cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 13 Documents
Search results for , issue "vol 20, no 1 (2023): inovasi kurikulum, february 2023" : 13 Documents clear
Learning innovation by vice principal of curriculum at integrated Islamic high school N. Nirmalasari; Sofyan Iskandar
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.53845

Abstract

Based on the functions and objectives of National Education in Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 schools as educational institutions that carry out formal education have an essential role in realizing the implementation of national education following general provisions for organizing education based on Pancasila and the 1945 Constitution rooted in religious values, Indonesian national culture and responsive to the demands of changing times. Learning as a form of curriculum implementation must be designed considering the elements of novelty and adapted to developments or conditions in society. This renewal in learning can be called an innovation. So, leadership at SMA IT Nurul 'Ilmi Jambi needs a strategy for learning innovation. This study uses a qualitative research method, a case study approach. The procedure for determining the sample is Combination purposeful sampling. Data through interview technique triangulation, observation, and document collection were then analyzed through data reduction, interpretation, and conclusion. Based on the results of the research, it was found that several forms of learning innovation by the vice principal in the field of curriculum at SMA IT Nurul 'Ilmi Jambi were implementing technology-based learning, combining the national curriculum and the Integrated Islamic School Network (JSIT) curriculum, the learning methods used were exciting and currently, conducting outing classes, language strengthening programs and by implementing Blended Learning. AbstrakBerdasarkan fungsi dan tujuan dari Pendidikan Nasional dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 bahwa sekolah sebagai lembaga pendidikan yang melaksanakan pendidikan secara formal memiliki peran penting dalam mewujudkan pelaksanaan pendidikan nasional yang sesuai ketentuan umum untuk menyelenggarakan pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Pembelajaran sebagai bentuk implementasi dari sebuah kurikulum harus dirancang dengan mempertimbangkan unsur kebaruan dan disesuaikan dengan perkembangan ataupun kondisi yang sedang berkembang di tengah masyarakat. Pembaharuan dalam pembelajaran ini dapat disebut sebagai sebuah inovasi. Maka dibutuhkan strategi dalam melakukan inovasi pembelajaran oleh kepemimpinan di SMA IT Nurul ‘Ilmi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, pendekatan studi kasus. Dengan Prosedur penentuan sampel adalah Combination purposeful sampling. Data melalui triangulasi teknik wawancara, observasi dan pengumpulan dokumen selanjutnya dianalisis melalui reduksi data, interpretasi dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa beberapa bentuk inovasi pembelajaran oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum di SMA IT Nurul ‘Ilmi Jambi adalah: menerapkan pembelajaran berbasis teknologi, mengombinasikan antara kurikulum nasional dan kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), metode pembelajaran yang digunakan menarik dan kekinian, melakukan outing class, program penguatan bahasa serta dengan menerapkan Blended Learning.Kata Kunci: Inovasi pembelajaran; inovasi pendidikan; kepemimpinan wakil kepala sekolah
The effectiveness socialization of the Kurikulum Merdeka independently change in high schools Siak District Wenny Fitria; Dadang Sukirman
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.53644

