cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 35 Documents
Search results for , issue "vol 21, no 3 (2024): inovasi kurikulum, august 2024" : 35 Documents clear
Bridging theory, policy, and practice: Stakeholder engagement in Ghana's NPEC Richard Lionel Gorni; Asep Suryana; Eka Prihatin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71208

Abstract

Ghana's education system is transforming significantly by implementing the National Pre-Tertiary Education Curriculum Framework (NPECF), emphasizing critical thinking and problem-solving skills over traditional rote learning. Translating these ambitious policy goals into effective classroom practices within a centralized system presents challenges. This research addresses this challenge through stakeholder analysis, examining how the involvement of policymakers, educators, parents, and local communities can bridge the gap between NPECF's theoretical ideals and practical classroom application. The research identifies potential roadblocks and opportunities for successful curriculum adoption by analyzing these diverse perspectives. Understanding the interactions and influences among policymakers, teachers, parents, and communities is crucial for transitioning smoothly from rote learning to a student-centered approach. This analysis highlights areas where stakeholders might need additional support or resources to embrace the new curriculum effectively. Ultimately, the findings can inform future educational reforms in Ghana and similar contexts, paving the way for a more effective and engaging learning experience for all students. AbstrakSistem pendidikan Ghana sedang mengalami transformasi signifikan dengan implementasi National Pre-Tertiary Education Curriculum Framework (NPECF) yang menekankan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah - lebih dari pembelajaran tradisional. Tetapi menerjemahkan tujuan kebijakan ambisius ini ke dalam praktik kelas yang efektif dalam sistem terpusat - pada gilirannya menyajikan tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menangani tantangan ini melalui analisis terhadap pemangku kepentingan, memeriksa bagaimana keterlibatan pembuat kebijakan, pendidik, orang tua, dan komunitas lokal dapat menjembatani kesenjangan antara cita-cita teoritis NPECF dengan aplikasi kelas praktis. Melalui analisis terhadap perspektif yang beragam ini, penelitian ini mengidentifikasi potensi hambatan dan peluang untuk penerapan kurikulum yang sukses. Memahami interaksi dan pengaruh antara pembuat kebijakan, guru, orang tua, dan komunitas sangat penting untuk transisi yang lancar dari pembelajaran sebelumnya yang rusak ke pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Analisis ini menyoroti bidang-bidang di mana pemangku kepentingan mungkin membutuhkan dukungan atau sumber daya tambahan untuk mengaplikasikan kurikulum baru secara efektif. Akhirnya, temuan ini dapat menginformasikan reformasi pendidikan di masa depan di Ghana. Dan konteks serupa, membuka jalan bagi pengalaman belajar yang lebih efektif dan menarik bagi semua peserta didik.Kata Kunc: layanan pendidikan Ghana; pendekatan yang berpusat pada peserta didik; keterlibatan pemangku kepentingan
Need assessment of Al-Mumtaaz Islamic Elementary School students’ food literacy competencies Haura Dzakira Sahla; Dadang Sukirman
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71522

