hoped that the WhatsApp application used in the library can be further improved, in order to make its use easier and to make users more comfortable using the WhatsApp application to contact the library.
Pelaksanaan Kurikulum Jenjang Pendidikan Tinggi pada Era Revolusi Industri 4.0 Melalui Blended Learning Dadi Mulyadi
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2433.423 KB) | DOI: 10.17509/jik.v18i1.36287

Abstract

Pendidikan tinggi menghadapi tantangan Perguruan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0. Pendidikan tinggi memiliki kewajiban untuk terus berinovasi dalam berbagai aspek, salah satunya seperti kurikulum. Maka dari itu rekonstruksi kurikulum pendidikan tinggi dalam menghadapi revolusi industri merupakan hal yang penting seperti mendesain kurikulum dengan keahlian berbasis digital dan pendekatan human digital. Kurikulum disusun sedemikian rupa yang memungkinkan siswa melakukan beraneka ragam kegiatan belajar. Kurikulum perlu dilakukan pengelolaan agar proses pencapaian titik akhir dapat dicapai dengan baik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi pustaka, yaitu dengan mengumpulkan serta mengolah berbagai sumber untuk dapat kemudian ditarik kesimpulan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa salah satu inti manajemen yang utama di sekolah adalah manajemen kurikulum, karena pada dasarnya manajemen kurikulum memiliki prinsip agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Perguruan tinggi dalam menyusun atau mengembangkan kurikulum, wajib mengacu pada KKNI dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Proses belajar mengajar di perguruan tinggi perlu memadukan teknologi khususnya informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Pembelajaran bauran atau blended learning muncul sebagai respon dari perkembangan teknologi yang tidak terelakan. Blended learning sebagai kombinasi antara e-learning dengan direct face-to-face learning yang memberikan potensi peningkatan pengalaman belajar mahasiswa lebih baikKata Kunci: Manajemen Kurikulum; Pendidikan Tinggi; Pembelajaran Campuran Higher education faces the challenges of Higher Education in the Era of Industrial Revolution 4.0. Higher education has an obligation to continue to innovate in various aspects, one of which is the curriculum. Therefore, reconstruction of the higher education curriculum in the face of the industrial revolution is important, such as designing a curriculum with digital-based expertise and a digital human approach. The curriculum is structured in such a way that it allows students to carry out a variety of learning activities. The Curriculum needs to be managed so that the process of achieving the end point can be achieved properly. The method used in this research is literature study, namely by collecting and processing various sources so that conclusions can then be drawn. In this study it was found that one of the main management cores in schools is curriculum management, because basically curriculum management has a principle so that learning can be carried out well. Higher education in compiling or developing a curriculum, must refer to the KKNI and the National Higher Education Standards. The teaching and learning process in higher education needs to combine technology, especially information and communication in learning. Mixed learning or blended learning emerged as a response to the inevitable development of technology. Blended learning as a combination of e-learning with direct face-to-face learning that provide the potential to improve the student learning experience better
Pengelompokan Berdasarkan Kemampuan (Ability Grouping) dan Dampaknya bagi Peserta Didik R. Risdiyanto
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2245.261 KB) | DOI: 10.17509/jik.v18i1.36405

