cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 8 Documents
Search results for , issue "vol 6, no 2 (2009): inovasi kurikulum, august 2009" : 8 Documents clear
Evaluasi KTSP Berbasis Kinerja R. Rino
Inovasi Kurikulum Vol 6, No 2 (2009): Inovasi Kurikulum, August 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.813 KB) | DOI: 10.17509/jik.v6i2.35704

Abstract

Evaluasi kurikulum merupakan tahapan penting dalam pengembangan kurikulum untuk mengetahui pencapaian target yang mana dikhususkan terhadap informasi yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Evaluasi KTSP berbasis kinerja adalah model evaluasi yang melihat penampilan/performan dari elemen sekolah, yaitu bahwa model evaluasi kurikulum berbasis kinerja merupakan konsekuensi logis dari manajemen berbasis sekolah (MBS).
Evaluasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Hermana Somantrie
Inovasi Kurikulum Vol 6, No 2 (2009): Inovasi Kurikulum, August 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.467 KB) | DOI: 10.17509/jik.v6i2.35698

Abstract

Prinsip utama dari evaluasi kurikulum yaitu bahwa untuk evaluasi kurikulum yang komprehensif harus secara sistematik mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan kurikulum, demikian pula dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sudah banyak sekolah yang telah mengimplementasi-kan KTSP, baik yang dikembangkan secara mandiri maupun dengan cara mengadopsi atau mengadaptasi KTSP yang telah dibuat oleh pihak lainnya. Setelah melewati suatu periode waktu tertentu, KTSP perlu dievaluasi agar kekuatan dan kelemahannya dapat teridentifikasi. Hasil dari evaluasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi penyempurnaan KTSP di masa yang datang atau sebagai informasi yang dapat digunakan bagi perumusan kebijakan pendidikan khususnya berkenaan dengan kurikulum.
Kebutuhan Program Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru Nana Husna
Inovasi Kurikulum Vol 6, No 2 (2009): Inovasi Kurikulum, August 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.915 KB) | DOI: 10.17509/jik.v6i2.35706

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya tuntutan peningkatan profesiomalisme guru pendidikan agama Islam khususnya guru pendidikan agama Islam SMP dengan pengoptimalisasian kiprah musyawarah guru mata pelajaran. Kenyataan di lapangan musyawarah guru mata pelajaran belum dapat meningkatkan profesionalisme guru pendidikan agama Islam SMP khususnya di Kabupaten Ciamis. Dengan demikian untuk dapat meningkatkan profesionalisme guru PAI SMP perlu adanya kesadaran dari para guru PAI SMP untuk dapat terus menerus meningkatkan wawasan secara rutin melalui MGMP PAI seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran perencanaan program MGMP yang dapat menjawab kebutuhan guru PAI guna meningkatkan profesionalismenya. Metode penelitian yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi kasus pada MGMP PAI SMP di Kab. Ciamis.
Evaluasi Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Atas A. Azis
Inovasi Kurikulum Vol 6, No 2 (2009): Inovasi Kurikulum, August 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.826 KB) | DOI: 10.17509/jik.v6i2.35699

Abstract

Pengembangan kurikulum yang sejalan dengan sistem pendidikan nasional, kebutuhan dan kondisi riil perlu diupayakan secara terus menerus bagi terwujudnya sumber daya manusia yang handal. Dengan digunakannya kurikulum 2006 (KTSP),  perubahan kurikulum 2004 ke 2006, merupakan upaya pembaharuan atau penyesuaian kurikulum yang didasarkan pada standar isi dan standar kompetensi lulusan yang diharapkan sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Untuk KTSP tingkat pendidikan menengah (SMA), tujuan pendidikannya adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri, dan dapat mengikuti pendidikan lebih lanjut. Untuk mencapai tujuan tersebut, dijabarkan ke dalam sejumlah mata pelajaran yang terdapat pada jenjang pendidikan menengah. Pada tataran implementasi kurikulum secara umum,  implementasi KTSP meliputi pengembangan silabus dan RPP, pelaksanaan proses pembelajaran dan cara penilaiannya. Dalam konteks pelaksanaan kurikulum, hasil penilaian dapat diamati melalui indikator-indikator yang tercermin dalam rangkaian kegiatan pembelajaran, sebagai bentuk implementasi kurikulum. Untuk melihat sejauhmana keberhasilan dari implementasi kurikulum, sudah barang tentu membutuhkan waktu dan proses, karena hasil dari suatu proses pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang terus menerus dan panjang.
Evaluasi Kurikulum Pendidikan Dasar: Satu Usulan Erliany Syaodih
Inovasi Kurikulum Vol 6, No 2 (2009): Inovasi Kurikulum, August 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.424 KB) | DOI: 10.17509/jik.v6i2.35700

