cover
Contact Name
Ratna Kumalasari
Contact Email
medicinus@dexagroup.com
Phone
+6287808191388
Journal Mail Official
medicinus@dexagroup.com
Editorial Address
Gedung Titan Center 5th Floor, Jl. Boulevard Bintaro B7/B1 No. 5, Bintaro Jaya Sektor 7, Pokdok Aren, Tangerang Selatan 15224
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
MEDICINUS
Published by PT Dexa Medica
ISSN : 1979391X     EISSN : 29638399     DOI : 10.56951
Core Subject : Health, Science,
Tujuan penerbitan jurnal Medicinus adalah untuk meningkatkan wawasan dan menambah khasanah pengetahuan para praktisi medis dan farmasis di bidang kedokteran dan kefarmasian. Ruang lingkup dari jurnal ilmiah ini adalah publikasi artikel-artikel ilmiah yang bisa disajikan dalam bentuk penelitian (research), laporan kasus (case report), teknologi dan klinis kefarmasian, serta ulasan literatur medis.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 38 No. 5 (2025): MEDICINUS" : 7 Documents clear
Preeklamsia dan Dampaknya dalam Perspektif Psikologi, Sosiologi, dan Medis Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 5 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/wbqkwr31

Abstract

Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan serius yang berdampak multidimensional terhadap kesehatan ibu dan janin. Secara medis, kondisi ini ditandai oleh hipertensi pascausia kehamilan 20 minggu serta temuan proteinuria atau gangguan organ lain, dan dapat menyebabkan komplikasi seperti gagal organ, kelahiran prematur, hingga kematian maternal dan neonatal. Di sisi psikologis, diagnosis preeklamsia sering memicu kecemasan, depresi, dan stres mendalam akibat ketidakpastian terhadap kondisi kehamilan, yang memperburuk kualitas hidup ibu. Sementara itu, dari perspektif sosiologis, preeklamsia mencerminkan ketimpangan sosioekonomi, terutama di negara berkembang, di mana akses terhadap perawatan kesehatan yang memadai masih terbatas. Kurangnya edukasi, ketidakmerataan distribusi fasilitas medis, serta beban sosial terhadap keluarga semakin memperparah dampak kondisi ini. Oleh karena itu, pendekatan interdisipliner yang mencakup intervensi medis, dukungan psikososial, dan kebijakan publik yang progresif sangat penting untuk pencegahan dan penanganan preeklamsia secara komprehensif.
Laporan Kasus: Weil’s Disease Devi Nurul Baeti
MEDICINUS Vol. 38 No. 5 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/1my4a338

Abstract

Pendahuluan: Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri genus Leptospira. Penyakit ini masih banyak ditemukan di daerah tropis, terutama saat musim hujan. Leptospirosis memiliki manifestasi klinis yang bervariasi, dengan tingkat keparahan ringan sampai berat. Kasus: Seorang laki-laki berusia 49 tahun datang ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Purwogondo Kebumen dengan gejala demam disertai keluhan kuning pada mata dan kulit wajah serta badannya. Pasien juga mengeluhkan mual, muntah, serta nyeri pada kedua betisnya. Dari hasil pemeriksaan penunjang didapatkan adanya leukositosis, trombositopenia, peningkatan enzim transaminase, serta peningkatan ureum dan creatinine. Pemeriksaan serologi antibodi Leptospira menunjukkan hasil positif. Setelah mendapatkan terapi antibiotik ceftriaxone injeksi 1 g/12 jam serta terapi suportif lainnya, pasien mengalami perbaikan dan pulang setelah enam hari perawatan.
The Role of Hypocalcemia in Preeclampsia: A Review on Calcium Supplementation in Pregnancy Dimas Kirana Mahaputra
MEDICINUS Vol. 38 No. 5 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/3t90rn95

Abstract

Preeclampsia is a hypertensive disorder that contributes to the high maternal death rate worldwide. Furthermore, preeclampsia adversely affects fetal development due to reduced placental blood flow. Numerous factors are known to affect the development and pathophysiology of preeclampsia, one of them is micronutrient deficiency. Calcium, an essential mineral, plays a crucial role in the mechanism of vascular smooth muscle contraction, which regulates vascular tone and blood pressure. Placental dysfunction, a hallmark of preeclampsia, leads to hypocalcemia, which, in turn, exacerbates the condition through compensatory mechanisms involving parathyroid hormone. Conversely, adequate calcium intake has been proven beneficial and is recommended during pregnancy. This article aims to review current guidelines on calcium supplementation and nutritional recommendations as a viable strategy to minimize the risk of preeclampsia.
Anemia pada Remaja: Kajian Pustaka Loury Priskila; Hendi Wicaksono; Mikha Jhonatan; Emmanuel Vito Pandya Arkananta; Mahanani Yekti Putri Sion Warsito; Giovanno Surya Honesto; Benediktus Satria; Daniel Christian
MEDICINUS Vol. 38 No. 5 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/vyn29h03

