cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 18 Documents
Search results for , issue "vol 20, no 2 (2023): inovasi kurikulum, august 2023" : 18 Documents clear
Utilization of video-based learning media in Biology Lessons at MAN 1 Semarang Irfan Aziz Adianto; Rohmat Nugroho; Naila Amalia; Riska Dami Ristanto
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.52965

Abstract

This research was carried out for aiming of producing learning media using the Quizizz platform; Knowing student responses and reactions regarding the use of video-based learning media and the Quizizz platform; and Knowing student learning outcomes from using video- and Quizizz-based learning media. The method used in research is Research and Development (R and D). The subjects in this study were students of class 10 MIPA 5 MAN 1 Semarang City totaling 36 students consisting of 11 boys and 21 girls. In this research, the implementation of R and D method research has 7 stages, namely potential and problems; data collection; product design; design validation; design revisions; product trials; analysis, and reporting. The results of this study indicate that: The application of video-based learning media and the Quizizz platform is classified as adequate; Video-based learning media and the Quizizz platform are well received; After the application of video-based learning media, the average value of student learning outcomes increased as enough criteria. AbstrakPenelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk : Menghasilkan media pembelajaran dengan menggunakan platform Quizizz yang valid; Mengetahui respon dan tanggapan siswa mengenai penggunaan media pembelajaran berbasis Video dan platform Quizizz; Mengetahui hasil belajar siswa dari penggunaan media pembelajaran berbasis Video dan Quizizz. Metode yang digunakan pada penelitian adalah Research and Development (R and D). Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas 10 MIPA 5 MAN 1 Kota Semarang berjumlah 36 siswa terdiri dari 11 laki laki dan 21 perempuan. Pelaksanaan pada penelitian metode R and D memiliki 7 tahapan menurut Sugiyono dalam bukunya yang berjudul “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R and D”), yaitu potensi dan masalah; pengumpulan data; desain produk; validasi desain; revisi desain; uji coba produk; analisis dan pelaporan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Penerapan media pembelajaran berbasis video dan platform Quizizz tergolong kriteria cukup; Media pembelajaran berbasis video dan platform Quzizz diterima dan ditanggapi dengan baik oleh siswa; Setelah penerapan media pembelajaran berbasis video nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dan tergolong kriteria cukup.Kata Kunci: Biologi; media pembelajaran; pembelajaran audio-visual
Construction of an Adaptive Blended Curriculum (ABC) model in implementing local content curriculum Zahid Zufar At Thaariq; Muhamad Fahmi Yulianto; Reno Nurdiyanto
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.55882

Abstract

Indonesia is famous for its rich and diverse local wisdom. This diversity makes the wealth of human resources has the potential that can be developed in the realm of local content curriculum. It clearly aims to maintain Indonesia's cultural and natural diversity, and can be a source of local economic development and environmental sustainability. Through these considerations, this article reviews the construction of an adaptive blended curriculum (ABC) model that aims to manifest the potential of local content using a narrative approach. This implies that the author presents the results of the review based on existing literature. The review revealed the ABC Model as a curriculum construct oriented towards a combination of adaptive learning, adaptive curriculum and blended learning concepts adaptable to existing local potential. So, the submission of this model is considered important to optimize regional potential through the application of local content curriculum. Thus, this article can be used as a consideration of appropriate curriculum models that optimize the potential of local wisdom in Indonesia.AbstrakIndonesia terkenal dengan kearifan lokal yang sangat kaya dan beragam. Keberagaman ini menjadikan kekayaan sumber daya manusia memiliki potensi yang bisa dikembangkan dalam ranah kurikulum muatan lokal. Ini secara jelas bertujuan untuk mempertahankan keanekaragaman budaya dan alam Indonesia, serta dapat menjadi sumber pengembangan ekonomi lokal dan keberlanjutan lingkungan. Melalui pertimbangan tersebut, maka artikel ini meninjau konstruksi model adaptive blended curriculum (ABC) yang bertujuan untuk memanifestasikan potensi muatan lokal dengan menggunakan pendekatan naratif. Ini berarti penulis memaparkan hasil tinjauan berdasarkan literatur-literatur yang ada. Hasil tinjauan mengungkapkan Model ABC sebagai konstruk kurikulum yang berorientasi pada gabungan konsep adaptive learning, adaptive curriculum dan blended learning yang bisa diadaptasikan dengan potensi lokal yang ada. Maka, pengajuan model ini dirasa penting untuk mengoptimalkan potensi daerah melalui penerapan kurikulum muatan lokal. Dengan demikian, artikel ini bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan model kurikulum tepat guna (appropriate) yang mengoptimasi potensi kearifan lokal di Indonesia.Kata Kunci: Kurikulum muatan lokal; model ABC; model kurikulum
Professional analysis of Educational Technology students with appropriate specializations Lintang Putri Nurchalia; Yudis Ghifari; Jeremy Artistico Limbong; Linda Setiawati
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.53904