Abstract

Al-Mumtaaz Islamic Elementary School Karawang has created various programs to support students' food literacy knowledge and skills. However, the programs implemented by schools have not been supported with systematic curriculum planning and clear food literacy competencies that meet students’ needs. Therefore, this research aims to develop food literacy competency and identify the student's actual performance in food literacy. This research uses McNeil's Need Assessment Model method, which consists of 4 stages. The first stage produces several learning objectives with insight into food literacy from various literature sources. The second stage produces food literacy competencies for elementary school students, which multiple experts have validated. The third stage is an initial formative assessment to look for gaps between food literacy competencies and the conditions of 58 Phase A (Level 1 2) students. The initial formative assessment results show that 98,3% of students are above the minimum competency category. Even so, there is still a gap in food literacy knowledge among students. The final stage is to provide program recommendations for schools according to the analysis of student performance. AbstrakSD Islam Al-mumtaaz Karawang telah membuat beragam program untuk mendukung pengetahuan dan keterampilan siswa sekolah dasar untuk memperoleh kecakapan literasi pangan. Namun, program yang telah dilakukan oleh sekolah belum ditunjang dengan perencanaan kurikulum yang baik dan tujuan kompetensi literasi pangan yang jelas dan sesuai kebutuhan usia peserta didik, latar belakang budaya, latar belakang agama, dan lingkungan sekolah. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menyusun tujuan kompetensi literasi pangan dan mengidentifikasi kemampuan aktual siswa berdasarkan tujuan kompetensi yang telah disusun. Penelitian ini menggunakan metode Need Assessment Model dari McNeil yang terdiri dari 4 tahapan. Tahap pertama menghasilkan sejumlah tujuan - tujuan pembelajaran yang memiliki wawasan literasi pangan dari berbagai sumber literatur. Tahap kedua menghasilkan peta kompetensi literasi pangan untuk jenjang SD yang telah divalidasi oleh berbagai ahli. Tahap ketiga adalah melakukan asesmen formatif awal untuk mencari kesenjangan antara kompetensi literasi pangan dengan kondisi aktual siswa SD Fase A sejumlah 58 siswa. Dimana hasil asesmen formatif awal menunjukkan bahwa 98,3% murid SD Fase A menunjukkan tingkat kompetensi literasi pangan pada kategori cakap dan mahir. Meskipun begitu, masih terdapat kesenjangan pengetahuan literasi pangan pada siswa. Tahap terakhir adalah memberikan program rekomendasi untuk sekolah sesua dengan analisis kemampuan siswa.Kata Kunci: pengembangan kurikulum; literasi pangan; asesmen kebutuhan
Integrating PjBL and service-learning to improve 21st-century skills in tourism education R. Rosita; Armandha Redo Pratama; Erry Sukriah; Rudi Susilana; R. Rusman
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.69249

Abstract

Students must master 21st-century skills in preparation for success in a digital society. The development of these skills is closely related to deep learning, such as analytical reasoning, problem-solving, and teamwork. Learning models such as PjBL and service-learning are two constructivist learning models that have the potential to improve student learning outcomes in all cognitive, affective, and psychomotor aspects. This research aimed to assess tourism students’ learning outcomes in these three aspects in one of the courses that integrate PjBL and service-learning. The assessment results showed optimal learning outcomes in all three aspects of competency. These findings support the results of previous studies regarding the effectiveness of using PjBL and service-learning. Achieving optimal learning outcomes using these two learning models requires teachers who are ready to be open to changes in teaching practices, and flexible in planning students' learning experiences. However, there are still several significant obstacles in the implementation process that need further research.  AbstrakKeterampilan abad 21 harus dikuasai siswa sebagai persiapan untuk sukses dalam masyarakat digital yang berubah cepat. Pengembangan keterampilan ini terkait erat dengan pembelajaran mendalam, seperti penalaran analitik, pemecahan masalah, dan kerja tim. Model pembelajaran seperti PjBL dan service-learning merupakan dua model pembelajaran konstruktivis yang memiliki potensi meningkatkan capaian pembelajaran siswa di semua aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang mendukung keterampilan abad 21. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi capaian pembelajaran mahasiswa di ketiga aspek tersebut pada mata kuliah yang menerapkan penggabungan PjBL dan service-learning di Program Studi Manajemen Resort Leisure, Universitas Pendidikan Indonesia. Hasil evaluasi menunjukkan capaian pembelajaran yang optimal di ketiga aspek kompetensi. Mahasiswa mampu mencapai tingkat teratas capaian pembelajaran baik pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Hal ini berarti pencapaian yang diperlukan pada tingkat yang lebih rendah pun telah berhasil dicapai. Meskipun demikian, pencapaian learning outcome yang optimal menggunakan kedua model pembelajaran ini membutuhkan pengajar yang siap bersikap terbuka terhadap perubahan dalam praktik pengajaran, dan fleksibel dalam merencanakan pengalaman belajar siswa.Kata Kunci: capaian pembelajaran; pendidikan pariwisata; project-based learning; PjBL; service-learning
Development of Digital Fiqh Books to Improve Learning Outcomes SMP IT As-Sunnah Makassar Sulfah Muhtar; P. Pattaufi; Farida Febriati; Nurhikmah H
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71427

