cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 11 Documents
Search results for , issue "vol 18, no 2 (2021): inovasi kurikulum, august 2021" : 11 Documents clear
IMPLEMENTATION MODEL OF CURRICULUM DEVELOPMENT AND LEARNING DESIGN Nurhamzah CS
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.35804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran pada mata kuliah Tasawuf di Fakultas Tarbiyah IAI Latifah Mubarokiyah. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4-D dengan tiga tahap yang digunakan, yaitu tahap pendefinisian, tahap perancangan, dan tahap pengembangan. Data bersifat kualitatif dikumpulkan dari catatan validator dalam melakukan validasi dan data kuantitatif dikumpulkan melalui pedoman validasi dengan skala likert. Data kualitatif digunakan untuk melakukan perbaikan atas perangkat pembelajaran, sementara data kualitatif dianalisis dengan menggunakan statistik sederhana mencari nilai rerata kemudian ditafsirkan dengan menggunakan kriteria validasi. Hasil penelitian pada tahap pendefinisian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran RPS yang dibuat dosen belum lengkap yakni tidak ditemukan rancangan pengalaman belajar mahasiswa dan metode yang dituangkan tidak variatif, sementara RTM yang dibuat dosen belum memenuhi kriteria panduan RTM, sebab hanya menyajikan jenis penilaian, proses, hasil belajar, UTS, UAS dan penugasan. Pada tahap perancangan, dosen diminta untuk memperbaiki dengan merancang RPS dan RTM kembali sesuai dengan panduan. Pada tahap pengembangan RPS dan RTM dilakukan validasi dan diperbaiki sesuai dengan saran dan kritik validator. Tingkat validasi RPS diperoleh pada tingkat 3,38 terletak pada kategori sangat layak, dan tingkat validasi RTM diperoleh 3,58 terletak pada kategori sangat layak.Kata Kunci: Pengembangan; Kurikulum; RPS; RTM; Tasawuf AbstractThis study aims to develop learning plan for Sufism courses at the Tarbiyah Faculty of IAI Latifah Mubarokiyah. This research is development research using a 4-D model with three stages used, namely the definition stage, the design stage, and the development stage. Qualitative data were collected from the validator's records in conducting validation and quantitative data were collected through validation guidelines with a Likert scale. Qualitative data is used to make improvements to learning plan, while qualitative data is analyzed using simple statistics to find the average value and then interpreted using validation criteria. The results of the research at the definition stage show that the RPS made by the lecturers are not complete, there are no design for student learning experiences and the methods outlined are not varied, while the RTM made by the lecturer does not meet the criteria for the RTM guideline, because it only presents the types of assessments, processes, learning outcomes, UTS, UAS and assignments. At the design stage, lecturers were asked to improve by designing the RPS and RTM again according to the guidelines. At the development stage of RPS and RTM, validation is carried out and corrected according to the suggestions and criticisms of the validator. The RPS validation level obtained at the level of 3.38 lies in the very feasible category, and the RTM validation level obtained at 3.58 lies in the very feasible category.
Pengembangan Instrumen Analisis Kebutuhan Kurikulum Diklat Guru SLB Tunagrahita Pada Materi Pembelajaran Housekeeping Ayu Nimas Salmitri; Zainal Arifin; Gemala Herlistiana
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.37198