Abstract

Pendidikan dasar merupakan wilayah fundamental  bagi pengembangan  sumber  daya manusia.KTSP pada Pendidikan  Dasar sewajarnya dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, diarahkan pada berbagai tuntutan dan kebutuhannya di masyarakat dan untuk masa depan. Implementasi KTSP untuk Pendidikan Dasar  membutuhkan kesiapan berbagai perangkat dan sumber daya manusia, termasuk alat ukur tingkat keberhasilannya. Evaluasi KTSP untuk pendidikan dasar sewajarnya diarahkan pada setiap wilayah kurikulum secara terintegrasi, baik dari sisi ide, dokumen, desain, implementasi dan perangkat-perangkat kurikulum. Kendati saat ini implementasi KTSP pada tingkat Pendidikan Dasar belum sempurna namun selayaknya perangkat evaluasi sudah disiapkan.
Evaluasi Dokumen Perencanaan Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Kejuruan Amay Suherman
Inovasi Kurikulum Vol 6, No 2 (2009): Inovasi Kurikulum, August 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.721 KB) | DOI: 10.17509/jik.v6i2.35702

Abstract

Evaluasi dokumen perencanaan pembelajaran adalah bagian dari jaringan evaluasi dokumen kurikulum  secara keseluruhan. Perencanaan pembelajaran tersebut di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diwujudkan dalam sebuah dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), maka untuk mengevaluasi dokumen RPP tersebut harus mencermati variabel yang ada dalam RPP. Berdasarkan dokumen Kurikulum Berbasis Kompetensi, dokumen RPP merupakan perwujudan dari rencana implementasi dari salah satu standar kompetensi atau kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. Dalam dokumen KBK berkenaan dengan Kegiatan Belajar Mengajar, hanya tertuang rambu-rambu yang harus diterjemahkan secara operasional oleh masing-masing guru dalam mencapai tuntutan setiap kompetensi yang ada. Didalam dokumen tersebut diberikan contoh bagaimana pencapaian kompetensi, dan contoh kegiatan. Akan tetapi, bagaimana proses pembelajaran yang harus terjadi secara efektif dan efisien harus dirancang oleh guru yang bersangkutan. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang sistematis agar diperoleh kejelasan dan keajegan dalam implementasinya.
Kompetensi: Wawasan Kependidikan, Akademik, Dan Pengembangan Profesi Guru Pada Evaluasi Implementasi KTSP di SMK R Syafiar; Amay Suherman; Mumu Komaro
Inovasi Kurikulum Vol 6, No 2 (2009): Inovasi Kurikulum, August 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.72 KB) | DOI: 10.17509/jik.v6i2.35703

Abstract

Pelaksanaan KTSP di sekolah masih mengalami hambatan pada unsur guru. Implementasi KTSP masih diwarnai minimnya sosialisasi dan kompetensi guru. Timbul pertanyaan bagaimana mungkin KTSP berhasil diterapkan di sekolah jika para guru masih belum memahami konsep, substansi, dan mekanisme pelaksanaan KTSP. Jika masalah ini dibiarkan maka akan sia-sia apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dan penentu kebijakan pendidikan, sehingga dalam konteks ini perlu dipahami bahwa pentingnya kompetensi yang harus dimiliki guru. Permasalahan di atas, diteliti melalui evaluasi implementasi KTSP pada aspek kompetensi wawasan kependidikan, akademik, dan pengembangan profesi menggunakan model perbandingan antara standar evaluasi dengan hasil observasi (standard vs observ). Subjek penelitian adalah guru Mata Diklat Teknik Gambar Mesin di SMKN 2 Bandung. Instrument penelitian berupa: observasi, wawancara dan studi dokumentasi yang perangkatnya di jadment oleh ahlinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi wawasan kependidikan dibandingkan dengan rambu-rambu tuntutan kurikulum yang terdapat pada dokumen KTSP di SMK, diperoleh ketercapaian lima pulih koma sembilan puluh tujuh persen, kompetensi akademik keilmuan dan keterampilan diperoleh ketercapaian lima puluh delapan koma tiga persen, sedangkan kompetensi pengembangan profesi diperoleh ketercapaian tigapuluh depalan koma nol tujuh persen.
Evaluasi Pengembangan KTSP: Suatu Kajian Konseptual Said Hamid Hasan
Inovasi Kurikulum Vol 6, No 2 (2009): Inovasi Kurikulum, August 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.108 KB) | DOI: 10.17509/jik.v6i2.35697

Abstract

Evaluasi  kurikulum KTSP  diarahkan pada beberapa sasaran, diantaranya  tingkat pemahaman ide dan prinsip pengembangan KTSP;  keberhasilan pengembangan dokumen  KTSP dan keberhasilan  KTSP. Fokus evaluasi diarahkan pada ide,pengembangan dokumen, pelaksanaan KTSP dan hasil belajar.Untuk  menentukan tingkat keberhasilan   pengembangan KTSP secara komprehensif  digunakan  dua dimensi , yaitu dimensi nilai dan dimensi arti. Evaluasi dimensi nilai berkaitan dengan keunggulan  intrinsik KTSP tanpa mempersoalkan lingkungan dimana  KTSP dilaksanakan, sedangkan dimensi arti  berkaitan dengan nilai pengaruh KTSP terhadap lingkungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8