Abstract

Rapid advances greatly influence the world of education in technology, information, and communication. Teachers must be able to use technology to create innovative and effective learning. This research aims to identify the need for digital books, design the development of digital books, and measure the validity, practicality, and effectiveness of digital books. This research uses research and development methods focused on developing digital books. The development model refers to the ADDIE development model with five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research was conducted at SMP IT As-Sunnah Makassar with 30 research students, 1 Fiqh subject teacher, and two validators. The digital book developed was declared very valid by media content/design experts and valid by material experts. The level of practicality was measured from questionnaire responses by teachers and students. Both assessments stated that it was convenient. The level of effectiveness of digital books is measured by pretest and posttest, which shows an increase in learning outcomes and that they are declared very effective. Based on the analysis results, it can be concluded that the development of digital fiqh books can be used in the learning process. AbstrakDunia pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemajuan pesat dalam teknologi, informasi dan komunikasi. Guru harus mampu menggunakan teknologi untuk membuat pembelajaran inovatif dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan buku digital, mendesain pengembangan buku digital dan mengukur tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifan buku digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (Research and Development) yang difokuskan untuk mengembangkan buku digital. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan ADDIE dengan lima tahapan; analysis, design, development, implement, dan evaluate. Penelitian dilaksanakan di SMP IT As-Sunnah Makassar dengan penelitian 30 siswa, 1 orang guru mata pelajaran Fiqih, dan 2 orang validator. Buku digital yang dikembangkan dinyatakan sangat valid oleh ahli isi media/desain dan valid oleh ahli materi. Tingkat kepraktisannya diukur dari angket respon oleh guru dan siswa, dari kedua penilaian dinyatakan sangat praktis. Tingkat keefektifan buku digital diukur dengan pretest dan posttest yang menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar sehingga dinyatakan sangat efektif. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pengembangan buku digital fiqih dapat digunakan dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: buku digital; fiqih; hasil belajar
Implementation of kurikulum merdeka for Muhammadiyah pandes primary students Special Region of Yogyakarta Muhammad Dzulqarnain Izzuddien Abdul Ahad; Hendro Widodo
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.66959

Abstract

Enhancing Indonesian education standards is the goal of Kurikulum Merdeka. This research was motivated by the Independent Class Strategy of the Indonesian Ministry of Education and Culture. This study aims to give a summary of Muhammadiyah Pandes Elementary School in Yogyakarta's Special Region's implementation of the Independent Curriculum. In order to ascertain the general condition of the exploration item, this investigation employs qualitative descriptive approaches. Academic stars were the main exploration subjects for the research, and validation, interviews, and observation collected data. The Kurikulum Merdeka component of SD Muhammadiyah Pandes Elementary School's research encompasses student characteristics, infrastructure and facilities, socio-cultural elements, partnerships established by the school, and the features of the educational unit made up of masters and supporting staff. The school has a four-year plan outlining its vision, aims, and objectives. First, diagnose and assess, then make necessary revisions to the plan, execute assessments and the primary learning activities, and lastly, assess and evaluate the entire learning process. Two parts comprise the operational analysis process of the curriculum in the learning unit: recording learning objectives and outcomes, processing assessment findings, providing support for professional development and evaluation activities, and encouraging self- and peer-reflection. AbstrakMeningkatkan standar pendidikan Indonesia adalah tujuan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini dimotivasi oleh Strategi Kelas Mandiri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan ringkasan implementasi Kurikulum Merdeka di SD Muhammadiyah Pandes Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk mengetahui kondisi umum barang eksplorasi, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Bintang akademis menjadi subjek eksplorasi utama penelitian ini, dan data dikumpulkan melalui validasi, wawancara, dan observasi. Komponen Kurikulum Mandiri SD Muhammadiyah Pandes yang diteliti meliputi karakteristik peserta didik, prasarana dan sarana, unsur sosial budaya, kemitraan yang terjalin oleh sekolah, dan ciri satuan pendidikan yang terdiri dari magister dan tenaga penunjang. Sekolah memiliki rencana empat tahun yang menguraikan visi, sasaran, dan sasarannya. Pertama, mendiagnosis dan menilai, kemudian melakukan revisi yang diperlukan terhadap rencana, melaksanakan penilaian dan kegiatan pembelajaran utama, dan terakhir, menilai dan mengevaluasi seluruh proses pembelajaran. Ada dua bagian yang membentuk proses analisis operasional kurikulum di unit pembelajaran: mencatat tujuan dan hasil pembelajaran, memproses temuan penilaian, memberikan dukungan untuk pengembangan profesional dan kegiatan evaluasi, dan mendorong refleksi diri dan rekan sejawat.Kata Kunci: sekolah dasar; implementasi; kurikulum merdeka
Interrelation between report book and teacher performance Witzir Sumadisastro Subran; Dinn Wahyudin; Lia Susanti; Dudun Najmudin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.65584