Abstract

Pengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan untuk melakukan sebuah transfer kepada siswa menjadikan sebuah pendidikan dan pelatihan (diklat) cukup dibutuhkan dalam pengembangan mutu seorang guru. Guru SLB memiliki peran untuk memberikan bekal untuk siswanya bekerja setelah lepas dari sekolah. Keterampilan tata graha / housekeeping merupakan kompetensi wajib dimiliki oleh anak tunagrahita di SLB, dengan kompetensi tersebut lulusan SLB dapat bersaing di dunia kerja. Analisis kebutuhan diklat (AKD) dilakukan sebelum diklat dilaksanakan, tujuannya ialah menjadikan diklat tepat sasaran, efektif dan efisien. Instrumen AKD merupakan bagian esensial dari pengumpulan informasi untuk AKD. Tidak tersedianya pedoman AKD untuk pelaksanaan diklat housekeeping untuk guru SLB tunagrahita, serta kebutuhan kompetensi housekeeping untuk mengajar dan membimbing siswa tunagrahita cukup tinggi, maka pengembangan instrumen AKD menjadi solusi yang cukup baik. Tujuan penelitian ini ialah mengembangkan instrumen analisis kebutuhan diklat guru SLB tunagrahita pada bidang housekeeping, sebagai upaya pengembangan diklat yang tepat sasaran, efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Design and Development (DnD) dengan langkah pengembangan yang melakukan uji validitas, uji reliabilitas, uji keterbacaan serta uji coba terbatas. Hasil dari pengembangan instrumen menghasilkan tanggapan baik dari responden terhadap hasil uji keterbacaan serta uji coba terbatasnya, secara umum pengembangan ini dikatakan layak digunakan untuk pengembangan kurikulum AKD.Kata Kunci: AKD; Guru SLB; Instrumen; Tata Graha; TunagrahitaAbstractContinuous professional development quite needed in developing the quality of a teacher. Special school (SC) teachers have the role of providing provisions for their students to work after leaving school. Housekeeping skills are mandatory competencies for intellectual disabilities, with these competencies special school graduates can compete in the world of work. Training Needs Analysis (TNA) is carried out before the training, the aim is to make the training right on target, effective and efficient. The TNA instrument is an essential part of gathering information for TNA. The unavailability of TNA guidelines for the implementation of housekeeping training for SC teachers, and the need for housekeeping competence to teach and guide intellectual disabilities is quite high, so the development of TNA instruments is a fairly good solution. The purpose of this study was to develop an instrument for analyzing the training needs of intellectual disabilities teachers in the field of housekeeping, as an effort to develop targeted, effective and efficient training. The method used in this research is Design and Development (DnD) with development steps is validity tests, reliability, readability and limited trials. The results of this research resulted in good responses from respondents, in general this development is said to be suitable for developing the TNA.
Efektivitas Penggunaan Kuis Interaktif Berbasis Video Conference Terhadap Pemahaman Materi Pada Mahasiswa Muhammad Raffy Maulana Gumelar; Ghea Putri Dwiyanti; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.36211

Abstract

Penyebaran virus Covid-19 masih terus berlangsung sehingga pembelajaran jarak jauh masih tetap diberlakukan. Salah satu metode yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi yaitu Video Conference. Selama menggunakan Video Conference, terdapat berbagai persoalan yang dinilai tidak efektif dalam segi kualitas pemahaman materi, dimana banyak mahasiswa yang merasa bosan selama pembelajaran berlangsung, serta proses pembelajaran yang tidak interaktif karena kurangnya interaksi antara pendidik dengan peserta didik, sehingga mengakibatkan rendahnya tingkat pemahaman pada mahasiswa. Dalam upaya menciptakan proses pembelajaran yang optimal dibutuhkan metode yang tidak membosankan, terdapat interaktivitas yang baik, serta dapat meningkatkan pemahaman. Maka dari itu, penulis tertarik untuk mengembangkan penelitian mengenai efektivitas penggunaan kuis interaktif berbasis Video Conference terhadap pemahaman materi pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan kuisioner sebagai instrument pengumpulan data. Subjek penelitiannya yaitu mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan angkatan 2020 sebanyak 31 sampel, dan peneliti menggunakan teknik uji analisis korelasi Rank Spearman. Hasil koefisien korelasi yang diperoleh yakni sebesar 0,482 yang terkategori cukup kuat. Angka tersebut menunjukan terdapat pengaruh antara penggunaan kuis interaktif berbasis Video Conference terhadap pemahaman materi pada mahasiswa. Kuis interaktif dinilai sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan, menarik dan mempermudah dalam menyampaikan materi, sehingga metode ini sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman pada mahasiswa.Kata Kunci: Kuis Interaktif; Pandemi Covid-19; Video Conference. AbstractThe spread of the Covid-19 virus is still ongoing so distance learning is still. One of the methods applied in universities is Video Conference. During using Video Conference, there problems that are considered fewer effective terms of the quality understanding the material, where many students feel bored, and learning process is not interactive due to lack interaction between educators and students, so resulting a low level of understanding. A method that is not dull, has good interactivity, and can increase student comprehension is required. A result, the authors want to research into the impact of using Video Conference interactive quizzes on student comprehension of material. Researcher uses a quantitative analysis process, with questionnaire data collection tool and uses the Spearman Rank correlation analysis test methodology. Subjects of this study were students of the Education Technology Study Program class of 2020, with a sample of 31 people. The correlation coefficient obtained is 0.482, including in the "good enough" group. This number shows the use of Video Conference interactive quizzes has effect on students' understanding of material. Interactive quizzes are considered as a fun, interesting and easy learning method in delivering material, so this method is very effective in increasing student understanding.
Pengaruh Media Interaktif Dalam Perkembangan Kegiatan Pembelajaran Pada Instansi Pendidikan Alfa Dadi Putra; Hasna Salsabila
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.36282

