cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 7 Documents
Search results for , issue "vol 5, no 1 (2008): inovasi kurikulum, february 2008" : 7 Documents clear
Pengembangan Kurikulum Berbasis Masyarakat di SMP Alternatif Qaryah Thayyibah Salatiga Jateng Muchamad Solahudin
Inovasi Kurikulum Vol 5, No 1 (2008): Inovasi Kurikulum, February 2008
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.815 KB) | DOI: 10.17509/jik.v5i1.35625

Abstract

Masyarakat memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat besar dalam proses pengembangan kurikulum di satuan pendidikan mengingat sekolah adalah miniatur masyarakat yang kelak menjadi generasi penerus dalam melestarikan warisan budaya. Keterlibatan masyarakat dalam proses pengembangan kurikulum meliputi perumusan desain, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum berbasis masyarakat. Fokus dalam tulisan ini meletakkan pola, konsep, strategi dan landasan masyarakat dalam perannya mengembangkan kuriukulum di sebuah sekolah alternatif. Sekolah alternatif memiliki latar belakang dan tujuan yang berbeda dengan sekolah konvensional sehingga memiliki karakteristik dan pola pengembangan yang berbeda pula. Meskipun demikian bentuk keterlibatan masyarakat dalam pengembangan kurikulum ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi sekolah formal maupun nonformal lainnya.
Evaluasi Implementasi KTSP pada Aspek Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran di SMK Sunarto Halim Untung
Inovasi Kurikulum Vol 5, No 1 (2008): Inovasi Kurikulum, February 2008
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.59 KB) | DOI: 10.17509/jik.v5i1.35626

Abstract

Kurikulum senantiasa direvisi untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik. KTSP akan membuat guru semakin kreatif, karena mereka dituntut harus merencanakan sendiri materi pelajarannya untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Pada pelaksanaannya masih timbul hambatan pelaksanaan KTSP di sekolah pada unsur guru. Implementasi KTSP masih diwarnai minimnya sosialisasi dan persiapan guru. Timbul pertanyaan bagaimana mungkin KTSP berhasil diterapkan di sekolah jika para guru masih belum memahami konsep, substansi, dan mekanisme pelaksanaan KTSP. Jika masalah ini dibiarkan maka akan sia-sia apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dan penentu kebijakan pendidikan, sehingga dalam konteks ini perlu dipahami bahwa pentingnya sebuah kesiapan yang harus dimiliki guru. Permasalahan di atas, diteliti melalui evaluasi implementasi KTSP pada aspek Kompetensi pengelolaan pembelajaran menggunakan model perbandingan antara standar evaluasi dengan hasil observasi (standard vs observ). Subjek penelitian adalah guru Mata Diklat Teknik Gambar Mesin di SMKN 2 Bandung. Instrument penelitian berupa: observasi, wawancara dan studi dokumentasi yang perangkatnya di jadment oleh ahlinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat kelompok guru dibandingkan dengan rambu-rambu petunjuk penyusunan RPP yang terdapat pada dokumen KTSP, diperoleh ketercapaian 33% dibandigkan standar aspek perencanaan pembelajaran menurut KTSP di SMK. Pelaksanaan pembelajaran diperoleh ketercapaian 52,371%. Sedangkan  Pengelolaan pembelajaran secara utuh diperoleh ketercapaian 60,17.5%. 
Pentingnya Landasan Psikologis dalam Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Lilis Yuliawati
Inovasi Kurikulum Vol 5, No 1 (2008): Inovasi Kurikulum, February 2008
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.826 KB) | DOI: 10.17509/jik.v5i1.35627

Abstract

Kurikulum sebagai rancangan dari pendidikan, mempunyai kedudukan yang cukup sentral dalam keseluruhan kegiatan pendidikan, menentukan proses pelaksanaan dan hasil daripada pendidikan. Mengingat begitu pentingnya peranan kurikulum didalam pendidikan dan didalam perkembangan kehidupan manusia, maka pengembangan kurikulum tidak dapat sembarangan. Demikian pula dalam pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pengembangan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Salah satu landasan yang berkaitan dengan peranan anak dalam pengembangan kurikulum adalah landasan psikologis. Implikasi dari psikologis merupakan salah satu landasan pengembangan kurikulum yakni kepada para guru sebagai desainer, developer dan sekaligus sebagai barisan paling depan yakni sebagai implementor kurikulum.
Pengembangan Kurikulum Program Studi Diploma III Analis Kesehatan Berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Asep Fithri Hilman
Inovasi Kurikulum Vol 5, No 1 (2008): Inovasi Kurikulum, February 2008
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.769 KB) | DOI: 10.17509/jik.v5i1.35618