Abstract

Teacher report cards are a means of communication and evaluation between the principal and teachers that can improve teacher performance and impact student learning achievement. SDIT Nurul 'Ilmi Jambi has implemented teacher report cards for over ten years, which are given at the beginning of each month along with the receipt of monthly teacher rights. This study aims to determine the relationship or influence of report cards on the performance of SDIT Nurul 'Ilmi Jambi teachers. This study uses a mixed method, where data collection is carried out by distributing questionnaires. Then, to analyze the data, SPSS tools are used with validity tests, reliability tests, and Spearman rank correlation tests. In the qualitative method, interviews were conducted with teachers to determine the factors that contribute to teacher performance. The study's results indicate that there is a relationship or influence of report cards on the performance of SDIT Nurul 'Ilmi Jambi teachers, and there is a powerful positive influence. Other things that influence teacher performance based on the interview results are awareness, concern, and spiritual values such as sincerity and charity for the teacher himself. AbstrakRapor guru merupakan sarana komunikasi dan evaluasi antara kepala sekolah dan guru yang dapat meningkatkan kinerja guru serta akan berdampak kepada prestasi belajar siswa. SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi telah melaksanakan penerapan rapor guru selama lebih dari 10 tahun yang diberikan pada tiap awal bulan bersamaan dengan penerimaan hak bulanan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh rapor terhadap kinerja guru SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods), di mana pengumpulan data dilakukan menyebarkan kuesioner, kemudian untuk menganalisis data digunakan alat bantu berupa SPSS dengan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji korelasi rank spearman. Sedangkan metode kualitatif, dilakukan wawancara dengan guru untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan atau pengaruh rapor terhadap kinerja guru SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi dan adanya pengaruh positif sangat kuat. Hal lain yang memengaruhi kinerja guru dari hasil wawancara adalah kesadaran, kepedulian, dan nilai-nilai spiritualitas seperti keikhlasan dan amal jariyah bagi guru itu sendiri.Kata Kunci: guru sekolah dasar; rapor guru; sekolah dasar
Strengthening psychological disaster literacy for elementary school students through visual storytelling activities Triana Lestari; Widya Wulandari; Neng Ani; Chichi Elsa Nurhayati; Selvia Widi Triannisa; Maya Purnama Sari; Winti Ananthia
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.73197

Abstract

Psychological disaster literacy is the central pillar of disaster risk reduction, which provides mental strengthening of knowledge, attitudes, and actions for disaster risk reduction to avoid the widespread impact of disasters. As one of the areas that has the potential for a high-risk disaster, Pangandaran has implemented disaster risk reduction efforts in education units through disaster mitigation education activities from an early age in elementary schools, but the survey results show that 67.6% of them have never carried out disaster mitigation learning with students' psychological resilience. This study aims to strengthen psychological disaster literacy for elementary school students in Pangandaran through storytelling and visual expression activities. The method used is development research with the ADDIE model. The validation results show feasibility in the range of 0.85 - 0.93 for aspects of contextual assessment, material, and presentation feasibility. These results follow the local wisdom of disaster mitigation in Pangandaran. The development of psychological disaster literacy learning was considered relevant to the needs of elementary school teachers in Pangandaran, who received an assessment in the very good range and in the good range. AbstrakLiterasi psikologi bencana merupakan pilar utama pengurangan resiko bencana yang memberikan penguatan mental dari aspek pengetahuan, sikap dan tindakan pengurangan resiko bencana agar terhindar dari dampak bencana yang meluas. Sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi bencana dengan resiko tinggi, kabupaten Pangandaran telah mewujudkan upaya pengurangan resiko bencana di satuan pendidikan melalui kegiatan edukasi mitigasi bencana sejak dini di sekolah dasar namun hasil survey menunjukan 67.6% diantaranya belum pernah melaksanakan pembelajaran mitigasi bencana bermuatan ketahanan psikologis siswa. Penelitian ini bertujuan melakukan penguatan literasi psikologi bencana bagi siswa sekolah dasar di kabupaten Pangandaran melalui kegiatan ekspresi visual storytelling. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Hasil validasi menunjukan kelayakan pada rentang 0,85 - 0,93 untuk aspek penilaian kontekstual, materi dan kelayakan penyajian. Hasil tersebut dipandang sesuai dengan kearifan lokal mitigasi bencana di kabupaten Pangandaran. Pengembangan pembelajaran psikologi bencana ini dinilai relevan dengan kebutuhan guru sekolah dasar di kabupaten Pangandaran dan mendapatkan penilaian pada rentang sangat baik dan baik.Kata Kunci: Pembelajaran; literasi psikologi bencana; storytelling; ekspresi visual
Evaluation of the project for strengthening the Profil Pelajar Pancasila Mutiara Eka Betari; R. Rusman
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71960

