cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 50 Documents
Search results for , issue "vol 21, no 2 (2024): inovasi kurikulum, may 2024" : 50 Documents clear
The development of student’s soft skills in Tutorial Webinar (Tuweb) at Universitas Terbuka A. Afriani; Paulina Pannen; Sri Dewi Nirmala; I. Isfarudi; Sendi Ramdhani
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.62881

Abstract

This study aims to see the development of student soft skills in online learning at Universitas Terbuka (UT). The case study focused on postgraduate students at UT. The soft skills aspects are teamwork and communication in webinar tutorials (Tuweb) at the UT Postgraduate Program. The selected two aspects departed from the results of previous research, which observed the development of student soft skills in several aspects. Two aspects stand out in learning, namely teamwork and communication. The data collection instrument used was Focused Group Discussion (FGD). Data analysis uses content analysis. An important result of the research is that the two aspects of students' soft skills on Tuweb have developed as expected in online learning at UT. This result is an interesting reason for students to study at UT, considering that UT conducts online learning. Students' ability develops not only from the aspect of hard skills but also from the aspect of soft skills. The study's findings suggest that online learning can be an effective way for students to develop their soft skills.  AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk melihat perkembangan soft skill mahasiswa dalam pembelajaran daring di Universitas Terbuka (UT). Studi kasus berfokus pada mahasiswa pascasarjana di UT. Aspek soft skill yang dilihat adalah aspek kerjasama tim dan komunikasi dalam tutorial webinar (Tuweb) di Program Pascasarjana UT. Dua aspek yang dipilih berangkat dari hasil penelitian sebelumnya yang mengamati perkembangan soft skill mahasiswa pada beberapa aspek. Ada dua aspek yang menonjol dalam pembelajaran, yaitu kerjasama tim dan komunikasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah Focused Group Discussion (FGD). Analisis data menggunakan content analysis. Hasil penting dari penelitian ini adalah pengembangan kedua aspek soft skill mahasiswa pada tuweb telah berkembang sesuai dengan yang diharapkan dalam pembelajaran daring di UT. Hasil tersebut menjadi alasan menarik mahasiswa untuk kuliah di UT, mengingat UT melaksanakan pembelajaran secara daring. Kemampuan peserta didik berkembang tidak hanya dari aspek hard skill saja tetapi juga dari aspek soft skill. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran online dapat menjadi cara yang efektif bagi siswa untuk mengembangkan soft skill mereka.Kata Kunci: Kerjasama; komunikasi; soft skill; tutorial online; tutorial webinar
The need analysis of BIPA speaking materials and modules for foreign athletes Ray Ardi Putra; Nuny Sulistyani Idris; Suci Sundusiah
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.66856

Abstract

BIPA (Indonesian Language for Foreign Speakers) is very popular among the international community. This situation can be seen in many foreign students studying Indonesian. BIPA students come from various backgrounds, including business, health, military, academics, and sports. The BIPA sports learning module has also become necessary for BIPA sports students. This is driven by the interest of foreign athletes in studying BIPA, such as Danish badminton players who want to learn Indonesian. This research is an analysis of research and development (RnD) needs with the ADDIE concept, which will produce a product that is developed and validated for the world of education, intending to renew or innovate the development of existing educational products. There are five RnD research procedures with the ADDIE analysis concept: needs, planning and design, development, implementation, and evaluation. Analysis steps were carried out on BIPA students to get responses regarding Indonesian language needs. The type of product being developed is an open BIPA speaking skills module for BIPA athletes learners. However, this research analyzes the need to develop BIPA modules for athletes. Analysis of needs for developing BIPA modules is necessary for BIPA teachers to provide an overview of what modules should be developed. AbstrakBahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) saat ini sangat populer di kalangan masyarakat internasional. Situasi ini terlihat dari banyaknya pelajar luar negeri yang belajar bahasa Indonesia. Pemelajar BIPA berasal dari berbagai latar belakang, antara lain bisnis, kesehatan, militer, akademik, dan olahraga. Modul pembelajaran BIPA olahraga juga sudah menjadi kebutuhan bagi Pemelajar BIPA olahraga. Hal ini didorong oleh minat olahragawan mancanegara untuk mempelajari BIPA, seperti pebulu tangkis Denmark yang ingin belajar bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan analisis kebutuhan penelitian dan pengembangan (RnD) dengan konsep ADDIE yang akan menghasilkan suatu produk yang dikembangkan dan divalidasi bagi dunia pendidikan, dengan tujuan memperbaharui atau menginovasi pengembangan produk pendidikan yang sudah ada. Terdapat lima prosedur penelitian RnD dengan konsep ADDIE, yaitu analisis kebutuhan, perancangan dan desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Langkah analisis dilakukan terhadap mahasiswa BIPA untuk mendapatkan tanggapan mengenai kebutuhan bahasa Indonesia. Adapun jenis produk yang dikembangkan yaitu modul ajar BIPA keterampilan berbicara bagi pembelajar BIPA olahragawan. Namun, dalam penelitian ini berfokus pada analisis kebutuhan pengembangan modul BIPA untuk para olahragawan.Analisis kebutuhan untuk pengembangan modul ajar BIPA menjadi suatu kebutuhan bagi para pengajar BIPA agar dapat memberikan gambaran seperti apa modul sebaiknya dikembangkan.Kata Kunci: Bahasa Indonesia; BIPA; modul; olahragawan
Teacher skills in classroom management at MI Muhammadiyah Gonilan Desma Dzuriansyah; Almuntaqo Zainuddin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.67297