Abstract

Menyongsong Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030 yang bertujuan menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi seluruh lapisan usia, Indonesia mulai menempatkan fokus pada kondisi anemia, khususnya pada remaja. Anemia adalah kondisi di mana konsentrasi hemoglobin berada di bawah nilai normal, yang dalam jangka panjang dapat memengaruhi pertumbuhan serta perkembangan generasi muda. Tingginya prevalensi anemia di Indonesia yaitu sebesar 15,5%, membuat kondisi ini perlu menjadi perhatian. Tujuan kajian pustaka ini adalah untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan anemia, berikut faktor risiko, tata cara diagnostik dan deteksi dini, serta tantangan ke depan dalam pencegahan dan penatalaksanaannya. Kajian pustaka ini menghimpun jurnal dan artikel ilmiah yang didapatkan dari Pubmed maupun Google Scholar pada tahun 2018-2023. Berdasarkan hasil penelusuran pustaka didapatkan kasus anemia yang tinggi, dengan salah satu faktor risikonya adalah kecukupan nutrisi dalam siklus hidup. Kecukupan nutrisi dapat dimulai dari keluarga, sehingga pendekatan keluarga dengan edukasi maupun program berbasis pendekatan keluarga lainnya diharapkan mampu mengurangi bahkan mengeliminasi anemia pada remaja. Deteksi dini dan skrining anemia juga dapat menjadi solusi yang akan mengurangi prevalensi terjadinya anemia.
A Comprehensive Review of Bioequivalence Studies: Methodologies, Regulatory Considerations, and Future Directions Liana W. Susanto
MEDICINUS Vol. 38 No. 5 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/80v3g940

Abstract

Bioequivalence studies are crucial for ensuring that generic formulations meet the safety and efficacy standards established by innovator products. This review explores the fundamental concepts of bioequivalence, the commonly employed study designs, and the current statistical methodologies used for evaluation. Regulatory frameworks from major agencies (e.g., FDA, EMA, and BPOM-RI) are outlined, while challenges in study design and interpretation are examined. Furthermore, future perspectives in bioequivalence research are considered, particularly as complex drug delivery systems and personalized medicine become more prevalent. Ongoing research and evolving guidelines will continue to shape this critical area of pharmaceutical science.
Kalsium, Vitamin D, dan Farmakoterapi Masa Depan dalam Pencegahan Preeklamsia: Tinjauan Komprehensif dari Perspektif Klinis dan Molekuler Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 5 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/38v6gh35

Abstract

Preeklamsia tetap menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta neonatal di seluruh dunia. Meskipun telah banyak diteliti, patofisiologi preeklamsia masih belum sepenuhnya dipahami, melibatkan interaksi kompleks antara ketidakseimbangan angiogenik, disregulasi imun, stres oksidatif, dan gangguan plasentasi. Intervensi nutrisi, khususnya suplementasi kalsium dan vitamin D, telah mendapatkan perhatian luas sebagai strategi preventif berbasis bukti. Suplementasi kalsium dosis tinggi terbukti menurunkan insiden preeklamsia, terutama pada populasi dengan asupan kalsium rendah, melalui mekanisme yang melibatkan penghambatan parathyroid hormone (PTH) dan peningkatan vasodilatasi arteriol uterus. Sementara itu, vitamin D memiliki efek imunomodulator dan angiogenik, serta berperan penting dalam menstabilkan fungsi endotel dan menekan ekspresi faktor antiangiogenik seperti soluble fms-like tyrosine kinase-1 (sFlt-1). Artikel ini meninjau secara sistematis bukti-bukti klinis dan molekuler terkini mengenai peran kalsium dan vitamin D dalam pencegahan preeklamsia, serta mengeksplorasi potensi agen farmakologis masa depan, seperti pravastatin, esomeprazole, dan pendekatan berbasis nanopartikel. Selain itu, dibahas pula formulasi nutraseutikal menggunakan Formical-B, yang menunjukkan hasil awal yang menjanjikan dalam menurunkan risiko preeklamsia melalui jalur antioksidan dan modulasi tekanan darah. Tinjauan ini menawarkan perspektif integratif yang menggabungkan intervensi nutrisi dan terapi molekuler sebagai kerangka masa depan pencegahan preeklamsia berbasis personalisasi.
Jejak Memori dalam Jaringan Fasia Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 5 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/83wqt329

Abstract

Konsep bahwa fasia dapat menyimpan memori emosional atau somatik telah memicu perdebatan dalam bidang terapi manual, neurobiologi, dan biofisika. Artikel ini menyelidiki landasan ilmiah di balik hipotesis tersebut dengan meninjau literatur primer dan sekunder dari dua dekade terakhir. Melalui pendekatan multidisipliner yang mencakup neuroanatomi, epigenetik, mekanobiologi, dan biokomunikasi, artikel ini mengusulkan model teoretis yang menjelaskan kemungkinan keterlibatan fasia sebagai penyimpan informasi. Dengan mengintegrasikan konsep neurofascial plasticity, resonansi morfik, dan tensegritas, disertai evaluasi kritis terhadap data empiris, disarankan bahwa meskipun belum ada bukti definitif, kemungkinan adanya sistem penyimpanan memori dalam fasia patut dijelajahi lebih lanjut secara sistematik dan eksperimental.

Page 1 of 1 | Total Record : 7