Abstract

Basic education plays a crucial role in forming students' character and competencies. The Merdeka Curriculum in Elementary Schools carries out the Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) to instill Pancasila values and develop students into lifelong learners with character. Evaluation of the achievement of P5 is essential to ensure its effectiveness and identify areas for improvement. This research aims to evaluate the achievement of P5 in Elementary Schools using the CIPP Model. This research uses a descriptive evaluation method with data collected through interviews, observation, document study and questionnaires. The results of the context evaluation show that the curriculum at SDPN 252 Setiabudi, Bandung City follows the principles of Kurikulum Merdeka, providing freedom in adapting learning and integrating Pancasila values. Input evaluation shows that facilities are adequate, but several deficiencies need to be corrected. Teachers need additional training to understand the development of project modules. Process evaluation shows that the implementation of P5 is going well, but there are obstacles related to the lack of timeliness and coordination of the Expo-Project, requiring better planning. Product evaluation shows that P5 has succeeded in developing positive student behavior and awareness of Pancasila values. AbstrakPendidikan dasar berperan krusial dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik. Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar mengusung Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan mengembangkan peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat yang berkarakter. Evaluasi ketercapaian P5 menjadi esensial untuk memastikan efektivitasnya dan mengidentifikasi area perbaikan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi ketercapaian P5 di Sekolah Dasar menggunakan Model CIPP. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi deskriptif dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumen, dan angket. Hasil evaluasi konteks menunjukkan kurikulum di SDPN 252 Setiabudi Kota Bandung sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka, memberikan kebebasan dalam adaptasi pembelajaran dan integrasi nilai-nilai Pancasila. Evaluasi input menunjukkan fasilitas memadai, namun beberapa kekurangan perlu diperbaiki. Guru membutuhkan pelatihan tambahan untuk memahami pengembangan modul proyek. Evaluasi proses menunjukkan pelaksanaan P5 berjalan baik, tetapi ada hambatan terkait ketidaktepatan waktu dan koordinasi Expo-Project, memerlukan perencanaan yang lebih baik. Evaluasi produk menunjukkan P5 berhasil mengembangkan perilaku positif peserta didik dan kesadaran akan nilai-nilai Pancasila.Kata Kunci: CIPP; evaluasi proyek pembelajaran; P5; sekolah dasar
Project-based learning (PjBL) strategies with gamification Putri Fadilla Azzahra Fazarini; Yerry Soepriyanto; Henry Praherdhiono
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.65253