Abstract

Media pembelajaran konvensional sudah tertinggal dibandingkan dengan penggunaan media pembelajaran modern pada proses pembelajaran. Hal tersebut berdampak pada performa dan hasil belajar peserta didik. Media pembelajaran tersebut cenderung membosankan karena tidak menarik sehingga menyebabkan peserta didik tidak tertarik dan berakibat pada menurunnya kualitas hasil belajar. Proses belajar yang menyenangkan saat ini dibutuhkan oleh para peserta didik, tentunya dengan menggunakan media pembelajaran seperti media interaktif sebagai produk dari perkembangan teknologi . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh positif yang diberikan dari penggunaan media interaktif pada proses pembelajaran yang tentunya akan membawa perkembangan kegiatan pembelajaran ke arah yang positif melihat kemajuan teknologi dan perkembangan zaman yang semakin pesat mengharuskan penggunaan teknologi pada proses pembelajaran. Berdasarkan artikel-artikel penelitian yang telah dianalisis menggunakan metode studi literatur, media interaktif seperti Kahoot! dan Quizziz terbukti efektif untuk meningkatkan ketertarikan peserta didik dan memberikan hasil pembelajaran yang baik sehingga dapat membantu memenuhi kompetensi abad 21 sehingga dapat bersaing secara global.Kata Kunci: Media Pembelajaran ; Media Interaktif ; Perkembangan. AbstractConventional learning techniques have been left behind compared to the use of modern learning media in the learning process. This has an impact on the performance and learning outcomes of students. These techniques tend to be boring because they are not interesting, causing students to be uninterested and resulting in a decrease in the quality of learning outcomes. A fun learning process is currently needed by students, of course by using learning media such as interactive media as a product of technological developments. The purpose of this research is to find out the positive influence given by the use of interactive media on the learning process which will certainly bring the development of learning activities in a positive direction seeing technological advances and the development of an increasingly rapid era requiring the use of technology in the learning process Based on research articles that have been analyzed using the literature study method, interactive media such as Kahoot! and Quizziz has proven to be effective in increasing student interest and providing good learning outcomes so that it can help fulfill 21st century competencies so that they can compete globally.
Perbandingan Kurikulum Pendidikan Bidan di Indonesia, New Zaeland, dan Australia Ari Indra Susanti
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.36410

Abstract

Bidan adalah salah satu tenaga kesehatan sebagai profesi yang terus berkembang sehingga harus mengikuti perkembangan dan perubahan globalisasi. Era globalisasi menuntut tersedianya sumber daya manusia profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kurikulum pendidikan bidan berdasarkan kebutuhan perkembangan zaman dengan membandingkan kurikulum pendidikan bidan di Indonesia, New Zaeland, dan Australia. Metode yang digunakan pada penulisan artikel ini dengan menggunakan penelaahan literatue (literature riview) berupa proses penyusunana sintesis kepustakaan. Tahap yang dilakukan dengan menelusuri kepustakaan, menemukan ide utama setiap artikel, dan menuliskan dengan gaya paraphrase. Hal tersebut, dilakukan dengan mengumpulkan berbagai referensi berupa artikel-artikel ilmiah dan text book berdasarkan kajian tentang kurikulum pendidikan bidan di Negara Indonesia, New Zaeland, dan Australia. Dengan demikan, hasil kajian perbandingan kurikulum pendidikan bidan bertujuan untuk mengembangkan kurikulum pendidikan bidan yang dapat menghasilkan lulusan bidan profesional dalam memberikan asuhan yang berpusat pada wanita.Kata Kunci: Bidan, Kurikulum, Pendidikan Midwives are one of the health workers as a profession that continues to develop so that they must follow the developments and changes of globalization. The era of globalization demands the availability of professional human resources in providing services to the community. Therefore, it is necessary to develop a midwife education curriculum based on the needs of the times by comparing the midwife education curriculum in Indonesia, New Zealand, and Australia. The method used in writing this article uses a literature review in the form of a library synthesis compilation process. The stage was carried out by browsing the literature, finding the main idea of each article, and writing in a paraphrase style. This has done by collecting various references in the form of scientific articles and text books based on studies on the midwifery education curriculum in Indonesia, New Zealand, and Australia. Thus, the results of the comparative study of midwifery education curriculum aim to develop a midwife education curriculum that can produce professional midwife graduates in providing women-centred care.
Model Implementasi Kurikulum Ornstein dan Hunkins: (Modernisme dan Postmodernisme) La Ode Muhammad Safarudin; R. Rusman
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.36396