Abstract

Pengelompokan siswa di sekolah berdasarkan kemampuan siswa atau prestasi masa lalu telah dibahas sejak lama tetapi masih relevan dengan konteks pendidikan saat ini. Sistem seperti itu telah dipromosikan oleh beberapa peneliti pendidikan karena manfaatnya bagi siswa dan guru. Di antara manfaatnya adalah efektivitas pengajaran mengingat guru akan memiliki siswa dengan kecepatan belajar yang homogen dan memungkinkan sekolah untuk memberikan dukungan yang lebih baik bagi siswa yang berkemampuan lebih rendah. Di sisi lain, para ahli lain menentang metode tersebut dengan menyarankan bahwa itu akan mempromosikan segregasi sosial dan menurunkan motivasi siswa dengan prestasi masa lalu yang lebih rendah karena mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk melihat ke rekan-rekan mereka yang lebih baik yang duduk di kelas yang sama. Artikel ulasan ini akan merangkum pemahaman terkini tentang masalah ini baik dari sudut pandang, pro dan kontra.Kata Kunci: Ability Grouping; Pembelajaran; Metode Pembelajaran Grouping students in schools based on students’ ability or past achievements has been discussed for ages but still relevant to recent educational context. Such system that has been promoted by some educational researchers due to its benefit for students and teachers. Among the benefits are effectiveness of instruction considering that teacher will have students with homogenous learning pace and allowing school to give better support for lower-ability pupils. On the other hand, other experts are against the method by suggesting that it will promote social segregation and demotivate students with lower past achievement as they will not have a chance to look up to their better peers sitting in the same class. This review article will summarize current understanding of the issue in both point of view, the pros and cons.
Adaptasi Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Masa Pandemi Covid-19 M. Megandarisari
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1900.226 KB) | DOI: 10.17509/jik.v18i1.35868

Abstract

Covid-19 memberikan dampak pada berbagai bidang dan aspek kehidupan manusia, termasuk Pendidikan. Pendidikan Anak Usia Dini yang menerapkan sistem belajar dari rumah, tentu harus melakukan adaptasi pada kurikulum pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana proses adaptasi kurikulum pendidikan anak usia dini pada berbagai aspek, berikut dengan tantangan yang dihadapi oleh pihak-pihak yang terlibat dalam prosesnya, serta solusi alternatif untuk mengatasi berbagai hambatan yang ada. Pendekatan penelitian yang digunakan yakni penelitian kualitatif, dengan metode studi literatur. Dari hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa dalam kurikulum pada kondisi khusus untuk Pendidikan Anak Usia Dini yang telah dirancang oleh Kemendikbud, dijelaskan beberapa hal terkait pelaksanaan kurikulum, prinsip pembelajaran, sampai kepada asesmen pembelajaran di masa pandemi. Implementasi kurikulum pada kondisi khusus dapat berjalan secara optimal dengan adanya kerjasama yang baik antara para pihak yang terlibat dalam implementasi, antara lain pengelola sekolah, guru, peserta didik, serta orang tua yang mendampingi anak belajar di rumah.Kata Kunci: Kurikulum, Pendidikan Anak Usia Dini, Pandemi Covid-19 Covid-19 has an impact on various fields and aspects of human life, including education. Early Childhood Education that implements the learning from home’s system, need to adapt to the curriculum. This study aims to describe the process of adapting the early childhood education curriculum in various aspects, such as: the challenges faced by the parties involved in the process, as well as alternative solutions to overcome various existing obstacles. The research approach used is qualitative research, with literature study method. The conclusion of this research is in the curriculum in special conditions for Early Childhood Education that has been designed by the Ministry of Education and Culture, several things are explained related to curriculum implementation, learning principles, and also learning assessments during the pandemic. Curriculum implementation in special conditions could be implemented optimally when the peoples involved in implementation were able to collaborating well, including school managers, teachers, students, and parents who accompany children to study at home.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Video dalam Penyampaian Konten Pembelajaran Ratu Sylvia Ridwan; Isra Al-Aqsha; Ginanda Rahmadini
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3971.725 KB) | DOI: 10.17509/jik.v18i1.37653