Abstract

Students majoring in Educational Technology have expertise in analyzing, designing, developing, implementing, evaluating, and managing the use of technology to help solve learning problems. However, not all Educational Technology students have the same interest in choosing a specialization. Therefore This study aims to analyze the profession of educational technology students who choose specializations according to their interests and abilities. This study used a descriptive method by interviewing three educational technology students at the Indonesian University of Education. The results of the study show that educational technology students choose specializations that suit their interests and abilities. The suitability of the specialization chosen by Educational Technology students with their interests and abilities, as well as the demands of the job market in the field of education, is an important factor influencing the profession they will take after graduation. In addition, the research results also show that educational technology students who choose specializations that suit their interests and abilities tend to be more self-confident and feel more assisted in determining the profession they will pursue after graduation. The conclusion of this study is the importance of choosing a specialization that is by the interests and abilities of educational technology students in determining the profession they will pursue after graduation. AbstrakMahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan memiliki keahlian dalam menganalisis, mendesain, mengembangkan, menerapkan, mengevaluasi, dan mengatur penggunaan teknologi untuk membantu menyelesaikan masalah pembelajaran. Namun, tidak semua mahasiswa Teknologi Pendidikan memiliki minat yang sama dalam memilih peminatan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profesi mahasiswa teknologi pendidikan yang memilih peminatan pilihan sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mewawancarai kepada tiga orang mahasiswa teknologi pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa teknologi pendidikan memilih peminatan pilihan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Kesesuaian peminatan yang dipilih oleh mahasiswa Teknologi Pendidikan dengan minat dan kemampuannya serta tuntutan pasar kerja di bidang pendidikan merupakan faktor penting yang mempengaruhi profesi yang akan diambil setelah lulus. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mahasiswa teknologi pendidikan yang memilih peminatan pilihan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka cenderung lebih percaya diri dan merasa lebih terbantu dalam menentukan profesi yang akan mereka tekuni setelah lulus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya memilih peminatan pilihan yang sesuai dengan minat dan kemampuan bagi mahasiswa teknologi pendidikan dalam menentukan profesi yang akan mereka tekuni setelah lulus.Kata Kunci: peminatan; profesi; teknologi pendidikan
Introducing Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA): Method and challenges of teaching Indonesian as a Foreign Language (IFL) Tira Nur Fitria
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.60374

