cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 13 Documents
Search results for , issue "vol 19, no 2 (2022): inovasi kurikulum, august 2022" : 13 Documents clear
Implementasi kurikulum berbasis Sociopreneur dalam pendidikan karakter di SMK Santa Maria Jakarta Margareta Wahyu Dwi Utari
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44221

Abstract

Vocational High School is a form of formal education that provides vocational education. One of the points of competency standards for vocational high school graduates is personal and social character. Based on this, character education needs to be applied in vocational high schools, considering that vocational high schools are the ends of preparing the workforce in the face of global competition in the era of the Industrial Revolution 4.0. Santa Maria Vocational High School, one of the private vocational high schools in Central Jakarta, feels the need to have a distinctive character to compete in global challenges by applying sociopreneur values in every teaching and learning process called the sociopreneur curriculum. The purpose of this study was to determine the extent to which the sociopreneur curriculum's implementation impacted students' character, especially on the competence of fashion design skills at Santa Maria Vocational High School. The research method in the study used a qualitative approach with sampling through a purposive sampling technique and data collection by triangulation technique through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the sociopreneur values contained in the sociopreneur curriculum also have an impact on the character education of students, which is clearly visible in the relevance of sociopreneur values in everyday life and has experienced a significant increase in importance and the surrounding environment. AbstrakSekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu bentuk pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan. Salah satu poin standar kompetensi lulusan SMK, yaitu karakter pribadi dan sosial. Berdasar hal tersebut, maka pendidikan karakter perlu diterapkan di SMK mengingat SMK menjadi ujung tombak penyiapan tenaga kerja dalam menghadapi persaingan global di era revolusi industri 4.0. SMK Santa Maria sebagai salah satu sekolah menengah kejuruan swasta yang berlokasi di Jakarta Pusat merasa perlu memiliki ciri khas agar dapat bersaing dalam tantangan global dengan menerapkan nilai-nilai sociopreneur pada setiap proses belajar mengajar yang disebut dengan kurikulum sociopreneur, Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana implementasi kurikulum sociopreneur berdampak pada karakter peserta didik khususnya pada kompetensi keahlian Tata Busana di SMK Santa Maria. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pengambilan sampel melalui teknik purposive sampling dan pengumpulan data dengan teknik triangulasi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sociopreneur yang terkandung pada kurikulum sociopreneur turut memberi dampak pada pendidikan karakter peserta didik yang terlihat secara nyata pada relevansi nilai-nilai sociopreneur dalam kehidupan sehari-hari yang dialami dan merasakan peningkatan yang signifikan terhadap kepedulian dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.Kata Kunci: Implementasi kurikulum; pendidikan karakter; sociopreneur
Kelebihan dan kekurangan Project-based Learning untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka Mia Roosmalisa Dewi
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44226