Abstract

In the 2022/2023 school year, the Ministry of Education, Culture, and Research provides an opportunity for schools not Sekolah Penggerak to implement the Kurikulum Merdeka independently. Government support for schools that implement the IKM independently change is provided primarily by the Platform Merdeka Mengajar (PMM). In PMM, all information about the Kurikulum Merdeka is available and can accessed by teachers and schools. Socialization of the Kurikulum Merdeka is no longer provided through training and education, but teachers and schools learn independently by accessing the platform. Although PMM is a breakthrough in the world of Indonesian education, the implementation at the education unit level still reaps the pros and cons. There are still many teachers in Indonesia who are unaware of this government program regarding PMM. Using a qualitative method, the author wants to know how the effectiveness of the socialization of the Kurikulum Merdeka through PMM in schools in Siak District that implement the Kurikulum Merdeka through independent change. The results showed that using PMM in these schools was not optimal, teachers preferred that the socialization be carried out face-to-face with a capabilities trainer. AbstrakPada tahun ajaran 2022/2023 Kemendikbudristek memberi kesempatan kepada sekolah yang bukan Sekolah Penggerak untuk menerapkan Kurikulum Merdeka secara mandiri. Dukungan utama yang diberikan pemerintah kepada sekolah yang menerapkan IKM jalur mandiri adalah dengan menyediakan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Di PMM tersedia semua informasi tentang Kurikulum Merdeka yang bisa diakses oleh guru dan sekolah. Sosialisasi mengenai Kurikulum Merdeka tidak lagi diberikan melalui diklat-diklat dan pelatihan berjenjang, melainkan guru dan sekolah belajar mandiri dengan mengakses platform tersebut. Walaupun PMM merupakan terobosan baru di dunia pendidikan Indonesia, tetapi penerapan dan penggunaannya di lapangan, masih menuai pro dan kontra. Masih banyak guru-guru di Indonesia yang belum mengetahui program pemerintah mengenai PMM ini. Dengan menggunakan metode kualitatif, penulis ingin mengetahui bagaimana efektivitas sosialisasi Kurikulum Merdeka melalui PMM di sekolah-sekolah di Kabupaten Siak yang menerapkan Kurikulum Merdeka melalui jalur mandiri berubah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PMM di sekolah-sekolah tersebut belum maksimal, masih banyak guru yang tidak mengetahui keberadaan PMM tersebut, guru-guru lebih memilih sosialisasi dilakukan secara tatap muka dengan narasumber yang mempunyai kapabilitas di bidangnya.Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; Platform Merdeka Mengajar; sosialisasi Kurikulum Merdeka
Development of the French language curriculum for special purposes (Français Sur Objective Spécifique/ FOS) in the field of tourism through a Functional Approach Lina Syawalina
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.54257

Abstract

The research entitled "Development of the French Language Curriculum for Specific Purposes (Français sur Objectif Spécifique/FOS) in the Field of Tourism through a Functional Notional Approach'' The research method is a mixed methodological design which combines two approaches at once, namely the qualitative and the quantitative approach. This research aims to create an FOS Curriculum Development Design and describe student needs for the French Tourism course. The test results for the two language skills, Written Production (writing) and Oral Production (speaking), are not used to assess the student's abilities. Still, the test results are only supporting data to determine the effectiveness of the FOS program based on a functional notional approach in the Travel Management Study Program of the Polytechnic Institute of Tourism NHI Bandung. AbstrakPenelitian yang berjudul " Pengembangan Kurikulum Bahasa Prancis untuk Tujuan Khusus (Français sur Objectif Spécifique/ FOS) Bidang Kepariwisataan melalui Pendekatan Notional Fungsional’’ Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode mixed methodology desing yang menggabungkan dua pendekatan sekaligus yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian bertujuan untuk Membuat Desain Pengembangan Kurikulum FOS dan mendeskripsikan kebutuhan mahasiswa terhadap mata kuliah Français du Tourisme.Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik observasi, kuesioner, studi pustaka dan tes dengan populasi dan sampel penelitian adalah karakteristik mahasiswa semester 3 Program Studi Manajemen Pengatur Perjalanan Jurusan Manajemen Bisnis Perjalanan Politeknik Pariwisata-NHI Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Desain Kurikulum FOS bidang kepariwisataan yang disusun berdasarkan analisis kebutuhan efektif. Hasil tes dua keterampilan bahasai production écrite (menulis) dan production orale (berbicara) bukan untuk menilai kemampuan mahasiswa tetapi hasil tes hanya sebagai data pendukung untuk mengetahui efektivitas Kurikulum FOS berdasarkan pendekatan notionel fungsional di Program Studi Managemen Pengatur Perjalanan Politeknik Pariwisata-NHI Bandung.Kata Kunci: Français Sur Objectif Spécifiqu;: French For Specific Purposes; Kurikulum FSP/FOS; Metodologi Fsp/Fos.
Teacher strategy in curriculum development at SMP Negeri 1 Sawoo Ponorogo Astin Diassari; Dana Ainal Hasan
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.52939