Abstract

Teacher skills in classroom management are needed so that the learning process in the classroom can run well and follow the goals desired by teachers and students. This research was conducted to determine and describe teachers' skills in classroom management at MI Muhammadiyah Gonilan using a qualitative descriptive approach and phenomenological model. The techniques used in collecting data are observation, interviews, and documentation. This research involved two resource persons: IVa and IVb homeroom teachers. The research results, among other things, show preparation for classroom management. Before entering class, the teacher prepares lesson plans and reference books and prepares students to participate in learning. Furthermore, in building positive relationships, the teacher is in charge of creating a comfortable atmosphere. Other research results relate to the implementation of classroom management. In classroom management, some factors support the implementation process. Several supporting factors include teaching aids, teachers' accompanying books or complete teaching materials, student books, and teachers and students arriving on time. Inhibiting factors are different children's concentration and different children's comprehension abilities. AbstrakKeterampilan guru dalam pengelolaan kelas sangat dibutuhkan sehingga proses pembelajaran di kelas dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh guru dan peserta didik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan keterampilan guru dalam pengelolaan kelas di MI Muhammadiyah Gonilan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan model fenomenologi. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan dua narasumber yakni wali kelas IVa dan IVb. Hasil penelitian antara lain memperlihatkan tentang persiapan pengelolaan kelas. Sebelum memasuki kelas, guru mempersiapkan RPP, buku referensi dan menyiapkan peserta didik untuk siap mengikuti pembelajaran. Selanjutnya, dalam membangun hubungan positif, di sini guru yang bertugas menciptakan suasana nyaman. Hasil penelitian lainnya berkaitan dengan pelaksanaan pengelolaan kelas. Dalam pengelolaan kelas, terdapat faktor yang mendukung proses pelaksanaannya. Beberapa faktor pendukung seperti alat peraga, buku pendamping guru atau bahan ajar lengkap, buku peserta didik lengkap, guru dan peserta didik datang tepat waktu. Faktor penghambat adalah konsentrasi anak yang berbeda, daya tangkap anak yang berbeda-beda.Kata Kunci: Keterampilan guru; pendidikan; pengelolaan kelas.
Discourse in curriculum: A focus on film, television, and media studies Firdaus Noor; Nuril Ashivah Misbah; Dede Suprayitno; Putrawan Yuliandri
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.67536

