cover
Contact Name
Djamaluddin
Contact Email
djamaluddin@mpai.uad.ac.id
Phone
+6285669045290
Journal Mail Official
jiei.mpaiuad@gmail.com
Editorial Address
Kampus 2 A MPAI-UAD Jl. Pramuka No. 42 Sidikan Umbulharjo Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Islamic Education and Innovation (JIEI)
ISSN : 27469999     EISSN : 27755665     DOI : -
The main objective of the publication is to share or publish scientific article base on research and review from professional writers, researches, teachers, and lectures about Islamic education and innovation. The paper could be the original research paper, technical paper, conceptual paper, case study, and literature review in Bahasa, English or Arabic language. The article must be never published or under consideration for publication.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No.2: July- December 2025 (In Press)" : 6 Documents clear
Analysis of public perception of paid lectures sessions by Ustadz Hanan Attaki and their alignment with Islamic principle Inayah, Nurul; Sulistyowati, Euis Trisni; Fernanda, Jeannifer Deni; Sari, Tiwi Carina; Islamy, Muhammad Rindu Fajar
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.2: July- December 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.12515

Abstract

Dakwah has a thousand ways to be done in an effort to spread the teachings of Islam. The phenomenon of Hanan Attaki as a preacher has become a new trend that is followed by the community to be listened to, especially young people who are thirsty for religious insights that are relevant to their lives. This study aims to analyze public perceptions of the phenomenon of paid Islamic lectures conducted by Ustadz Hanan Attaki and their alignment with the principles of Islamic preaching (dakwah). The study employs a descriptive quantitative approach with 30 respondents, consisting of students and Muslim communities in Bandung. Data were collected through online questionnaires to measure respondents' perceptions of paid lectures. The findings reveal that the majority of respondents view paid lectures as aligned with Islamic principles and beneficial for enhancing religious understanding. However, some respondents believe that the commercialization of dakwah may hinder access to religious knowledge, particularly for underprivileged groups. From an Islamic perspective, ensuring inclusivity and fairness in the dissemination of knowledge is a fundamental principle. Solutions such as cross-subsidies can be implemented to ensure equitable accessibility. This study offers new insights into developing a fair and inclusive dakwah approach amidst the phenomenon of commercialization.
Internalisasi nilai religius edukatif dalam syair seni Doda Idi (Studi kearifan lokal dalam masyarakat Aceh Besar) Fahmi, Zulfahmi; Gani, Saifuddin A Gani
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.2: July- December 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.13838

Abstract

Pendidikan keagamaan pada anak saat ini mengalami tantangan yang signifikan dalam tumbuh kembang perilaku anak. Kearifan lokal semakin menjadi tidak terakomodir di tengah kontestasi media dan teknologi yang berhadapan dengan anak di dalam rumah dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai religius edukatif dalam syair seni Doda Idi yang mentradisi di masyarakat Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan data wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis isi dan interpretasi hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan seni Doda Idi merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Aceh, yang digunakan untuk mendidik anak melalui syair bernuansa Islami yang diawali kalimat Lailahaillallah. Syair ini mengenalkan anak pada Allah, Rasul, orang tua, lingkungan sosial, alam, serta peran dan tanggung jawab hidup. Seni Doda Idi relevan sebagai media pendidikan Islam bagi anak-anak karena mengandung nilai-nilai tauhid, ibadah, sosial, dan akhlak. Nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui syair indah saat anak tidur agar mudah diingat dan membekas hingga dewasa. Seni ini tetap efektif sebagai media transfer of knowledge dan transfer of value, serta sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Doda Idi perlu dilestarikan, dikembangkan, dan disesuaikan dengan zaman sebagai investasi pendidikan karakter pada anak kini dan nanti.
Integrasi moderasi beragama dengan teknologi pembelajaran sebagai strategi guru dalam pembentukan karakter siswa Khotimah , Husnul; Maula, Athiyatul; Rahima, Ima; Aziz, Muhammad Abdul
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.2: July- December 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.14091

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang menyentuh kehidupan siswa dalam kesehariannya menjadi realitas yang memberikan dampak pada perubahan gaya belajar. Namun, fenomena perilaku siswa dalam bermedia sosial menunjukkan kecenderungan penggunaan pada aspek hiburan dominan dibandingkan sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi moderasi beragama dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran sebagai strategi guru dalam pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di sekolan NU Ciledug. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan informasi verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam menyisipkan nilai-nilai Islam moderat seperti toleransi, adil, seimbang, dan anti kekerasan dalam materi ajar dan kegiatan pembelajaran yang berbasis digital. Kendala yang dihadapi oleh guru meliputi kurangnya pelatihan teknologi, keterbatasan fasilitas, serta pemahaman moderasi yang belum merata. Meskipun demikian, strategi yang menggabungkan pendekatan kontekstual dan media digital terbukti meningkatkan pemahaman terhadap moderasi beragama serta partisipasi siswa dalam pembelajaran. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama dapat disisipkan pada pembelajaran PAI dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran.  Penguatan kapasitas guru dan kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi nilai keagamaan dan teknologi sangat penting untuk membentuk generasi yang religius, toleran, dan melek digital.
Manajemen Dewan Kerabat Penghela untuk penguatan profil pelajar Pancasila pada ekstrakulikuler Hizbul Wathan Afandi, Ahmad; Wantini, Wantini; Bustam, Betty Mauli Rosa; Arqam, Mhd. Lailan; Widodo, Hendro
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.2: July- December 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.14307