Abstract

Dalam proses pembelajaran sering kali ditemukan hambatan-hambatan yang dialami oleh siswa. Hambatan tersebut dapat berupa siswa sulit menerjemahkan materi yang disampaikan guru karena penjelasan yang diberikan terlalu abstrak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan adanya media dalam mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai. Keberadaan media pembelajaran memberikan kemudahan bagi guru untuk menyampaikan konten pembelajaran. Media pembelajaran dituntut untuk selalu berkembang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu menghadirkan suasana kelas yang sesuai dengan perkembangan zaman. Media yang dapat digunakan salah satunya yaitu media video. Penelitian ini mencoba untuk mengkaji lebih lanjut terkait pemanfaatan media video dalam penyampaian konten pembelajaran dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur atas hasil-hasil penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil kajian, diperoleh bahwa media pembelajaran berbasis video dapat menjadi salah satu media pembelajaran yang dimanfaatkan oleh guru sebagai upaya untuk menyampaikan konten pembelajaran yang akan disampaikan dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: Media Pembelajaran; Video; Video Pembelajaran AbstractIn the learning process, students often encounter obstacles. These obstacles can be in the form of students having difficulty translating the material presented by the teacher because the explanation given is too abstract. To overcome these problems, it is necessary to have media in achieving appropriate learning objectives. The existence of learning media makes it easy for teachers to deliver learning content. Learning media are required to always develop following the development of science and technology in order to be able to present a classroom atmosphere that is in accordance with the times. One of the media that can be used is video media. This study tries to study further related to the use of video media in the delivery of learning content in the learning process. This study uses a literature study method on the results of previous studies. Based on the results of the study, it was found that video-based learning media can be one of the learning media used by teachers as an effort to convey learning content that will be delivered in the learning process.
Penguatan Peran Kepemimpinan Kurikulum (Curriculum Leadership) Wakil Kepala Sekolah dalam Mengimplementasikan Kepemimpinan Pembelajaran (Instructional Leadership) R. Rahmat; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2036.942 KB) | DOI: 10.17509/jik.v18i1.36013

Abstract

Saat ini kita berada di era revolusi industri 4.0, di mana revolusi tersebut akan memberikan dampak perubahan yang sangat signifikan di berbagai sektor khususnya tiga klaster: fisik, digital, dan biologi. Dengan kondisi demikian, maka tuntutan perubahan terhadap Lembaga pendidikan menjadi begitu besar. Pendidikan sebagai sebuah upaya mempersiapkan masa depan bangsa harus mampu menjawab tantangan ini. Dengan semakin kompleksnya permasalahan di abad ke-21 seperti dijelaskan di atas dan perlunya kepala sekolah menerapkan kepemimpinan instruksional maka diperlukan sebuah model kepemimpinan yang dapat mengintegrasikan keduanya untuk menjadi lebih produktif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) di mana peneliti menggunakan berbagai sumber rujukan dan dokumen yang dapat mendukung proses penelitian. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa kepala sekolah harus memiliki kemampuan kepemimpinan yang dapat mempengaruhi orang lain salah satu yakni wakil kepala sekolah bidang kurikulum sehingga diperlukan pembagian tugas dan kewenangan dalam implementasi kepemimpinan pembelajaran antara kepala sekolah dengan wakil bidang kurikulum dan dapat terlihat bahwa wakil kepala sekolah bidang kurikulum memiliki peranan sangat strategis dalam tata kelola implementasi kurikulum.Kata Kunci: Kepemimpinan, Kepemimpinan Kurikulum, Kepemimpinan Pembelajaran We are currently in the era of the industrial revolution 4.0, where this revolution will have a very significant impact on various sectors, especially three clusters: physical, digital, and biological. With these conditions, the demands for changes in educational institutions become so great. Education as an effort to prepare the nation's future must be able to answer this challenge. With the increasingly complex problems in the 21st century as described above and the importance of principals implementing instructional leadership, a leadership model is needed that can integrate the two to be more productive. This research uses library research by utilizing various reference sources and documents that can support the research process. In this study, it was found that the principal must have leadership abilities which can influence others, one of which is the vice principal in the curriculum field so that it is necessary to divide the tasks and authority in the implementation of learning leadership between the principal and the vice principal in the curriculum field and it can be seen that the vice principal in the field of curriculum The curriculum has a very strategic role in the governance of curriculum implementation.
Manajemen Kurikulum Pesantren Sains Muftia Fitri Fajriani
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4689.746 KB) | DOI: 10.17509/jik.v18i1.36042

