cover
Contact Name
Ratna Kumalasari
Contact Email
medicinus@dexagroup.com
Phone
+6287808191388
Journal Mail Official
medicinus@dexagroup.com
Editorial Address
Gedung Titan Center 5th Floor, Jl. Boulevard Bintaro B7/B1 No. 5, Bintaro Jaya Sektor 7, Pokdok Aren, Tangerang Selatan 15224
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
MEDICINUS
Published by PT Dexa Medica
ISSN : 1979391X     EISSN : 29638399     DOI : 10.56951
Core Subject : Health, Science,
Tujuan penerbitan jurnal Medicinus adalah untuk meningkatkan wawasan dan menambah khasanah pengetahuan para praktisi medis dan farmasis di bidang kedokteran dan kefarmasian. Ruang lingkup dari jurnal ilmiah ini adalah publikasi artikel-artikel ilmiah yang bisa disajikan dalam bentuk penelitian (research), laporan kasus (case report), teknologi dan klinis kefarmasian, serta ulasan literatur medis.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 36 No. 3 (2023): MEDICINUS" : 8 Documents clear
Elemen Zink sebagai Penopang Pertumbuhan dan Kehidupan Janin Intrauterin Pribadi, Adhi
MEDICINUS Vol. 36 No. 3 (2023): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/2x5pd478

Abstract

Zink (zinc/Zn)adalah mineral penting yang diketahui mempunyai fungsi fisiologis yang berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh. Zink memainkan peran yang sangat penting dalam berbagai fungsi tubuh manusia, termasuk sintesis protein dan metabolisme asam nukleat. Zink juga merupakan salah satu nutrisi dasar yang dibutuhkan selama kehamilan untuk perkembangan normal dan pertumbuhan janin di samping mikronutrien lainnya seperti besi dan kalsium. Kekurangan zink selama kehamilan menyebabkan dampak permanen pada bayi baru lahir seperti gangguan pertumbuhan, abortus spontan, cacat bawaan, dan luaran kehamilan yang buruk. Zinc memainkan peran yang sangat penting dan kritis dalam berbagai fungsi tubuh manusia termasuk sintesis protein dan metabolisme asam nukleat. Dampak defisiensi Zn sangat menonjol bahkan pada kehidupan janin intrauterin. Studi suplementasi Zn pada populasi yang pernah dilakukan sebelumnya menunjukkan hasil yang bertentangan pada berbagai outcome kehamilan. Defisiensi Zn menyebabkan potensi peningkatan stres oksidatif dan berakhir dengan kematian sel. Beberapa penelitian yang dilakukan mengenai status Zn pada ibu hamil menunjukan kadar Zn yang rendah pada neonatus dengan status kecil pada masa kehamilan serta peningkatan kasus preterm. Suplementasi zink oral merupakan upaya potensial untuk mengurangi risiko kelahiran bayi dengan berat badan rendah dan pada akhirnya mencegah morbiditas dan mortalitas bayi baru lahir yang terkait dengan kondisi ini. Fungsi Zn pada ibu termasuk mendukung pertumbuhan uterus selama kehamilan dan menurunkan potensi preeklamsia, namun bukti yang mendukung suplementasi zink secara rutin masih belum tersedia. Dampak defisiensi Zink relatif buruk selama kehamilan, meskipun demikian bukti penelitian mengenai kebutuhan suplementasi rutin yang diberikan pada semua ibu hamil masih menjadi perdebatan, karena manfaatnya yang secara metaanalisis tidak terlalu nyata. Suplementasi lebih disarankan pada populasi risiko tinggi agar tidak terjadi outcome yang buruk pada kehamilan. 
Profil Pasien Infeksi Menular Seksual di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Moewardi Surakarta Periode Januari 2016−Desember 2020 Achmad Satya Negara; Ammarilis Murastami
MEDICINUS Vol. 36 No. 3 (2023): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/8bjbj417