Abstract

This research describes the method and challenges in teaching Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) or Indonesian as a Foreign Language (IFL) to foreign learners. Effective teaching BIPA relies on various factors, including teaching methods. BIPA teachers should consider effective teaching methods for learners’ language acquisition. Teachers can build a pleasant initial atmosphere in the BIPA class using direct methods, grammar translation, audio-linguistic, community-based learning, and communicative approaches. Several obstacles may occur while teaching BIPA. The internal aspects are the teacher, learners, teaching and learning process, media, and teaching materials. Indonesian learners’ challenges are pronunciation or spelling, limited practice time, self-confidence, student motivation or interest, age factors, personality or characteristics, and student abilities. Teachers’ challenges are related to teaching experience, low competence, and urgent needs of the teacher. The other obstacles are the availability of teaching materials in the textbooks, audio video, and additional online sources of BIPA teaching materials, time teaching, and BIPA curriculum. The external factors are inadequate educational support facilities and infrastructure, cross-cultural learning, different perspectives, students’ cultural and linguistic background, self-adaptation, heterogeneous class situations, search for cultural similarities, and students’ needs, environment, overseas administration, place of residence, weather, natural conditions, and geography of the country, even government policy. AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan metode dan tantangan dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) atau Indonesian as a Foreign Language (IFL) kepada pembelajar asing. Pengajaran BIPA yang efektif bergantung pada berbagai faktor, termasuk metode pengajaran. Guru BIPA harus mempertimbangkan metode pengajaran yang efektif untuk pemerolehan bahasa pembelajar. Guru dapat membangun suasana awal yang menyenangkan di kelas BIPA dengan menggunakan metode langsung, tata bahasa terjemahan, audio-linguistik, pembelajaran berbasis masyarakat, dan pendekatan komunikatif. Beberapa kendala dapat terjadi selama pengajaran BIPA. Aspek internal adalah guru, peserta didik, proses belajar mengajar, media, dan bahan ajar. Tantangan pembelajar bahasa Indonesia adalah dalam pengucapan atau ejaan, waktu latihan yang terbatas, kepercayaan diri, motivasi atau minat siswa, faktor usia, kepribadian atau karakteristik siswa, dan kemampuan siswa. Tantangan guru terkait dengan pengalaman mengajar, rendahnya kompetensi guru, dan kebutuhan guru yang mendesak. Kendala lainnya adalah ketersediaan bahan ajar berupa buku teks, audio video, dan tambahan sumber online bahan ajar BIPA, waktu pengajaran, dan kurikulum BIPA. Faktor eksternal adalah sarana dan prasarana penunjang pendidikan yang kurang memadai, pembelajaran lintas budaya, perbedaan perspektif, latar belakang budaya dan bahasa siswa, penyesuaian diri, situasi kelas yang heterogen, pencarian kesamaan budaya, dan kebutuhan siswa, lingkungan, administrasi luar negeri, tempat tempat tinggal, cuaca, kondisi alam, dan geografi negara, bahkan kebijakan pemerintah.Kata Kunci: Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing; Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing; BIPA; IFL; mengajar Bahasa Indonesia untuk Pembelajar Asing
Teachers' perceptions of media literacy in Junior High School Ahmad Fajar Fadlillah; Mohammad Ali; Asep Herry Hernawan; Cepi Riyana
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.61704

Abstract

Teachers play an essential role in the success of school media literacy programs. This study analyzes teachers' current perceptions of media literacy competence in junior high schools in West Java, Indonesia. Descriptive research methods have been used to describe and summarize data using statistical techniques. The sample consisted of 381 respondents obtained using a purposive sampling technique. Data collection was obtained from questionnaires distributed through online platforms. The results analyze teachers' perceptions of their knowledge, skills, and attitudes towards media literacy. Teachers understand this concept strongly, recognizing that it goes beyond traditional literacy concepts, including reading and writing. Expertise is also demonstrated in accessing various forms of media. However, media skills are still relatively weak in content analysis and integration into teaching practice because teachers lack the necessary skills to integrate concepts into their teaching practice effectively. A particularly positive attitude towards this concept, recognizing the ability to equip students with the 21st-century skills necessary for today and the future. The research implications describe their literacy conditions as a basis for developing media literacy education. AbstrakGuru memegang peranan penting dalam keberhasilan program literasi media di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru saat ini terhadap kompetensi literasi media di sekolah menengah pertama di Jawa Barat, Indonesia. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan dan merangkum data dengan menggunakan teknik statistik. Sampel berjumlah 381 responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh dari kuesioner yang disebar melalui platform online. Hasilnya menganalisis persepsi guru saat ini mengenai pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka terhadap literasi media. Para guru memiliki pemahaman yang kuat tentang konsep ini, menyadari bahwa konsep ini melampaui konsep literasi tradisional yang mencakup membaca dan menulis. Keahliannya juga ditunjukkan dalam mengakses berbagai bentuk media. Namun, keterampilan media masih relatif lemah dalam bidang analisis isi dan integrasi ke dalam praktik mengajar karena guru kurang memiliki keterampilan yang diperlukan untuk secara efektif mengintegrasikan konsep ke dalam praktik mengajar mereka. Sikap yang sangat positif terhadap konsep ini, mengakui kemampuan membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 yang diperlukan untuk saat ini dan masa depan. Implikasi penelitian tersebut menggambarkan kondisi literasi mereka sebagai landasan dalam mengembangkan pendidikan literasi media.Kata Kunci: Literasi media; persepsi guru; sekolah menengah pertama
Development of Character Education digital book students class VIII SMPIT Al-Hikmah Pangkajene Sitti Arifah; A. Arnidah; Abdul Haling
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.58633