Abstract

Current curriculum development is practical, static, and materialistic. There may be delays in conducting educational programs in schools. To design a curriculum, it is first necessary to understand the various trends that characterize life in the global era. The purpose of this study was to find out the strategies used by teachers in developing the curriculum at SMP Negeri 1 Sawoo. The method used in this research is qualitative research with data collection techniques through interviews and accompanied by literature studies from various relevant sources. At the same time, the data obtained is data in SMP Negeri 1 Sawoo. The data source or informant in this study was the deputy head of the curriculum. The teacher must provide the results in developing the ability to implement the curriculum, namely planning, developing, and evaluating. The competencies used are pedagogic, professional, personality, and social competencies. These obstacles are influenced by less than optimal time because some teachers are dissatisfied with teaching methods that make students inactive and lack time to be effective. After observing and discussing that, this study aims to reveal how successful the strategies implemented by teachers are in developing the current curriculum at SMP Negeri 1 Sawoo in an education system that can answer future lives. AbstrakPengembangan kurikulum saat ini bersifat praktis, statis dan materialistis. Mungkin ada keterlambatan dalam melakukan program pendidikan di sekolah. Untuk merancang kurikulum, terlebih dahulu perlu memahami berbagai tren yang menjadi ciri kehidupan di era global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan oleh guru dalam mengembangkan kurikulum yang ada di SMP Negeri 1 Sawoo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data yang ada di SMP Negeri 1 Sawoo melalui wawancara yang dilakukan dengan waka kurikulum pada tanggal 7 November 2022 dan disertai dengan studi literatur dari berbagai sumber yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa yang harus dilakukan oleh guru dalam mengembangkan kemampuan untuk mengimplementasikan kurikulum, yaitu merencanakan, mengembangkan, dan mengevaluasi. Kompetensi yang digunakan adalah kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial. Hambatan tersebut dipengaruhi oleh waktu yang kurang optimal karena beberapa guru yang kurang puas dengan metode pengajaran yang membuat siswa tidak aktif, tidak memiliki waktu yang cukup efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap seberapa sukses strategi yang diterapkan guru dalam mengembangkan kurikulum saat ini di SMP Negeri 1 Sawoo dalam suatu sistem pendidikan yang dapat menjawab kehidupan masa depan.Kata Kunci: Guru; materialistis; pendidikan; pengembangan kurikulum; strategi.
Analysis of Nationalism in Kurikulum Merdeka Gupi Rohman Nurmansyah
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.54167

Abstract

Nationalism is related to problems related to many people in a nation and country, such as corruption, radicalism, discrimination, and racism in culture. The concept of nationalism, according to experts from different countries, is almost entirely the same, as differences will not make a problem. Especially in Indonesia, the concept of nationalism has a critical position, even entering the realm of education. The Kurikulum Merdeka emphasizes Profil Pelajar Pancasila, who follows all the precepts in their design on the competence of graduates, but whether the five precepts are already in the mapping of the Kurikulum Merdeka needs to be carried out in-depth analysis. This research uses a qualitative approach to the literature study, which analyzes the Kurikulum Merdeka on Profil Pelajar Pancasila. The result is that the third precept, namely "Unity of Indonesia", which has the concept of nationalism, has not yet fully emerged comprehensively. So, it is necessary to map the concept of nationalism related to the material to the strategy, especially on the idea of the third precept, namely "Unity of Indonesia" in all disciplines of study for students. AbstrakNasionalisme dianggap berhubungan terhadap permasalahan yang berkaitan dengan banyak orang pada sebuah bangsa maupun negara seperti korupsi, radikalisme, diskriminasi, rasisme hingga budaya. Konsep nasionalisme menurut para ahli dan dari berbagai negara hampir sepenuhnya sama, adapun perbedaan tidak akan membuat sebuah permasalahan. Khususnya Indonesia konsep nasionalisme memiliki kedudukan yang sangat penting, bahkan masuk dalam ranah pendidikan. Kurikulum merdeka yang menekankan profil pelajar Pancasila yang mengadopsi semua sila dalam desainnya pada kompetensi lulusan, namun apakah ke lima sila sudah ada dalam pemetaan kurikulum merdeka perlu dilakukan analisis yang mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi pustaka, yang menganalisis kurikulum merdeka pada profil pelajar Pancasila. Hasilnya bahwa, sila ke-tiga yaitu “Persatuan Indonesia” yang terdapat konsep nasionalisme di dalamnya belum sepenuhnya muncul secara komprehensif. Sehingga perlu adanya pemetaan konsep nasionalisme terkait materi hingga strateginya khususnya pada konsep sila ke-tiga yaitu “Persatuan Indonesia” pada semua disiplin kajian untuk siswa.Kata Kunci: Kurikulum; Kurikulum Merdeka; nasionalisme; Profil Pelajar Pancasila
Study of Ki Hadjar Dewantara's educational thinking and its relevance to Kurikulum Merdeka Aditya Anugrah Dwipratama
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.54416