Abstract

One of the main characteristics of implementing the Kurikulum Merdeka is project-based learning, which aims to develop soft skills and build profiles of Pancasila character in students. Project-based learning is a learning model that emphasizes projects or student activities as the core learning. Students can explore, assess, interpret, and synthesize in the learning process. Project-based learning models have significant advantages and are valuable for students. Still, project-based learning models are rarely used by teachers because their implementation requires sufficient preparation and takes a long time. Therefore, further analysis is needed to determine the effectiveness of using project-based learning in the Kurikulum Merdeka. This study aims to analyze the efficacy of the project-based learning model in the Kurikulum Merdeka. Through this analysis, it is hoped that it will maximize the strengths and minimize weaknesses of project-based learning to build Pancasila's character in students. The research method used is descriptive qualitative through literature study by reviewing books, articles, journals, and other sources of information relevant to project-based learning and the Kurikulum Merdeka. From this literature study, it was found that PjBL is a learning strategy that is very suitable to improve the profile of Pancasila students because PjBL has the advantage of being able to improve learning outcomes, achievement, motivation, and 4C abilities (collaboration, communication, critical thinking, creative thinking) of students. AbstrakSalah satu karakteristik utama dalam penerapan kurikulum merdeka adalah pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan mengembangkan soft skill dan membangun karakter profil pelajar Pancasila pada peserta didik. Pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang menekankan pada proyek atau kegiatan sebagai inti pembelajaran. Dalam proses belajar peserta didik dapat melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan sintesis. Model pembelajaran berbasis proyek memiliki keunggulan sangat penting dan bermanfaat bagi siswa, namun model pembelajaran berbasis proyek jarang digunakan oleh guru karena dalam pelaksanaannya memerlukan persiapan yang cukup dan membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan penggunaan pembelajaran berbasis proyek dalam kurikulum merdeka. Studi ini bertujuan untuk melakukan analisis kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran berbasis proyek untuk penguatan profil pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Melalui analisis tersebut, diharapkan kedepannya dapat memaksimalkan kekuatan, meminimalkan kelemahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dengan telaah buku, artikel, jurnal, dan sumber informasi lainnya yang relevan dengan PjBL dan kurikulum merdeka. Dari studi literatur ini ditemukan bahwa PjBL merupakan strategi pembelajaran yang sangat sesuai untuk meningkatkan profil pelajar Pancasila karena PjBL memiliki kelebihan mampu meningkatkan hasil belajar, prestasi, motivasi, dan kemampuan 4C (collaboration, communication, critical thinking, creative thinking) dari peserta didik.Kata Kunci: Karakter Pancasila; Kurikulum Merdeka; project-based learning
Evaluasi kurikulum darurat dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SDIT-Al’arabi N. Nurlatifah
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44227

Abstract

The uneven quality of education in each region is one of the problems in implementing PJJ. It is feared that it will cause the learning process to be ineffective (learning loss). As the number of COVID-19 spreads began to decrease, the government issued a policy of four ministers related to regulations for implementing limited face-to-face meetings with predetermined requirements. The combination of the implementation of the emergency curriculum and the little face-to-face meeting process is expected to minimize learning loss and as a means for the education recovery process. The purpose of writing this article is to (1) find out how the implementation of the emergency curriculum at SDIT Al-'Arabi in terms of planning, implementation, and evaluation; (2) know the obstacles and supporting factors in implementing the emergency curriculum. The research method is qualitative, with data collection through observation and interviews. The research results in planning the emergency curriculum show that teachers simplify KI/KD and adjust lesson plans to the predetermined time allocation. The implementation of learning in the PTMT period is set by shifting or rotating students, and students are evaluated on cognitive, affective, and psychomotor aspects. AbstrakBelum meratanya kualitas pendidikan di setiap daerah menjadi salah satu problematika dalam penyelenggaraan PJJ. Hal tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan tidak efektifnya proses pembelajaran (learning loss). Seiring mulai menurunnya angka penyebaran Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan empat menteri terkait peraturan diberlakukannya pertemuan tatap muka terbatas dengan persyaratan yang telah ditentukan. Perpaduan antara implementasi kurikulum darurat dan proses pertemuan tatap muka terbatas diharapkan dapat meminimalisir terjadinya learning loss dan juga sebagai sarana untuk proses pemulihan pendidikan. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk: (1) mengetahui bagaimana implementasi kurikulum darurat di SDIT Al-‘Arabi ditinjau dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi; (2) mengetahui hambatan dan faktor pendukung dalam implementasi kurikulum darurat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian dalam perencanaan kurikulum darurat guru melakukan penyederhanaan KI/KD serta pembuatan RPP yang disesuaikan dengan alokasi waktu yang telah ditentukan. Pelaksanaan pembelajaran di masa PTMT siswa di-setting secara shifting atau rotasi, dan evaluasi pada siswa dilakukan pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.Kata Kunci: Kurikulum darurat; learning loss; PTMT
Pengaruh pembelajaran Bilingual terhadap motivasi belajar siswa kelas rendah Ahmad Baihaqi; Ariga Bahrodin
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44105