Abstract

This article using discourse theory, popularized by Foucault, is used to examine the production and use of knowledge and practices relevant to the discourse that applies to the film, television, and media studies study program curriculum. This research uses the interpretive phenomenology method (Interpretative Phenomenological Analysis), and the classification and framing of data are carried out through focused group discussions. The purposeful sampling technique was chosen through a maximum variation sampling strategy involving eight research subjects to understand the various experiences of campuses that already have similar programs and are considered the most "oriented" stakeholders. The result is that the curriculum discourse produces four themes: scientific vision and mission, graduate profile, learning outcomes, and curriculum structure. In the experience model, participants express discourse themes with actual social reality. In the end, how discourse speaks is expected to be a critical dimension in forming the Film, Television, and Media Studies program curriculum.  AbstrakArtikel ini menggunakan teori Diskursus yang dipopulerkan oleh Foucault digunakan dengan tujuan untuk melihat produksi dan penggunaan pengetahuan dan praktiknya yang relevansinya dengan wacana yang berlaku untuk kurikulum prodi kajian film, televisi, dan media. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi interpretatif (Interpretative Phenomenological Analysis), klasifikasi dan pembingkaian data dilakukan melalui kegiatan diskusi terpumpun/Focus Group Discussion. Teknik purposeful sampling dipilih melalui strategi maximal variation sampling dengan melibatkan delapan subjek penelitian untuk memahami beragam pengalaman dari kampus-kampus yang sudah memiliki program serupa dan dianggap paling "berorientasi" sebagai pemangku kepentingan. Hasilnya bahwa diskursus kurikulum menghasilkan empat tema yaitu visi misi keilmuan, profil lulusan, capaian pembelajaran, dan struktur kurikulum. Model pengalaman, partisipan mengungkapkan tema wacana dengan realitas sosial yang sesungguhnya. Pada akhirnya cara diskursus berbicara diharapkan menjadi dimensi kunci dalam pembentukan kurikulum pada program studi Kajian Film, Televisi, dan Media.Kata Kunci: Diskursus kurikulum; fenomenologi interpretatif; foucault; kajian film, televisi, dan media
Interactive multimedia development for science education in class IX at SMPN 2 Galesong Utara Nur Islamiah Baharuddin; Nurhikmah H; L. Lu'mu
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to address the need for interactive multimedia in science learning. The main objective is to identify these needs, design interactive multimedia learning, and measure validity, practicality, and effectiveness. This research is important because analyzing needs, science material, and student characteristics shows that interactive multimedia can improve student understanding. The methods used include Smart Apps Creator (SAC) based design and product trials on class IXA students at SMPN 2 Galesong Utara. Interactive multimedia designs are developed using the Smart Apps Creator (SAC) application, which integrates multimedia elements such as text, audio, images, and video. The validity of multimedia is tested through evaluation by material and media design experts. The research findings show that the multimedia design has valid qualifications according to the assessments of validators and experts. The product's practicality is proven through trials that show practical results. In contrast, its effectiveness is proven by the N-gain value, which shows significant differences in student learning outcomes. This research concludes that the interactive learning multimedia design is proven valid, practical, and effective, so it is recommended for use in science learning. AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengatasi kebutuhan akan multimedia interaktif dalam pembelajaran sains. Tujuan utama adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan tersebut, merancang multimedia pembelajaran interaktif, dan mengukur tingkat validitas, praktikal, serta efektivitasnya. Alasan penelitian ini penting adalah karena hasil analisis kebutuhan, materi sains, dan karakteristik siswa menunjukkan bahwa multimedia interaktif dapat meningkatkan pemahaman siswa. Metode yang digunakan meliputi desain berbasis Smart Apps Creator (SAC) dan uji coba produk pada siswa kelas IXA di SMPN 2 Galesong Utara. Desain multimedia interaktif dikembangkan menggunakan aplikasi Smart Apps Creator (SAC), yang mengintegrasikan berbagai elemen multimedia seperti teks, audio, gambar, dan video. Validitas multimedia diuji melalui evaluasi oleh ahli materi dan desain media. Temuan penelitian menunjukkan bahwa multimedia yang dirancang memiliki kualifikasi valid menurut penilaian validator dan ahli. Kepraktisan produk dibuktikan melalui uji coba yang menunjukkan hasil praktis, sedangkan efektivitasnya dibuktikan dengan nilai N-gain yang menunjukkan perbedaan signifikan dalam hasil belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa multimedia pembelajaran interaktif yang dirancang terbukti valid, praktis, dan efektif, sehingga direkomendasikan untuk digunakan dalam pembelajaran IPA.Kata Kunci: IPA; multimedia pembelajaran interaktif; smart apps creator
Interactive video for learning Mathematics element of measurement in elementary school Setyo Ajie Wibowo; Made Duananda Kartika Degeng; Henry Praherdhiono
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.67125