Abstract

Education is essential in advancing a nation, especially in building human resources. Teaching and valuable education for shared life is to liberate humans as community members. The Ministry of Education and Culture issued the Kurikulum Merdeka to restore learning due to the COVID-19 pandemic. Curriculum development must consider several foundations, such as philosophical, psychological, sociological, and science and technology foundations. The foundation of the curriculum is essential, and it is intended that the curriculum compiled has a firm footing and foundation. In its journey, the development of the independent curriculum was influenced by various ideas from educational figures, one of which was Ki Hadjar Dewantara. The concepts of Ki Hadjar Dewantara have influenced education development in Indonesia, including curriculum development. This article examines the thoughts of Ki Hadjar Dewantara and their relevance to the independent curriculum. Ki Hadjar Dewantara's ideas are still relevant today in the independent curriculum. Ki Hadjar Dewantara's ideas are used as philosophical, theoretical, and learning principles in the Kurikulum Merdeka. AbstrakPendidikan memegang peran penting dalam memajukan suatu bangsa, terutama dalam membangun sumber daya manusia pada sebuah bangsa. Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk peri-kehidupan bersama ialah memerdekakan manusia sebagai anggota dari persatuan (masyarakat). Kemendikbud mengeluarkan kurikulum merdeka sebagai upaya pemulihan pembelajaran akibat adanya pandemi Covid-19. Pengembangan kurikulum harus memperhatikan beberapa landasan seperti landasan filosofis, landasan psikologis, landasan sosiologis dan landasan IPTEKS. Landasan kurikulum merupakan hal yang sangat penting, hal tersebut bertujuan agar kurikulum yang disusun memiliki pijakan dan landasan yang kuat. Pada perjalanannya pengembangan kurikulum merdeka dipengaruhi oleh berbagai gagasan tokoh pendidikan salah satunya Ki Hadjar Dewantara. Gagasan pemikiran Ki Hadjar Dewantara telah mempengaruhi perkembangan pendidikan di Indonesia termasuk dalam pengebangan kurikulum. Artikel ini menelaah pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya pada Kurkulum Merdeka. Pemikiran Ki Hadjar Dewantara masih relevan sampai saat ini, pada kurikulum merdeka pemikiran Ki Hadjar Dewantara digunakan sebagai landasan filosofis, landasan teoritis dan prinsip pembelajaran dalam kurikulum merdeka.Kata Kunci: Ki Hadjar Dewantara; Kurikulum Merdeka; landasan pengembangan kurikulum
Implementation of the peer assessment evaluation model at MTS Ma'arif NU Cilongok Laelika Ambarokah; Fajry Sub'haan Syah Sinaga
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.53343

Abstract

In an implementation of learning can not be separated from the assessment or evaluation. This statement later became the author's background in conducting this research. In conducting learning evaluations, several evaluation models can be used, one of which is the peer assessment evaluation model or peer evaluation model. The aims of this study are: (1) To find out how the implementation of peer assessment or peer assessment is implemented in learning aqidah morals. (2) Creating an assessment instrument that has validity and reliability in the implementation of learning. (3) Supporting factors and inhibiting factors in the application of the peer assessment evaluation model. In this study, the authors used a qualitative approach, and in collecting data, the authors used observation and interview techniques. From the interviews conducted with one of the informants, it was found that in learning the aqidah of morality at MTs Ma'arif NU 2 Cilongok, the evaluation model per assessment had been implemented. Its application is to use an attitude assessment or evaluation instrument made by the teacher supporting the Aqidah Akhlak subject, which then the instrument will later be distributed to students during the implementation of learning. But previously, the students were divided into several groups first. Then, the application system is an assessment between groups using instruments provided by the teacher.  AbstrakDalam suatu pelaksanaan pembelajaran tidak dapat terlepas dari adanya penilaian atau evaluasi. Pernyataan tersebut yang kemudian menjadi latar belakang penulis melakukan penelitian ini. Dalam melakukan evaluasi pembelajaran terdapat berbagai model evaluasi yang biasa digunakan, salah satunya yaitu model evaluasi peer assessment atau evaluasi teman sejawat. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui bagaimana implementasi dari evaluasi peer assessment atau teman sejawat dalam pembelajaran aqidah akhlak. (2) Menghasilkan instrumen penilaian yang memiliki validitas dan reliabilitas dalam pelaksanaan pembelajaran. (3) Faktor yang mendukung dan faktor faktor yang menghambat dalam penerapan model evaluasi peer assessment. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dan untuk teknik pengumpulan data penulis menggunakan teknik observasi dan wawancara. Dari wawancara yang dilakukan terhadap salah satu narasumber menghasilkan bahwa pada kegiatan pembelajaran aqidah akhlak di MTs Maarif NU 2 Cilongok sudah menerapkan evaluasi model peer assessment. Penerapannya yaitu dengan menggunakan instrumen penilaian atau evaluasi sikap yang dibuat oleh guru pengampu mata pelajaran aqidah akhlak, yang kemudian instrument tersebut nantinya dibagikan kepada peserta didik pada saat pelaksanaan pembelajaran. Namun sebelumnya peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok terlebih dahulu. Kemudian sistem penerapannya yaitu penilaian antar kelompok dengan menggunakan instrumen yang diberikan oleh guru.Kata Kunci: Aqidah akhlak; evaluasi; peer assesment
Educational robotics in Kurikulum Merdeka Dian Hendriana
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.54018

