cover
Contact Name
Ratna Kumalasari
Contact Email
medicinus@dexagroup.com
Phone
+6287808191388
Journal Mail Official
medicinus@dexagroup.com
Editorial Address
Gedung Titan Center 5th Floor, Jl. Boulevard Bintaro B7/B1 No. 5, Bintaro Jaya Sektor 7, Pokdok Aren, Tangerang Selatan 15224
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
MEDICINUS
Published by PT Dexa Medica
ISSN : 1979391X     EISSN : 29638399     DOI : 10.56951
Core Subject : Health, Science,
Tujuan penerbitan jurnal Medicinus adalah untuk meningkatkan wawasan dan menambah khasanah pengetahuan para praktisi medis dan farmasis di bidang kedokteran dan kefarmasian. Ruang lingkup dari jurnal ilmiah ini adalah publikasi artikel-artikel ilmiah yang bisa disajikan dalam bentuk penelitian (research), laporan kasus (case report), teknologi dan klinis kefarmasian, serta ulasan literatur medis.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 38 No. 3 (2025): MEDICINUS" : 6 Documents clear
Terapi Terbaru untuk Osteoporosis: Perkembangan Intervensi Farmasi dan Terapi Penunjang Raymond R Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 3 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/evzm6949

Abstract

Osteoporosis adalah penyakit metabolik tulang paling umum yang ditandai dengan penurunan massa tulang serta gangguan mikroarsitektur tulang yang menyebabkan peningkatan risiko fraktur. Penyakit ini sering kali berkembang secara diam-diam tanpa gejala yang jelas hingga terjadi patah tulang, yang umumnya terjadi pada pergelangan tangan, pinggul, serta tulang belakang. Faktor risiko utama osteoporosis meliputi usia lanjut, defisiensi hormon, malnutrisi, gaya hidup sedenter, serta penggunaan obat-obatan tertentu yang memengaruhi keseimbangan metabolisme tulang. Dengan semakin meningkatnya angka harapan hidup di berbagai negara, osteoporosis menjadi tantangan kesehatan global yang tidak hanya berdampak pada individu tetapi juga pada sistem kesehatan secara keseluruhan. Seiring dengan meningkatnya pemahaman mengenai patofisiologi osteoporosis, berbagai strategi telah dikembangkan untuk mencegah dan menangani penyakit ini secara lebih efektif. Pendekatan dalam penanganan osteoporosis berfokus pada dua aspek utama, yaitu menjaga kepadatan mineral tulang serta mengurangi risiko fraktur. Intervensi didunia farmakologi telah mengalami perkembangan pesat dengan hadirnya berbagai metode baru yang bertujuan untuk menghambat proses degradasi tulang sekaligus merangsang pembentukan tulang baru. Meskipun demikian, terapi farmasi tidak dapat berdiri sendiri dan perlu dikombinasikan dengan pendekatan lain seperti perubahan gaya hidup, terapi nutrisi, serta latihan fisik yang berkelanjutan guna memperoleh hasil yang optimal.
Fraksi Bioaktif dan Inovasi Terapeutik: Jembatan Etnofarmasi dan Sains Modern Raymond R Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 3 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/dbddjf02

Abstract

Studi fraksi bioaktif telah muncul sebagai bidang transformatif dalam farmakologi modern, menekankan pemurnian dan isolasi senyawa yang dipandu bioassay dengan potensi terapeutik. Makalah ini mengeksplorasi mekanisme, metodologi, dan implikasi fraksi bioaktif dalam memajukan penemuan obat. Mengambil pengetahuan etnofarmakologi, makalah ini menyoroti integrasi kearifan tradisional dengan teknologi modern. Meskipun ada tantangan dalam standardisasi dan skalabilitas, sifat interdisipliner bidang ini menggarisbawahi potensinya untuk mengatasi tantangan kesehatan global. Arah masa depan meliputi pengoptimalan teknik ekstraksi, peningkatan bioavailabilitas, dan peningkatan praktik berkelanjutan.
The Use of Predimenol for Nonspecific, Mild-to-Moderate Headache: Case Series Rizaldy Taslim Pinzon; Andre Darmawan Wiyono
MEDICINUS Vol. 38 No. 3 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/s2zpt094