Abstract

Pembelajaran di sekolah saat ini belum sampai ke tahap dimana terdapat kesimpulan mengenai keagungan dan kehebatan allah. Jarang terdapat sekolah yang mengaitkan fenomena-fenomena yang dipelajari dengan Tauhid Rububiyyah. Hal ini lah yang melatarbelakangi lahirnya Pesantren Sains di Sragen, yang menjadi sebuah inovasi pendidikan pesantren yang integral holistik. Sebagai Pesantren Sains yang merupakan salah satu bentuk aplikasi dari proyek integrasi antara Islam dan Sains, peneliti dalam penelitiannya bertujuan untuk dapat mengidentifikasi lebih lanjut terkait dengan manajemen kurikulum pesantren Sains Darul Ihsan Sragen. Penelitian ini menggunakan metode metode kualitatif dengan studi literatur (dokumen) atas hasil-hasil penelitian sebelumnya dan wawancara via telepon. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa manajemen kurikulum pesantren Sains Darul Ihsan Sragen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum, telah terlaksana dengan baik. Penilaian tersebut didasari dengan adanya program kerja, terlaksananya program, dilakukan pengawasan, serta terlaksananya proses pembelajaran dengan optimal. Selain itu Pesantren Sains ini memiliki kekhasan dan ciri tersendiri yang membedakan pesantren ini dengan lainnya.Kata Kunci: Manajemen Kurikulum; Kurikulum Pendidikan; Pesantren Sains Learning in schools today has not reached the stage where there are conclusions about the majesty and greatness of Allah. There are rarely schools that associate the phenomena studied with Rububiyyah Tawhid. This is the background of the birth of Science Islamic Boarding School in Sragen, which has become an integral holistic Islamic boarding school education innovation. As a Science Islamic Boarding School which is one form of application of the integration project between Islam and Science, researchers in their research aims to be able to identify further related to the curriculum management of Science Islamic Boarding School Darul Ihsan Sragen. This study uses qualitative methods with literature study (document) on previous research results and telephone interviews. The results of this study found that the curriculum management of Science Islamic Boarding School Ihsan Sragen including planning, organizing, implementation, and evaluation of the curriculum, has been carried out well. The assessment is based on the existence of a work program, the implementation of the program, supervision is carried out, and the optimal implementation of the learning process. In addition, this Science Islamic boarding school has its own characteristics and characteristics that distinguish this Science Islamic boarding school from others.
Implementasi Pembelajaran dengan Teknologi Video Based Learning Muhamad Haris Basyaev; Nur Azmi Afifah Diens; Metsa Fajrianti Kusumah Suwandi
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i1.42670