Abstract

Technological developments influence educational changes. Various skills are needed to prepare society for the 21st Century. Educational robotics provides a comprehensive offering to provide the required skills and experience. This research aims for educators in an educational institution to know how robotics can be utilized in learning and teaching activities to provide convenience. Thus requiring any institution to be able to implement these skills in an institution, especially educational institutions. The type of research used is the study of literature/literature. Learning programs can be carried out by integrating Science, Technology, Engineering, and Mathematics/STEM and can be expanded with other subjects. The System Thinking Approach is a subject integration approach. The involvement of parents, teachers, university researchers, industry, and robotics course organizations is necessary for designing the robotics curriculum. The Approach Activity Template as a form of school operational curriculum can assist in the initial steps of program design. The Kurikulum Merdeka imposes a third of the learning load in an integrated manner and provides opportunities for robotics to be applied to create a Profil Pelajar Pancasila. AbstrakPerkembangan teknologi membawa pengaruh terhadap perubahan pendidikan. Berbagai keterampilan dibutuhkan untuk mempesiapkan masyarakat di Abad ke-21. Robotika pendidikan memberikan tawaran yang menyeluruh untuk membekalkan pengalaman keterampilan yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah agar tenaga pendidik dalam sebuah institusi Pendidikan mengetahui bagaimana sebuah robotika dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar sehingga memberikan kemudahan pada setiap kegiatannya, Alasam dilakukan nya penelitian ini karena melihat peluang bagaimana masyarakat abad ke-21 mulai mengembangkan berbagai macam skill sehingga mengharuskan institusi manapun agar dapat mengimplementasikan keterampilan tersebut dalam sebuah institusi terutama institusi Pendidikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur/kepustakaan. Program pembelajaran dapat dilakukan melalui integrasi Science, Technology, Engineering, and Mathematics/STEM dan dapat diperluas dengan mata pelajaran lainnya. System Thinking Approach menjadi pendekatan integrasi mata pelajaran. Pelibatan orangtua, guru, peneliti universitas, industri, dan organisasi kursus robotika diperlukan dalam merancang kurikulum robotika. Approach Activity Template sebagai salah satu bentuk kurikulum operasional di sekolah dapat membantu langkah awal perancangan program. Kurikulum Merdeka membebankan sepertiga beban belajar dilakukan secara terintegrasi dan memberikan peluang bagi robotika diterapkan untuk menciptakan Profil Pelajar Pancasila.Kata Kunci: Keterampilan abad 21; Kurikulum Merdeka; robotika pendidikan; system thinking approach
Implementation of Educational Technology for teacher profession in Vocational High Schools Aisyah Argyanti; Monica Fajriana; Linda Setiawati
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.54042