Abstract

Mathematics learning needs to be delivered using learning media to make it easier for students to receive information and increase student motivation. Creating interesting learning media is the solution to make it easier for students to receive the material. This research aims to produce an interactive video for learning elementary school measurement math that can motivate students to learn. The method used in this research is development research with the Lee and Owen development model. The development model consists of 5 stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The validation results showed positive results that are very feasible to use. The trial in the actual class has been proven by the student's response to using the developed media, which is seen in ease, attractiveness, and motivation. Developing interactive videos can be considered accessible, exciting, and motivating for elementary school students to learn. AbstrakPembelajaran Matematika perlu disampaikan dengan menggunakan media pembelajaran sehingga memudahkan peserta didik dalam menerima penyampaian informasi serta meningkatkan motivasi peserta didik. Pembuatan media pembelajaran yang menarik menjadi solusi yang ditawarkan untuk mempermudah peserta didik dalam menerima materi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan interaktive video untuk pembelajaran matematika elemen pengukuran sekolah dasar yang dapat memotivasi peserta didik untuk belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan Lee and Owen. Model pengembangan terdiri dari 5 tahapan analisis, desain, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Hasil validasi menunjukkan hasil positif sehingga media sangat layak untuk digunakan. Uji coba pada kelas sebenarnya telah dibuktikan dengan respons peserta didik terhadap penggunaan media yang dikembangkan dilihat dari aspek kemudahan, kemenarikan, dan motivasi. Pengembangan interaktif video dapat disimpulkan mudah, menarik, dan memotivasi belajar peserta didik sekolah dasar.Kata Kunci: Elemen pengukuran; Matematika; sekolah dasar; video; video interaktif
Flipped classroom with a gamification case method approach for learning statistics Novia Kuswidayani; Yerry Soepriyanto; Henry Praherdhiono
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.65405

Abstract

Integrating flipped classrooms and gamification in educational statistics aims to enhance student motivation and understanding. This approach actively involves students in case-based learning, immersing them in real or hypothetical problems relevant to the course. This development aims to create an engaging and effective learning model applicable to statistics education. The model development follows five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. During the flipped class, students review learning materials before the session, allowing in-class time to focus on case-solving discussions and gamification activities. The experiment involved sixth-semester educational technology students taking a statistics education course. Learning design experts validated the model, receiving a positive response (96%), indicating its suitability for implementation. The model's effectiveness was evident in the experiment, with a high success rate of 99%. The design's attractiveness, mainly due to engaging gamification elements, contributed to positive student responses. Research results highlight the success of integrating flipped classrooms with case-based gamification methods, providing an attractive and effective approach to statistics education. AbstrakIntegrasi kelas terbalik dan gamifikasi dalam statistika pendidikan bertujuan meningkatkan motivasi dan pemahaman mahasiswa. Pendekatan ini melibatkan mahasiswa secara aktif dalam pembelajaran berbasis kasus, membenamkan mereka dalam masalah nyata atau hipotesis yang relevan dengan mata kuliah tersebut. Tujuan dari pengembangan ini untuk menciptakan model pembelajaran yang menarik dan efektif untuk diterapkan pada pembelajaran statistik. Pengembangan model melalui lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Selama kelas terbalik, mahasiswa meninjau materi pembelajaran sebelum kelas dimulai, memungkinkan waktu di dalam kelas untuk fokus pada diskusi penyelesaian kasus dan aktivitas gamifikasi. Percobaan melibatkan mahasiswa teknologi pendidikan semester keenam yang mengambil mata kuliah statistik pendidikan. Ahli desain pembelajaran memvalidasi model tersebut, mendapatkan tanggapan positif (96%), menunjukkan kesesuaian untuk diimplementasikan. Efektivitas model terbukti dalam percobaan, dengan tingkat kelulusan tinggi sebesar 99%. Daya tarik desain tersebut dicatat karena elemen gamifikasi yang menarik, berkontribusi pada respon positif dari mahasiswa. Hasil penelitian menyoroti keberhasilan integrasi kelas terbalik dengan metode kasus gamifikasi, memberikan pendekatan yang menarik dan efektif dalam statistika pendidikan.Kata Kunci: Flipped classroom; gamifikasi; keterlibatan pemelajar; pembelajaran berbasis kasus; Statistika
Analysis of the need for a survival thematic BIPA dictionary for Handai Indonesia Agus Setiadi; Suci Sundusiah; H. Halimah
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.65951