Abstract

Pada era revolusi industry 4.0, banyak dari kita yang memanfaatkan internet sebagai pekerjaan sehari-hari. Contohnya seperti kita browsing untuk tujuan pembelajaran, berjualan online, membuka social media, registrasi akun dan lain lain. Berbeda hal nya dengan cara belajar konvensional, peserta didik lebih diarahkan untuk membaca dari buku atau mendengarkan ceramah dari guru. Oleh karena itu, muncul suatu inovasi dalam metode pembelajaran yaitu dengan membuat video pembelajaran yang ditujukan agar peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang baru, tidak monoton dan menyenangkan. Hal ini pastinya akan membawa dampak positif dalam hasil belajar peserta didik. Untuk itu, kita harus dapat memanfaatkan teknologi yang ada di era 4.0 ini karena teknologi yang berikembang akan membawa dampak baik untuk pelajar. Hal ini juga akan meningkatkan kesadaran siswa bahwa belajar tidak hanya bisa dilakukan dengan menggunakan buku yang dipegang namun juga bisa menggunakan internet yang dapat mencari dan merangkum secara keseluruhan apapun yang kita lakukan terutama dengan memanfaatkan teknologi video pembelajaran. Video pembelajaran yang digunakan pun akan mencakup secara keseluruhan apa yang siswa butuhkan sehingga metode ini akan sangat efektiv jika digunakan pada pembelajaran di kelas apa lagi digunakan dalam pembelajaran jarak jauh. Oleh karena itu, pembuatan video pembelajaran untuk siswa bisa dikembangkan melalui sara internet yang mumpuni serta platform yang terpercaya agar pembelajaran bisa berjalan lebih bervariasi serta futuristic.Kata Kunci: Revolusi, Video, Konvensional, Inovasi, Browsing. AbstractIn the era of the industry revolution 4.0, many of us were making use of the Internet as a daily practice. For example, we browse for study purposes, sell online, open social media, account registrations and so on. In contrast to conventional learning, learners are more directed to read from books or to listen to lectures by teachers. Therefore, an innovation emerged in the learning method by creating a learning video aimed at getting learners new, unmonotonous, fun learning experience. This will definitely have a positive impact on learners' learning. Therefore, we must be able to take advantage of the technology that exists in this 4.0 era because developing technology will have a good impact on students. This will also increase students' awareness that learning can not only be done by using books that are held but can also use the internet which can search and summarize everything we do, especially by utilizing learning video technology. The learning videos used will also cover what students need in their entirety so that this method will be very effective if used in classroom learning, let alone used in distance learning. Therefore, making learning videos for students can be developed through qualified internet facilities and a trusted platform so that learning can run more varied and futuristic.
Pengaruh Teaching Factory Terhadap Kreatifitas, Kompetensi, serta Inovasi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Salma Firdaus; Fadhel Deas Mulyawan; Monica Fajriana
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i1.42672

Abstract

Artikel ini membahas penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh teaching factory terhadap kreativitas, kompetensi, serta inovasi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pengaruh penerapan teaching factory dengan kehadiran Technopark di sekolah menengah kejuruan yaitu mendorong siswa untuk berkreativitas, mengembangkan kompetensi, menghasilkan produk inovasi baru. Technopark merupakan kawasan industri yang dimana kelanjutan dari Teaching factory. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan pembelajaran yang berorientasi pada produksi yang berada pada level yang sama dengan industri. Pembelajaran ini dapat menciptakan lingkungan untuk siswa meraih pengalaman membuat produk, meningkatkan keterampilan, sehingga dapat menyeimbangkan kemampuan dan pengetahuan mereka. Populasi penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 11 Bandung yang mengikuti program Teaching Factory. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dan metode kuantitatif dengan instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner melalui Google Form. Kuesioner penelitian ini merupakan jenis kuesioner tertutup, dimana peneliti memberi kesempatan kepada responden untuk memberi pendapat atas pilihannya. Dari hasil penelitian terdapat 23 responden 84.4% menyatakan program teaching factory dapat berpengaruh terhadap kreativitas, kompetensi, serta inovasi siswa SMK, sedangkan 15.6% merasa kurang berpengaruh terhadap kreativitas, kompetensi, serta inovasi siswa SMK. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa teaching factory dapat menjadi suatu program yang mendukung pembelajaran siswa khususnya bagi siswa SMK. Karena dengan adanya program ini siswa dapat berkreativitas, berinovasi dan melatih kemampuannya secara langsung dalam mempersiapkan diri terjun ke dunia kerja. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah dan pihak sekolah lebih gencar lagi dalam pengadaan program ini di Sekolah Menengah Kejuruan agar masalah pendidikan kejuruan dapat teratasi.Kata Kunci: Siswa; Sekolah Menengah Kejuruan; Teaching Factory AbstractThis article discusses research that aims to determine the influence of teaching factory on creativity, competence, and innovation of vocational high school students. The influence of teaching factory with the presence of techno park in vocational high school is to encourage students to be creative, develop competencies, and to produce new innovative products. Technopark is an industrial area that is a continuation of teaching factory. The aim is to improve the quality of the education with production-oriented learning that is on the same level as industry. This learning can create an environment for students to gain experience in making products and improve skill so they can balance their abilities and knowledge. The population of this study was students of SMKN 11 Bandung who participated in the teaching factory program. This research uses the literature study method and quantitative method with data collection instruments using questionnaires through google forms. This research questionnaire is a type of closed questionnaire, where the researcher allows the respondent to give an opinion on their choice. Results of the study from 23 respondents 84,4% stated that the teaching factory affects the creativity, competence, and innovation of vocational students, while 15,6% stated that it had less effect on creativity, competence, and innovation of vocational students. From the result of this study, it can be concluded that teaching factory can be a program that supports student learning, especially for vocational school students. Because with this program students can be more creative, innovative, and practice their abilities directly in preparing themselves to enter the workplace. Therefore, it’s hoped that the government and schools will be more aggressive in adding this program in vocational high school so that the problem in vocational high school can be resolved with this program students can be creative, innovate and practice their abilities directly in preparing themselves to enter the world of work. Therefore, it is hoped that the government and schools will be more aggressive in procuring this program in Vocational High Schools so that the problem of vocational education can be resolved.
Pembuatan Media Pembelajaran dengan Video Based Learning pada Peserta Didik Muhammad Raihan Ramadhan; Nabil Dany Ferdian; Muhammad Rizky Pratama
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i1.42676