Abstract

Headache is a major healthcare concern worldwide. Adequate headache management is a widespread clinical concern, either using prescription or over-the-counter (OTC) nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). The use of NSAIDs for headache has been associated with several risk of cardiovascular (CV), renal, and gastrointestinal (GI) complications.There were certain patients are at increased risk of using these agents. The use of NSAIDs results in small but consistent increases in the risk of cardiovascular events and kidney problem. We report case series of primary headache conditions with GI comorbidities. After careful history taking, neurological examination, and imaging, we used paracetamol and Predimenol for one week. The use of Predimenol was effective in reducing headache severity without any significant side effects. 
Pencitraan untuk Diagnosis Sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser: Laporan Kasus Bella Negustin; Yoki Citra Perwira; Jeffy Winarta Wahjudi; Taufik Wirayudi
MEDICINUS Vol. 38 No. 3 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/3n9j4319

Abstract

Sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH) adalah kelainan pada wanita yang memiliki ciri-ciri seks sekunder dan kariotipe wanita normal (46,XX), yang ditandai dengan vagina bagian atas tidak berkembang dan rahim hanya berkembang sebagian atau tidak berkembang sama sekali (aplasia uterus). Kasus ini tergolong sangat jarang terjadi, dan diagnosisdapat dilakukan dengan pemeriksaan menggunakan magnetic resonance imaging (MRI). Kasus: Seorang wanita berusia 25 tahun dengan keluhan kesulitan berhubungan seksual melalui vagina karena penetrasi tidak sempurna dan tidak pernah menstruasi (amenore). Hasil pemeriksaan MRI menunjukkan adanya hipoplasia uterus yang mengarah pada MRKH tipe A.Selanjutnya pasien dirujuk ke rumah sakit yang mampu melakukan tindakan neovagina. Kesimpulan: MRKH merupakan penyakit yang jarang terjadi. Keluhan sulit berhubungan seksual melalui vagina dan tidak menstruasi merupakan salah satu tanda kelainan agenesis vagina. Diagnosis dapat ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti MRI untuk mendapatkan gambaran struktur dan anatomi saluran reproduksi beserta organ sekitarnya.
Nutritional Intervention in Osteoporosis: An Overlooked Management in Primary Care Muhammad Gifari Rasyidi; Mohammad Wibowo Ariyanto; Ahmad Fakar Sanusi Rasyid; Elvan Wiyarta
MEDICINUS Vol. 38 No. 3 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/9fh08k72

Abstract

Osteoporosis is a bone disease with a high global mortality rate. Typically, it affects adults and the elderly, particularly postmenopausal women. Normally, bone thinning and decreased bone mineral density are consequences of aging. Osteoporosis leads to significant decrease in quality of life and an increase in the incidence of fractures. In this condition, bone formation and resorption must be in balance for optimal bone remodeling. Numerous factors affect this mechanism, but one has frequently been overlooked: the deficiency of nutrients such as vitamin D, calcium, and other micronutrients that could help maintaining healthy bone remodeling. The effect of nutrition on bone formation and the prevention of bone loss is synergistic. Therefore, supplementation and nutritional sufficiency monitoring in individuals at risk for osteoporosis can be one prudent action. Most therapeutic focus in Indonesia remains exclusively concentrated on curative pharmacotherapy. This article aims to review the existing literature on nutritional interventions to prevent and slow the progression of the disease, as well as raising awareness regarding the urgency to take preventive measures in osteoporosis management.
Terapi Osteoporosis Terbaru: Tinjauan Komprehensif Farmakologis Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 3 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/d4enjy05

Abstract

Osteoporosis adalah penyakit metabolik tulang yang ditandai dengan penurunan massa dan gangguan mikroarsitektur tulang sehingga meningkatkan risiko fraktur. Pendekatan farmakologis terbaru mencakup agen antiresorptif seperti bisphosphonates dan denosumab, serta terapi anabolik seperti teriparatide dan romosozumab yang berperan dalammeningkatkan kepadatan mineral tulang. Selain pengobatan, suplementasi kalsium dan vitamin D serta modifikasi gaya hidup berperan dalam pencegahan dan pengelolaan osteoporosis. Pemantauan berkala terhadap kepadatan tulang dan efektivitas terapi diperlukan untuk menyesuaikan strategi pengobatan secara personalisasi dan meminimalkan efek samping. Dengan integrasi terapi berbasis biomarker, pendekatan multidisiplin dalam pengelolaan osteoporosis dapat semakin ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Page 1 of 1 | Total Record : 6