Abstract

Latar belakang: Infeksi menular seksual (IMS) merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual secara vaginal, anal, atau oral. Prevalensi IMS di seluruh dunia diperkirakan mencapai 333 juta kasus per tahun dan setiap hari terjadi lebih dari 1 juta kasus IMS. Pelaporan data IMS saat ini diestimasikan hanya mewakili 50−80% dari total keseluruhan penyakit IMS di Amerika Serikat, yang mencerminkan keterbatasan screening, kurangnya informasi mengenai transmisi penyakit, serta rendahnya tingkat pelaporan data. Data mengenai IMS penting diketahui sebagai bahan kajian perencanaan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Tujuan: Mengetahui profil penyakit IMS di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Moewardi periode Januari 2016 sampai Desember 2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medis dan buku registrasi di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Moewardi, Surakarta, periode Januari 2016−Desember 2020. Hasil: Didapatkan jumlah kasus baru IMS rawat jalan di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Moewardi sebanyak 275 kasus selama 5 tahun terakhir. Terdapat 192 kasus kondiloma akuminata, 16 kasus ulkus genital, 35 kasus keluarnya cairan dari genitalia laki-laki, dan 20 kasus keluarnya cairan dari genitalia perempuan. Kesimpulan: Penderita IMS yang berobat di RSUD Dr. Moewardi mayoritas berjenis kelamin laki-laki dengan diagnosis terbanyak adalah kondiloma akuminata. Data ini dapat menjadi acuan dalam upaya pengendalian IMS dengan meningkatkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang, serta memberikan edukasi terkait tindakan preventif pada pasien.
Laporan Kasus Terapi Methylprednisolone Intravena pada Neuritis Optik Franz Zakharia Simanjuntak
MEDICINUS Vol. 36 No. 3 (2023): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/e2deny63

Abstract

Latar belakang: Neuritis optik ditandai dengan penurunan fungsi penglihatan secara unilateral dan disertai nyeri. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia dewasa muda dan sebagian besar terjadi pada usia 15−45 tahun, dengan penyebab utama yang belum dapat diketahui secara pasti hingga saat ini. Kasus: Seorang wanita berumur 40 tahun datang dengan keluhan mata kiri dirasakan buram selama 2 minggu dan semakin memburuk. Keluhan yang sama tidak dirasakan pada mata kanan. Selain itu, mata kiri terasa berat sehingga pasien lebih nyaman jika menutup matanya. Sebelumnya, pasien belum pernah memeriksakan diri untuk keluhan mata buram. Tidak ada riwayat trauma. Pasien belum lama menjalani perawatan di rumah sakit dengan diagnosis demam berdarah 3 minggu sebelumnya, dengan obat yang dikonsumsi hanya tablet pantoprazole 20 mg dan Lesichol 600 mg. Demam, riwayat hipertensi, dan diabetes disangkal. Diskusi: Neuritis optik terutama terjadi pada dewasa muda dan sering berperan sebagai manifestasi awal penyakit multiple sclerosis (MS). Diperlukan ketepatan diagnosis dan terapi untuk mengoptimalkan fungsi penglihatan.
Herlyn-Werner-Wunderlich: A Rare Disease Yoki Citra Perwira; Jeffy Winarya Wahyudi
MEDICINUS Vol. 36 No. 3 (2023): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/b65m7m40

Abstract

Herlyn-Werner-Wunderlich (HWW) is a rare Mullerian disorder characterized by uterine didelphys, hemivaginal obstruction, and ipsilateral renal agenesis. This paper aimed to describe a rare case of HWW in order to give better understanding of the disease, as well as diagnosis and treatment. Then urgent action is taken in the form of incision and drainage of pus. Methods: We searched medical record of a 17-year-old girl complaining of vaginal pain since menarche. Ultrasound examination found hematocolpos and vaginal septum, pelvic MRI found uterus didelphys and left renal agenesis, then the septal incision was performed to facilitate pus drainage. Conclusion: Herlyn-Werner-Wunderlich is a rare condition with varying age of onset. Anamnesis, physical examination, ultrasonography, and MRI are needed to confirm diagnosis. As an urgent measure, a septal incision and pus drainage are performed to reduce symptoms and complications that could occur in the future. In addition, the patient needs to undergo septal resection as a follow-up treatment which can only be done in a hospital where urogenital and reconstruction divisions are available.
Pengaruh Desain Punch Terhadap Mutu Fisik dan Disolusi Tablet MUPS Metformin HCl Wanda B. Putri; Friesca S. Nurhaidah; Helmy Yusuf; Maria L.A.D. Lestari
MEDICINUS Vol. 36 No. 3 (2023): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/af7svb90