Abstract

This study aims to produce digital books that will be used as learning resources for class VIII SMPIT Al-Hikmah Pangkajene because character education requires learning resources consisting of pictures, videos, and audio. This study uses Research and Development. The approach uses a 4-D model (Define, Design, Development, and Disseminate). This study aims to determine the need and design development level and describe the validity and practicality of Character Education Digital Books. Data collection uses written interviews and product creation. The study results showed that students needed character education digital books, while teachers felt that character education digital books were needed. In addition, subject teachers, through written interviews, felt that character education digital books were needed. Digital book development designs were created using the CorelDraw and Flipbook PDF Professional applications. The results of content validation are very good qualifications. Two target users conducted the practicality test, namely student responses, to obtain good qualifications. The subject teacher's response was very well-qualified. This analysis shows that the Character Education Digital Book is valid and practical. AbstrakPenelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah buku digital untuk digunakan sebagai sumber belajar di kelas VIII SMPIT Al-Hikmah Pangkajene dikarenakan pada mata pelajaran pendidikan karakter membutuhkan sumber belajar yang terdiri dari gambar, video, dan audio. Peneliti menggunakan pendekatan Research and Development dan dikembangkan menggunakan model 4D (Define, Design, Development, Disseminate) yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kebutuhan, desain pengembangan, serta mendeskripsikan tingkat validitas dan kepraktisan Buku Digital Pendidikan Karakter. Pengumpulan data menggunakan wawancara tertulis dan pembuatan produk. Hasil penelitian menunjukkan buku digital Pendidikan karakter sangat dibutuhkan oleh siswa, sementara bagi guru buku digital pendidikan karakter dirasa dibutuhkan, selain itu, guru mata pelajaran melalui wawancara tertulis merasa bahwa buku digital pendidikan karakter tersebut dibutuhkan. Desain pengembangan buku digital dibuat menggunakan aplikasi CorelDraw dan Flipbook PDF Professional. Adapun hasil validasi isi berada pada kualifikasi sangat baik. Uji kepraktisan dilakukan dua sasaran pengguna yaitu tanggapan siswa memperoleh kualifikasi baik. Tanggapan guru mata pelajaran mendapat kualifikasi sangat baik. Hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa Buku Digital Pendidikan Karakter telah valid dan praktis untuk digunakan.Kata Kunci: Buku digital; pendidikan karakter; sumber belajar
Use of smartphone as ICT literacy media and learning resources among college students Al Halim Ali Sunan; Ananda Julia Yasmin; Kholid Abdullah Harras
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.46869

Abstract

This study aims to determine the extent to which students can use smartphones as ICT literacy media and learning resources. This is due to the development of increasingly advanced technology that requires the nation's generation to be able to face the challenges of the era, one of which is being able to use technologies, especially smartphones, for positive things, particularly in ICT literacy and as learning resources. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. The results of the study show that smartphones can be used as ICT literacy media and learning resources for college students. Also, students have been able to carry out ICT literacy well as evidenced by the use of existing applications on smartphones to search, obtain, and manage information, which later on this information can also be a source of learning. On the other hand, from the use of smartphones as learning and literacy media, there are also negative impacts, such as addiction and dependence on smartphones, the amount of negative content and fake news that can be found online. The solution that can be used to overcome this is the presence of self-control tools or high self-awareness from the students themselves. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa dapat menggunakan smartphone sebagai media literasi TIK dan sumber belajar. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin maju menuntut para generasi bangsa untuk dapat menghadapi tantangan zaman, salah satunya adalah mampu menggunakan teknologi, khususnya smartphone untuk hal yang positif, utamanya dalam literasi TIK dan belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa smartphone dapat dijadikan sebagai media literasi TIK dan sumber belajar di kalangan mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga telah mampu melakukan literasi TIK dengan baik yang dibuktikan dengan penggunan aplikasi yang ada pada smartphone untuk mencari, mendapat, dan mengelola informasi, yang nantinya informasi tersebut dapat juga menjadi sumber belajar. Namun, dari penggunaan smartphone sebagai media belajar dan literasi tersebut, terdapat pula dampak negatif yang ditimbulkan, seperti kecanduan dan ketergantungan terhadap smartphone, banyaknya konten negatif yang ditemukan, serta banyaknya berita hoaks. Solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah adanya kontrol diri atau kesadaran diri yang tinggi dari mahasiswa itu sendiri.Kata Kunci: Literasi TIK; mahasiswa; smartphone; sumber belajar
The conformability of french listening skills learning materials in Frenchblabla Podcasts with the CEFR curriculum and the Kurikulum Merdeka Nabilah Hendrayani; Tri Indri Hardini; Dante Darmawangsa
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.61298