Abstract

Dalam pelaksanaan pembelajaran di dunia pendidikan, masalah yang dating akan terus terjadi dan harus kita cari solusinya agar dapat diatasi. Permasalahan yang diakibatkan karena kurangnya kejelasan tentang materi yang diajarkan kepada peserta didik. Salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan media. Media dalam pembelajaran ini merupakan media yang dapat menyalurkan pesan sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar-mengajar pada peserta didik. Adapun jenis dari media pembelajaran diantaranya adalah media visual, media audio, media audiovisual, media berbasis komputer, dan media sederhana. Untuk mengatasi masalah pendidikan terutama pada peserta didik yang memiliki kemampuan belajar visual maupun auditif dapat diatasi dengan menggunakan media video pembelajaran. Video pembelajaran sendiri adalah sebuah media yang dapat menampilkan suatu objek yang bergerak bersamaan dengan suara yang dihasilkan. Dalam pembuatan video pembelajaran terdapat hal-hal yang harus diperhatikan agar sebuah media tersebut layak untuk dapat diberikan kepada peserta didik dari mulai menganalisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik, menentukan kompetensi yang akan dicapai, merumuskan butir materi, membuat garis besar pengembangan media, membuat media, evaluasi dan revisi media. Media pembelajaran dengan basis Video learning juga berjalan seiring perkembangan arus zaman yang ada saat ini. Hal tersebut mendukung siswa serta menarik para pengajar untuk mempelajari hal baru demi terlaksananya keefisienan serta keefektifan dalam belajar.Kata Kunci: Media Pembelajaran; Masalah Pendidikan; Video Pembelajaran; Karakteristik Peserta Didik AbstractIn the implementation of learning in the world of education, the problems that come are going to keep coming and we have to figure out the solutions to solve them. The issues that result from the lack of clarity about the material that is taught to the learners. One solution that can be solve the problem by using media. Media in learning, is a medium that can be a channel for the message that can foster the creation of learning to teach to learners. As for the kinds of learning media, they include visual media, audio media, audiovisual media, computer-based media, dan simple media. For education problems, especially in learners with both visual and auditory learning skills, can be overcome by using study videos. The self-study video is a medium that can display an object that moves together with the appropriate sound. In the making of a study video there are matters to take into account so that a medium is worthy to be given to learners from beginning to analyze the needs and characteristics of learners, determining competence to be achieved, formulating material articles, creating media development outlines, creating media, assessing, and revision of media. The instructional media with video-based learning is also runs along with the current of era development. It also support students and attract teachers to learn something new in order to conduct the efficiency and the effectiveness of learning.

Page 1 of 2 | Total Record : 11