Abstract

The bilingual learning method is a learning method that uses two languages to deliver curriculum material, with the aim of developing students' competence in foreign languages. Based on observations so far at MI Islamiyah Al-Wathaniyah Mojoanyar with Jombang, the bilingual learning method has been applied for approximately four years. From here, researchers are interested in the effect of bilingual learning methods at MI Islamiyah Al-Wathaniyah Mojoanyar Bareng Jombang on students' learning motivation. This study aims to determine the impact of bilingual learning on students' learning motivation at the school. This research is included in quantitative analysis using ex post facto research. The data was obtained as ordinal data from a questionnaire compiled using a Likert scale. The sample of this study was 34 students, taken randomly using the probability sampling technique from a total population of 170 students in grades 1, 2, and 3 of the bilingual programs. To test the hypothesis, the researcher used the Spearman rank correlation test. The results of this study conclude that bilingual learning affects students' learning motivation at MI Islamiyah Al-Wathaniyah Mojoanyar Bareng Jombang, with a significance value of 0.001 smaller than 0.05. The level of correlation is high and has a positive direction with a correlation coefficient of 0.553. It can be concluded that the more maximally bilingual learning is carried out, the greater the students' motivation to learn. AbstrakMetode pembelajaran bilingual merupakan metode pembelajaran yang menggunakan dua bahasa untuk menyampaikan materi kurikulum, dengan tujuan mengembangkan kompetensi siswa dalam berbahasa asing. Berdasarkan pengamatan selama ini di MI Islamiyah Al-Wathaniyah Mojoanyar Bareng Jombang, metode pembelajaran bilingual sudah diterapkan kurang lebih selama 4 tahun. Dari sinilah, sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran bilingual di MI Islamiyah Al-Wathaniyah Mojoanyar Bareng Jombang terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran bilingual terhadap motivasi belajar siswa di sekolah tersebut. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian ex post facto. Data yang diperoleh berupa data ordinal, diambil dari angket yang disusun menggunakan skala likert. Sampel penelitian ini berjumlah 34 siswa, diambil secara acak menggunakan teknik probability sampling dari total populasi berjumlah 170 siswa kelas 1, 2 dan 3 program bilingual. Untuk menguji hipotesis, peneliti menggunakan uji korelasi rank spearman. Simpulan hasil penelian yaitu terdapat pengaruh pembelajaran bilingual terhadap motivasi belajar siswa di MI Islamiyah Al-Wathaniyah Mojoanyar Bareng Jombang dengan nilai signifikansi 0,001 lebih kecil dari 0,05. Tingkat korelasi pengaruh tinggi dan berarah postif dengan nilai koefisien korelasi berjumlah 0,553. Hal ini dapat disimpulkan bahwa semakin maksimal pembelajaran bilingual dilaksanakan maka semakin besar pula motivasi siswa dalam belajar.Kata Kunci: Pembelajaran bilingual; motivasi belajar; sekolah dasar.
Studi literatur terhadap kurikulum yang berlaku di Indonesia saat pandemi COVID-19 Lenny Sapitri
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44229

Abstract

Indonesia has been hit by a pandemic caused by the COVID-19 virus that has spread since 2020. The impact of the COVID-19 pandemic is one of the for Indonesian education to transform the curriculum. The curriculum itself is essential in the world of education, where education is the spearhead of the success of a country. This article aims to describe the curriculum applied in Indonesia during the pandemic in detail and as an additional source of information, insight, and knowledge for educators who are implementers and determinants of the success of curriculum implementation in the field. The research method used is descriptive qualitative through literature study by reviewing books, articles, journals, and other sources of information relevant to the applicable curriculum in Indonesia. This study found that during the pandemic, education units in Indonesia were given the freedom to determine the three existing curricula, namely the 2013 curriculum, the emergency curriculum (simplified 2013 curriculum), and the Kurikulum Merdeka. This freedom is granted so that the education unit is free to determine the curriculum according to the conditions in its school and to provide the government time to conduct socialization and training to teachers, principals, and school supervisors regarding the Kurikulum Merdeka. AbstrakIndonesia dilanda pandemi yang disebabkan oleh virus COVID-19 yang sudah menyebar sejak tahun 2020. Dampak dari adanya pandemi COVID-19 salah satunya bagi pendidikan Indonesia mengalami transformasi kurikulum. Kurikulum sendiri merupakan hal yang sangat esensial dalam dunia pendidikan, dimana pendidikan menjadi ujung tombak kesuksesan dari suatu negara. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kurikulum yang berlaku di Indonesia saat pandemi secara rinci dan sebagai sumber tambahan informasi, wawasan dan pengetahuan bagi pendidik yang menjadi implementator dan penentu kesuksesan pelaksanaan kurikulum di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literature dengan telaah buku, artikel, jurnal, dan sumber informasi lainnya yang relevan dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa saat pandemi, satuan pendidikan di Indonesia diberikan kebebasan menentukan tiga kurikulum yang ada yaitu kurikulum 2013, kurikulum darurat (kurikulum 2013 yang disederhanakan) dan kurikulum merdeka belajar. Pemberian kebebasan tersebut diberikan agar satuan pendidikan leluasa dalam menentukan kurikulum yang sesuai dengan kondisi di sekolahnya serta memberikan waktu kepada pemerintah untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah terkait kurikulum merdeka.Kata Kunci: Kurikulum 2013; Kurikulum Darurat; Kurikulum Merdeka; Pandemi COVID-19
Mengembangkan kompetensi global melalui Model Service Learning Yoga Adi Pratama
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44216