Abstract

Dewan Kerabat Penghela (DKP) Hizbul Wathan memiliki peran yang penting dalam mengelola ekstrakurikuler sebagai media pembinaan karakter di sekolah Muhammadiyah. Tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana DKP HW mampu mengelola organisasi secara efektif dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kegiatan kepanduan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen DKP HW dalam mengelola kegiatan Hizbul Wathan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, serta menelaah kontribusinya terhadap penguatan Proyek Penguatan Proflil Pelajar Pancasila (P5). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multisitus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pelatih HW, serta anggota DKP. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber dan metode untuk menjaga keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen DKP HW dilaksanakan secara sistematis melalui kegiatan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan, dengan dukungan kuat dari sekolah. Kegiatan ekstrakulikuler HW berkontribusi dalam pelaksanaan P5 untuk membentuk karakter siswa. Terdapat perbedaan pola manajemen DKP yaitu pada aspek pelaksanaan kegiatan, SMA Muhammadiyah 1 cenderung formal dengan karakter kemandirian, dan gotong royong. Adapun SMA Muhammadiyah 3 cenderung fleksibel dengan karakter religiusitas. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen DKP HW berdampak pada pembentukan karakter siswa melalui kegiatan P5 yang integratif berbasis Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Pancasila di sekolah Muhammadiyah.
Kultum Tarawih sebagai media edukasi keagamaan dan penguatan praktik ibadah jamaah masjid Firnanda , Rizky; Imawan , Dzulkifli Hadi; Husain, Andi Musthafa
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.2: July- December 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.15390

Abstract

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi keagamaan bagi umat Islam. Salah satu bentuk edukasi keagamaan yang berkembang di masjid adalah kultum tarawih yang dilaksanakan selama bulan Ramadan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kultum tarawih sebagai media edukasi keagamaan serta kontribusinya dalam memperkuat praktik ibadah jamaah di Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi non-partisipatif, wawancara mendalam dengan penceramah dan jamaah, serta dokumentasi kegiatan kultum tarawih. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultum tarawih berperan sebagai media edukasi keagamaan yang efektif dalam meningkatkan pemahaman keislaman jamaah serta mendorong penguatan praktik ibadah, khususnya selama bulan Ramadan. Materi kultum yang relevan, penyampaian yang komunikatif, serta keterkaitan tema dengan konteks kehidupan jamaah menjadi faktor utama yang mendukung efektivitas kegiatan tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa kultum tarawih memiliki potensi strategis sebagai bentuk pendidikan keagamaan nonformal di lingkungan masjid, terutama dalam upaya penguatan kesadaran dan praktik ibadah jamaah.
Transformasi pendidikan agama Islam melalui program Sabtu Mengaji dalam membentuk karakter siswa SMK Muhammadiyah Pringsewu Hasbullah, Hasbullah; Hanafi, Ilyas Rozak; Nurhasanah, Nurhasanah
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.2: July- December 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.15622

Abstract

Pelayanan kesehatan ruhani menjadi hak dasar manusia yang penting untuk menunjang kebahagiaan dunia dan akhirat melalui penguatan iman dan ibadah. Di SMK Muhammadiyah Pringsewu, Program Sabtu Mengaji diadakan sebagai bentuk transformasi pendidikan agama Islam yang bertujuan membentuk karakter serta meningkatkan nilai keislaman siswa. Penelitian ini mengkaji pelaksanaan dan dampak program dengan menggunakan model evaluasi CIPPO (Context, Input, Process, Product, Output) secara kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari kepala sekolah, wakil kepala bidang Al Islam Kemuhammadiyahan, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sabtu Mengaji efektif dalam meningkatkan pengetahuan keagamaan, serta perilaku ibadah, akhlak, motivasi belajar, disiplin, dan tanggung jawab siswa. Program ini turut memberikan pengalaman pembentukan karakter holistik, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Meski demikian, diperlukan faktor lain yang mendukung hal tersebut seperti penguatan hafalan Al-Qur’an dan penyusunan silabus yang terstruktur. Secara keseluruhan, Sabtu Mengaji berperan penting dalam internalisasi nilai Islam dan pembinaan karakter siswa, mendorong sekolah untuk terus mengembangkan program secara berkelanjutan untuk hasil yang lebih baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6