Abstract

The compaction of multi-unit pellet system (MUPS) into tablets is a potential alternative for sustained release drugs. Tableting tools (punch and die) affect the compaction process and quality of MUPS tablets. The punch design intends to preserve the desired drug release of compacted pellets. This study aims to investigate the effect of two punch shapes, the flat face radius edge (FFRE) and concave-faced punch (concave), each at two different cup depths, on the physical properties and release profile of metformin HCl MUPS tablets. Drug release parameters, t50 values, showed that the metformin HCl released from MUPS tablets was faster than the uncompacted sustained release pellets. The similarity of the dissolution profile (f2) between MUPS tablets and uncompacted metformin HCl pellets was lower than 50 as the minimum acceptance value. The tablet tensile strength obtained was below the requirements (<1.7 MPa). Tablet disintegration time was approximately less than 2 minutes. In conclusion, drug release profile of the MUPS tablets showed damage of the pellets due to compaction process. Nevertheless, pellets compacted at low compaction pressure using FFRE with a deeper cup depth (size 0.80 mm) showed a slightly better protection compared to other punch shapes and cup depth sizes applied.
Fototerapi pada Dermatologi Anak Wibisono Nugraha; Endra Yustin Ellistasari
MEDICINUS Vol. 36 No. 3 (2023): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/b5jqva33

Abstract

Phototherapy is a non-ionizing ultraviolet (UV) radiation therapy used as a treatment for several medical conditions. The mechanism of action of phototherapy is to act as antiproliferative, induce apoptotic, and provide immunosuppressive effect. Several therapeutic modalities that can be used as alternative therapy in children include NB-UVB, BB-UVB, ultraviolet A, PUVA, and excimer laser. Phototherapy in children is indicated especially in diseases such as psoriasis, atopic dermatitis, vitiligo, pityriasis lichenoides, and mycoses fungoides. The use of phototherapy has indications, contraindications, dose, and side effects that should be considered when choosing appropriate phototherapy in children. Common side effects are erythema, xerosis, burning sensation, and itching. Several groups of patients with refractory complaints are advised to use additional phototherapy modalities, either as monotherapy or in combination with topical and systemic therapy.
Terapi Zink Oral pada Vitiligo Eka Devinta Novi Diana; Muhammad Eko Irawanto
MEDICINUS Vol. 36 No. 3 (2023): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/g52hfk35

Abstract

Background: World Health Organization (WHO) estimates that 2 billion people in the world have zinc deficiency. Clinical manifestation of zinc deficiency includes immune system dysfunction, increase of oxidative stress, and release of proinflammatory cytokines. Oxidative stress is one of main factors that plays important role in various autoimmune diseases such as vitiligo. Discussion: Vitiligo is the most common depigmentation disease caused by melanocyte damages which characterized by depigmentation macule or patch on the skin or mucous membranes. Treatment of vitiligo is still considered a challenge, and various treatment modalities show varying results. Zinc is a micronutrient and antioxidant that posseses antiapoptotic activity by influencing melanogenesis and eliminating free radicals. Conclusion: Zinc inhibits oxidative stress and prevent melanocyte damage so it can bd considered as an adjuvant treatment for vitiligo.
Mewaspadai Sindrom Kardiovaskular Ginjal Metabolik dalam Tata Cara Perawatan Holistik Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 36 No. 3 (2023): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/mb5sdx46

Abstract

American Heart Association (AHA) mempublikasikan fenomena kesehatan baru yang disebut sindrom kardiovaskular-ginjal-metabolik (cardiovascular-kidney-metabolic/CKM syndrome). Terdapat beban berat dari kesehatan kardiovaskular-ginjal-metabolik yang buruk di masyarakat, yang memengaruhi hampir semua sistem organ dan memiliki dampak yang sangat kuat terhadap kejadian penyakit kardiovaskular. Sindrom CKM, yang dikenal juga sebagai sindrom ginjal kardiometabolik (cardiometabolic renal syndrome/CMR), melibatkan interkoneksi antara penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD), faktor risiko metabolik seperti obesitas dan diabetes tipe 2 (type 2 diabetes/T2D), dan penyakit kardiovaskular (cardiovasular disease/CVD).

Page 1 of 1 | Total Record : 8