Abstract

The use of dictionaries in beginner-level BIPA learning is important, considering the limited vocabulary students master. Things like this apply to formal students in class and Handai Indonesia who are in Indonesia. Handai Indonesia refers to foreign citizens who can speak Indonesian. Apart from being required to adapt to learning in the classroom, Handai Indonesia, who immediately learned Indonesian in Indonesia, was also necessary to survive in his new living environment. Therefore, there needs to be supported vocabulary materials packaged based on their needs. Supported by this vocabulary material, it can be made into a special thematic survival dictionary that is easy to use. This research analyzes Handai Indonesia's need for a survival thematic dictionary. The method used in this research is descriptive. The needs analysis results show that public transportation is the place or situation that Handai Indonesia most needs in terms of survivability in Indonesia. Many Handai Indonesians experience vocabulary problems when using public transportation services, so they need a transportation-themed survival dictionary, and the type of dictionary they need is a digital dictionary. Images contain explanations and examples of sentences, conversations, and audio. AbstrakPenggunaan kamus dalam pembelajaran BIPA level pemula merupakan hal yang penting mengingat terbatasnya kosakata yang dikuasai oleh pemelajar. Hal ini tidak hanya berlaku bagi pemelajar formal di kelas tetapi juga para Handai Indonesia yang berada di Indonesia. Handai Indonesia merujuk pada warga negara asing yang mampu berbahasa Indonesia. Selain dituntut untuk dapat beradaptasi dengan pembelajaran di kelas, Handai Indonesia yang langsung belajar bahasa Indonesia di Indonesia juga dituntut untuk dapat bertahan hidup di lingkungan tempat tinggalnya yang baru. Oleh karena itu, perlu adanya sokongan materi kosakata yang dikemas berdasarkan kebutuhan mereka. Sokongan materi kosakata tersebut dapat dibuat menjadi sebuah kamus khusus kesintasan yang bersifat tematik sehingga mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan Handai Indonesia terhadap kamus tematik kesintasan. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa transportasi umum menjadi tempat atau situasi yang paling banyak dibutuhkan handai Indonesia dalam hal kesintasan di Indonesia. Para handai Indonesia banyak mengalami kendala kosakata pada saat menggunakan layanan transportasi umum sehingga membutuhkan kamus kesintasan bertema transportasi dan jenis kamus yang mereka butuhkan adalah jenis kamus digital, rancangan awal kamus dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan dengan pengembangan lema kesintasan tema transportasi berbantuan aplikasi digital Android dengan fitur gambar dilengkapi dengan penjelasan dan contoh kalimat, percakapan, dan suara.Kata Kunci: Analisis kebutuhan; Handai Indonesia; kesintasan; kamus tematik kesintasan
Development of authentic assessment of 21st-century skills in Kurikulum Merdeka Neneng Widya Sopa Marwa; Pajar Reza Pitria; Faisal Madani
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.67273