Abstract

The 21st century, with all its technological developments and globalization, had succeeded in removing barriers between countries, cultures, and races, thus forcing us to be able to live side by side with other individuals with different backgrounds. Nevertheless, not everyone had a high sensitivity to these individual differences. This study aimed to examine global competence as one of the skills that can help people live in harmony with the intercultural atmosphere and investigate service learning as an innovation in building global competence. This research used a literature study method by analyzing several studies related to the topic of discussion, which was worldwide competence and service learning. Researchers used secondary data sources. The study results showed that the service-learning model was suitable for building students' global competencies because the service-learning mode’s syntax, preparation, action, reflection, and celebration followed global competency indicators. Furthermore, the service-learning model was considered appropriate because this model provided opportunities for students to take real action in providing services in the community. The conclusion was the service-learning model was considered capable of internalizing global competencies because this model was service-based, which would make students act in real terms to create service solutions to create a harmonious life. AbstrakAbad ke-21 dengan segala perkembangan teknologi dan globalisasinya berhasil menghilangkan sekat antar negara, budaya, dan ras, sehingga memaksa kita untuk hidup berdampingan dengan berbagai individu yang memiliki latar belakang yang berbeda. Meskipun begitu, tidak semua orang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perbedaan individu tersebut. Tujuan studi ini adalah mengkaji kompetensi global sebagai salah satu keterampilan yang dapat membantu orang-orang untuk hidup harmonis dengan suasana interkultural dan untuk menelisik inovasi pembelajaran model service learning dalam membangun kompetensi global. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan menganalisis beberapa kajian yang berkaitan dengan topik pembahasan yaitu kompetensi global dan service learning. Peneliti menggunakan sumber data sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa model service learning cocok untuk membangun kompetensi global peserta didik, karena sintak dalam model service learning yaitu preparation, action, reflection, dan celebration sesuai dengan indikator kompetensi global. Lebih lanjut, model service learning dipandang tepat karena model ini memberikan kesempatan peserta didik untuk melakukan aksi nyata dalam memberikan pelayanan di masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah model service learning dipandang mampu menginternalisasikan kompetensi global karena model ini berbasis pelayanan yang akan membuat peserta didik bertindak secara nyata membuat solusi pelayanan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis.Kata Kunci: Abad ke-21; kompetensi global; model service learning
Media sosial sebagai inovasi pada model PjBL dalam implementasi Kurikulum Merdeka Alfin Anwar
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44230