Abstract

Model Implementasi Kurikulum Ornstein dan Hunkins: (Modernisme dan Postmodernisme). Implementasi kurikulum adalah realisasi terhadap perencanaan kurikulum yang telah dibuat sebelumnya. Dalam melaksanakan kurikulum, segala macam ide harus dikonseptualisasikan dan diarahkan. Dalam menentukan arah penerapannya, kurikulum memerlukan model-model yang nantinya dapat dijadikan acuan, pedoman atau arahan bagi pergerakan kurikulum ke depan. Allan C. Ornstein dan Francis P. Hunkins dalam bukunya “Curriculum: Foundation, Princiles, and Issues”, edisi ke-7, memaparkan model-model penerapan kurikulum, yang dibagi menjadi dua kategori model, yaitu model yang beraliran modernis dan model beraliran postmodernis. Dalam artikel ini, peneliti akan melihat sejauh mana perbedaan antara kedua jenis kategori model tersebut, dan apa implikasinya bagi implementasi kurikulum di Indonesia. Penulis menggunakan metode studi literatur pada artkel ini, yakni tentang model-model implementasi kurikulum modernisme dan juga postmodernisme. Temuan dalam penelitian ini yaitu terdapat perbedaan di antara model model-model implementasi kurikulum tersebut (aliran modernisme dan aliran postmodernisme), dan juga model-model implemntasi kurikulum tersebut memberikan pengaruh terhadap perjalanan kurikulum di Indonesia.Kata kunci: Model Implementasi Kurikulum Ornstein-Hunkins, Modernisme, Postmodernisme Ornstein and Hunkins Curriculum Implementation Model: (Modernism and Postmodernism). Curriculum implementation is the implementation of the curriculum that has been planned. In implementing the curriculum, all kinds of ideas must be conceptualized and directed. In determining the direction of its application, the curriculum requires models that can later be used as references, guidelines or directions for future curriculum movements. Allan C. Ornstein and Francis P. Hunkins in their book "Curriculum: Foundation, Princiles, and Issues", 7th edition, describe curriculum implementation models, which are divided into two categories of models, namely modernist models and postmodernist models. . In this article, the researcher will look at the extent of the differences between the two types of model categories, and what the implications are for curriculum implementation in Indonesia. The writer used literature study method in this article about models of curriculum implementation of modernism and postmodernism. The findings in this study are that there are differences between the models of curriculum implementation (modernism and postmodernism), and also that these curriculum implementation models give an influence on the course of the curriculum in Indonesia.
Fungsi Manajemen Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sri Mariam; Dadang Sukirman
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.36457

Abstract

Pendidikan PAUD ialah pembelajaran berupa bimbingan serta pengetahuan dasar sesuai dengan tingkatan perkembangannya. Dalam proses pembelajaran nya dibutuhkan fungsi manajemen kurikulum yang dilaksanakan secara khusus. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fungsi manajemen kurikulum yang dilaksanakan di TK. Penelitian ini berangkat dari suatu kasus dalam manajemen kurikulum yakni kurangnya kualifikasi pendidik yang profesional, ketersediaan sarana prasarana, kepala sekolah yang tidak kompeten dalam merumuskan kurikulum dan lain sebagainya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Pengumpulan data berbentuk wawancara serta observasi dan literatur semacam buku, jurnal dari sumber terpercaya. Dalam perencanaan kurikulum Kepala Sekolah dan tenaga kependidikan menyusun tujuan serta kegiatan yang akan dilaksanakan. Muatan pembelajaran meliput nilai agama dan moral, kalimat pujian, sifat Tuhan dan ciptaan-ciptaan-NYA, membiasakan pengenalan benda-benda baru, lingkungan baru dan pembiasaan bertanya, pengenalan anggota tubuh, kebersihan dan makanan bergizi, menyapa guru, berani mengemukakan pendapat. Kegiatan pembelajaran berupa pembelajaran di kelas dan lingkungan. Pengawasan dan evaluasi dilakukan pada proses melaksanakan kurikulum baik ranah sekolah maupun tingkat kelas, sarana prasarana dan evaluasi hasil belajar peserta didik.Kata Kunci : Manajemen Kurikulum, Pendidikan Anak Usia Dini, Taman Kanak-Kanak PAUD education is learning in the form of guidance and basic knowledge according to the level of development. In the learning process, a curriculum management function is needed that is carried out specifically. This article aims to examine the functions of curriculum management implemented in kindergartens. This research departs from a case in curriculum management, namely the lack of professional educator qualifications, the availability of infrastructure, incompetent school principals in formulating curriculum and so on. The study used a qualitative approach and descriptive method. Data collection is in the form of interviews and observations and literature such as books, journals from trusted sources. In planning the curriculum, the principal and education staff prepare goals and activities to be carried out. The learning content includes religious and moral values, sentences of praise, the nature of God and His creations, getting used to the introduction of new objects, new environments and habituation to ask questions, introduction of body parts, cleanliness and nutritious food, greeting teachers, daring to express opinions. Learning activities in the form of learning in the classroom and the environment. Supervision and evaluation is carried out in the process of implementing the curriculum, both at the school and class level, infrastructure facilities and evaluating student learning outcomes.
Day Care Management Course Design Based on OBE and PjBL for Teacher Education of Early Childhood Education Program Azizah Muis; Laksmi Dewi
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.35713