Abstract

Kurikulum Merdeka has impacted educational progress in Indonesia, and authentic assessments are needed to ensure holistic and relevant evaluation of student learning progress. This research aims to analyze the importance of developing authentic assessments of 21st-century skills in implementing Kurikulum Merdeka in elementary schools. This research method uses the Systematic Literature Review (SLR) research method; the SLR stages consist of planning, implementation, and reporting. After searching on Google Chrome and the Google Scholar site, 24 articles were obtained relating to the discussion of authentic assessment of 21st-century skills in Kurikulum Merdeka in elementary schools. The 24 articles were then analyzed based on the criteria for determining the quality of the study material so that ten articles were obtained. Based on the results of the criteria analysis. The analysis involved identifying 21st-century skills essential to developing and understanding the benefits and challenges of implementing authentic assessment in learning. The results of this research show that the development of authentic assessment has an essential role in learning in elementary schools. Authentic assessment allows assessments that involve the application of students' knowledge and skills in real-life situations, creating a close connection between school learning and everyday life. AbstrakKurikulum Merdeka telah memberikan dampak terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia, pengembangan asesmen otentik diperlukan untuk memastikan evaluasi yang holistik dan relevan terhadap kemajuan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mengenai pentingnya mengembangkan asesmen autentik keterampilan abad 21 dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian Systematic Literature Review (SLR), tahapan SLR tersendiri terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan. Setelah melakukan pencarian pada google chrome dan situs google scholar, diperoleh 24 artikel yang berkaitan dengan bahasan asesmen autentik keterampilan abad 21 pada Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. 24 artikel tersebut kemudian dianalisis berdasarkan kriteria penentuan kualitas bahan kajian sehingga diperoleh 10 artikel. berdasarkan hasil analisis kriteria. Analisis tersebut melibatkan identifikasi keterampilan abad 21 yang penting untuk dikembangkan, serta pemahaman tentang manfaat dan tantangan asesmen autentik dalam pembelajaran. Hasil dari penelitian tersebut menunjukan pengembangan asesmen autentik memiliki peranan penting dalam pembelajaran di sekolah dasar. Asesmen autentik memungkinkan penilaian yang melibatkan aplikasi pengetahuan dan keterampilan siswa dalam situasi kehidupan nyata, menciptakan hubungan yang erat antara pembelajaran di sekolah dengan kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Asesmen autentik; pendidikan abad 21; kurikulum merdeka
Implementation of the teacher's role in implementing the Kurikulum Merdeka in elementary school Maisy Aprilia; Dea Mustika
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.67106

Abstract

One of the latest initiatives from the Kementerian Pendidikan, Kebudayaam, Riset, dan Dikti (Kemendikbudristek) is the Merdeka Curriculum to improve the quality of students who have competitiveness in facing future developments. To implement a Merdeka Curriculum, the role of teachers is very crucial. This research aims to determine the implementation of the teacher's role in implementing the Kurikulum Merdeka using descriptive qualitative methods. The research was conducted at SDIT Fadhilah Pekanbaru by collecting data through observation, interviews, and documentation. The results of this research indicate that the Kurikulum Merdeka has been implemented by teachers, who play a role in (1) planning a learning program, starting from creating an ATP and being able to formulate specific learning objectives according to student needs; (2) implementing the program that has been created, namely by using varied learning methods and media and involving students in active learning; and (3) carry out regular evaluations and reflections to assess learning outcomes. In this study, researchers found several difficulties faced by teachers in implementing the Kurikulum Merdeka, including difficulties in time management and limited facilities and infrastructure. However, as professional educators, teachers still try to optimize existing facilities to implement a Kurikulum Merdeka with innovative and flexible learning according to the needs and demands of the Industrial Revolution 4.0. AbstrakSalah satu inisiasi terbaru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaam, Riset, dan Dikti (Kemendikbudristek) adanya Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kualitas peserta didik yang memiliki daya saing dalam menghadapi perkembangan zaman di masa depan. Untuk menerapkan Kurikulum Merdeka, peran guru sangat krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi peran guru dalam penerapan Kurikulum Merdeka Belajar, dengan metode kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di SDIT Fadhilah Pekanbaru dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka telah diimplementasikan oleh guru, yang berperan dalam; (1) merencanakan program belajar, mulai dari pembuatan ATP dan dapat merumuskan tujuan spesifik pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa (2) melaksanakan program yang telah dibuat, yaitu dengan menggunakan metode dan media pembelajaran yang variatif dan melibatkan siswa untuk belajar aktif; dan (3) melakukan evaluasi dan refleksi secara berkala untuk menilai hasil pembelajaran. Dalam studi ini peneliti menemukan beberapa kesulitan yang dihadapi guru dalam implementasi kurikulum merdeka, di antaranya adalah kesulitan dalam manajemen waktu, serta sarana dan prasarana yang terbatas. Namun sebagai seorang pendidik profesional, guru tetap berusaha mengoptimalkan fasilitas yang ada untuk menerapakan kurikulum merdeka dengan pembelajaran inovatif dan fleksibel sesuai kebutuhan dan tuntutan revolusi industri 4.0.Kata Kunci: Kurikulum merdeka; peran guru; sekolah dasar