Abstract

In the current post-Covid-19 pandemic, one solution for improving education is learning with a Project-based Learning (PjBL) model. PBL, as a teaching model built on learning activities and actual assignments, is considered very suitable to the conditions and needs of Indonesian education today, so this model was later developed in the concept of an independent curriculum. However, in the process, the PjBL learning model is still considered ineffective because teachers do not have sufficient knowledge and skills to make exciting and appropriate media. So, the PjBL model learning in the independent curriculum still requires innovation so that the learning process can take place effectively and efficiently. This study aimed to see the use of social media as an innovation in increasing the effectiveness and efficiency of the PjBL learning model in the Independent Curriculum. The approach used in this study is a descriptive approach using secondary data collection techniques with library methods. The results of this study state that using social media can positively impact learning with the PjBL model because it can develop students' creativity independently. AbstrakDalam situasi pasca Pandemic Covid-19 saat ini, salah satu solusi untuk perbaikan pendidikan adalah pembelajaran dengan model Project-based Learning (PjBL). PBL sebagai sebuah model pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata dinilai sangat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pendidikan Indonesia saat ini sehingga model ini kemudian dikembangkan dalam konsep kurikulum merdeka. Namun, pada prosesnya model pembelajaran PjBL dirasa masih kurang efektif karena guru belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam membuat media yang menarik dan sesuai. Sehingga pembelajaran model PjBL dalam kurikulum merdeka masih memerlukan inovasi agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pemanfaatan dari media sosial sebagai inovasi dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi model pembelajaran PjBL pada Kurikulum Merdeka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif menggunakan teknik pengumpulan data sekunder dengan metode kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan media sosial dapat berdampak baik bagi pembelajaran dengan model PjBL karena dapat mengembangkan kreatifitas siswa secara mandiri.Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; media pembelajaran; media sosial; project-based learning
Prosedur pengembangan kurikulum (kajian literatur manajemen inovasi kurikulum) Varary Mechwafanitiara Cantika
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44220

Abstract

The curriculum plays an essential role in educational success. Quality education starts with a suitable and appropriate curriculum. The curriculum is also a necessary component of education. The curriculum must be changed and updated to face the demands of the times to create superior graduates or Human Resources (HR) who can compete globally. This research aims to find out the various forms of curriculum development procedures. The research method used is a literature review from different trusted sources or previous research. The study results indicate that curriculum experts apply various curriculum development procedures. When viewed from the perspective of curriculum innovation management, the guidelines for curriculum development include curriculum supervision, curriculum organization, staffing, and curriculum planning. The existence of curriculum innovation management can be the answer to changes in the demands of the direction of education, which are influenced by various factors that are later expected to be able to provide new experiences to students. AbstrakKurikulum memegang peranan yang penting dalam keberhasilan pendidikan dikarenakan pendidikan yang bermutu berawal dari kurikulum yang baik dan tepat. Perlu dilakukan perubahan serta pembaharuan pada kurikulum guna menghadapi tuntutan perkembangan zaman dalam upaya menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang mampu bersaing secara global. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bentuk-bentuk prosedur pengembangan kurikulum yang beragam. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dari berbagai sumber terpercaya atau penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai prosedur pengembangan kurikulum yang diterapkan oleh para ahli kurikulum. Adapun prosedur pengembangan kurikulum apabila ditinjau dari segi manajemen inovasi kurikulum meliputi: pengawasan kurikulum; pengorganisasian kurikulum; penyusunan staf; dan perencanaan kurikulum. Keberadaan manajemen inovasi kurikulum dapat menjadi jawaban dari adanya perubahan tuntutan arah pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang nantinya diharapkan juga mampu memberikan pengalaman baru kepada peserta didik.Kata Kunci: Kurikulum; pengembangan kurikulum; prosedur pengembangan kurikulum
Penerapan model Discovery Learning untuk meningkatkan hasil belajar matematika Vian Tri Hadiat Moko; Muhamad Chamdani; Moh Salimi
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44974