Abstract

Sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pembelajaran, kurikulum perguruan tinggi terus diinovasikan untuk mencapai tujuan SDGs. Outcome-based Education (OBE) dan model Project-Based Learning (PjBL) merupakan strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan pendidikan dan pembelajaran di perguruan tinggi. Artikel ini mendeskripsikan tentang desain pengembangan mata kuliah Pengelolaan Taman Penitipan Anak (TPA) yang berbasis pada OBE dengan PjBL pada Program Studi S1 PG-PAUD. Rancangan pengembangan mata kuliah yang dijabarkan melalui Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dapat ditetapkan dan dikembangkan oleh dosen secara mandiri atau bersama dalam kelompok keahlian suatu bidang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi dalam PS. Rancangan ini merumuskan capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), sub-CPMK, dan analisis mata kuliah. Metode pembelajaran menggunakan model PjBL yang dirumuskan dalam enam tahapan, yaitu: (1) pendahuluan, (2) pertanyaan pendorong, (3) penyelidikan berkelanjutan, (4) refleksi pengalaman, (5) analisis dan revisi proyek, dan (6) penyajian proyek. Model tersebut menjadi sebuah inovasi kurikulum yang dapat meningkatkan profesionalisme lulusan S1-PGPAUD dalam mengelola TPA.Kata Kunci: Outcome-based Education; Project-Based Learning; Taman Penitipan Anak; S1 PG-PAUDAbstractTo improve the quality of education and learning services in universities, improvement of the curriculum is done continuously to achieve the goals of the SDGs. Outcome-Based Education (OBE) and project-based learning (PjBL) models are innovative instructional strategies to advance education and learning in higher education. This article describes the development design of Daycare Management courses based on OBE and PjBL Models in a bachelor's degree of Early Childhood Education Department. The course development plan can be determined and developed by the lecturers independently or together in a team of experts in the same fields of science and technology in the study program. The model includes determining graduate learning outcome (GLO), course learning outcome (CLO), subject learning outcome (sub-CLO), and course analysis. The learning method uses the PjBL model is formulated in six stages, namely: (1) introduction, (2) prompting questions, (3) ongoing investigation, (4) reflection on experience, (5) project analysis and revision, and (6) project presentation. This model becomes a curriculum innovation that can improve the professionalism of undergraduate students in managing daycare.
Evaluasi Pembelajaran Berbasis E-Learning Pada Jenjang Pendidikan Tinggi Fitria Fii Silmi Kaaffah Kamilia; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.37310