Abstract

This research aims to develop and test the effectiveness of the Project-Based Learning (PjBL) learning model integrated with gamification (G-PJBL) to increase student engagement and learning outcomes in Graphic and Visual Media courses. The background to this research is the low graduation rate of students in this course due to the diverse backgrounds and abilities of students. PjBL research with Gamification activities uses the ASSURE development model, which contains six stages. Construction is carried out sequentially according to the plans that have been made. Research data was obtained from validation by learning design experts, observations during learning, and student learning outcomes. The development of PjBL with gamification activities has had a positive impact on increasing student engagement and motivation. The research results show that the well-structured G-PJBL syntax follows student needs. Validation by learning design experts shows that the learning design is feasible. In addition, the research results show that G-PJBL can increase student engagement and learning motivation and improve their learning achievement. This model can be applied to other courses that require student involvement and creativity. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) yang diintegrasikan dengan gamifikasi (G-PJBL) untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Media Grafis dan Visual. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya tingkat kelulusan mahasiswa pada mata kuliah tersebut karena beragamnya latar belakang dan kemampuan mahasiswa. Penelitian PjBL dengan kegiatan Gamification menggunakan model pengembangan ASSURE yang berisi 6 tahapan yang digunakan. Pembangunan dilakukan secara berurutan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Data penelitian diperoleh dari validasi ahli desain pembelajaran, observasi selama pembelajaran, dan hasil belajar mahasiswa. Pengembangan PjBL dengan kegiatan gamification memberikan dampak positif terhadap peningkatan engagement dan motivasi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintaks G-PJBL yang dikembangkan telah sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan terstruktur dengan baik. Validasi ahli desain pembelajaran menunjukkan bahwa desain pembelajaran layak untuk diterapkan. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa G-PJBL mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar mahasiswa, serta meningkatkan prestasi belajar mereka. Model ini dapat diterapkan pada mata kuliah lain yang membutuhkan keterlibatan dan kreativitas mahasiswa.Kata Kunci: berbasis proyek; gamifikasi; PjBL; strategi pembelajaran; teknologi pendidikan
Implementation of Islamic-based curriculum in cultivating religious character at Al-Ikram Islamic School Medan Hotmasarih Harahap; Ali Imran Sinaga; Solihah Titin Sumanti
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.70743

Abstract

Character education is an educational effort that aims to improve the quality of educational processes and outcomes that lead to the formation of students' character and noble morals as a whole, integrated and balanced following graduation competency standards in each educational unit. Based on the decree of the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia Number 719/P/2020 concerning Guidelines for implementing curriculum in educational units in special conditions, it provides flexibility for schools to choose a curriculum that suits students' learning needs. In this way, Al-Ikram Islamic School Medan, apart from using the independent curriculum as the national curriculum, also uses the Islamic-based curriculum as a companion curriculum according to the needs of students. This research was conducted to analyze the background of the Islamic Based Curriculum at Al-Ikram Islamic School Medan; To analyze the role of the Islamic Based Curriculum in cultivating religious character at Al-Ikram Islamic School Medan; To analyze the implementation of the Islamic Based Curriculum at Al-Ikram Islamic School Medan; To analyze the evaluation of the Islamic Based Curriculum at Al-Ikram Islamic School Medan. The research method used in this research is a qualitative method with a descriptive/analytic type. The results of this research show that the implementation of the Islamic Curriculum at Al-Ikram Islamic School Medan is effective in instilling religious character, developing academic potential, and forming students with noble character and strong faith.AbstrakPendidikan karakter adalah upaya pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu dan seimbang sesuai dengan standar kompetensi kelulusan pada setiap satuan pendidikan. Berdasarkan keputusan menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman pelaksanaan kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Dengan begitu Al-Ikram Islamic School Medan di samping menggunakan kurikulum merdeka sebagai kurikulum nasional juga menggunakan Islamic Based Curriculum sebagai kurikulum pendamping sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan unuk menganalisis latar belakang Islamic Based Curriculum di Al-Ikram Islamic School Medan; Untuk menganalisis peranan Islamic Based Curriculum dalam penanaman karakter religius di Al-Ikram Islamic School Medan; Untuk menganalisis penerapan Islamic Based Curriculum di Al-Ikram Islamic School Medan; Untuk menganalisis evaluasi Islamic Based Curriculum di Al-Ikram Islamic School Medan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis deskriptif/analitik. Hasil penelitian ini adalah penerapan Islamic Based Curriculum di Al-Ikram Islamic School Medan efektif dalam menanamkan karakter religius, mengembangkan potensi akademik dan membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan beriman kuat.Kata Kunci: karakter; kurikulum berbasis Islam; religius

Page 1 of 4 | Total Record : 35