Abstract

Learning outcomes are essential for elementary school students. One indicator that determines whether or not a learning goal is achieved is learning outcomes. This study aims to improve students' mathematics learning outcomes about building space using the Discovery learning model at the State Elementary School 3 Rejamulya. The method used in this research is classroom action research conducted in two cycles. This research was conducted at the State Elementary School 3 Rejamulya. The subjects of this study were fifth-grade elementary school students. Data collection techniques apply observation, interviews, tests, and document studies. Data validity uses source and technique triangulation. Data analysis techniques apply the stages of reducing data, presenting data, and making conclusions. The results showed that the students' mathematics learning outcomes on geometrical material increased after using the Discovery learning model. By implication, implementing the discovery learning model can improve mathematics learning outcomes and can be used by teachers as an alternative innovative learning model in mathematics learning. AbstrakHasil belajar menjadi hal yang penting untuk siswa sekolah dasar. Salah satu indicator yang menentukan tercapai tidaknya suatu tujuan belajar adalah hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa tentang bangun ruang dengan menggunakan model Discovery learning di Sekolah Dasar Negeri 3 Rejamulya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan dua siklus. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 3 Rejamulya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas lima sekolah dasar. Teknik pengumpulan data mengaplikasikan teknik observasi, wawancara, tes, dan studi dokumen. Validitas data mengaplikasikan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data mengaplikasikan tahap mereduksi data, menyajikan data, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hasil belajar matematika siswa tentang materi bangun ruang mengalami peningkatan setelah menggunakan model discovery learning. Secara implikasi, pengimplementasian model discovery learning mampu meningkatkan hasil belajar matematika dan dapat digunakan oleh guru sebagai alternative model pembelajaran inovatif pada pembelajaran matematika.Kata Kunci: Hasil belajar; Matematika; model discovery learning
Gerbang Maca: Strategi inovatif dalam pengembangan layanan Disarpus sebagai sumber belajar masyarakat Kab. Indramayu Eka Rahmawati; Angga Hadiapurwa; Anindya Putri Maharani; Hafsah Nugraha
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44049

Abstract

Gerbang Maca or “Gerakan Pengembangan Indramayu Membaca” is something the local government and the community must do together to increase and develop their interests, hobbies, and reading culture. To create a generation that is intelligent, characterized, and competitive. The purpose of this study is to examine the Gerbang Maca program and the impact of the implementation of the Gerbang Maca program, thus describing the library as a learning resource for the community, especially the Indramayu community. The method used is the qualitative approach with the Systematic Literature Review (SLR) method. The data collection technique uses field observations. The study was conducted by virtual observation on social media Instagram, Disarpus Kab. Indramayu and journal articles referring to library innovation strategies. In the analysis carried out, it was found that the program carried out by the Disarpus Kab. Indramayu is to shape the character of its people with varied innovations. So that some of the sub-programs carried out are adjusted to the community's needs. Such as Pelibatan Masyarakat, Perpustakaan Keliling and Kunjungan Pemustaka Anak Usia Dini. The program was then used as an innovative strategy to build a smart, characterized, and competitive Kabupaten Indramayu and make the library a learning resource for the community. AbstrakGerbang Maca atau “Gerakan Pengembangan Indramayu Membaca” merupakan serangkaian upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama dengan masyarakat untuk meningkatkan dan mengembangkan minat, kegemaran serta budaya baca, dalam rangka mewujudkan generasi yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji terkait Gerbang Maca, kegiatan yang terdapat di dalamnya, serta dampak dari penerapan program Gerbang Maca, sehingga menggambarkan perpustakaan sebagai sumber belajar bagi masyarakat khususnya masyarakat Indramayu. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi lapangan (field observation). Penelitian dilakukan dengan melakukan observasi virtual pada media sosial Instagram Disarpus Kab. Indramayu serta artikel dari jurnal yang merujuk pada strategi inovasi perpustakaan. Pada analisis yang dilakukan didapat hasil bahwa program yang dilakukan oleh Disarpus Kab. Indramayu dimaksudkan untuk membentuk karakter masyarakatnya dengan menggunakan inovasi yang bervariatif, sehingga beberapa sub program yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Beberapa program, seperti program Pelibatan Masyarakat, Perpustakaan Keliling dan Kunjungan Pemustaka Anak Usia Dini dijadikan strategi inovatif untuk membangun Kabupaten Indramayu yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing, juga menjadikan perpustakaan sebagai sumber belajar bagi masyarakat.Kata Kunci: Gerbang Maca; Indramayu; pelibatan masyarakat; perpustakaan keliling

Page 1 of 2 | Total Record : 13