Abstract

Educational technology is a field of science engaged in study and practice in facilitating learning, managing resources and processes, and improving performance. The profession and scope of work for educational technology graduates are wide and varied. Still, many educational technology graduates work in the education sector, especially as vocational high school teachers. Regarding this, of course, there is a lot of experience and knowledge related to educational technology that must be applied to the scope of learning. So, studies and research were designed regarding applying educational technology science to the teaching profession in vocational high schools. The analysis was carried out using a descriptive qualitative approach by collecting data through interviews with several graduates of educational technology who work as teachers in vocational high schools. Interviews were conducted to determine the challenges of educational technology graduates, the application of educational technology science, and the code of ethics in schools. The results obtained are that educational technology graduates have a strong foundation and study in managing and facilitating learning so that teachers of educational technology graduates can easily apply knowledge and a code of ethics within the scope of vocational high schools. It can be concluded that the application of educational technology science to the teaching profession in vocational high schools is well and optimally applied regarding the application of knowledge, the applicable code of ethics, and the constraints and challenges faced. AbstrakTeknologi pendidikan merupakan suatu bidang ilmu yang bergerak pada studi dan praktis dalam memfasilitasi pembelajaran, pengelolaan sumber dan proses, serta peningkatan kinerja. Profesi dan ruang lingkup pekerjaan lulusan teknologi pendidikan sangat luas dan beragam, tetapi tidak sedikit juga lulusan teknologi pendidikan yang bekerja pada bidang pendidikan, terutama sebagai guru sekolah menengah kejuruan. Berangkat dari hal tersebut, tentu banyak pengalaman dan ilmu terkait teknologi pendidikan yang harus diterapkan pada ruang lingkup pembelajaran. Maka, dirancanglah studi dan penelitian mengenai penerapan ilmu teknologi pendidikan pada profesi guru di sekolah menengah kejuruan. Adapun penelitian yang dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan pengumpulan data melalui wawancara kepada beberapa lulusan teknologi pendidikan yang berprofesi sebagai guru di sekolah menengah kejuruan. Wawancara dilakukan untuk mengetahui apa saja tantangan lulusan teknologi pendidikan, penerapan ilmu teknologi pendidikan, dan kode etik yang diterapkan di sekolah. Hasil yang didapat yaitu lulusan teknologi pendidikan memiliki dasar dan studi yang kuat dalam mengelola dan memfasilitasi pembelajaran, sehingga pada guru lulusan teknologi pendidikan dapat dengan mudah menerapkan ilmu serta kode etik dalam ruang lingkup sekolah menengah kejuruan. Dapat disimpulkan bahwa penerapan ilmu teknologi pendidikan pada profesi guru di sekolah menengah kejuruan dapat diimplementasikan dengan baik dan optimal menyangkut penerapan ilmunya, kode etik yang berlaku, dan kendala serta tantangan yang dihadapi.Kata Kunci: Guru; profesi; Sekolah Menengah Kejuruan; teknologi pendidikan
Internationalization of the French Language Curriculum through the Application of the Common European Framework of Reference Siti Umaya
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.54214

Abstract

The research entitled “Internationalization of the French Language Curriculum through the Application of the Common European Framework of Reference (CEFR) is a descriptive study that aims to provide an overview of the internationalization of the French language curriculum in the French language study program STBA YAPARI ABA Bandung by adopting the CEFR. The form of implementation of the CEFR is carried out in several curriculum components, namely, graduate profiles, graduate learning outcomes (CPL), learning approaches and methods, as well as learning evaluations, especially assessments carried out on the four language skills, namely speaking skills (production orale), writing skills (production écrite)., listening skills (comprehension orale), and reading skills (comprehension écrite). The changes that occurred after the implementation of the CEFR were the addition of a minimum language competency standard of B1 CEFR as a graduate profile and learning outcomes. Furthermore, another change is the use of an action-based approach (actionnelle) and the addition of project-based learning, problem-based learning, and task-learning methods. AbstrakPenelitian yang berjudul “Internasionalisasi Kurikulum Bahasa Prancis melalui Penerapan Common European Framework of Reference (CEFR) merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai internasionalisasi kurikulum bahasa Prancis di prodi bahasa Prancis STBA YAPARI-ABA Bandung dengan mengadopsi CEFR. Bentuk penerapan CEFR tersebut dilakukan dalam beberapa komponen kurikulum yaitu profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), pendekatan dan metode pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran khususnya penilaian yang dilakukan terhadap empat keterampilan berbahasa yaitu keterampilan berbicara (production orale), keterampilan menulis (production écrite), keterampilan mendengar (comprehension orale), dan keterampilan membaca (comprehension écrite). Perubahan yang terjadi setelah penerapan CEFR adalah penambahan standar kompetensi berbahasa minimal B1 CEFR sebagai dalam profil lulusan dan capaian pembelajaran. Selanjutnya, perubahan lainnya adalah penggunaan pendekatan berbasis tindakan (actionnelle) dan penambahan metode pembelajaran project-based learning, problem-based learning, dan tugas.Kata Kunci: Bahasa Prancis; CEFR; Internasionalisasi; Kurikulum

Page 1 of 2 | Total Record : 13