Abstract

Perkembangan teknologi menyebabkan perubahan pada pola pengajaran yang dilakukan di sejumlah lembaga pendidikan. E-learning sebagai moda pembelajaran yang dianggap efektif dalam meningkatkan kualitas belajar dan meningkatkan keterampilan digital pendidik dan juga peserta didik. Namun, saat ini manfaat dari mengadopsi sistem e-learning dalam pembelajaran di pendidikan tinggi masih belum terealisasi sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literatur berupa artikel jurnal dan prosiding yang diterbitkan pada rentang tahun 2011-2021 mengenai model evaluasi pembelajaran berbasis e-learning pada perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan merupakan deskriptif kualitatif untuk mencari fakta mengenai kerangka instrumen evaluasi yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas e-learning pada lembaga pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen penting dalam menyusun kerangka instrumen evaluasi e-learning mencakup: (1) keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan alat, (2) hakikat pedagogik pada pembelajaran elektronik, (3) ketersediaan sistem dukungan atau tenaga ahli teknis yang memiliki kemampuan khusus dalam mengelola platform e-learning, (2) keterampilan khusus dalam penggunaan e-learning, (5) pengaruh efikasi pengguna e-learning terhadap keberhasilan pelaksanaan pembelajaran.   Technological developments have led to changes in the pattern of teaching carried out in several educational institutions. E-learning is a learning tool that is considered an effective system to improve the quality of learning and improve educators' and students' digital skills. However, currently, the benefits of adopting an e-learning system in learning in higher education are still not fully realized. This study aims to analyze the literature in journal articles and proceedings published in the 2011-2021 range regarding the evaluation model of e-learning-based learning in universities. The research method used is descriptive qualitative to find facts about the framework of the evaluation instrument used to evaluate the effectiveness of e-learning in higher education institutions. The results of the study indicate that the essential components in developing the framework of the e-learning evaluation instrument include: (1) the involvement of various parties in the development of the tool, (2) the pedagogic nature of electronic learning, (3) the availability of a support system or technical experts who have special abilities in managing the e-learning platform, (2) specific skills in the use of e-learning, (5) the effect of e-learning user efficacy on the successful implementation of learning.
Korelasi Perhatian Orang Tua dengan Minat Belajar Siswa Kelas 2 Pada Mata Pelajaran Matematika Siti Aminatus Sholikhah; Ariga Bahrodin
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.39560

Abstract

Keluarga merupakan salah satu pusat pendidikan bagi seorang anak, apalagi dalam pendidikan orang tua merupakan sumber pendidik yang utama dan pertama bagi anak-anaknya. Berbagai faktor keluarga yang menimbulkan perbedaan kepribadian seorang anak mulai dari tingkat pendidikan orang tua, sikap perhatian dalam keluarga, realitas kehidupan sehari dalam keluarga dan lain-lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perhatian yang diberikan oleh orang tua siswa di kelas 2 MI Madinatul Ulum Mojokrapak, terhadap minat belajar mereka pada Mata Pelajaran Matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa terdapat pengaruh antara perhatian orang tua terhadap minat belajar siswa kelas 2 di MI Madinatul Ulum Mojokrapak Tembelang. 1) Berdasarkan hasil rekapitulasi perhatian orang tua masih 50% tergolong rendah. 2) Dari hasil minat belajar siswa kelas 2 pada mata pelajaran matematika di MI Madinatul Ulum menunjukkan bahwa hasil rekapitulasi 60% masih tergolong rendah 3) Dari hasil analisis data menunjukkan hubungan yang kuat antara pengaruh perhatian orang tua terhadap minat belajar siswa kelas 2 pada mata pelajaran matematika di MI Madinatul Ulum Mojokrapak Tembelang Jombang Terdapat hasil korelasi dengan sig 2. Tailed 0,008 dan correlation coefficient (koefisien korelasi) sebesar 0.575 terdapat hubungan positif yang kuat antara perhatian orang tua dengan minat belajar siswa kelas 2 maka Ha diterima dan H0 ditolak.Kata Kunci: Belajar; Minat; Orang tua; Perhatian AbstractThe family is one of the educational centers for a child, especially in education, parents are the main and first source of educators for their children. Various family factors that cause differences in the personality of a child ranging from the level of education of parents, the attitude of attention in the family, the reality of daily life in the family and others. This study aims to examine the effect of the attention given by parents in grade 2 MI Madinatul Ulum Mojokrapak, on their interest in learning in Mathematics. This type of research is correlational research using a quantitative approach. Based on the results of the study, it was found that there was an influence between parental attention and interest in learning for grade 2 students at MI Madinatul Ulum Mojokrapak Tembelang. 1) Based on the results of the recapitulation of parental attention, 50% is still relatively low. 2) From the results of the learning interest of grade 2 students in mathematics subjects at MI Madinatul Ulum, it shows that the recapitulation results of 60% are still relatively low 3) From the results of data analysis shows a strong relationship between the influence of parental attention on the learning interest of grade 2 students in subjects Mathematics at MI Madinatul Ulum Mojokrapak Tembelang Jombang There is a correlation result with sig 2. Tailed 0.008 and a correlation coefficient of 0.575 there is a strong positive relationship between parental attention and interest in learning for grade 2 students, then Ha is accepted and H0 is rejected.

Page 1 of 2 | Total Record : 11