Abstract

The variety of emerging digital technology platforms for learning French, including the Podcast platform, continues to increase. These platforms allow users to be able to learn independently. Therefore, it is essential to study the material presented in the media. This study focuses on analyzing the suitability of the material on the frenchblabla podcast with the CEFR curriculum and the Merdeka curriculum in order to improve French listening skills for level A1. The study employs qualitative methods in the form of descriptive analysis. In this study, researchers identified learning French for level A1 through the Frenchblabla podcast. The results of the study show that the relevance of the material presented in this podcast meets all the CEFR-based entry-level competency indicators, which are spread across different podcast episodes. This study concluded that the Frenchblabla podcast provides content that fully complies with the European Standards for Learning Foreign Languages (CEFR) and also answers the demands of the Merdeka Indonesia Curriculum for beginner levels, especially A1-A2 levels. Furthermore, the material for this podcast conforms to the Merdeka curriculum structure for Stage F. Therefore, the alignment and arrangement of the material make this podcast media have great potential as a learning aid that can improve students' French listening skills. AbstrakBeragamnya kemunculan platform teknologi digital untuk pembelajaran bahasa Prancis terus meningkat, salah satunya adalah platform Podcast. Platform-platform ini memungkinkan pengguna untuk dapat belajar secara mandiri. Oleh karena itu, penelaahan materi yang disajikan dalam media tersebut menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini berfokus pada analisis kesesuaian materi pada podcast Frenchblabla dengan kurikulum CEFR dan kurikulum Merdeka guna meningkatkan keterampilan menyimak bahasa Prancis untuk tingkat A1. Peneliti menggunakan metode kualitatif berupa analisis deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti mengidentifikasi pembelajaran bahasa perancis untuk level A1 melalui podcast Frenchblabla. Hasil penelitian menunjukan bahwa relevansi materi yang disajikan dalam podcast ini memenuhi semua indikator kompetensi tingkat pemula berbasis CEFR yang tersebar dalam episode podcast yang berbeda. Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa podcast Frenchblabla menyajikan konten yang sepenuhnya sesuai dengan Standar Eropa untuk Pembelajaran Bahasa Asing (CEFR) dan juga menjawab tuntutan Kurikulum Merdeka Indonesia untuk tingkat pemula, khususnya tingkat A1-A2. Lebih lanjut, materi podcast ini sesuai dengan struktur kurikulum Merdeka untuk Tahap F. Oleh karena itu, keselarasan dan penataan materi tersebut menjadikan media podcast ini memiliki potensi besar sebagai alat bantu pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan menyimak bahasa Prancis siswa.Kata Kunci: Keterampilan menyimak; kurikulum CEFR; Kurikulum Merdeka; materi pembelajaran bahasa Perancis; media pembelajaran; podcast
Kurikulum Merdeka for arabic language learning according to Piaget’s cognitive development theory Ahmad Hidayatullah Zarkasyi; Alin Safaraz Himam; Rahmat Hidayat Lubis; Sintya Kartika Prameswari; Iffatunnisail Badriya
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.61359