Abstract

Penelitian tentang cara menurunkan standar kompetensi menjadi mata kuliah yang sanggup mengakomodir kebutuhan kompetensi pada program studi Diploma III Analis Kesehatan. Temuan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah ; 1) cara menurunkan standar kompetensi menjadi mata kuliah yang bisa mengakomodir kompetensi, 2) Cara menghitung bobot mata kuliah dan 3) struktur kurikulum Pendidikan Diploma III Analis Kesehatan. Tahapan menurunkan standar kompetensi menjadi mata kuliah adalah : 1) membuat daftar kompetensi yang memuat unit-unit kompetensi yang sesuai digunakan sebagai bahan pengembangan kurikulum pendidikan diploma III Analis Kesehatan, 2) mengidentifikasi elemen-elemen/sub kompetensi, 3) menentukan gatra pembelajaran untuk setiap elemen kompetensi, 4) menurunkan setiap elemen kompetensi kedalam ranah pembelajaran menurut klasifikasi Bloom, 5) mengidentifikasi kedalaman setiap ranah dan membuat perkiraan mata kuliah, 6) membuat daftar/tabel penjabaran kompetensi dan sub kompetensi ke dalam ranah, 7) membuat daftar/table mata kuliah yang dihaslikan dari penjabaran kompetensi/sub kompetensi, 8) mereduksi ranah pembelajaran dari daftar mata kuliah apabila ada mata kuliah yang memiliki ranah pembelajaran dengan tujuan pembelajaran yang sama/mirip, 9) menghitung bobot mata kuliah dan 10) membuat struktur mata kuliah. Cara menghitung bobot sks mata kuliah adalah dengan cara membagi yang terbagi menjadi 38 mata kuliah. Dari jumlah tersebut 96 sks bobot mata kuliah yang dimiliki mata kuliah tersebut dengan jumlah bobot total seluruh mata kuliah yang dihasilkan kemudian dikalikan dengan jumlah sks yang akan dibuat. Berdasarkan kedua tahapan ini dihasilkan struktur kurikulum Pendidikan Diploma III Analis Kesehatan dengan jumlah sks sebanyak 110 atau 32 mata kuliah merupakan mata kuliah yang diturunkan dari SKKNI yang pada struktur kurikulum dimasukan pada kelompok mata kuliah kompetensi dasar sebanyak 19 sks (13 mata kuliah), dan kompetensi utama sebanyak 77 sks (19 mata kuliah), 14 sks lainnya bukan merupakan penurunan dari SKKNI dan dikelompokkan kedalam mata kuliah kompetensi dasar umum.
Pengembangan Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat dalam Pembelajaran Kimia M. Tohir Karjono
Inovasi Kurikulum Vol 5, No 1 (2008): Inovasi Kurikulum, February 2008
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262 KB) | DOI: 10.17509/jik.v5i1.35628

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengembangkan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan di kelas X SMA sebagai dasar peletakan ilmu untuk pengembangan selanjutnya. Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Dari hasil kajian teoritis dan studi lapangan yang diperkuat dengan temuan-temuan dalam uji coba terbatas, dihasilkan pengembangan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dalam pembelajaran kimia SMA. Model yang dikembangkan merupakan modifikasi dari model pembelajaran sains teknologi masyarakat dari Prof. Anna Poedjiadi yang terdiri dari lima tahapan pembelajaran, yaitu: 1) Pendahuluan, 2) Pembentukan dan pengembangan konsep, 3) Aplikasi konsep dalam kehidupan, 4) Pemantapan konsep, dan 5) Penilaian. Hasil pengolahan data pada uji coba luas yang dilaksanakan di tiga sekolah menunjukkan 1) Baik guru maupun siswa memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dalam pembelajaran kimia SMA, 2) Terjadi peningkatan yang signifikan pada hasil pascates jika dibandingkan dengan hasil prates, baik pada kelompok kelas eksperimen maupun pada kelompok kelas kontrol, namun demikian pada kelompok kelas eksperimen, peningkatan hasil tes tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok kelas kontrol dengan perbedaan yang signifikan.
Model Kurikulum Pendidikan Layanan Khusus Pendidikan Non Formal untuk Daerah Konflik Kamin Sumardi
Inovasi Kurikulum Vol 5, No 1 (2008): Inovasi Kurikulum, February 2008
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.745 KB) | DOI: 10.17509/jik.v5i1.35619

Abstract

Curriculum is one important component in education, as specially in learning process. Curriculum must support all the student need, because of it, we need a special curriculum. Every conflict has a different characteristic, but the effect on the child education has the same meaning. Because of that, we have to arrange one of curriculum development and the evaluation more specific by using a special service especially in non forma education. Special service education in non formal education (PLK-PNF) for conflict area, which has a base differentiation in learning process. This special service education has a double mission, for education and ti handle the side effect of conflict as physically and also psychologist.
Implementasi Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa S. Samsuri
Inovasi Kurikulum Vol 5, No 1 (2008): Inovasi Kurikulum, February 2008
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.08 KB) | DOI: 10.17509/jik.v5i1.35624

Abstract

Konsep Cooperative Learning pada dasarnya mengacu pada pendekatan teori konstruktivisme, dimana dalam proses pembelajarannya memfokuskan pada aktivitas siswa secara individual, menemukan dan mentranformasikan informasi secara kompleks. Jigsaw merupakan salah satu tipe model pembelajaran cooperative learning yang dalam proses pembelajarannya mengutamakan kerja kelompok dan interaksi setiap anggota kelompok. Ciri khas model pembelajaran tipe jigsaw dibentuk kelompok asal dan kelompok atau tim ahli.Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar yang diharapkan, pada akhir Kegiatan Belajar Mengajar(KBM) harus dilakukan tes akhir sebagai tolak ukur kemampuan siswa dalam menyerap bahan ajar dan tolak ukur bagi keberhasilan guru dalam melaksankan KBM.

Page 1 of 1 | Total Record : 7