Abstract

The effectiveness of the Arabic educational process can't be separated from the curriculum that has been set and implemented properly. Kurikulum Merdeka, especially in Arabic language learning, is a new curriculum that has not been tested implementatively after its launch and is thought to be not following the level of student learning ability. Jean Piaget has given birth to a comprehensive theory of cognitive development which is the basis for the creation and development of educational curricula in the world. The purpose of cognitive development in Arabic language learning is to increase understanding to obtain new information. This study aims to determine the suitability and analyze the relevance of competence and objectives of Kurikulum Merdeka for Arabic language learning with Jean Piaget's cognitive theory. This study employs a descriptive analysis method along with a qualitative research design. While the method used is the method of observation and literature study. The data used is qualitative in the form of words, sentences, discourse, text, and the entire contents of Kurikulum Merdeka for Arabic language learning. The results of the analysis show that Kurikulum Merdeka for Arabic language learning achieves good results in its suitability and relevance to Jean Piaget's theory of cognitive development. AbstrakKeberhasilan proses belajar mengajar bahasa Arab tidak lepas dari kurikulum yang telah ditetapkan serta diterapkan dengan baik. Kurikulum Merdeka khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab merupakan kurikulum baru yang belum teruji secara implementatif setelah diluncurkannya dan diduga belum sesuai dengan tingkatan kemampuan belajar siswa. Jean Piaget telah melahirkan teori perkembangan kognitif yang komprehensif yang menjadi dasar dalam pembuatan dan pengembangan kurikulum pendidikan di dunia. Tujuan perkembangan kognitif dalam pembelajaran bahasa arab adalah untuk meningkatkan pemahaman untuk memperoleh informasi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian dan menganalisis relevansi kompetensi dan tujuan kurikulum Merdeka untuk pembelajaran bahasa Arab dengan teori kognitif Jean Piaget. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dan studi literatur. Data kualitatif yang digunakan berupa kata, kalimat, wacana, teks, dan keseluruhan isi kurikulum Merdeka untuk pembelajaran bahasa Arab. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka untuk pembelajaran bahasa Arab mencapai hasil yang baik pada kesesuaian dan relevansinya dengan teori perkembangan kognitif Jean Piaget.Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; pembelajaran bahasa Arab; perkembangan kognitif; teori Jean Piaget
Evaluation of Science curriculum: A literature study Amsal Alhayat; Zainal Arifin
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.58887

Abstract

The goals and roles of education are reflected in the implementation outlined through a series of curriculum plans. Science as a learning program also has a curriculum that serves as a reference for its performance in the classroom. Therefore, it is necessary to evaluate the science curriculum to determine the achievement of the established goals, considering various aspects within it. Hence, this research aims to describe the factors that need to be considered in evaluating the science curriculum as a learning program. The research method used is Systematic Literature Review (SLR), which involves the initial stage of identifying the keywords "Evaluation of Science Curriculum" and synthesizing the results of the analysis to arrive at a general conclusion. The research findings indicate that evaluating the science curriculum needs to consider several important factors, including assessing the learning objectives, alignment with standards, relevance to students' lives, instructional effectiveness, availability of resources, stakeholder involvement, and curriculum renewal and development. However, empirical evidence is still needed to support the complexity of this research. A suggestion is to conduct similar research using the Delphi method to obtain better parameters and standards for evaluating the science curriculum by incorporating expert perspectives. AbstrakTujuan dan peran pendidikan tercermin dalam pelaksanaan yang dituangkan melalui serangkaian rencana kurikulum pembelajaran. IPA sebagai program pembelajaran juga memiliki kurikulum yang menjadi acuan dalam penyelenggaraannya di kelas. Seyogyanya kurikulum IPA tersebut perlu dilakukan evaluasi guna mengetahui ketercapaian dari tujuan yang telah ditetapkan dengan memperhatikan berbagai aspek yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi kurikulum IPA sebagai program pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu Sistematika Literatur Review (SLR) dengan tahapan yang diawali dengan identifikasi kata kunci “Evaluasi Kurikulum IPA” hingga sintesis hasil analisis untuk mendapati kesimpulan secara general. Hasil penelitian diperoleh bahwa dalam melakukan evaluasi kurikulum IPA perlu mempertimbangkan beberapa hal penting, yakni bahwa evaluasi tersebut melibatkan penilaian terhadap tujuan pembelajaran, kesesuaian dengan standar, relevansi dengan kehidupan siswa, efektivitas pembelajaran, ketersediaan sumber daya, keterlibatan stakeholder, dan pembaruan dan pengembangan kurikulum. Namun, masih dibutuhkan hasil empiris untuk mendukung kekompleksitasan penelitian ini, seperti dibutuhkan penelitian senada dengan metode delphi, hal ini dimaksudkan agar dapat memperoleh parameter dan standar evaluasi kurikulum IPA yang lebih baik dengan mempertimbangkan pandangan ahli.Kata Kunci: Evaluasi kurikulum; Ilmu Pengetahuan Alam (IPA); kurikulum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Page 1 of 2 | Total Record : 18